
Happy Reading...
Kapal pesiar perlahan meninggalkan pelabuhan menuju ke pulau T. Mereka bersuka cita dalam perjalanan tersebut. Karena fasilitas di atas kapal yang begitu lengkap dan mewah yang otomatis memanjakan para penumpangnya.
Semua orang sudah berada di dalam kamar masing-masing, sedangkan anak-anak berada di dalam ruangan khusus untuk bermain. Baby Zi tertidur pulas di dalam kamar Mommy nya. Sedangkan si Kembar Zack dan Zoe Saldana, Raditya dan Keyna serta yang lainnya ada di kursi yang khusus di desain untuk mereka bermain. Mereka bermain kartu domino. Siapa yang kalah Dia akan dibedaki wajahnya dengan bedak putih yaitu bedak khusus baby.
Keyna sangat antusias karena ini adalah pertama kalinya dirinya bermain domino, tapi cepat tanggap dalam bermain sedangkan Amanda sering kalah sehingga wajah Amanda sekarang penuh dengan bedak putih yang membuat siapa pun yang melihatnya akan tertawa.
Indahnya suasana terbenamnya Sang Raja Siang di ufuk barat. Pesonanya memanjakan semua mata yang memandangnya. Angin sepoi-sepoi yang berhembus membawa aroma air laut sampai ke hidung Eliana. Eliana merentangkan kedua tangannya seperti adegan film Titanic, Tapi jangan sangka kalau Eliana juga berdiri di depan haluan kapal. Elliana hanya melakukan adegan tersebut di luar dekat jendela kamarnya. Tapi dibelakang tubuh Elliana tidak ada Mark yang memeluknya seperti yang dilakukan Jack dan Rose.
Mark hanya bisa memandangi wajah istrinya yang setiap hari Dia rindukan. Dekat tapi terasa jauh. itulah yang sering dirasakan Mark akhir-akhir ini. Perasaan Rindu itu semakin membuncah. Tapi Mark sudah berjanji dan sepakat dengan Elliana bahwa tidak ada kontak fisik apa pun jika mereka hanya berdua saja. Cukup mereka berakting mesra dan romantis di depan anak-anaknya dan orang lain.
Mark main hp tapi arah pandangannya selalu tertuju pada Elliana yang dimata Mark makin cantik dan seksi saja walaupun tubuh Elliana dibalut oleh gamis lengkap dengan hijabnya. Mark berusaha menahan godaan dan bisikan sesuatu. Mark pun membuka Sosmednya dan berusaha untuk mengalihkan perhatian dan pikirannya ke beberapa berita dan status temannya di Sosmednya.
Mark sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi ternyata bisikan itu lebih kuat dan dominan dari pada kemampuan Mark untuk bertahan. Mark menyimpan hpnya di atas Nakas dan berjalan ke luar tempat Elliana berdiri.
Mark tanpa permisi atau pun tanpa bertanya terlebih dahulu kepada Elliana untuk menyentuhnya. Awalnya Elliana menolak keinginan Mark tapi perlahan hati Elliana pun melunak. Eliana pasti selama ini mendamba dan merindukan sentuhan dan belaian dari Mark Tapi egonya yang membuatnya untuk menutup pintu maaf untuk Mark.
"Aku mohon lepaskan Mark, kita tidak boleh seperti ini" setelah beberapa saat mereka berpelukan.
Eliana pun kembali ke mode tidak Mau ada kontak fisik apa pun dengan Mark.
"Tolong Mark jangan seperti ini" ucap Eliana yang tanpa dia sadari air matanya sudah menetes membasahi pipinya.
Tangan Mark yang memeluk tubuh Eliana pun ditetesi oleh air mata Eliana.
"Maafkan aku Elliana, Aku tidak bermaksud untuk membuat hatimu terluka, Aku tidak sanggup lagi jika harus hidup seperti ini terus Elli" ucap Mark yang ikut menangis dalam pelukan mereka.
Eliana tidak mampu untuk berbicara z Eliana hanya terdiam dan terus menangis tersedu-sedu.
"Maaf aku tidak bisa" ucap Eliana sambil melepaskan pegangan tangan Mark dari perutnya. Langkah Eliana terhenti di saat Mark berbicara.
"Baiklah kalau kamu tidak ingin memaafkanku, mungkin jalan yang terbaik adalah Aku mengakhiri hidupku saja dengan melompat ke laut" ucap Mark.
Tapi Eliana masih terdiam membisu tanpa menoleh sedikit pun. Eliana melanjutkan Langkahnya ke dalam kamar tapi tiba-tiba ada suara benda yang terjatuh. Eliana pun segera membalikkan badannya dan tidak melihat lagi Mark yang awalnya berdiri di dekat besi pembatas. Eliana pun buru-buru mencari keberadaan Mark. Tapi hasilnya sama, Eliana ke sana kemari dan mondar-mandir di depan kamarnya. Di Ingin meminta bantuan kepada yang lain tapi semua kamar mereka tertutup rapat. Eliana pun kembali masuk ke dalam kamarnya.
Eliana pun sudah menyisiri di sekitar jatuhnya Mark. Tapi tidak ada tanda-tanda kehidupan.
__ADS_1
"Ya Allah, tolong Mark ya Allah. Aku sudah memaafkan Suamiku ayah dari anak-anakku, jangan biarkan Terjadi sesuatu kepada Mark ya Allah, aku bisa mati jika Mark" ucap Eliana yang tidak sanggup melanjutkan perkataannya.
Eliana terduduk di lantai dan tidak tahu harus berbuat apa-apa lagi. Eliana menangis bahkan sudah meraung.
"Mark Maafkan Aku" teriak Eliana.
Untung saja suara teriakan nya Eliana tidak mampu mengalahkan derasnya ombak dan angin yang menerpa kapal tersebut sehingga tidak ada yang terganggu dengan teriakan Elliana. Sedangkan seseorang yang ada di bawah sana yang ngumpet tersenyum saking bahagianya mendengar perkataan dan kejujuran dari Eliana.
"Ternyata cara ini ampuh untuk meluluhkan kerasnya hatimu Sayang" ucap Mark yang tersenyum penuh arti.
"Mark jangan tinggalkan Aku, please kembalilah" ucap Eliana yang semakin terisak dalam tangisnya Karena melihat ada benda di bawah sana yang seperti tubuh manusia.
Eliana sudah memikirkan banyak hal kemungkinan besar yang terjadi kepada Mark.
"Aku harus bilang apa kepada anak-ankmu jika mereka mencarimu, huhuuuhuhu" tangis Eliana yang semakin besar saja.
Mark yang bergelantungan seperti monyet semakin tak bisa menahan tawanya sendiri setelah melihat keadaannya yang seperti kera sakti saja dan tangannya sudah memerah. Eliana saja yang terlalu panik tidak menyadari kalau orang jatuh dari atas tidak langsung terjatuh ke dalam laut tapi pasti berguling dulu itu pun tidak bakalan jatuh juga.
"Mark Maafkan Aku, Aku sangat mencintaimu, Aku sudah memaafkanmu sedari dulu Mark" teriak Eliana.
"Ini semua terjadi gara-gara keegoisanku Mark, ini Semua gara-gara Aku yang terlalu bodoh dan egois, Maafkan aku yang sudah menyakitimu" teriak Eliana.
Beberapa menit kemudian, Eliana pun pasrah dan berdiri dari posisi duduknya. Kaki Eliana agak kram jadi Dirinya susah untuk berdiri. Eliana pun berdiri sambil berpegangan pada besi pagar kapal. Eliana jalan terseok-seok karena masih merasakan kram di sekitar kakinya.
Eliana sudah ingin meraih gagang pintu, tapi tangannya terhenti disaat ada tubuh seseorang yang memeluknya dari belakang. Eliana semakin menangis tersedu-sedu. Eliana berusaha untuk melepaskan pegangan tangan orang tersebut karena mengira itu tidak mungkin Mark bahkan Eliana berfikir itu orang lain yang berniat jahat kepadanya.
"Lepaskan Aku, kamu itu bukan suamiku kamu itu...." ucapan Eliana terpotong saat dirinya sudah berhasil bebas dari pelukan orang tersebut.
Elliana tersenyum bahagia saat wajah Mark tertimpa sinar rembulan. Eliana pun memegang ke dua pipi Mark dengan kedua tangannya.
"Pasti kamu bukan Mark, kamu pasti hantu yang menyerupai sumaiku kan??" Tanya Eliana yang mendorong tubuh Mark karena menganggap Mark sudah Mati.
"Mark tadi terjatuh ke bawah, aku sendiri yang mendengarnya Mark terjatuh ke bawah" ucap Eliana yang menghindari pelukan Mark.
"Kalau aku hantu pasti aku tidak akan bisa untuk memelukmu lagi sayang" ucap Mark yang berusaha untuk kembali memeluk tubuh istrinya.
"Apa Benar kamu tidak terjatuh ke laut, apa benar kamu selamat??" tanya Eliana yang menggoyang dan memutar tubuh Mark seakan-akan boneka saja yang ingin memastikan bahwa dirinya tidak bermimpi dan tidak salah.
__ADS_1
"Iya ni aku Mark Suami dari putri Pak Wiguna Kim Albert Said" ucap Mark.
"Coba cubit aku agar aku yakin ini bukan mimpi" ucap Eliana yang memegang tangan suaminya agar dirinya dicubit.
Mark pun langsung mencubit Lengan Eliana dengan lembut tapi tetap sakit.
"Aauhh, sakit" ucap Eliana yang langsung memeluk tubuh suaminya tanpa aba-aba dan kembali melanjutkan tangisannya dan Eliana pun menangis tersedu-sedu.
"Maafkan atas semua kesalahanku sayang, Aku berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi bahkan aku bersumpah dengan nyawaku menjadi taruhannya jika aku menyakitimu lagi" ucap Mark.
Eliana langsung menutup mulut Mark dengan jari lentiknya.
"Wajah ini, hidung mancung ini, dan...." ucapan Eliana pun terhenti disaat dirinya menyentuh bibir Mark.
Mark tidak ingin berbicara apa pun hanya ingin mendengarkan perkataan dari Eliana.
"Bibir ini yang setiap saat aku rindukan" ucap Elliana yang langsung menerobos menci*** bibir Mark.
Mark pun membalas ciuman istrinya dan langsung menggendong tubuh Eliana ke dalam kamarnya. Walaupun tangan Mark masih sedikit sakit akibat bergelantungan di pagar besi tadi, Tapi tidak menyurutkan semangatnya mumpung Eliana tidak menolak dengan apa yang dilakukannya. Mark menggendong tubuh Elina ala bridal style dan menutup rapat pintu kamarnya. Mark pun membaringkan tubuh istrinya di atas ranjangnya dan segera berdiri untuk menutup seluruh gorden dan tak lupa mengunci pintu. Setelah hampir setahun puasa akhirnya malam ini Mark pun bisa berbuka dan menikmati hidangan penutup. Mark dan Elliana sama-sama menikmati malam ini dengan penuh gairah cinta kasih yang selama ini terpendam karena ego mereka. Goyangan kapal yang terkena terjangan ombak tak menyurutkan hasrat ke dua pasangan halal ini. Yang terjadi selanjutnya biarlah mereka saja yang tahu.
To Be Continued..
📢 Typo Mohon Dimaklumi Yah Kakak Readers 🙏📢
Hore Eliana dan Mark sudah baikan lagi dan kembali ke Rasa yang pernah ada 🤣🤣✌️.
Gimana dengan Hyuna dan Aditya yah 🤔🤔🤔.
Dan si Goyang dombret kabarnya gimana 🤭🤭.
yang penasaran dengan kelanjutan dari Kisah Mereka so Pantengin terus saja Updatenya BDP 🙏🙏.
Makasih banyak atas dukungan Kakak Readers 🙏🙏🥰.
by Fania Mikaila AzZahrah.
Makassar 18 Maret 2022.
__ADS_1