
Happy Reading..
Suasana di Dalam Kamar perawatan Delia menjadi hening dan temboklah yang menjadi saksi bisu dari terungkapnya kebenaran yang selama ini belum terkuak.
Bibi Ainun Akhirnya menjelaskan dan menceritakan awal mula dan duduk permasalahannya kenapa Nama Rusdy yang menjadi nama belakang Delia.
Bibi Ainun pun mulai menceritakan kisah pilu Dari ibu dan Ayah Delia sesuai yang diceritakan oleh Adinda ibunya Delia.
Flashback on..
Waktu itu Saya dan suami sedang duduk di beranda Rumah kami, tiba-tiba Ada sebuah motor yang berhenti di depan rumah kami. Kami kaget melihat siapa yang turun dari jok motor itu. Ternyata Dia adalah adik kandung dari Suamiku dia adalah Adinda.
Adinda Bekerja di Luar Negeri yaitu di Korea Selatan sebagai TKW. Rencananya Adinda akan pulang tahun depan. Tapi tiba-tiba Adinda pulang tanpa memberi kami kabar terlebih dahulu. Kami sebagai satu-satunya Keluarga yang dimiliki Adinda Sangat kaget karena Adinda pulang tanpa membawa apapun selain Tas Selempang nya. Adinda langsung berlari ke arah kakak satu-satunya dan menangis tersedu-sedu.
Adinda menangis disaat dia memeluk Tubuh kakak laki-lakinya, Yaitu Suamiku Ardiansyah Hendrawan. Suamiku Hanya memiliki satu saudara saja yaitu Adinda.
Kami pun menanyakan perihal kepulangannya yang secara mendadak. Adinda pun jujur dan menjelaskan alasan dibalik kepulangannya itu.
"Maafkan Adinda Kakak, Adinda selama ini sudah menikah dengan laki-laki asli Korea" ucap Adinda dengan deraian Air mata.
Aku dan Suamiku kaget dan shock mendengar kejujuran Adinda.
"Apa yang kamu katakan Adinda, Tolong jangan bercanda Sama kakak??" ucap Ardiansyah yang sangat kaget dengan perkataan Adik semata wayangnya.
"Iya Adinda jangan bercanda, pernikahan itu bukanlah mainan dan bukan juga bahan lelucon" ucap Bibi Ainun.
"Adinda serius kakak, Adinda menikah dengan anak majikan Adinda namanya Wirawan Albert Kim Said" ucap adinda sambil menyodorkan sebuah map berwarna merah yang berisi Berkas pernikahannya dengan Wirawan.
Bibi Ainun dan Paman Ardiansyah segera Membaca isi dari map itu. Dari situlah kami percaya dengan perkataan Adinda.
"Pernikahan kami terjadi tanpa restu dari orang tua Kak Wirawan" ucap adinda.
"Maksudnya kalian menikah sembunyi-sembunyi??" tanya Pak Ardiansyah yang tidak percaya dengan tindakan adiknya yang terbilang cukup berani.
"Iya kak, kami menikah tanpa restu dari orang Tuanya, dan Hanya Kakak angkat Adinda saja yang hadir dan menjadi saksi Sekaligus menjadi wali pernikahan kami" ucap Adinda.
"Apa kamu tidak menganggap Kakak saudara kamu Adinda sehingga kamu tidak meminta ijin kepadaku??" ucap Pak Ardiansyah.
"Delia tidak punya banyak waktu lagi kakak waktu itu, dikarenakan Wirawan suami saya ingin dinikahkan dengan wanita lain kak". ucap Adinda.
Adinda menangis tersedu-sedu dan
menundukkan kepalanya karena malu dengan tindakannya yang telah berani menikah tanpa sepengetahuan kakak kandungnya dan sekaligus takut Kakaknya marah dan murka setelah Mereka tahu.
Adinda langsung bersimpuh di kaki kakaknya. Dan memohon maaf kepada kakaknya.
"Maafkan Adinda Kakak, Adinda tidak bermaksud untuk menyakiti hati dan perasaan Kakak" ucap Adinda yang masih bersimpuh dan memohon maaf kepada kakaknya.
Pak Ardiansyah langsung memeluk adiknya yang sudah terpuruk dengan nasib biduk rumah tangganya yang harus berakhir dengan Kesedihan.
__ADS_1
"Jangan seperti ini Adinda, kalau kamu terus menangis itu sama Saja buat hati Kakak hancur" ucap pak Ardiansyah yang juga sudah ikut menangisi nasib malang adiknya.
"Jangan kamu sakiti dirimu Adinda ini sudah menjadi garis tanganmu yang harus kamu lalui dengan penuh kesabaran dan keikhlasan" Ucap Bibi Ainun.
"Tapi aku tidak tahu harus berbuat apa lagi Kakak, Karena aku sudah mengandung bayi calon anak dari Wirawan" ucap Adinda yang membuatnya semakin menangis.
"Kamu harus kuat untuk menjalani semuanya biarkanlah seperti air yang mengalir" ucap Ardiansyah.
"Gimana kalau orang-orang menanyakan perihal kehamilan Adinda Kakak, Adinda tidak sanggup dan tidak bisa menerima kalau ada orang yang menghina anakku kelak" ucap Adinda.
Ketiganya tidak menemukan jalan keluar dari permasalahan Pelik Adinda. Tiba-tiba pintu Rumah Pak Ardiansyah diketuk dari luar.
"Assalamu alaikum" salam seseorang dari luar rumah.
Mereka terdiam sejenak sebelum menjawabnya. Mereka takut Jika orang itu mendengar apa yang dibahas oleh mereka.
"Ainun tolong buka pintunya dan lihat siapa yang datang" ucap Paman Ardiansyah.
Bibi Ainun segera berjalan ke arah pintu depan rumahnya. Dan membuka kenop pintu.
"Waalaikum salam" ucap Bibi Ainun.
"Silahkan masuk Dek" ucap Bibi Ainun.
"Oiy kak tadi kalau aku tidak salah lihat,Adinda Sudah pulang!" Tanya Arianto.
Cowok yang sejak dulu menaruh hati kepada Adinda. Cowok yang mencintai Adinda dalam diam yang selalu menunggu kepulangannya.
Ainun kaget dengan kedatangan Arianto dan mengetahui kalau Adinda sudah pulang.
"Kakak Ainun aku tidak salah lihat kan tadi??" Tanya Arianto
"Maksud kamu aaapa, kakak tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan??" ucap bibi Ainun yang tergagap.
"Tolong jujur lah kak" ucap Arianto.
Sebelum Bibi Ainun menjawab pertanyaan dari Arianto, Datanglah Adinda bersama Paman Ardiansyah.
Arianto tersenyum melihat Adinda dan sangat bahagia setelah melihat cewek yang sudah Lama dia rindukan.
"Assalamu alaikum Adinda" salam Arianto
"Waalaikum salam" jawab mereka bertiga.
Arianto kaget melihat wajah Adinda yang sembab dan mata adinda yang merah dan masih ada bekas tetesan air mata di wajah cantiknya Adinda.
Arianto ingin sekali menghapus jejak air mata Adinda tapi itu tidak mungkin Arianto lakukan.
__ADS_1
"Silahkan duduk dek" ucap Ardiansyah.
"Makasih Kak" ucap Arianto sambil mendudukkan bokongnya di atas kursi.
Karena Arianto Malu ditatap terus oleh ketiganya dan membuat keringat dingin membasahi seluruh tubuh Arianto.
"Arianto ke sini bermaksud ingin melamar Adinda" ucap Arianto.
Yang membuat mereka kaget dan saling berpandangan dan mengerti maksud dari perkataan Arianto.
"Maafkan kelangcangan ku yang ingin melamar Adinda" ucap Arianto.
"Apa sebenarnya maksud dari perkataan mu Arianto, ingat lah baik-baik pernikahan itu adalah ikatan suci yang tidak bisa dipermainkan dengan sesuka hati" ucap pak Ardiansyah.
"Aku sangat serius dan menyadari semua yang aku katakan dan jika Adinda menerima lamaran ku insya Allah Orang tuaku akan datang ke Sini" jelas Arianto.
Adinda, Ardiansyah dan Ainun saling berpandangan untuk meminta persetujuan dari saudaranya untuk berkata jujur kepada Arianto.
"Maafkan aku kak, tapi itu tidak mungkin soalnya aku sudah menikah dan bahkan aku sudah hamil" ucap Adinda.
"Aku tidak akan mempermasalahkan hal itu aku akan menerima semua ini" ucap Arianto.
Singkat cerita Akhirnya Adinda dan Arianto pun melangsungkan pernikahan dan Tidak ada satupun Keluarga atau pun tetangga yang mengetahui kebenaran keadaan Adinda yang sebenarnya.
Adinda meminta maaf kepada Arianto karena tidak menjadi istrinya yang seutuhnya. Mereka telah sepakat untuk membina hubungan rumah tangga Hanya di atas kertas Saja dan hak itu hanya mereka berdua yang tahu. Alhamdulillah Arianto dengan senang hati menerima dan mengabulkan permintaan dari Adinda. Arianto
Beberapa bulan kemudian, Adinda akhirnya melahirkan bayi yang sangat cantik. Dan Bayi mereka kembar. Tapi sayangnya salah satu diantara mereka tidak bisa diselamatkan. Bayi itu berjenis kelamin perempuan Juga adik dari Delia.
Kehidupan rumah tangga yang dijalani oleh Adinda dan Arianto layaknya seperti keluarga yang normal seperti keluarga di luar sana. Bahkan tidak satu pun yang curiga dengan kenyataan ini.
Tapi Satu bulan sebelum kecelakaan maut itu, Adinda bercerita tentang kehidupan rumah tangganya kepadaku dan memintaku jika suatu saat nanti kamu bertanya maka Bibi harus menjawabnya dengan jujur.
Flashback off..
"Seperti itulah kisah mereka dan Adinda sampai akhir hayatnya tidak bisa mencintai Arianto hanya ada satu Nama di dalam hatinya yaitu Ayah kandung Delia yaitu Wirawan Albert Kim Said" jelas Bibi Ainun.
Delia, Uncle Park,Bibi Ainun tidak bisa menahan tangisnya. Mereka sama-sama menangis tersedu-sedu Setelah mendengar kisah pilu kehidupan rumah tangga Ibu Delia.
TBC..
Fania mewek nulis bab ini loh Readers. Moga kakak Readers suka dengan Kisah Adinda, Wirawan dan Arianto mencintai tapi tidak harus memiliki. Memiliki tapi tidak mendapatkan hak seutuhnya.
Tunggu lanjutan kisah mereka yah Readers 🙏🙏.
Ditunggu Like n Masukannya yah kakak Readers 🙏.
Makasih banyak 🙏🙏
Makassar, 20 Januari 2022.
__ADS_1
by..
Fania Mikaila AzZahrah 💋