
Happy Reading...
Di Belahan Dunia lain, seseorang sedang menangis mendengar rekaman percakapan dari Seseorang yang selalu Dia rindukan bahkan setiap saat dia rindukan. Setiap hari Arya bekerja bagaikan Robot yang tak kenal waktu dan lelah. Bahkan Arya menghabiskan waktunya di kantornya saja. Selesai kerja dan kuliah Arya Langsung pulang ke Rumahnya. Itu lah aktifitas sehari-hari Arya selama di London.
Arya ingin meraih dan memanfaatkan waktunya sebaik-baiknya demi mencapai target yang ditetapkan oleh ayahnya. Arya tidak ingin bermain seperti anak Muda di luar sana yang masih asyik dengan Aktifitasnya.
Arya merasakan kerinduan yang sangat dalam kepada istrinya. Terlebih lagi saat dia mengetahui dari adiknya jika Istrinya hamil dan mengandung bayi kembar.
"Tunggu aku Sayang, insya Allah aku akan menyelesaikan kuliah dan pekerjaanku lebih cepat dari 5 tahun". ucap Arya sambil menatap Wajah Istrinya yang ada di handphonenya.
Kembali ke Tanah air Beta.
Delia melanjutkan perjalanannya ke salah satu Mall yang ada di kota M. Mall ini termasuk Mall paling besar di kota M.
Delia berjalan dengan sangat hati-hati, mengingat Dia sedang hamil. Delia naik ke lantai 3 ke bagian perlengkapan baby. Delia memilih beberapa potong pakaian serta perlengkapan bayi kembarnya.
Delia yakin kalau bayinya yang satu adalah Cowok jadi Delia mengambil pakaian berwarna Pink dan biru. Delia tidak sengaja menyenggol lengan seseorang.
Sehingga barang bawaan orang tersebut tercecer di lantai. Delia Merasa sangat bersalah.
"Maaf ibu, Saya tidak sengaja." Delia meminta maaf kepada orang itu.
"Ohh tidak apa-apa kok, lagian bukan kamu yang salah melainkan aku yang terlalu ceroboh".
"Aku yang salah kok Bu. kenapa malah menyalahkan diri ibu sendiri". ucap Delia yang tidak terima jika Perempuan itu menyalahkan dirinya sendiri atas kesalahan yang diperbuat oleh Delia.
"Kalau gitu kita sama-sama salah saja lah untuk mengakhiri perdebatan kecil kita". hehehe Emilia cengengesan.
"Oy sebagai permintaan maaf Aku, Aku ingin memberikan hadiah kepada bayimu". ucap perempuan itu.
"Tak usah kak, jangan repot-repot, Aku tidak ingin membebani Kakak padahal di sini aku yang salah" ucap Delia lagi.
"Aku tidak menerima penolakan ok". ucap perempuan itu.
"Kok orang ini mirip Eliana yah, dari postur tubuh, wajah mereka kayak ada kemiripan gitu" bathin Delia.
"Hallo, Ada apa?" tanya wanita itu.
"Ohh tidak apa-apa kok kak." jawab Delia.
"Mbak sini bantuin ibu ini untuk mengemas Semua yang dibutuhkan bayi ini yah jangan sampai ada yang terlewat dan ingat barangnya harus yang paling bagus" perintah perempuan itu.
"Tapi kak itu terlalu berlebihan, gak usah yah Mbak." ucap Delia sambil mengembalikan beberapa barang ke Rak lemari.
"Jangan dengarkan dia, perkataan aku saja yang kamu dengarkan ok" titah perempuan itu.
__ADS_1
"Baik Bu"
"Calon baby kamu cowok apa cewek??"
"Dua-duanya".
"Maksudnya kembar?" tanya perempuan itu.
"iya kak"
"Anaknya pun terlahir kembar seperti Ayahnya" tapi ucapan Eliana hanya dalam hatinya.
Beberapa saat kemudian, semua barang yang dibutuhkan dan dipesan oleh Eliana sudah siap.
Barang perlengkapan bayi itu sangatlah banyak seakan-akan Mereka akan membuka Toko perlengkapan bayi saja.
"Alamat rumahmu di jalan mana?".
"Di jalan Ahmad Yani kompleks perumahan... no 15...." jawab Delia.
"Kirim ke alamat ini yah" ucap perempuan itu sambil menyodorkan ATM ke tangan kasir itu.
"Makasih banyak kak, tapi ini terla...."
Eliana memotong pembicaraan Delia.
"Bisa kak, kebetulan aku juga belum makan". jawab Delia.
"Kamu itu sedang hamil tidak boleh lambat makan dan harus makan makanan yang bergizi, apa lagi bayi kamu itu Kembar pastinya butuh asupan makanan yang lebih banyak" ucap Elliana.
"Ayo ikut aku, aku tahu tempat makan yang paling cocok untuk ibu hamil kayak kamu." ucap Eliana sambil menarik tangan Delia dengan pelan.
Mereka berjalan menuju Restauran yang khusus untuk orang yang butuh asupan nutrisi yang tinggi. Emilia dan Delia Duduk di pojokan Resto.
"Mbak,". Eliana kemudian memanggil pelayan.
"Silahkan Pilih makanannya" ucap pelayan itu sambil menyodorkan daftar menu.
Delia berfikir seperti inilah kerjaan suaminya di luar negeri" Delia tak sampai hati melihat suaminya bekerja keras apa lagi di Negara orang.
Itu lah anggapan Delia yang mengira Suaminya bekerja di luar negeri sebagai TKI yang bekerja di Restauran.
Mereka menyantap makanannya. Delia menikmati makanannya dengan khitmad. Bahkan Delia makan seperti orang yang berbuka puasa saja. Makan dengan porsi yang banyak.
Setelah mereka menyelesaikan dan menghabiskan makanannya. Delia dan Eliana melanjutkan jalan-jalan Mereka ke supermarket, Karena hari ini Paman dan Bibinya Delia akan datang, jadi Delia Ingin berbelanja kebutuhan pokok. Kebetulan persediaan bahan makanan di Kulkasnya sudah habis.
__ADS_1
Disaat ingin membayar belanjaannya, Lagi-lagi Eiliana melarang Delia untuk membayar sendiri belanjaannya. Hal ini membuat Delia merasa tidak enak hati. karena sudah banyak merepotkan orang lain dan Delia orangnya tidak ingin berhutang Budi terlalu banyak kepada orang lain. Apa lagi Orang itu bukan teman atau pun keluarganya.
Karena jam sudah menunjukkan pukul 07 Malam, Delia pamit pulang karena Paman dan Bibinya sudah ada di jalan dan hampir sampai di rumahnya.
Emilia meminta ijin untuk mengantar Delia pulang. Emilia khawatir Ibu hamil pulang sendiri dan sudah malam.
Delia sampai di rumahnya Sebelum paman dan bibinya datang.
"Makasih banyak kk atas bantuannya,aku sudah tidak enak ini KaK, Sudah merepotkan Kakak"
"Tidak masalah santai saja"
"Masuk sana gak baik ibu hamil kena angin malam"
"Assalamualaikum KaK"
"Waalaikum salam"
Delia kemudian masuk ke dalam rumahnya dan tak lupa mengunci rapat pintunya.
Delia mengatur bahan makanannya ke dalam lemari dan kulkasnya.
Badannya sangat lelah jadi Delia tidak sempat masak,Delia terpaksa pesan makanan untuk makan malam paman dan bibinya.
Jam menunjukkan pukul 08 malam,Paman dan Bibinya sudah sampai di rumah Delia.
"Alhamdulillah paman dan bibi Sudah sampai"
"Alhamdulillah nak, gimana kabarmu dan kandunganmu?"
"Alhamdulillah baik dan sehat kok bi".
"Alhamdulillah kalau gitu"
"Sini Delia antar ke dalam kamar Paman, biar paman dan bibi bisa istirahat"
TBC....
Mata Fania udah Lelah dan berair nih.😭😭
Tapi demi Readers yang menunggu Updatenya dari BDP Fania tetap ngetik.
Seperti biasa dan tak akan bosan Fania ingatkan untuk tetap Favoritkan BDP, Boom likenya dan Dikit Votenya dan Giftnya yah Readers 🙏🙏🙏
Makasih banyak untuk Kakak yang sudah memberikan Giftnya ataupun Votenya 🙏💗💞
__ADS_1
Mohon Maaf jika banyak Typonya harap dimaklumi yah Readers 😂😆