
Happy Reading...
Menatap kepergian dirimu
Menatap menangis sedih tak tertahan Terbayang saat bersama lewati masa terindah Saat kau memelukku tuturkan cinta
Kaulah seluruh cinta bagiku
Yang selalu menenteramkan perasaanku
Dirimu kan selalu ada disisiku selamanya
Kau bagaikan nafas di tubuhku
Yang sanggup menghidupkan segala gerakku Ku kan selalu memujamu hingga nanti kita akan bersama
Tak sanggup ku memikirkannya lagi
Habis separuh nyawaku tangisimu
Tiada lagi bait terindah terdengar merdu terucap
Merayu menyangjungku tenangkan jiwa
Kaulah seluruh cinta aku bagi ku
Yang selalu menentramkan perasaanku
Dirimu kan selalu ada disisiku selamanya
Kau bagaikan nafas di tubuhku
Yang sanggup menghidupkan segala gerak ku Ku kan selalu memujamu
hingga nanti kita kan bersama
Tiada cinta yang setulus cintamu
Tiada yang sanggup menggantikan dirimu Tiada rasa seindah kasihmu
Tiada yang mampu temani diriku
Kaulah seluruh cinta bagiku
Yang selalu menenteramkan perasaanku
Dirimu kan selalu ada disisiku selamanya.
Watching you go
Staring sadly crying uncontrollably Imagining the time together we passed the most beautiful times When you hugged me say love
You are all my love
Which always soothes my feelings
You will always be by my side forever
You are like breath on my body
who can animate all my movements I will always adore you until later we will be together
I can't even think about it anymore
After half my life, I cry for you
There is no longer the most beautiful stanza sounds sweetly spoken
Seducing flattering me calms the soul
You are all my love for me
who always reassures my feelings
You will always be by my side forever
You are like breath on my body
__ADS_1
Who can animate all my movements I will always adore you
Until then we'll be together
There is no love as sincere as your love
no one can replace you There is no feeling as beautiful as your love
No one can accompany me
You are all my love
Which always reassures me
You will always be by my side forever.
Kekecewaan sangat jelas terlihat dari kedua orang tuanya. Mereka geleng-geleng kepala dan tidak menduga jika sikap Mark sudah melampaui batas.
"Apa pun yang kalian lakukan, Aku tidak perduli yang jelasnya Key akan dan harus menikah dengan Jefri."
Zack Lee yang hanya duduk dan berusaha untuk meredam emosinya akhirnya buka suara juga.
"Daddy apa pria yang suka keluar masuk Club malam, gonta-ganti pasangan dan celap celup dengan wanita bayaran yang Daddy inginkan jadi menantunya Daddy?" ucap Mark di hadapan Ayah mertuanya.
Semua orang tidak percaya dan terkejut dengan perkataan dari Zack. Mark pun tidak menyangka jika Jeffri berkelakuan seperti itu, sesuai dengan penuturan dari Zack.
"Pria yang tidak memiliki moral dan harga diri yang Daddy ingin nikahkan bersama Key, hanya sekedar jadi kekasih saja tidak ada yang sudi jika perempuannya perempuan baik-baik apa lagi untuk menjadi pendamping dan menikah dengannya."
Zack tersenyum sepeleh ke hadapan Daddy mertuanya.
"Itu tidak mungkin!! Zack apa yang Kamu katakan itu benar adanya atau hanya sekedar ingin membuat Jefri jelek saja?" tanya Mami Clara yang sengaja membumbui perkataan dari Zack cucu menantunya.
Mama Elisabeth yang melirik ke arah Mami Clara segera diberikan kode untuk melanjutkan drama mereka untuk bersekongkol menentang keputusan sepihak dari Mark.
"Astagfirullahaladzim, itu tidak mungkin Zack!! pasti Kamu sengaja berkata seperti itu kan??" tanya Mama Elisabeth.
"Iya Zack, tolong jelaskan lebih rinci dan sejelas-jelasnya di depan Kami, ingat jika Kamu bohong ini sama pencemaran nama baik," timpal Emre yang sudah mengetahui jalan cerita dan skenario dari semuanya.
"Zack tahu konsekuensinya kalau saya berbohong, tapi tidak mungkin Saya membuang waktu hanya untuk menjatuhkan dan menjelekkan orang tanpa bukti," balas Zack.
Emre melihat dan menatap penuh ke arah ke dua orang tua yang ada di depannya.
Emre semakin memperkeruh suasana dan berniat untuk menjatuhkan dan meruntuhkan keegoisan dan keangkuhan Mark.
"Kalau Nenek dan Uncle tidak percaya, silahkan lihat rekaman video yang sempat Zack rekam tadi," tutur Zack lalu menyerahkan hpnya ke hadapan Pamannya Emre.
Emre pun maju ke hadapan Zack dan memeriksa hp itu dengan seksama. Emre dan Mama Elisabeth tersenyum licik dan bahagia karena punya kartu as untuk menjatuhkan dan menggagalkan rencana dari Mark.
"Ini tidak mungkin!! pasti ada kesalahan di sini?" tanya Mama Elisabeth yang menutup mulutnya dengan penuh drama dan akting yang sungguh memukau.
"Ada apa Elizabeth?" tanya Mami Clara.
Mama Elisabeth segera menyodorkan hpnya Zack ke tangannya. Mama Elisabeth berharap penuh pada Mami Clara.
"Ya Allah, apa yang terjadi sebenarnya ini, Jefri tidak cocok dan tidak pantas menjadi cucu menantuku sampai kapan pun."
Mami Clara mendekati putranya yang tidak bergeming sedari tadi.
"Lihat ini baik-baik!! buka matamu lebar-lebar, apa Pria yang berkelakuan bejak seperti ini yang Kamu harapkan jadi cucu menantuku haaaa!!"
Mami Clara sudah geram melihat bukti kejelekan dan kemunafikan dari Jefri. Beliau sangat tidak percaya karena selama ini yang Dia kenal Jefri Pria yang religius, agamis, selalu bertutur kata yang sopan santun, tidak pernah mengecewakan dan mengungkap rahasia sikap jeleknya.
"Aku tidak menyangka jika Jefri Pria brengsek," ujar Mami Clara lagi.
Mark yang penasaran dan tidak percaya dengan apa yang mereka katakan akhirnya mengambil hp itu dan memeriksa dengan detail gambar yang ada di dalam rekaman video itu apa asli atau sekedar gambar editan semata.
Zack memegang tangan istrinya agar percaya padanya dan tidak perlu khawatir ataupun takut. Zack yakin dengan memperlihatkan bukti itu, hubungan Pernikahannya yang baru sekitar sejam lalu direstui.
Raut wajah Mark berubah dan tidak bisa terbaca dan ditebak sama sekali oleh siapa pun. Dia mengepalkan tangannya hingga tulang-tulang dan urat-urat tangannya begitu nampak jelas.
Eliana pun muncul sedari tadi hanya berdiri mematung dan menjadi saksi bisu dari pertengkaran dan drama yang diciptakan oleh suaminya. Ia segera berjalan ke arah suaminya berada.
Semua menatap tidak percaya kedatangan Elliana ke Mesjid tersebut.
"Elliana, putriku," tutur Mama Elisabeth.
"Makasih banyak Zack Kamu sudah membuka mataku dan mengetahui dengan sangat jelas siapa sebenarnya pria yang akan dinikahkan oleh Suamiku untuk putri pertamaku."
__ADS_1
Mark menoleh ke arah istrinya berada. Mark terkejut dengan kehadiran istrinya di tengah-tengah mereka.
"Mas, sampai kapan pun Saya tidak akan mengijinkan putriku untuk menikahi di Jefri itu, apa pun alasannya, bukan karena Zack adalah keponakanku, itu terlepas dari hubungan kami, tapi karena mereka saling mencintai dan sudah sah dan resmi menikah."
Elliana baru kali ini dan untuk pertama kalinya dia menentang keputusan dari suaminya. Selama Dia menikah sedikit pun tidak pernah menentang atau pun menolak apa saja yang sudah diputuskan oleh suaminya. Ia akan manut saja walaupun di dalam hatinya tidak menyetujui hal tersebut, tapi demi keluarganya dia ikhlas menerima semuanya tanpa ada bentuk protes darinya.
"Mas apa Kamu ingin melihat putri kecilku bersedih hingga ujung usianya, apa Kamu tidak pernah sedikitpun memikirkan keinginan mereka? sudah cukup Mas mengekang dan mengatur hidup anak-anakku."
Wajah Eliana kali ini tidak seperti biasanya yang selalu berwajah teduh, tenang dan penuh kesabaran.
"Kalau Mas tidak merestui mereka, maafkan Eliana jika hari ini adalah hari terakhir kita bertemu."
Eliana segera berjalan ke arah anak dan menantunya berada. Dia tidak perduli lagi dengan tanggapan dan komentar dari siapa pun.
Elliana menarik tangan keduanya dan berjalan melewati suaminya yang sedari tadi terdiam dan membisu.
Langkah kakinya terhenti sesaat setelah berada di samping suaminya.
"Maafkan Eliana Mas, kita akhiri semuanya cukup sampai di sini saja."
"Moms," ucap Key yang air matanya sudah membanjiri wajahnya yang cantik dengan polesan make up-nya.
Eliana tidak perduli perkataan dari anaknya. Eliana terus menarik tangan Zack dan Key.
Mereka berjalan ke arah tempat mobilnya berada.
"Pak supir jalan," ucapnya setelah mereka sudah berada di dalam mobil dan duduk di tempat masing-masing.
Satu persatu orang-orang meninggalkan ruangan Mesjid tersebut.
"Pak penghulu tolong urus semua buku dan akta nikah cucuku dan kalau selesai antar ke rumah."
"Baik Nyonya," jawab Pak penghulu.
"Ini ada sedikit uang untuk bapak, makasih banyak sudah membantu dan menikahkan cucuku," ucap Nenek Elisabeth yang memberikan amplop putih berisi beberapa sejumlah uang yang cukup banyak.
"Syukur Alhamdulillah, Makasih banyak Nyonya."
Mama Elisabeth hanya tersenyum menanggapi perkataan dari pak penghulu.
Pak Penghulu sangat bahagia karena gaji yang dia dapatkan malam ini seumur hidupnya yang paling banyak bahkan sangat banyak.
Mobil yang mereka tumpangi sudah meninggalkan Masjid. Eliana akan memboyong anak dan menantunya pergi jauh dari Indonesia agar hidup mereka bisa aman dari pengganggu.
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian, jangan bosan untuk memberikan dukungannya kalian kepada BDP yah.
Semoga masih suka baca novel recehan ku ini. Mungkin Akhir bulan novel recehku ini akan pamit pada kalian semua.
Kalau gak punya waktu untuk baca setiap Babnya bisa dicicil juga boleh. Tidak apa-apa kok so Monggo saja lah Fania Ikhlas sangat malah.
Jangan Lupa untuk mampir ke Novelku yg judulnya:
Sang Penakluk
Cinta Yang Tulus
Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar
Tetap Dukung BDP dengan Cara:
Like setiap Babnya,
Rate Bintang 5,
Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya
dan
Votenya Juga serta Giftnya yah bagi lah Kakak hehehe ✌️
...********To Be Continued********...
...by Fania Mikaila AzZahrah...
__ADS_1
...Makassar, Minggu, 26 Juni 2022...