Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 297. Tragedi Sambal Merah


__ADS_3

Happy Reading..


Elang menatap kertas yang ada di depannya dengan penuh kebingungan. Hingga tidak tahu dia akan pesan makanan apa, karena semua jenis makanan yang tertulis di depannya itu yang berada di dalam daftar menu adalah makanan khas indonesia.


Di mana Elang baru dua kali menikmati makanan khas Indonesia, saat berada di Apartemen Zoya yaitu soto ayam dan nasi goreng buatan Zoya sendiri. Akhirnya Elang hanya memilih secara acak menu makanan yang tertera di dalam daftar menu tersebut. Menurut Elang nama masakan itu unik dan lucu sehingga Elang memutuskan memilih empat jenis masakan yang membuat Zoya terbengong dan geleng-geleng kepala.


" ya allah ini orang kelaparan atau apa sih seperti seseorang yang sudah satu bulan tidak makan saja sehingga memesan banyak banget makanan apa dia mampu untuk menghabiskan makanan sebanyak itu."


Zoya menggelengkan kepalanya dengan pelan agar Elang tidak menyadari apa yang dia lakukan. Selama ini Zoya selalu datang ke Restoran bali bali sendirian saja sehingga orang-orang yang mengenalnya berbisik-bisik tetangga


Beberapa saat kemudian pesanan mereka pun sudah datang, sudah tersaji rapi di atas meja yang ada di depan mereka. Elang terkejut saat melihat betapa banyaknya nampang yang berisi makanan yang dibawa oleh pelayan yang berjalan ke arah mereka.


Ada seporsi nasi lengkap dengan rendangnya, nasi goreng seafood lengkap dengan udang goreng tepungnya, serta nasi kuning yang lengkap dengan ayam goreng, sambal, perkedel jagung dan acarnya serta pelengkap nya adalah kerupuk.


semua makanan yang sudah teruji a tersaji di atas meja membuat seketika selera makan zoya meningkat drastis zoya tanpa aba-aba langsung mengambil seporsi nasi kuning selalu berdoa sebelum melahap makanan itu tanpa sungkan lagi sedangkan elang masih kebingungan dengan jenis makanan yang tersaji di hadapannya ilang sendiri melihat bro ya yang sangat menikmati makanannya pun pun memutuskan untuk memulai acara makannya hilang menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan citarasa dari masakan tersebut yang mampu membuatnya semakin mempercepat suapannya saking enaknya dia rasa. elang tidak minum kiri jika rasa nasi goreng yang yang di makannya sangatlah lezat


" Nasi goreng ini tidak kalah enaknya dengan yang pernah di masaknya tempo hari lalu"


Elang sangat menikmati makanannya hingga yang tersisa di atas piringnya adalah sambal. Elang tidak tahu citarasa dari sambel tersebut, dengan melihat Zoya yang menikmati sambal tersebut dengan mencocol satu persatu udang ke dalam sambal kecap manis, sehingga Elang pun tertarik untuk langsung menyendok sambal tersebut. Tetapi, baru suapan pertama, Elang ingin berteriak histeris saking pedisnya sambel yang dia cicipi.


Elang tidak menyangka jika masakan yang dia makan itu adalah rasanya sangat berbeda dengan masakan yang sebelumnya dia makan. Wajahh Elang langsung memerah bahkan telinganya pun ikut memerah dan terakhir dia batuk-batuk saking pedisnya sambal itu.


Baru saja Zoya ingin memberitahukan dan mencegah Elang untuk menyentuh makanan itu dan berniat untuk menjelaskannya, tetapi semuanya sudah terlambat. Apa lah daya nasi sudah menjadi bubur.

__ADS_1


Zoya melihat kejadian tersebut segera menuangkan air ke dalam gelas lalu menyodorkan gelas yang berisi air itu dihadapan Elang. Zoya ingin tertawa melihat wajah dari elang yang sudah memerah seperti kepiting rebus itu, tapi Zoya menahan suara ketawanya.


"Ya ampun makanan apa ini? kok rasanya seperti ini yah?" ucap Elang yang keheranan.


Elang kemudian segera berlari mencari toilet karena tiba-tiba merasakan ada keanehan di dalam perutnya tersebut dan mules yang tidak tertahankan yang dirasakan oleh Elang seketika itu juga.


Zoya segera memeriksa tasnya apa kah masih ada obat sakit perut yang pernah dia konsumsi di dalam tasnya.


"Semoga dia baik-baik saja, dan wajarlah kalau dia seperti itu, jika selama ini belum pernah sekalipun mencoba makan sambal apa pun itu," ucap Zoya lalu mengikuti langkah kaki Elang ke dalam Toilet.


Wajah Elang semakin memerah, dan perutnya seperti ada yang memutar, meremas hingga Elang tidak kuasa menahannya. Peluh keringat sudah membasahi seluruh wajahnya dan tubuhnya, hingga pakaian yang dipakainya pun sudah basah.


Ternyata pimpinan tertinggi dari Genster Black Dragon ko dan takluk di tangan sambal merah goreng milik asli Indonesia. Seorang pemimpin yang tidak pernah gentar dalam menghadapi musuhnya sekarang kesakitan hingga tubuhnya lemas karena sudah empat kali keluar masuk WC.


"Kasihan juga melihatnya, ini juga salahnya sendiri yang makan makanan yang tidak pernah dia makan, tapi dengan gagah dan beraninya mencoba makanan tersebut."


Tubuh Elang sangat lah lemah dan loyo gegara kebanyakan kehilangan cairan. Zoya memapah tubuh tinggi tegap dan kekar milik Elang hingga ke tempat mereka semula.


"Kamu seharusnya bertanya dahulu sama Saya semua jenis makanan yang ada di atas piring kamu, Untuk menghindari kejadian seperti ini, Kalau gini kan kasihan juga Kamunya," terang Zoya panjang lebar yang seperti seorang emak-emak yang memarahi anaknya saja.


Zoya mendudukkan tubuh Elang ke atas kursi lalu membuka kotak obatnya lalu memberikan satu kapsul obat herbal untuk mencegah Elang buang air besar lagi.


"Aku melihat Kamu makan itu makanan dan sangat menikmatinya, jadi aku pun tertarik untuk mengikuti apa yang Kamu makan," jawabnya.

__ADS_1


"Saking penasarannya yah, jadi berakhir seperti ini, sungguh miris nasibmu berakhir di tangan sambal balado," jelas Zoya.


"Tapi Kamu kok tidak kesakitan dan bab yang lancar banget, malahan yang aku alami kamu tidak, kok bisa gitu?" tanya Elang dengan keheranan.


Zoya tersenyum manis ke arah Elang yang mampu membuat hatinya Elang kembali bergetar dan perlahan sakit perutnya menghilang hanya melihat senyuman manis nan tulus itu milik Zoya.


"Kenapa semakin Aku perhatikan wajahnya semakin cantik saja, ada apa dengan gadis kecil ini, magnet apa yang menarikku sehingga Aku semakin tertarik dan penasaran dengan kehidupannya."


Zoya yang mengetahui jika Elang sedari tadi memperhatikannya, Segera mengalihkan perhatiannya ke tempat lain, semburat merah terbersit di wajahnya. Wajahnya seketika seperti buah ceri merah menahan rasa groginya.


"Aku sudah terbiasa makan sambal, dan sejak kecil Aku sudah makan sambal, awalnya aku juga seperti yang Kamu alami, tapi semakin lama karena sudah terbiasa sehingga sudah tidak pernah mengeluh sedikit pun, sakit perut juga sudah tidak pernah datang lagi," ujar Zoya.


"Mana obat yang tadi Kamu bawa? semoga setelah minum obat ini kondisiku segera sembuh total," ujarnya sambil mengulurkan tangannya ke hadapan Zoya.


Zoya meraih segelas air putih dan sebutir obat yang berbentuk kapsul tersebut ke dalam tangan Elang.


...........


Jangan Lupa untuk tetap memberikan Dukungannya kepada Bertahan Dalam Penantian 🙏


Makasih banyak atas dukungannya terhadap BDP 🙏


...********To be continued********...

__ADS_1


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Senin 07 Juni 2022


__ADS_2