Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 327. Tidak Pantas Jadi Calon Imam


__ADS_3

Kebahagiaan terpancar dari wajah mereka yang ada di dalam ruangan itu. Setelah beberapa tahun mereka terpisah dan tidak bisa berkumpul akhirnya pada kesempatan kali ini mereka memanfaatkan momen menyambut hari raya idul Adha.


Ada yang cipika-cipiki ada yang saling berpelukkan hingga mereka sama-sama menyalurkan rasa bahagianya dan rindu mereka.


"Kenalkan ini menantunya Aunty Emilia, Zoya apa sudah saling kenal kalau belum kenalan yuk," ujar Emilia.


Emilia memperkenalkan mereka satu sama lainnya. Zoeya dan Amanda saling bertatapan dan hanya tersenyum saja ke arah Cilla sedangkan Cilla menunduk malu jika kembali harus mengingat kejadian terakhir yang mereka lalui bersama.


"Sebaiknya berbincang-bincangnya kita lanjutkan di meja makan saja sambil menikmati makanan yang Kami sudah masak," ucap Delia.


Mereka berjalan ke arah dapur untuk makan siang bersama. Makanan yang sudah mereka masak sudah terhidang di meja makan.


Hampir seluruh sisi meja makan terisi full dengan makanan. Semua menu yang mereka masak hari ini adalah khas Indonesia. Delia kalau menerima tamu atau pun keluarganya sendiri yang datang berkunjung pasti akan menyajikan makanan khas Nusantara saja.


"Ma kok Mbak Eliana gak bareng sama Mama?" tanya Arya.


"Mbak Kamu besok baru datang, rencananya mereka datang ke Indonesia untuk mengurus dan membicarakan tentang pertunangan Keyna dengan Jefri," jawabnya.


Zack dan Keyna batuk bersamaan setelah mendengar perkataan Neneknya. Amanda cepat tanggap darurat mengambil masing-masing gelas yang berisi air putih untuk ke duanya secara bergantian.


"Makasih," ucap Key setelah batuknya reda dan air putihnya juga sudah tandas.


Zack hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum sangat tipis dan terkesan jutek.


"Woooow amazing, selamat yah Baby akhirnya Kamu juga akan nikah nyusul Amanda yang akan nikah setelah hari raya, Andreas juga sudah menikah berarti sisa kau yah," timpal Zoeya.


Zoya mengucapkan selamat kepada Keyna dan yang lainnya pun ikut berbahagia mendengar kabar tersebut. Bahkan mereka tidak ada yang perduli dengan batuk dari Zack dan Key.


"Kalau aku tahu ternyata seperti ini bakalan jadinya, aku pasti tidak akan mudik ke Indonesia."


Keyna hanya mengaduk-aduk makanan yang ada di atas piringnya tanpa ada niat sedikit pun untuk menyentuhnya.


"Kalau seperti ini mungkin aku harus mengikuti jejak langkah dan taktik yang dilakukan oleh Andreas agar hubungan dan cintaku diakui oleh mereka."


Setelah mereka menyelesaikan makan siang mereka. Kebanyakan dari mereka masuk ke dalam kamar mereka masing-masing untuk beristirahat. Sedangkan Zoe dan Amanda memilih untuk mengikuti reunian dari teman-temannya yang tahu jika mereka akan kembali ke tanah air.


Zack setelah menyelesaikan makannya segera pergi dari rumahnya. Zack memakai mobil favoritnya yang selama ini selalu dia pakai.


"Kalau Key benar menikah dengan Jefri aku tidak tahu harus berbuat apa lagi, aku terlalu bodoh, pengecut karena tidak bisa berjuang untuk wanita yang aku cintai."


Zack memukul setir mobilnya dengan cukup kuat. Zack kemudian berteriak kencang untuk membuang beban pikirannya yang selama ini menghantuinya itu.


Beberapa saat kemudian, hp Zack berdering dan ternyata panggilan itu adalah salah satu dari teman kampusnya yang asli orang Indonesia.


"Hello, ada apa Davis?" tanya Zack yang begitu tidak bersahabat cara bicaranya.


"Katanya Kamu ada di Jakarta, ngumpul yuk, kebetulan teman-teman banyak yang mudik loh," ujarnya.


"Terus?" Tanya Zack yang sangat enggan berbicara saat ini dengan siapa saja dengan Terpaksa dia meladeni sahabatnya itu.


"Aku tunggu Kamu sekarang di Club xx Jangan lama yah," ucapnya lagi.

__ADS_1


"Bagaimana apa anak itu bersedia bergabung dengan kita?" tanya Edward Chen.


"Dia pasti gabung dengan Kita, cowok dingin dan super jutek itu akan bergabung dengan kita," jawabnya.


"Berarti kita puas minum hari ini," ucapnya dengan seringai liciknya.


Zack pun mengemudikan mobilnya ke arah Club malam tempat mereka janjian dengan beberapa teman kuliahnya yang ada di Indonesia.


Key yang lagi di luar keliling Kota Jakarta ditelpon oleh Jefri calon tunangannya untuk bertemu. Key dengan sangat tidak rela bertemu dengan Jefri andai saja Mommynya tidak menelponnya pasti dia akan menolak dengan berbagai alasan.


Key melajukan mobilnya ke tempat yang disharelock oleh Jefri. Dengan sangat pelan mobilnya sudah masuk ke area lokasi yang dimaksudkan oleh Jefri.


Key heran dengan apa yang dilihatnya di depan matanya.


"Ini kan Club buka 24 jam, kok dia ngajakin aku ke tempat seperti ini."


Dengan berat hati dan ogahan Key melangkahkan kakinya menuju Pintu Club itu.


"Ya Allah apa calon suamiku kelak adalah orang yang sering kali keluar masuk tempat seperti ini," Key bergidik ngeri membayangkan punya suami yang seperti itu.


Zack sedari tadi sudah menikmati acara bersama dengan para sahabatnya. Baru kali ini Zack ikut minum bersama dengan teman-temannya. Biasanya Zack hanya minum jus berbeda dengan temannya yang minum minuman yang beralkohol.


Zack sambil meneguk sesekali minuman yang ada di dalam gelasnya tapi, arah pandangan matanya tertuju pada seorang pria muda dengan seorang wanita penghibur yang sangat berpakaian seksi.


Pria itu sesekali memegang bokong serta mount Bromo milik wanita itu.


"Hey Kamu perhatiin siapa sih?" tanya Edward.


"Apa Kamu tertarik dengan wanita seperti itu, kalau mau, aku akan panggilkan yang lebih cantik dari mereka," jelas temannya.


Zack hanya tersenyum licik lalu berkata," Amit-amit gw kenal wanita seperti itu, dikasih gratis pun ogah aku, dalam keadaan mabuk pun Aku tidak ada minat untuk menyentuhnya."


Zack meludah kecil ke sampingnya. Semua teman-temannya yang mendengar perkataan dari Zack tersenyum dan tertawa. Mereka sangat tahu siapa dan bagaimana Zack dalam kesehariannya.


Sudah ada sekitar tiga gelas yang mampu dihabiskan oleh Zack. David memberikan kode kepada Edward.


"Tumben dia minum sudah tiga gelas lagi, sepertinya ada yang tidak beres denganya," bisik Edwar.


Davis hanya menganggukkan kepalanya dan ikut bingung dengan apa yang terjadi pada sahabatnya itu.


Key berjalan perlahan masuk ke dalam ruangan Club malam itu. Awalnya dia sangat ragu dan maju mundur langkah kakinya menuju ke dalam Club itu. Dia ingin kabur dari tempat kotor itu tapi, dia takut jika Jefri menelpon dan memberitahu bahwa mereka gagal bertemu gara-gara masalah sepele saja.


Key memberanikan dirinya walaupun agak ilfeel, risih melihat apa yang dilakukan oleh pengunjung Club. Jefri yang melihat kedatangan Key segera berbisik di telinga teman kencannya itu untuk segera pergi dan jangan ikutin dia lagi.


Wanita itu sendiri langsung pergi dari sana dengan secepatnya. Jika dia masih Ingin menikmati uang maka dia harus segera sembunyi dan meninggalkan Jefri.


Kebetulan Club yang didatangi oleh Jefri dengan Key, Zack juga berada di dalam sana.


Key yang berjalan memunggungi Zack sehingga tidak mengetahui jika gadis yang mendekat ke arah Jefri si tukang celap celup sana sini kayak teh sari-sari.


Zack penasaran dengan sosok cewek itu.

__ADS_1


"Punggungnya milik seperti seseorang yang sangat aku kenali tapi, tidak mungkin itu dia, aku yakin bukan ia orang itu."


Jefri yang melihat Key sudah berdiri di hadapannya langsung menarik tubuh Key dengan melingkarkan kedua tangannya ke pinggang rampingnya Key.


Key yang diperlakukan secara tiba-tiba seperti itu terkejut dan langsung menampar wajah Jefri dengan sangat kuat.


Sikap yang ditunjukkan oleh Key membuat kalap dan naik pitam si Jefri. Dia langsung memeluk tubuh Key dan sangat erat. Key yang mendapat serangan balasan segera berusaha untuk meloloskan dirinya dari pelukan Jefri yang cukup kuat itu.


"Jefri is aware, let me go before I get out of control," teriak Key.


Jefri yang sudah setengah sadar itu tidak mengindahkan peringatan dari Key. Bahkan segera memajukan wajahnya untuk menciumi bibir seksi merah merona milik Key.


Key dengan segala tenaga dan kemampuan yang terpendam dia miliki langsung menendang benda pusaka miliknya yang paling berharga itu. Jefri langsung mundur beberapa langkah ke belakang setelah mendapatkan tendangan bebas yang cukup keras. Jefri memegang bagian sensitifnya yang sudah ngilu dan nyut-nyutan menahan sakitnya.


Key bahkan memutar tangannya Jefri dengan sangat kuat. Apa yang mereka lakukan menjadi tontonan gratis dari beberapa pengunjung Club.


Tidak terkecuali dengan Zack berserta temannya. Zack tersenyum setelah melihat dengan jelas siapa gadis yang berani itu. Zack berjalan ke arah Key berada. Jefri sudah tersungkur ke atas lantai yang cukup dingin itu. Key lalu jongkok di hadapan Jefri lalu memegang dagunya Jefri.


"Ingat jangan samakan aku dengan perempuan lainnya yang mudah kamu sentuh sesukamu, dan sekali lagi kamu macam-macam Aku tidak akan segan-segan akan mematahkan tanganmu ini," jelasnya.


Key berdiri dari hadapan Jefri yang meringis kesakitan. Zack lalu menarik tangan Key lalu berlari ke arah pintu. Key menatap dengan baik wajah dari pria yang menarik tangan kirinya.


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian, jangan bosan untuk memberikan dukungannya kalian kepada BDP yah. Kalau gak punya waktu untuk baca setiap Babnya bisa dicicil juga boleh. Monggo saja lah.


Jangan Lupa untuk mampir ke Novelku yg judulnya:



Sang Penakluk


Cinta Yang Tulus


Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar



Tetap Dukung BDP dengan Cara:


Like setiap Babnya,


Rate Bintang 5,


Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya dan


Votenya Juga serta Giftnya yah ✌️


********To Be Continued********


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Jum'at, 24 Juni 2022

__ADS_1


__ADS_2