Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 271. Sukses


__ADS_3

Happy Reading..


Kau mau apa pasti 'kan ku beri


Kau mau apa pasti akan aku turuti


Walau aku harus terlelah dan letih


Ini demi kamu, sayang


Aku tak akan berhenti menemani dan menyanyangimu


Hingga matahari tak terbit lagi


Bahkan bila aku mati, ku 'kan berdo'a pada ilahi


'Tuk satukan kami kami di Surga nanti


Tahukah kamu apa yang kupinta


Di setiap doa di sepanjang hariku?


Tuhan, tolong aku, tolong jaga dia


Tuhan, aku sayang dia


Aku tak akan berhenti menemani dan menyanyangimu


Hingga matahari tak terbit lagi


Bahkan bila aku mati, ku 'kan berdo'a pada ilahi


Tuk satukan kami kami di Surga nanti


oohhh...


Aku tak akan berhenti menemani dan menyanyangimu


Hingga matahari tak terbit lagi


Bahkan bila aku mati, ku 'kan berdo'a pada ilahi

__ADS_1


Tuk satukan kami kami di Surga nanti


Dipopulerkan oleh Wali Band.


Pak Hendry sangat bersyukur dan bahagia karena di sisa hidupnya, Allah masih memberikan dia kesempatan untuk berbahagia walaupun di masa lalunya penuh dengan kesalahan dan pertumpahan darah yang dia lakukan hanya karena dendam sehingga membutakan mata hatinya.


"Makasih banyak sayang, karena kehadiran dalam hidup Mas, sehingga Mas sudah bisa menghilangkan dendam itu dan perlahan meninggalkan kebiasaan jelekku" ucap Pak Hendry sambil memeluk tubuh istrinya dengan erat.


Mama Elisabeth tanpa terasa meneteskan air matanya di dalam pelukan suaminya. Mama Elisabeth terisak dalam tangisnya. Tubuhnya bergetar hebat. Pak Hendry pun semakin mengeratkan pelukannya ke tubuh istrinya tersebut.


Malam sudah larut, tapi aktifitas yang dilakukan oleh Hyuna dan Alan masih berlanjut, mereka hanya butuh istirahat sejenak saja langsung gas poll lagi. Hingga Hyuna kelelahan dan terlelap dalam pelukan Alan, tanpa harus membersihkan seluruh badannya dan sisa percintaannya.


"Cintamu adalah nafasku, tanpa kamu di sisiku dunia serasa mau hancur".


Alan terus menghujani ciuman di wajah istrinya. Alan pun ikut memejamkan matanya di samping Hyuna yang sudah terlebih dahulu menuju mimpi indahnya.


Aditya yang berperang urat saraf melawan musuh yang tidak nampak sudah berlangsung hingga beberapa jam, bahkan Aditya sudah melupakan jadwal makan malamnya.


"Apa yang terjadi Aditya, apa sudah berhasil atau mereka semakin melawan kamu?" tanya Arya yang ikut tegang melihat ketegangan yang terjadi pada diri Aditya.


"Iya sudah hampir seharian, tapi kita belum berhasil menembus pertahanan mereka" timpal Dimas.


"Saya akui mereka bukan lawan yang mudah untuk diprovokasi seenak jidatnya kita, bahkan mereka membuktikan kepada kalau kita harus berjuang keras untuk meruntuhkan tembok pertahanannya" timpal Adrian yang ikut berkomentar.


"Tanpa campur tangan Allah SWT pasti semua ini akan berakhir sia-sia saja. Dan betul sekali apa yang dikatakan oleh Aditya " jelas Arya.


"Lima, empat, tiga, dua satu Yes" ucap Aditya yang langsung berdiri setelah berhasil mendapatkan informasi yang mereka inginkan.


"Yes, Alhamdulillah akhirnya berhasil juga" ucap Dimas.


Wajah mereka yang awalnya nampak sangat tegang dan harap-harap cemas, setelah tiga hari berkutat dengan komputernya, Aditya berhasil menumbangkan keadidayaan pertahanan musuh. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh Aditya serta semangat dan dukungan moril serta doa dari segenap dan seluruh keluarga besar Wiguna Albert Kim Said akhirnya mereka berhasil mengetahui siapa sosok orang yang telah berhasil memporak-porandakan keamanan dan kesalamatan keluarganya.


"Malam ini bisa tidur dengan tenang dan ambil jatah preman sama istri tercinta kalau gini" ucap Dimas.


"Hahah apa kamu sekuat itu dengan kondisi tangan dan bekas operasi kamu yang belum pulih total?" ucap Arya yang menertawai perkataan dari Dimas.


"Kalian ke sini, lihat apa yang berhasil aku dapatkan" ucap Aditya lagi.


Mereka bertiga segera mendekat ke arah Aditya dan menatap dengan serius ke arah laptopnya Aditya. Mereka tidak menyangka jika yang melakukan semua ini adalah seorang perempuan dan ternyata dia adalah putri rekan bisnisnya Arya Wiguna Albert Kim Said.


"Ini tidak mungkin, sulit untuk dipercaya" ucap Dimas.

__ADS_1


"Iya mustahil jika putri adalah otak kejahatan ini semua? karena setahu saya dia cewek yang cantik, kalem dan sopan bahkan tidak pernah terdengar kabarnya jika dia bergaul bebas dan sering berbuat nakal gitu" terang Arya yang pernah bertemu beberapa kali dengan Putri beberapa hari yang lalu.


"Sangat sulit untuk dipercaya, tapi kalau seperti itu yang tertera di dalam layar ini berarti tidak yang mustahil dan Saya yakin motifnya ada hubungannya dengan Alan" terang Adrian yang pernah sekali bertemu juga dengan Putri beberapa bulan lalu saat dia meeting dengan saya di Amerika serikat, New York City.


"Putri akan mengadakan acara pertunangan dengan seorang pria yang asal usulnya tidak ada yang tahu siapa pun dan hal itu dirahasiakan oleh Putri dan keluarganya dari khalayak umum dan acaranya hari minggu depan" ucap Aditya sesuai dengan info yang berhasil dia peroleh.


"Ayok segera telpon Hyuna untuk menginformasikan kepadanya apa kita dapatkan sekarang dan jangan sampai kita terlambat lagi" ucap Arya.


Arya segera menelpon nomor hp Hyuna tapi sedang tidak aktif. Arya mencoba menelpon Rian dan juga akhirnya berhasil juga walaupun harus menunggu beberapa saat untuk menunggu hingga telponnya tersambung.


"Assalamu alaikum Rian" ucap Arya.


"Waalaikum salam, ada apa bang?" tanya Alan yang memperbaiki posisi duduknya dan berbicara sambil memakai pakaiannya.


Kondisi Rian yang lebih cepat pulih dari prediksi dokter dan dengan bantuan obat-obatan yang nomor wahid kualitasnya. Obat paten memang sangat manjur dan direspon cepat oleh tubuhnya Rian.


"Ingat jangan sampai ada yang tau jika kami sudah mengetahui siapa orang yang berhasil melakukan kekacauan ini semua dan satu lagi tetaplah berpura-pura jika kalian hingga sekarang tidak mengetahui apa yang terjadi padamu dan kamu itu siapa, tetaplah berpura-puralah amnesia untuk keamanan kalian" ucap Arya panjang lebar


"Jadi aku harus kembali ke rumah putri untuk menjalani peran sebagai Rian, tapi kalian tidak tahu jika Putri itu sangat licik dan lihai menyembunyikan sesuatu dari wajah polosnya dan jangan pernah menganggap remeh putri, saya saja pernah dimasukkan ke dalam penjara bawah tanahnya hingga tidak diberi makanan dan hampir saja Aku mati seandainya Papinya tidak datang menolongku" ucap Alan Panjang lebar.


"karena itu lah kamu kembali ke sana bukan hanya pulang dengan tangan kosong, tapi dengan segala macam persiapan yang matang dan kamu hanya perlu melakukan semuanya sesuai yang kami intruksikan sebelumya dan bertindak lah dengan hati-hati agar kita segera terbebas dari perempuan psikopat itu" ucap Aditya karena Arya memberikan ponselnya agar Aditya berbicara dengan Alan.


"Baiklah dan untuk sementara waktu, jangan biarkan Hyuna untuk tidak datang dahulu ke Rumah Sakit" tutur Arya.


"Iya untuk tidak menimbulkan kecurigaan dari putri dan anak buahnya" ucap Aditya lagi.


"Baiklah kalau begitu, dan sudah dulu ngomong-ngomongnya soalnya kau capek banget habis olahraga malam" ucap Alan.


Mereka hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Alan. Setelah berbincang-bincang beberapa saat, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing, tapi karena sudah larut malam sehingga mereka memutuskan untuk nginap di kediaman Utama.


...............


Makasih Banyak atas dukungannya ๐Ÿ™๐Ÿฅฐ.


Maaf jika sering ada kesalahan dalam pengetikan cerita ini /Typonya๐Ÿ™


Tetap dukung BDP dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5 dan Favoritkan ๐Ÿ™


...********To Be Continued********...


by Fania Mikaila Az-Zahra

__ADS_1


Makassar, Kamis, 19 Mei 2022


__ADS_2