
Happy Reading...
Cobaan demi cobaan melanda keluarga besar Wiguna Albert Kim Said. Jika hati diselimuti oleh rasa benci dijamin hidup akan susah dan keberkahan hidup pun akan mengjauh. Jadi lah manusia yang pintar memaafkan kesalahan orang lain. Berdamai lah dengan masa lalu. Setelah beberapa hari dirawat di RS keadaan Emre berangsur membaik. Bahkan Emre sudah bisa ke luar dari rumah sakit. Sedangkan Oma ella juga sudah pulih total dan kembali beraktivitas.
Paman Mutahar dan anaknya Ahmed sudah menjalani masa hukumannya. Emre dan Oma Ella memberikan hukuman kepada anggota keluarganya yang lain dengan memberikan hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatannya. Bahkan mereka diasingkan ke daerah terpencil dan tidak diberi harta benda sedikit pun.
Walaupun di dalam keluarga mereka sempat mengalami goncangan secara interen tetapi Oma Ella mengatasinya dengan penuh bijaksana dan adil. Oma Ella memberikan hukuman yang sesuai dengan perbuatan mereka dan agar kelak mereka tidak berani berfikir apa lagi untuk berbuat jahat lagi. Oma Ella Ingin Ada efek jera bagi mereka.
Susana makan malam itu terasa sunyi yang biasanya ramai dengan celotehan anggota keluarga lainnya. Yang meramaikan hanya tawa dan canda ke dua anaknya Emre yang sering membuat Oma Ella pusing karena mereka berbicara memakai bahasa tanah air Beta. Satu hari sebelum Emre keluar dari rumah sakit, ke dua anak Emre juga sudah datang bersama ibu mertuanya Emre.
Oma Ella meminta kepada Emre untuk menetap di Turki karena Oma Ella merasa kesepian jika Emre dan Rina kembali ke Indonesia.
"Nak apa Oma bisa minta sesuatu sama kalian?." Tanya Oma Ella yang menghentikan mengunyah makanannya.
"Bicaralah Oma, insya Allah kami akan penuhi permintaan Oma selama kami bisa" ucap Rina.
"iya Oma kalau ada sesuatu yang mengganjal dipikiran Oma, Oma bisa berbagi kepada kami." Emre ikut menimpali.
"Oma berat ingin mengatakannya tetapi Oma tidak tahu harus meminta kepada siapa?." tanya Oma Ella yang sudah murung.
"Oma kalau bersikap seperti itu berarti Oma tidak menganggap Rina sebagai anggota keluarganya Oma dan Rina bukan cucu Oma." ucap Rina sambil memegang tangan Oma Ella.
Oma Ella bersyukur karena cucu-cucunya sangat baik dan pengertian terhadapnya. Oma Ella bersyukur karena mendapatkan cucu menantu yang baik dan Sholehah walau pun awalnya beliau tidak merestui tapi seiring berjalannya waktu Oma Ella pun sudah membuka hatinya untuk menerima pernikahan Rina dan Emre.
"Makasih banyak sebelumnya Nak, Oma Ella bersyukur karena kamu sangat pengertian dan tidak banyak menuntut terhadap suami kamu" ucap Ella.
"Alhamdulillah Oma sudah bisa menerima pernikahan kami dan menyanyangi Rina" monolog Emre.
"Jadi Oma meminta tolong kepada kami apa??". tanya Rina yang penasaran dengan permintaan dari Oma Ella.
"Oma meminta tolong kepada kalian untuk tinggal di sini saja dan Oma ingin disisa hidup Oma kalian ada di samping Oma dan Oma meminta kepada ibumu untuk tinggal juga di sini" ucap Oma Ella dengan penuh harap.
__ADS_1
Rina memandang Emre untuk meminta jawaban dan Emre pun mengangguk.
"Rina siap begitupun dengan anak-anak Rina dan Ibu Rina Oma siap untuk menemani Oma di istana Oma yang besar ini" ucap Rina yang tersenyum bahagia karena Oma Ella sudah berubah tidak seperti awal Rina menginjak kakinya di Turki.
"Alhamdulillah Makasih banyak Nak, Emre tidak salah memilih istri dan Oma bahagia kalian bersedia" ucap Oma Ella dengan penuh rasa syukur.
Rina menjalani hari-harinya dengan penuh rasa syukur dan bahagia karena dirinya dirinya dimanjakan oleh Emre dan keluarganya bahkan Peraturan yang selama ini sudah ada dan turun temurun mereka jalani dan patuhi sudah dihapuskan. paman Hussein dan anak-anaknya juga sudah sering berkunjung ke istana Oma Ella.
"Paman apa Paman tau siapa Ibu kandungku?." tanya Emre disaat mereka sedang duduk santai di sore hari itu di bawah pohon Cemara ditemani dengan secangkir kopi khas Turki dengan kue tradisional khas Indonesia.
Paman Hussein tidak langsung menjawab pertanyaan dari keponakannya seakan-akan berfikir sejenak untuk memulai bercerita dari mana.
Paman Hussein perlahan tapi pasti menghirup aroma kopi dan menikmatinya dengan penuh takzim dan penuh perhayatan. Paman Hussein menatap ke arah pohon Cemara yang kadang daunnya berguguran di terpa angin yang berhembus.
"Mami kamu adalah cewek yang baik hati, periang dan suka menolong orang lain tapi mami kamu bukan orang pribumi melainkan asli Korea Selatan. Awalnya kepercayaan dan keyakinan Ayahmu berbeda dengannya tetapi karena kebiasaan beliau melihat kami sehingga Dia mendapat hidayah dan suka rela mengikuti ajaran yang kami yakini, bahkan sebelum kami seakidah kami sangat ingin tahu apa alasannya dan beliau menjawab karena aku mencintai keyakinanmu yang mencintai kedamaian dan di dalam kepercayaan kalian tidak ada namanya kasta dan golongan tertentu yang mayoritas maupun minoritas, Intensitas pertemuan mereka yang bisa dibilang Setiap hari bertemu sehingga tumbuh rasa cinta dan mereka pun memutuskan untuk menjalin hubungan, walau pun diam-diam singkat cerita akhirnya mereka memutuskan untuk menikah, kalau kamu ingin lebih mengetahui dan mengenal Mami kamu datang lah ke alamat ini" ucap pak Hussein sambil menyodorkan sebuah foto dan secarik kertas yang berisi alamat maminya Emre.
"Apa Oma tidak akan marah jika Aku mencari Mami paman? aku takut Oma tersinggung dan membuat Oma marah." ucap Emre yang masih betah memandang daun yang berguguran.
Emre terdiam dan membenarkan perkataan dari Paman Hussein.
"Oma mengijinkan atau tidak aku tetap akan mencari Mami apa pun yang terjadi" ucap Emre.
"Keputusan ada padamu Nak" ucap Paman Husein yang beranjak dari tempat duduknya lalu menepuk pundaknya Emre sambil tersenyum.
Beberapa hari kemudian, Emre mencari Omanya dan ingin bertanya langsung kepada Oma Ella tentang Maminya.
"Oma ada di dalam kamarnya kah Paman.?" tanya Emre pada Paman Salim.
"Oma ada di dalam kamarnya dan sepertinya Oma bermain dengan anak-anak tuan muda" jawab Paman Salim.
"Makasih banyak Paman" ucap Emre.
__ADS_1
Lalu berlari kecil ke dalam kamar Oma Ella.
Paman Salim adalah kepala pelayan Keluarga Oma Ella yang sudah bekerja sebelum Emre lahir.
Tawa riang dari suara anak Emre membuat suasana kamar Oma menjadi ramai. Oma tak henti-hentinya tertawa melihat tingkah lucu dari ke dua cicitnya. Oma sangat bersyukur karena berkat kehadiran Cicitnya hari-hari Oma Ella lebih berwarna dan bermakna. Oma Ella malah ingin hidup lebih lama lagi dan ingin melihat dan mendampingi pertumbuhan dan perkembangan Anak-anak Emre hingga dewasa.
Harapan dan doa seorang nenek buyut yang ingin hidup lebih lama lagi demi cicitnya. Emre tersenyum bahagia karena Oma Ella bisa berbaur dengan ibu mertuanya, bahkan kemarin oma Ella belajar masak makanan khas Indonesia. Dan yang membuat heboh seluruh isi rumah saat neneknya Zeya masak sayur tumis jengkol. Karena penasaran dengan rasa dari masakan khas tersebut yang ada hanya ifi Indonesia.
Neneknya Zeya belum menjelaskan kepada mereka, mereka sudah berlomba-lomba untuk mencoba makanan itu terutama jengkol. Awalnya mereka suka dengan ciri khasnya tetapi saat ada seseorang yang ingin buang air kecil, orang tersebut heran dan tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
"Ya Allah bau apa itu rasanya pengen muntah" ucap maid A yang menutup hidungnya.
paman Salim juga kaget dengan apa yang terjadi pada mereka. Mereka terus mengeluh karena tiba-tiba mereka mencium baunya yang sangat menyengat dari dalam mulut pak Samil. Semua yang ada di sana langsung pengen muntah hanya mencium bau mulut mereka sendiri.
"Ya Allah baunya wuek wuek,, kamu belum sikat gigi kah Mira?" tanya Mina sambil terus menutup hidungnya.
"Maaf tadi aku ingin menyampaikan hal ini tapi kalian langsung mencoba makanan ini". ucap ibunya Rina.
"Baru kali ini aku makan makanan yang membuat semua ingin muntah, awal makan enak sih tapi setelah makan ya Allah" ucap Pak Samil yang menyesal dengan apa yang dia lakukan.
Semua segera membersihkan diri mereka masing-masing bahkan ada yang sikat gigi berulang kali tetapi bau menyengat yang tercium dari mulut mereka belum berhenti juga. Hingga keesokan harinya.
To Be Continued..
Makasih banyak atas dukungannya 🙏
Maaf jika sering ada typo yang meresahkan 🙏
by Fania Mikaila Azzahrah
Makassar, 08 April 2022.
__ADS_1