Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 281. Kedatangan Arman dan Karina


__ADS_3

Happy Reading..


Uang tidak menjamin kebahagiaan seseorang, tapi jika tidak memilikinya serasa mau mati saja. Dengan harta yang melimpah Arya Wiguna Albert Kim Said pun membeli beberapa perlengkapan untuk bertempur dan mempertahankan diri mereka.


Ada beberapa barang baru yang didatangkan dari Jerman dan USA. Seperti beberapa model dan tipe senjata api seperti model sniper dengan berbagai tipe, pistol, mobil anti peluru dan juga jaket anti peluru serta ada beberapa obat untuk mereka pergunakan jika sedang dalam keadaan genting dan darurat.


"Assalamu alaikum Dimas," ucap salam Arya.


"Waalaikum salam, bagaimana perkembangan di sana, tadi aku dengar ada ledakan kemungkinannya itu bersumber dari tempat kamu?" ucap Dimas.


"Alhamdulillah, di sini sudah aman terkendali, oooh itu hanya percobaan pada senjata baru saja kok tapi, sayangnya satu pun dari penjahatnya tidak ada yang selamat," tutur Arya.


"Yang penting Abang selamat, dan masalah penjahatnya sudah ada yang berhasil diamankan dan siap dijadikan mata-mata," Jawab Dimas.


"Kalau Saya Alhamdulillah baik-baik saja, cuma Andre saja yang terkena goresan timah panas," ujarnya.


Baru sekitar satu menit yang lalu insiden pertempuran yang dilakoni oleh Arya dan cs, anak buah yang dikirim oleh Aditya dan Pak Hendri datang ke TKP. Pak Hendry pun cepat tanggap karena mengirim mobil besar untuk segera mengamankan mobil Jeep Cherokee yang meledak itu sebelum ada masyarakat dan pihak kepolisian datang.


"Semuanya sudah beres, Dimas Kamu bawa Si Botak itu ke kediaman utama, Saya akan segera ke Rumah Sakit untuk mengecek kondisi ibu itu," ucap Arya.


"Ok, hati-hati Abang," ucap Dimas yang merasa lega karena sebagian musuh sudah ditaklukkan.


Mereka masing-masing mengemudikan mobil mereka ke tujuan. Arya memeriksa persediaan amunisinya yang ada dan mengecek senjata apa yang paling cocok dia pakai.


"Tidak sia-sia kita datangkan jauh-jauh dari Berlin, Saya sangat puas dengan kinerja senjata baru kita ini," tuturnya sambil memegang pelatuk pistolnya yang kosong.


"Kenapa bukan sedari dulu saja Bos belinya, setahu Saya bos tidak mungkin tidak mampu untuk membelinya, apa lagi musuh bos yang selalu menghadang semakin kuat dan persenjataannya mengalahkan kita bahkan kita ketinggalan jauh juga," terang Anton Bachrul.


"Mantul yang Kamu bilang, Kamu tahu kan beberapa waktu yang lalu kita terlalu percaya untuk hanya memakai produk mereka saja tanpa menengok dari negara lain dan ini lah buktinya, kita terlambat star," jelasnya Arya yang kembali mengasah kemampuan sniper nya yang lagi-lagi tanpa amunisi karena jika ada bisa saja salah dipergunakan.


Senjata yang sudah diperiksa oleh Arya, sudah diisi amunisi peluru oleh Andre dengan menggunakan tangan kirinya yang tidak terluka, serta sudah ditempatkan di tempat khusus yang memudahkan untuk dijangkau jika keadaan darurat. Perijinan surat-surat berharga senjata dan mobil anti peluru yang dia beli dari luar negeri sangat mudah untuk mengurusnya yang penting pajaknya dibayar sesuai ketentuan dan tepat waktu.



"Abdre gimana dengan tanganmu apa masih sakit," tanya Anton.


"Alhamdulillah sudah baikan lagian sakitnya tidak seberapa saja, masa sakit gini jadi penghalang pergerakanku," jawabnya sambil menggerakkan terus tangannya yang terluka.

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau gitu, Bos kira-kira ibu itu siapa dan apa hubungannya dengan Putri, kok bisa beliau mendapatkan bukti sebanyak itu?" tanya Anton dengan tangannya yang masih setia pada setir mobilnya.


"Aku setuju dan sepaham dengan perkataan dari Anton, Bos terlalu percaya dan setia menggunakan produk mereka selama ini sehingga tak mau tengok ke tempat lain yang kualitasnya lebih bagus walaupun harganya yah lebih mehong lah sedikit,".


"Mahal tidak jadi masalah kalau saya sih, yang penting kualitasnya bagus dan tidak mengecewakan berapa pun bajeknya pasti saya akan kucurkan dananya," ucapnya Arya.


"Untungnya ada pak Hendry yah bos yang mengenalkan bos dengan mereka sehingga mengatasi masalah kita dari segi persenjataan," ucapnya.


Arya tidak menyanggah dan membenarkan semua perkataan dari anak buahnya, tapi Arya tidak memungkiri jika sumbangsih pak Hendry Ayah sambungnya selama ini lumayan besar.


Arya kembali terdiam, dan tidak ingin membandingkan ayah kandungnya dengan papa sambungnya itu.



Handphonenya berdering yang langsung mengagetkannya, dan membuatnya kembali ke alam nyata yang beberapa saat lalu, sudah melanglang buana hingga dunia khayalnya.


Arya melihat nama sipemamggil ternyata Arman. Arya segera mengangkat telponnya.


"Assalamualaikum Arman."


"Waalaikum salam, Arya bisa jemput kami gak di airport, soalnya Papa sedari tadi Aku telpon tapi tidak diangkat dan aku juga menelpon anak buahku tapi katanya mereka sedang di luar lagi mengerjakan tugas dari papa," ujarnya.


"Oke kalau gitu, Aku tunggu Kamu saja, Aku juga mau antar Kania ke RS Kamu."


"Kania kenapa, apa yang terjadi dengannya, kalian baik-baik saja kan,? tanya Arya yang kembali khawatir dengan kondisi kakak iparnya itu.


"Kania hanya merasakan mual dan pusing saja gara-gara mabuk cintaku, hehehe," jawabnya.


"Abang serius kenapa? Saya sudah mengcemaskan keadaan kalian malah dibalas candaan," ucap Arya yang sedikit marah.


"Sory big Bos, Selow gaess sepertinya Kamu marah-marah gara-gara belum dapat jatah dari istri Kamu hari ini yah? jadi marah-marah."


"Yang dikatakan oleh Arman ada benarnya juga sih, sudah dua hari aku harus puasa dan ini semua gara-gara Si Putri psikopat gila itu."


Anton dan Andre hanya mendengar perkataan dari mulut bosnya tanpa ada niat untuk ikut menimpali perbincangan mereka bersama dengan saudara tirinya.


"Sepertinya bos belum dapat jatah dari ibu Delia sehingga sifat pemarahnya pasti kambuh, biasanya kan gitu dan obatnya jika sudah bertemu dengan Nyonya Delia Paramitha Wirawan Albert Said."

__ADS_1


Anton memperhatikan atasannya melalui kaca spion mobilnya. Mobil semakin mendekat ke arah Bandara SHM. Arya memutuskan sambungan teleponnya dengan sepihak tanpa pamit kepada kakaknya terlebih dahulu.


Sedangkan Arman masih ngomel-ngomel hingga misruh-misruh Seperti ibu-ibu yang belum dapat uang jajan dari sang suami tersayang. Aahh othor bisa saja, apa othor biasa gitu yah? hehehe.


Kania sudah sedikit baikan setelah mengoleskan obat gosok ke leher dan punggungnya. Sudah banyak obat gosok yang dipakainya, seperti balsem, minyak kayu putih dan semuanya cukup mampan dan cepat bereaksi pada tubuhnya.


"Kok lama banget sih Mas, ngantuk nih mau tidur," ucap Kania dengan manjanya sambil memegang tangan suaminya.


Tidak biasanya Kania seperti itu bahkan saat mereka honey moon Kania terkesan lebih santai dan cuek dengan keadaannya. Sewaktu mereka berangkat ke Dubai Uni Emirate Arab kondisi Kania biasa saja sangat berbanding terbalik dengan kenyataan sekarang ini.


Baru mereka selesai bahas tentang Arya, mobil Arya sudah terparkir cantik di depan mereka.


"Wooow keren mobil baru adek gw nih, pasti mahal nih, yah maklum Sultan Readers yah jadi wajarlah Dia bisa beli ini beli itu," ucap Arman yang mengagumi mobil baru Arya adiknya itu.


Arya berjalan ke arah Abangnya dan langsung memeluk tubuh kakaknya tersebut.


"Bisa antar Kami ke Rumah Sakit DA? Aku mau periksa kondisi Kania," pinta Arman.


Anton hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dan tidak masalah dengan permintaan dari saudara bosnya itu.


Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di RS DA, karena kamar perawatan khusus untuk ibu Rusmini berdekatan dengan UGD yang didatangi oleh Arman dan Karina. Sehingga Arya tidak perlu repot-repot lagi untuk berjalan jauh jika ingin mengetahui kondisi dari Karina.


Karina masih menunggu namanya dipanggil oleh dokter, karena bosan menunggu sehingga berdiri dari posisi duduknya dan berjalan ke arah pintu keluar dan tak sengaja menolehkan kepalanya ke arah ruangan yang sedikit terbuka dan membuatnya meneteskan air matanya. Karina pun menangis tersedu-sedu yang membuat Arman segera berlari mendekati istrinya.


..........


Kira-kira Apa yang terjadi pada Karina yah Readers???


Ibu Rusmini kira-kira beliau bersedia bekerja sama dengan Arya atau tidak yah??


Yang penasaran dengan kelanjutan kisahnya yuk ditunggu saja kelanjutannya besok dan selalu Favoritkan BDP agar selalu dapat notifikasi Updatenya yah ✌️


MAKASIH BANYAK ATAS DUKUNGANNYA TERHADAP BERTAHAN DALAM PENANTIAN 🥰😘.


...********To Be Continued********...


by Fania Mikaila AzZahrah

__ADS_1


Makassar, Kamis, 26 Mei 2022


__ADS_2