
Happy Reading..
"Forget About The One Who Caused You Pain"
"Lupakan Seseorang yang Pernah menyakitiMu".
Setelah tujuh purnama akhirnya pencarian mereka berhasil, Aditya berhasil menerobos masuk ke sistem pertahanan dari keamanan Putri.
"Alhamdulillah berhasil juga untuk mendapatkan informasi siapa pelakunya dan pasti kalian akan terkejut, setelah melihat dan mengetahui siapa sosok orang tersebut" ucap Aditya.
Aditya yang bisa bernafas lega karena sudah tiga hari harus berjuang keras tanpa ada waktu hanya sekedar untuk rehat sejenak dari depan laptopnya.
"Alhamdulillah, semoga dengan hasil ini, kita bisa mendapatkan cara dan jalan keluar yang terbaik untuk permasalah kita ini" ucap Arya.
"Mantul banget, mereka sudah buat hari-hari kita tidak bisa bergerak bebas dan leluasa, sekarang lah kita harus segera menuntaskan ini semua, agar tidur kita semua bisa kembali senyaman mungkin" tutur Dimas.
"Tapi, siapa gerangan orang dan otak dari penyerangan tersebut!, masih teka-teki?" tanya Adrian.
"Kalau kalian penasaran dan ingin tahu, majulah kalian ke sini, maka segala keraguan dan pertanyaan yang muncul di kepala kalian akan terjawab sudah" ucap Aditya yang menyarankan agar mereka segera mendekat.
Arya, Dimas dan Adryan segera mendekat sesuai instruksi yang diberikan oleh Aditya itu.
"Ini mustahil terjadi?" ucap Arya yang menggelengkan kepalanya.
"Pasti! ada kesalahan dari hasil pencarian ini" ucap Dimas yang ikut tidak percaya
"Pasti! ada kekeliruan dalam laptop ini, mungkin ada yang rusak" timpal Adrian.
"Ada apa dengan kalian dan apa yang terjadi sehingga kalian seperti orang linglung dan kebingungan setelah melihat identitas dari pelaku" ucap Aditya yang tertawa kecil melihat reaksi dari ke tiga Sahabatnya.
Informasi yang baru saja mereka dapatkan membuat mereka terkejut dan shock. Karena mereka tidak menyangka jika pelakunya adalah anak dari salah satu rekan bisnisnya mereka yang selama ini mereka lihat dan ketahui tidak pernah berbuat yang macam-macam, berbicara saja selalu bertutur kata yang lembut dan selalu humble kepada semua orang.
"Dia kan Putri anak tunggal dari Bapak Naufal Azhar Markus seorang pengusaha sukses dan kaya yang jauh dari berita miring dan selalu sukses dalam menangani dan menang tender proyek mega" jelas Arya.
"Tuan Naufal Azhar Markus tidak pernah terdengar berita jelek dari anggota keluarga mereka, tapi tiba-tiba putrinya yang terkesan lugu dan polos itu ternyata menyimpan sejuta misteri dibalik Wajahnya" timpal Dimas.
"Sumpah Aku tidak ingin mempercayai kenyataan ini, tapi seperti itulah faktanya yang terjadi di lapangan" ucap Adrian.
"Kalian jangan mudah tertipu dan percaya dengan wajah polos nan lugu yang diperlihatkan oleh seseorang, karena kadang dibalik topeng keluguannya itu tersimpan misteri yang sangat besar yang bisa membuat seseorang tercengang dengan aslinya" terang Aditya.
"Semoga kita segera menyelesaikan kemelut ini dan tidak ada lagi korban jiwa dari pihak mana pun" ucap Dimas
"Bagaimana jika kita segera membuat rencana untuk memperpanjang kontrak kerja sama kita dengan Perusahaan mereka, dan hal itu sepertinya bagus untuk mempermudah rencana kita ke depannya dan agar tidak menimbulkan kecurigaan dari mereka". ucap Arya.
"Ide kamu baik juga, dan jangan tunggu lama, laksanakan rencana kalian ini, Saya akan memanggil beberapa anak buah terbaik
"Hubungi segera Alan untuk segera bertindak dan harus berhati-hati dan untuk sementara jangan biarkan Hyuna datang ke rumah sakit, satu lagi biarkan Alan terus berpura-pura sakit dan hilang ingatan untuk memudahkan rencana kita selanjutnya" jelas Aditya lagi.
Mereka pun bubar dan kembali ke rumah masing-masing untuk segera beristirahat dan siap untuk melaksanakan tugas mereka masing-masing. Arya bersyukur karena sudah mengetahui kebenarannya dan pembuat onar dari masalah mereka.
__ADS_1
Arya memarkirkan mobilnya dan segera berjalan menaiki undakan tangga rumahnya. Arya bersiul sambil menyanyikan lagu kesukaannya yang khusus untuk dia nyanyikan untuk sang istri Delia Paramitha Wirawan Kim Said.
Tak akan berhenti mencintaimu
Meskipun langit akan runtuh
Tak akan berhenti menyayangimu
Hingga s'ribu tahun lagi
Akan ku berikan
S'luruh hatiku untukmu
'Kan kupersembahkan
Sisa hidupku kepadamu
Tak akan berhenti mencintaimu
Meskipun langit akan runtuh
Tak akan berhenti menyayangimu
Hingga s'ribu tahun lagi
Ketika aku terjatuh
Ketika aku merapuh
Kau mampu menguatkanku
Kau lah alasan terbesar yang membuatku tetap hidup
Only God knows, i want turn away from alert
Tak akan berhenti mencintaimu
Meskipun langit akan runtuh
Tak akan berhenti menyayangimu
Hingga s'ribu tahun lagi
"Sayang kamu di mana, Kakak sudah pulang nih" ucap Arya sambil mencari keberadaan Istrinya.
Arya sudah menggeledah seluruh isi kamarnya dan tidak menemukan keberadaan Delia. Arya sudah keluar masuk cantik ke dalam semua ruangan yang ada, Hingga langkah kaki Arya terhenti dan nyanyiannya pun terhenti seketika, di saat mendengar suara air yang jatuh mengenai lantai keramik kamar mandinya, Arya memcova membuka pintu kamar mandi tersebut dan ternyata percobaannya berhasil.
"Tumben pintu kamar mandi gak dikunci, biasanya selalu dikunci".
__ADS_1
Arya masuk ke dalam kamar mandi dan dibuat terperangah di saat melihat Delia yang sedang mandi dengan air yang mengalir membasahi seluruh tubuhnya dalam keadaan yang tidak tertutupi oleh sehelai benang pun.
Arya refleks berjalan ke arah istrinya, Arya tersenyum penuh arti melihat istrinya yang sudah telanjang bulat. Kepala atas dan bawahnya sudah cenat cenut menginginkan sesuatu. Arya tanpa ba-bi-bu langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang yang membuat Delia langsung menggeliat kegelian sekaligus terkejut.
Delia memutar badannya dan langsung mengalungkan tangannya ke leher Arya. Delia sudah tahu siapa sosok orang yang berani memeluknya dari cincin yang dipakai di jemarinya itu.
"Sayang Aku sangat merindukanmu" ucap Delia yang langsung menciumi seluruh wajah suaminya.
Arya hanya terdiam sambil menikmati perlakuan dari Delia yang baru kali ini Delia berinisiatif untuk memulai dan memimpin jalannya permainan mereka padahal sudah lebih sepuluh tahun mereka menikah, tapi tidak pernah seperti ini.
"Aku juga sangat mencintaimu dan merindukanmu" ucap Arya yang sudah semakin dibuat melayang oleh perlakukan Delia.
Jemari lentik nan halus milik Delia sudah berhasil menanggalkan satu persatu benang yang membungkus dan melilit seluruh tubuhnya. Sehingga terpampang nyata dan jelas beberapa kotak roti sobek yang semakin membuat Delia tertantang untuk menaklukkan Arya.
"Kakak diam saja, kalau aku sudah selesai baru kakak yang lanjutkan" ucap Delia yang memainkan aset milik Arya yang sudah berkibar.
Permainan yang dilakukan Delia mampu membuat Arya hilang kendali, Arya tidak menahan lagi gelora yang kian membuncah dari dalam dadanya. Sehingga Arya tidak segan langsung menggendong tubuh istrinya ke luar kamar mandi dan berjalan menuju ranjang king size-nya.
Arya langsung menindih tubuh istrinya dan langsung melakukan treatment yang biasa dia lakukan. Hingga deru nafas mereka sama-sama memburu, bibir mereka saling bertaut, ******* dan saling bertukar saliva hingga yang terjadi terjadilah penyatuan diantara mereka yang sepatutnya terjadi. Othor tidak bisa mendefinisikan lebih detail dan lebih lengkap hehehe.
Sedangkan Adrian tetap di rumah utama keluarga Wiguna Albert Kim Said, walaupun keluarga kecilnya tidak hadir, tapi Adrian bahagia karena di rumah ini lah dirinya dibesarkan dan didik oleh ke dua orang tua angkatnya sekaligus menjadi mertuanya.
Jasa-jasa kebaikan Pak Wiguna tidak akan pernah Adrian lupakan. Pak Wiguna adalah sahabat dari ke dua orang tuanya. Adrian menatap ke arah lapangan tempat biasa yang seringkali dipakai oleh Pak Wiguna dan Adrian untuk bertanding basket, atau pun Tennis.
"Ayah, Adrian sangat merindukan sosok Ayah, Adrian ingin kembali seperti dulu, saat Ayah mengajariku naik sepeda, dan dengan kesabaran Ayah akhirnya aku bisa mahir menaiki sepeda hadiah dari Ayah, Ayah adalah sosok seorang bapak yang tidak pernah membeda-bedakan antara anak kandung maupun anak angkatnya, kami engkau didik dengan pendidikan yang sama, kasih sayang yang sama pula".
Adrian membasuh wajahnya yang sudah penuh dengan air mata. Adrian kadang berfikir ingin mengulang kebersamaan mereka yang telah berlalu beberapa tahun yang lalu.
"Ayah akan selalu menjadi Ayah terbaik untuk Adrian, bagi Adrian untuk menjadi seperti Ayah sangat susah untuk Adrian contoh".
Mama Elisabeth yang tidak sengaja melihat putra sulungnya menangis langsung mendekatinya dan memeluk tubuh jangkung putranya itu. Mama Elisabeth sangat tahu apa yang membuat Adrian bersedih dan hanya Adrian anaknya yang tidak pernah Adrian tampakkan kesedihan dan air matanya di hadapan Mama Elisabeth ataupun yang lainnya.
Adrian memegang ke dua tangan mamanya. Rasa saling menghormati, menyanyangi dan mengasihi tidak hanya berasal dari hubungan dan ikatan darah semata. Dan tolok ukur dari ikatan tersebut tidak hanya dari adanya hubungan darah yang sama saja. Contohnya Adrian dengan Mama Elisabeth Mereka hanya ibu angkat dan anak angkat saja, tapi ikatan bathin yang tercipta dari mereka kuat dan tidak kalah dari hubungan sedarah.
.............
Makasih banyak FANIA ucapkan untuk Readers yang tanpa diminta selalu hadir memberikan dukungannya di setiap Updatenya.
Jangan Lupa untuk selalu memberikan dukungannya dan membudayakan kebiasaan untuk selalu menekan tanda Like setelah membaca dan ditunggu Kritikan atau pun Masukannya 🙏.
FANIA Mau Promosi Nih Kakak Readers, ada dua novel receh fania yang bisa jadi rekomendasi bacaan sambil menunggu Updatenya novel kesayangan Kakak.
Yaitu Cinta Yang Tulus
Tidak ada Jodoh yang Tertukar.
...********To Be Continued********...
by Fania Mikaila AzZahrah
__ADS_1
Makassar, Jum'at 20 Mei 2022