
Happy Reading..
Hati mana yang Tidak sakit dan Tidak Hancur Jika Pernikahan yang sejatinya sudah nampak di Depan mata Harus berakhir. Pernikahan yang tinggal menghitung Hari Terpaksa Berakhir karena adanya Musibah yang dialami oleh Sang calon pengantin wanita.
Apa Mau Dikata Nasi sudah menjadi bubur. Rina harus menerima dengan Legowo dan Ikhlas keputusan yang diambil oleh Rangga calon suaminya.
Tujuh tahun hubungan mereka bina dan Rajut harus berakhir dengan Kekecewaan yang mendalam. Rina tidak bisa memaksakan kehendaknya kepada Rangga untuk tetap melanjutkan Pernikahannya.
Delia dan Dessy memberikan dukungannya kepada Rina untuk bersabar dan ikhlas menjalani Takdir yang sudah digariskan oleh Allah SWT untuk Rina.
"Yang sabar Sayang, Aku yakin masih banyak pria yang mencintaimu dengan tulus dan bisa menerima segala kekuranganmu" ucap Dessy.
"Iya Rina, janganlah berputus asa dari pertolongan Allah SWT, Ikhlaskan kepergian Rangga, Aku yakin Rangga bukanlah yang terbaik untuk kamu" ucap Delia yang terus memberikan semangat dan motivasi kepada Rina.
"Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi, Kenapa ini harus terjadi kepadaku" ucap Rina yang tidak berhenti menangisi nasibnya.
"Allah SWT tidak akan memberikan cobaan kepada hambanya diluar batas kemampuan kita" ucap Delia.
"Iya Rina, jangan menangis kalau kamu begini terus itu sama Saja menyiksa diri kamu sendiri, Andai Saja Rangga tulus mencintaimu pasti Dia tidak akan pergi meninggalkanmu" Ucap Dessy.
"Aku sangat kecewa dengan Sikap Rangga, tapi Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita, Dari pada nanti hubungan kalian kacau dan hancur lebih baik sekarang Saja diakhiri hubungan kalian" ucap Delia.
Rina merenungi perkataan Delia dan Dessy. Rina sangat bersyukur karena masih banyak orang-orang yang Baik berada disampingnya. Yang selalu ada di saat suka maupun duka.
"Makasih banyak, andai Saja kalian tidak ada Mungkin aku sudah mati" ucap Dessy.
"Stop! jangan bicara seperti itu lagi, Kami tidak suka dengan apa yang barusan kamu ucapkan" ucap Delia.
Arya Hanya jadi penonton setia dari kejadian itu, Karena menurut Arya itu adalah urusan kaum Hawa.
Beberapa saat kemudian, Orang Tua Rina dari Kampung sudah datang. Mereka sangat prihatin dan khawatir dengan keadaan Puterinya.
Ibunya Rina langsung memeluk tubuh putrinya.
Dan ikut Menangis melihat kondisi anaknya. Mereka datang setelah Rangga menelpon mereka dan mengatakan kalau pernikahan mereka batal. Tapi Orang Tuanya Rina tidak ingin membahas tentang itu semua. Mereka ingin melihat putri mereka sembuh dan sehat baru lah mereka bertanya.
Delia kemudian mendekat ke arah Orang Tua Rina dan langsung mencium tangan ibu dan ayah Rina.
"Gimana kabarnya Paman dan Bibi??" tanya Delia.
"Alhamdulillah kami baik-baik saja Nak, kalau kamu gimana??" Tanya Ayah Rina.
"Alhamdulillah kabar aku baik-baik saja kok Paman" ucap Delia.
"Kamu hamil anak ke berapa??' tanya Ibunya Rina.
"Alhamdulillah ana ke tiga Bi" ucap Delia sambil mengelus perutnya yang sudah agak membuncit.
"Alhamdulillah kalau gitu Nak" ucap Ibunya Rina.
__ADS_1
"Bibi kenalkan Ini Suaminya Delia" ucap Delia sambil memperkenalkan Arya Kepada ke dua orang tuanya Rina.
"Suami kamu ganteng yah Nak Delia" ucap Ibunya Rina.
"Alhamdulillah Makasih bibi" ucap Arya.
"Kalau gitu Kami pamit pulang dulu, insya Allah Besok kami Akan Datang lagi" ucap Dessy.
"Makasih banyak yah Nak, tanpa bantuan dan pertolongan kalian Kami tidak tahu gimana nasibnya Rina" ucap Ayahnya Rina.
"Sama-sama Paman, itu sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai sahabatnya Rina" ucap Dessy.
Delia,Arya dan Dessy akhirnya meninggalkan ruangan Perawatan Rina. Dessy memakai mobilnya sendiri sedangkan Delia ditemani oleh sang suami tercinta.
Dalam perjalanan pulang, Delia tanpa sengaja melihat Sosok Pria yang sangat mirip dengan Rangga di Jalan bersama Seorang perempuan yang berpakaian Seksi dan terbuka. Delia menajamkan penglihatannya. Delia tidak ingin Jika dirinya salah lihat.
"Kak, coba lihat ke kanan" ucap Delia.
"Ada apa sih di sana??" tanya Arya.
Arya pun sama kagetnya dengan Delia, Tapi Arya menepis dugaannya jangan sampai Dia salah lihat.
"Benar gak kak itu Rangga??" Ucap Delia.
"Iya Dia Rangga Azof mantan tunangan Rina". ucap Arya yang sudah menampakkan wajah marahnya.
"Coba telpon anak buah kakak yang Kerja di bagian personalia" ucap Delia.
Arya sengaja menyuruh anak buahnya untuk merekam percakapan mereka dan mengirimkan hasil percakapan itu kepada Arya.
Beberapa saat Kemudian, Arya sudah mendapatkan informasi detail tentang percakapan Rangga dan kepala divisi bagian personalia.
"Makasih banyak, Ambil bonus kamu di ruangan asisten Pribadiku" ucap Arya.
"Makasih banyak pak" ucap Anak buahnya.
"gimana hasilnya kakak??' Tanya Delia.
"Dasar pria bajingan, ternyata cewek yang dia temani adalah selingkuhannya selama ini" ucap Arya.
Delia kaget mendengarnya sekaligus bahagia karena Rina tidak jadi menikah dengan Laki-laki bajingan itu. Arya dan Delia kembali melanjutkan perjalanannya menuju kediaman Utama Keluarga Wiguna. Karena tadi Mama Elisabeth menelpon mereka dan menyuruh mereka untuk berkunjung.
Sedangkan di New York city.
Emre sudah bersiap untuk berangkat ke Indonesia. Emre sudah tidak sabar untuk mencari keberadaan perempuan yang akhir-akhir ini sudah menyita perhatian dan fikirannya. Emre seakan-akan ingin menemui kekasih pujaan hatinya yang sudah lama Dia tidak temui.
"Ya Allah Maafkanlah Aku yang telah berdosa karena telah menyakiti perempuan itu" ucap Emre.
Tiga hari kemudian, Rina sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumahnya. Keadaan Rina juga sudah cukup membaik. Luka yang ada di pergelangan tangannya Juga sudah nampak mulai mengering. Tapi luka di hatinya, Entahlah Hanya Rina dan Author yang tahu.
__ADS_1
"Mungkin ini yang terbaik untuk Saya dan Rangga, Ya Allah kuatkan lah Hamba mu ini dan Maafkanlah segala dosa-dosaku" ucap Rina dalam tangisnya.
Rina masih meminta cuti kepada Arya Karena Rina masih sedikit kurang sehat, Rina mengeluhkan kepalanya yang sering pusing tapi hal itu Dia tidak sampaikan kepada Kedua orang tuanya. Rina tidak ingin ke Dua orang tuanya terbebani lagi.
Rina duduk di teras rumahnya sambil menyaksikan rintik hujan yang membasahi bumi. Sambil melamun tentang kisah percintaannya. Tiba-tiba Rangga Datang bertamu.
Nampak semburat kebahagiaan di Wajah Rangga. Seperti seseorang yang tidak ada beban sedikit pun. Rangga bagaikan Orang Yang Tidak Bersedih dengan Pembatalan Pernikahannya Saja.
Sedangkan Rina sudah ada sedikit embun di Pelupuk matanya. Hanya menunggu Waktu kapan Embun itu mengalir di pipi Tirus Rina.
"Assalamu alaikum Rina" ucap Rangga.
"Waalaikum salam Kak, Silahkan Duduk Kak" balas Rina.
Rangga pun mendudukkan tubuhnya ke Kursi yang tersedia di Teras Rumah Rina.
"Gimana Kabarmu Rina?? Kakak Harap kamu baik-baik saja" Ucap Rangga.
"Alhamdulillah kabar Aku Baik-baik saja" Jawab Rina.
Rangga pun menyodorkan sebuah Surat Undangan Berwarna Gold Seperti Undangan yang diinginkan Rina dulu. Rina kaget melihat undangan itu.
Rina pun mengambil Undangan itu dan tidak banyak Bicara dan langsung membuka lalu membacanya.
Rina Langsung Shock Setelah Tahu Siapa Nama yang tertera di Dalam isi Undangan itu. Tapi Rina berusaha untuk tidak memperlihatkan Hal itu dihadapan Rangga.
"Selamat Kak" itu ucapan Yang bisa diucapkan oleh Rina.
"Makasih Rina, Moga Kamu bis datang ke Acara Resepsi Pernikahan Aku dengan Rindu" Ucap Rangga yang tidak berdosa dan bersalah sama sekali.
"Insya Allah Kak" jawab singkat Rina.
"Kalau begitu aku permisi dulu Yah, Moga Kamu segera sehat jadi bisa Datang di Acaraku Nanti" ucap Rangga sebelum meninggalkan rumah Rina.
Baru beberapa langkah Kaki Rangga meninggalkan rumah Rina, Seseorng Sosok perempuan Turun dari Mobil yang dipakai Rangga.
Rina semakin dibuat Shock Setelah melihat perempuan itu. Ternyata Rindu yang dimaksud dalam Isi undangan itu adalah Cewek yang baru bekerja selama 2 tahun di Perusahaan Sinopec Group. Rina tidak habis fikir kenapa Rangga tega melakukan ini semua kepadanya.
Air Mata yang sudah Lama Dia Tahan Akhirnya Jatuh juga membasahi pipi Putihnya. Rina terisak dalam Diamnya. Hal itu tidak luput dari penglihatan Mama Rina. Mamanya pun ikut bersedih melihat Puteri semata wayangnya yang bersedih.
TBC..
📢Typo Mohon dimaklumi 🙏📢
Nasib Yah Nasib..
Kasihan sungguh Kasihan Yah Sama Rina. Sudah Tidak Jadi Nikah eehh Malah ditikung sama Cewek lain yang notabene Adalah rekan kerjanya di Perusahaan Sinopec Group.🤧🤧
Moga di RL Tidak ada yang bernasib Seperti Rina yah Readers dan Tidak ada Laki-laki kurang dihajar seperti Rangga.🔪🔪
__ADS_1
Makasih banyak atas dukungannya terhadap BDP 🙏🙏.