Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 341. Pembuktian Elang


__ADS_3

Happy Reading..


Awalnya ciumannya sedikit kasar dan menuntut, karena tidak ada balasan dari Zoe. Zoe tidak tahu harus berbuat apa, dirinya kebingungan dan salah tingkah. Elang menunggu balasan dari Zoeya, tapi Zoe hanya bisa menganga saja tanpa ada tindakan. Membuat Elang bahagia karena itu tandanya Elang adalah pria yang pertama mencicipi manisnya bibir merah merona milik Zoe.


Perlahan tapi pasti, Zoe terbawa suasana dan mengikuti alur yang diciptakan oleh Elang hingga tanpa dia sadari membalas ciumannya Elang. Awalnya sangat kaku hanya terdiam yang bisa dia lakukan.


Zoe tanpa disadarinya sudah mengalunkan tangannya di leher Elang. Mereka lupa daratan dan melupakan orang yang menonton secara langsung dan Live adegan nekat mereka.


Andrew langsung pergi dari sana, Sedangkan yang lain masih asyik menikmati tontonan live tersebut.


Hingga nafas mereka ngos-ngosan barulah mereka hentikan ciuman perdana di depan khalayak umum.


Setelah berhenti, Zoe baru menyadari jika dia telah berciuman dengan begitu hot dan syahdunya di depan sahabat dan pengunjung Kafe.


Zoe langsung berlari dan wajahnya sangat memerah menahan malu.


"Ya Allah kenapa aku sampai melakukan hal itu di depan orang lain, ada apa denganku? hingga lupa daratan."


Dia terust berlari hingga dia kembali tidak menyadari jika tangannya diraih oleh seseorang, hingga mereka berlarian di Tengah jalan yang sunyi.


Seperti seseorang yang sedang dikejar Penjahat saja. Zoe menatap penuh ke arah orang tersebut.


Hingga langkah kaki mereka menuntunnya ke Pantai. Lokasi Kafe yang mereka datangi tadi, tidak terlalu jauh dari Laut.


Zoe melepaskan pegangan tangannya, nafasnya memburu tak beraturan. Dia berpegangan pada pagar pembatas antara pantai dengan jalan raya.


Beberapa saat kemudian, Elang meraih ke dua tangan Zoe.


"Maaf."


Kata itu yang sedari tadi terucap dari bibirnya Elang.


"Buat apa minta maaf? semuanya sudah terlanjur membuatku malu," balasnya.


Elang menarik dengan sedikit kasar tubuhnya Zoe ke dalam pelukannya. Elang mengelus lembut punggung Zoe.


"Maafkan aku, tadi aku sangat cemburu melihat dirimu yang diperlakukan dengan sangat romantis oleh pria itu."


Zoe tercengang mendengar penuturan dari Elang yang mengatakan dirinya cemburu melihat kejadian itu.


"Aku tidak bisa melihatmu tersenyum ke arah pria lain, hatiku sangat sakit Zoya Saldana."


Mereka berpelukan sangat erat. Hingga seakan-akan Zoe akan pergi dari hidupnya Elang jika, dia melepaskan pelukan itu.

__ADS_1


"Aku akan hancurkan siapa pun pria yang berani menyentuh wanitaku, aku tidak akan biarkan tangan mana pun yang menyentuh dirimu ini."


Elang melepas pelukannya lalu menyentuhkan kening mereka hingga hidung mancungnya saling bertabrakan satu sama lainnya.


"Tapi, bapak adalah bukan siapa-siapanya Zoe, jadi pria mana pun berhak atas diriku selama aku belum menikah," jelasnya.


Perkataan barusan yang meluncur dari mulutnya Zoe membuat Elang sangat marah. Dia kembali ******* bibir seksi Zoe kembali. Zoe ingin berusaha melepaskan ciuman itu tapi gagal.


Elang kali ini bersikap sedikit kasar karena Zoe berusaha untuk mengehentikan kegiatan Elang yang membuatnya bahagia.


Elang memegang tengkuk leher jenjangnya Zoe, dan sedikit memiringkan kepalanya agar posisinya rileks dan lebih tepat ciuman.


Zoe kembali dibuat tak berdaya, hingga dia membalas ciuman itu. Bibir mereka bertautan dan saling ******* hingga saliva mereka saling bertukar satu sama lain.


"Kenapa pria ini begitu arogannya, dan tinggi banget rasa cemburunya, apa sebesar itu rasa cintanya padaku."


Ciuman mereka kali ini cukup lama dibandingkan dengan yang pertama. Elang melepaskan tautan bibirnya, dan melihat ada sisa saliva di ujung bibirnya Zoe.


"Kalau emang bapak sangat mencintaiku, aku ingin Bapak buktikan di depan mataku,"


Zoe ingin melihat apa benar Elang sangat mencintainya. Dan berani melakukan apa pun itu.


"Kamu minta apa pun, aku akan berikan dan buktikan jika aku sangat mencintaimu."


Mereka masih berhadapan satu sama lain hingga puncak gunung Bromo menyentuh dada bidangnya Elang.


Zoe tahu kalau dalamnya laut di sekitar tempat itu cukup dalam, jadi hanya itu yang terlintas di dalam benaknya. Mungkin jika ada yang melihat mereka pasti akan menganggap Zoe ketinggalan Zaman karena menguji cinta seorang pria dengan cara kampungan yang ketinggalan jaman


Zoe tidak mungkin meminta dibelikan barang apa pun karena Elang pasti bisa memenuhinya, belikan sebuah pulau saja bisa dikabulkan oleh Elang hanya dalam sekejap saja.


"Kalau Saya lompat dari ujung tebing tinggi itu dan bisa membuat Kamu percaya, pasti Saya akan lakukan," jelasnya.


"Oke saya tunggu dan saya ingin secepatnya melihat pembuktian itu."


Zoe melipat kedua tangannya di depan dadanya. Dan tersenyum penuh arti. Elang tanpa banyak pikir segera berjalan ke arah tebing tinggi itu.


Tapi, tiba-tiba dia berbalik ke arah Zoe. Hal tersebut membuat Zoe tersenyum meremehkan Elang yang menganggap kalau Elang mengubah pikirannya dan ketakutan.


Elang merogoh saku celananya dan mengeluarkan hp serta dompetnya. Dugaan Zoe ternyata salah sama sekali. Dan sebelum berjalan dia mendekatkan bibirnya ke telinga Zoe.


"Aku bukan berbalik karena takut tapi aku tidak mau barang-barangku basah dan rusak."


Seringai licik muncul di ujung bibirnya Elang. Zoe berdiri mematung dan tidak percaya jika Elang bisa membaca isi hatinya saat itu.

__ADS_1


Dia kembali berjalan dan sesekali menatap ke arah Zoe yang berdiri mematung di tempatnya. Matanya hanya sibuk memperhatikan apa yang akan dilaksanakan oleh Elang selanjutnya.


Elang tanpa ragu, langsung melompat ke dalam laut yang cukup dalam itu. Bahkan suara tubuhnya Elang yang jatuh saat terjun bebas, tidak terdengar hingga ke tempat Zoe. Saking dalamnya air laut di bagian itu.


"Ya Allah ternyata dia nekat melakukan apa pun yang aku katakan."


Zoe berlari ke tempat di mana Elang tadi melompat. Dia menengadahkan kepalanya ke arah bawah, tapi tidak melihat keberadaan dari Elang.


Dia menutup mulutnya dan khawatir jika ada sesuatu yang terjadi pada Elang. Sang Dosen baru yang mengajar di kelasnya. Pria yang selalu berusaha untuk mengejar dan ingin mendapatkan cintanya. Pria sudah berani melamarnya di hadapan ke dua orang tua dan keluarganya.


Zoe celingak celinguk mencari sosok Elang hingga beberapa menit lamanya, Elang tidak muncul juga di Permukaan air laut.


"Ya Allah bagaimana kalau terjadi sesuatu kepada Pak Elang dan dia meninggal."


Zoe menghidupkan senter hpnya karena pengcahayaan di tempat itu sangat minim cahaya lampu.


Zoe sudah berlarian mengitari sekitar lokasi tebing tinggi tersebut, tapi hasilnya nihil. Dia semakin dibuat khawatir dan ketakutan.


Hingga Zoe melihat ada benda seperti tubuh seseorang yang mengapung di pinggiran pantai. Dia kemudian membuka sepatunya dan tidak berpikir panjang untuk berlari ke Pantai.


"Pak Elang" teriaknya.


Dengan langkah yang pasti,dia terus berlari sangat kencang. Dia kemudian masuk ke dalam laut dan berenang ke tempat benda yang diyakini olehnya adalah tubuhnya Elang yang sudah mengapung.


Dengan sekuat tenaga, dia mengeluarkan semua kemampuan yang dia miliki untuk menyelematkan diri Elang si pria bodoh yang terlalu nekat itu.


Dugaannya benar sekali, tubuh yang terapung itu adalah tubuhnya Elang si Pemimpin Black Dragon.


Dia berenang sambil menarik dan memegang tangannya Elang hingga ke atas pasir.


"Pak Elang bangun," ucapnya sambil memukul-mukul pipinya Elang.


Elang sama sekali tidak bergeming dalam pingsannya. Zoe semakin khawatir dan cemas melihat kondisi Elang yang tidak sadarkan diri.


Zoe mendekatkan wajahnya ke atas dadanya Elang, berulang kali dia lakukan hal yang sama. Raut cemas dan ketakutan sangat jelas terlihat di wajahnya.


"Ya Allah ini tidak mungkin, kenapa jantungnya berhenti berdetak, apa aku sebaiknya mencoba untuk memberikan nafas buatan saja?"


Dia kemudian segera mendekatkan mulutnya ke atas bibirnya Elang. Dia memberikan nafas buatan hingga berulang kali. Tapi apa yang dilakukannya tidak membuahkan hasil apa pun.


"Tidak!!!!!" teriaknya yang sangat kencang hingga menggema ke seluruh penjuru pantai.


********To Be Continued********

__ADS_1


by Fania Mikaila Azzahrah


Makassar, Senin, 04 Juli 2022


__ADS_2