Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 155. Keraguan


__ADS_3

Happy Reading..


Setelah dari Butik Andreas Amanda mengajak Dessy untuk ke rumah Neneknya. Ibu Margaretha sebenarnya saudara sepupu Mamanya Arya yaitu Mama Elisabeth. Jadi Arya dan Dimas adalah saudara sepupuan. Sedangkan Hyuna dan Dimas saudara sepupu dari Papi Dimas, almarhum Papi Dimas adalah adik kandung dari Mamanya Hyuna. Hyuna dan Arya saudara sepupu dari Papi Sambung Hyuna. Intinya Arya, Dimas dan Hyuna adalah Satu keluarga masing-masing cucu dari Adam dan Hawa.


Amanda mengajak Dessy ke rumah neneknya karena Amanda ingin mengenalkan Dessy dengan papinya beserta Neneknya. Dessy tidak ingin menolak permintaan dari Amanda karena Dessy tidak ingin membuat Amanda bersedih.


Sesampainya di depan Rumah neneknya Amanda sudah banyak mobil mewah yang terparkir di sana. Banyak orang yang berlalu lalang di sekitar rumah neneknya Amanda. Dessy heran dengan kondisi Rumah Neneknya Amanda yang Ramai tapi dia tidak ingin bertanya kepada Amanda.


Mereka masuk ke dalam rumah megah dan mewah itu yang sudah disulap dengan hiasan dan pernak-pernik pertunangan. Dessy awalnya terkesima setelah melihat dekorasi rumah Ibu Margaretha. Tetapi langkahnya terhenti di saat dirinya melihat langsung tulisan yang ada di tembok nama Dimas yang terpampang cantik di sana.


Air mata Dessy perlahan-lahan jatuh menetes diwajah cantiknya. Dessy tidak mampu berkata apapun. Hanya bisa mematung dan tetesan air matanya terus membasahi pipinya. Amanda heran dengan sikap Dessy yang tiba-tiba menangis. Amanda pun menggoyang tangan Dessy dan bertanya kepada Auntynya apa yang terjadi.


"Aunty cantik kok tiba-tiba nangis, apa Aunty cantik sakit??." Tanya polos Amanda.


Dessy tidak menghiraukan ucapan dari Amanda, Dessy segera melepaskan pegangan tangannya lalu berlari ke arah pintu. Tapi tangan Dessy belum menyentuh handel pintu tiba-tiba ada yang memanggil namanya.


"Dessy..." ucap Orang itu.


Dessy tidak berani untuk menolehkan wajahnya ke belakang. Dessy tidak sanggup untuk berlama-lama di dalam rumah neneknya Amanda. Orang tersebut mendatangi langsung Dessy yang tetap berdiri mematung tanpa ada reaksi apa pun kecuali hanya bisa menangis saja.


Orang itu kemudian membalik tubuh Dessy untuk menghadap ke arahnya. Dessy yang sudah seperti patung yang tidak tahu lagi mau berbuat apa hanya ikut dan patuh saja saat tubuhnya diputar menghadap ke arah orang itu.


Sedangkan Dessy terus berusaha menghapus jejak air mata di pipinya.


"Hay Dessy, apa Kamu sudah lupa denganku??." tanya orang itu.


Dessy hanya tersenyum dan mencoba mengingat kembali kejadian di Perusahaan DA sewaktu dirinya pertama kali bekerja. Dessy memperhatikan penampilan cewek yang ada di depannya. Cantik, elegan dan seksi. penampilan cewek tersebut sangat cantik.


"Apa kah Dia tunangannya Dimas??." tanya Dessy yang hanya bisa tertahan di bibirnya saja tanpa mampu untuk mengucapkannya langsung.


"Udah ingat gak denganku??" ucap Martha.


"Iya aku sudah ingat kamu kan Martha cewek yang datang Tempo hari ke kantor pak Dimas." ucap Dessy.


"Iya benar, Aku Martha" jawab Martha sambil cengengesan.


"Kalau gitu aku pamit pulang yah, Aku gak enak badan soalnya" ucap Dessy yang berpura-pura sakit agar dirinya bisa bebas pergi dari rumah itu.

__ADS_1


"Kok buru-buru amat kan acara nya belum selesai Dessy" ucap Martha.


"Maaf aku gak bisa lama-lama" ucap Dessy yang sudah berjalan meninggalkan Martha.


Dessy pun berlari kecil keluar rumah dan mencari mobilnya di tempat parkiran mobil. Tapi Dessy tidak menemukan keberadaan mobilnya. Dessy sudah mengelilingi parkiran tapi hasilnya sama nihil. Karena sudah capek berjalan Dessy memutuskan berjalan ke arah Taman karena kebetulan di taman itu ada kursi.


Dessy mendudukkan bokongnya dan melanjutkan tangisannya yang sempat tertahan karena panggilan dari Martha. Sayup-sayup Dessy mendengar Nama belakang Dimas disebut yaitu Winarto. Semua orang langsung bersorak gembira Setelah nama Winarto disebut. Tangis Dessy kembali pecah bahkan tangisannya kali ini sudah besar. Dessy memukul kecil dadanya.


"Sakit, sangat sakit mendengar namamu telah bertunangan dengan wanita lain" ucap Dessy yang tangisannya semakin besar seperti anak kecil saja.


Dessy menutup wajahnya yang mungkin make up nya sudah berantakan. Dessy lupa kalau yang Make up tadi adalah tukang make up profesional dan nomor Wahid kualitasnya. Sehingga make up Dessy masih bagus dan tidak belepotan. Dessy enggan membuka matanya bahkan Dessy Ingin menghilang saja dari tempat itu sekarang juga andai Dirinya bisa.


Dessy menghentikan tangisannya dan berdiri dari duduknya karena Dessy tidak ingin berlama-lama lagi dan segera mencari hpnya, tapi sayang hpnya dan tasnya berada di dalam mobilnya. Sehingga Dessy tidak bisa memesan Ojol. Dessy pun berniat ingin pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki saja. Dessy berjalan perlahan tiba-tiba ada tangan seseorang yang menariknya. Sehingga tubuh Dessy sekarang sudah berada di dalam dekapan hangat dari orang yang menariknya itu. Dessy berusaha untuk melepaskan pelukannya dari orang tersebut tetapi Dessy tidak sanggup karena kekuatannya tidak sama dengan orang itu. Dessy mencoba meronta tapi hasilnya tetap sama, Dessy pun menyerah.


Dessy pun menengadahkan wajahnya ke atas untuk melihat siapa orang yang berani memeluknya tanpa permisi. Betapa kagetnya Dessy Setelah tahu kalau yang memeluknya adalah Dimas. Cowok yang telah berhasil menjungkir balik kehidupan seorang Dessy. Cowok yang berhasil membuat Dessy menangis.


"Tolong lepaskan" ucap Dessy yang Terus meronta.


"Aku mohon diamlah Dessy biarkan aku memelukmu sebentar saja" ucap Dimas yang semakin mengeratkan pelukannya.


"Tapi ini tidak baik Dimas,apa yang kita lakukan sekarang adalah hal yang tidak boleh terjadi, kamu sudah menjadi tunangan cewek lain, kalau ada yang lihat kita orang-orang akan bilang aku ini cewek pelakor" ucap Dessy yang akhirnya kembali lagi menangis.


"Aku tidak sanggup jika aku harus hidup menjauh darimu Dessy, kamu cuekin aku di kantor saja sudah buat hatiku hancur, apa aku salah jika aku mencintaimu Dessy??." Tanya Dimas Lee Winarto yang ikut menangis dalam pelukan Dessy.


"Kamu tidak salah Dimas tapi aku yang salah telah hadir di antara kalian" ucap Dessy.


Mereka berpelukan lama seakan-akan tidak ada waktu esok hari lagi. Mereka saling meluapkan emosi dan perasaanya. Masing-masing sudah jujur dengan perasaan mereka.


"Apa yang kita lakukan ini tidak boleh terjadi Dimas, Aku hanya orang ke tiga dari hubungan kalian, walaupun Aku sangat mencintaimu bahkan Aku tidak sanggup hidup tanpamu Dimas tapi aku tidak ingin menjadi perusak hubungan orang lain" ucap Dessy.


Dimas sangat bahagia dan gembira Setelah mendengar perkataan dari Dessy. Perkataan yang sedari dulu Dimas ingin dengar langsung dari bibir Dessy.


"Apa yang kamu ucapkan itu benar adanya Dessy??." tanya Dimas.


Dessy hanya menganggukkan kepalanya dalam pelukan Dimas. Mereka masih betah berpelukan walaupun sudah ada orang lain yang melihat mereka.


"Dessy kalau aku batalkan pertunangan aku dengan Martha, apa kamu siap untuk menikah denganku??" tanya Dimas.

__ADS_1


"Dimas, jangan karena aku kamu batalkan pertunangan kalian, walaupun sulit aku akan berusaha untuk mengikhlaskan pertunangan kalian" ucap Dessy.


Dimas melepaskan pelukannya dari tubuh Dessy dan kemudian berlutut di hadapan Dessy yang sedari tadi menunduk.


"Dessy, mau kah kamu menua bersamaku, melewati sisa hidupmu hanya bersamaku hingga akhir usiaku??." tanya Dimas.


Dessy tidak mengerti maksud dari perkataan Dimas karena setahu Dessy, Dimas sudah bertunangan dengan Cewek lain.


"Maksudnya kamu ingin menikahi ku setelah kamu sudah bertunangan dengan wanita lain??" ucap Dessy yang sudah tersulut emosi nya dan langsung melepaskan genggaman tangan Dimas.


"Tolong dengarkan dengarkan aku baik-baik Dessy, Aku sama sekali belum pernah Bertunangan atau pun menikah dengan siapa pun" ucap Dimas.


Dessy melongok tidak percaya setelah mendengar perkataan Dimas.


"Aku bersumpah kalau bukan aku yang bertunangan ini hari dan Status aku sampai detik ini masih single" ucap Dimas.


Dessy tidak mampu berucap sepatah kata karena baginya kejadian sekarang membingungkan dan sulit untuk dipercaya. Tiba-tiba ada suara seseorang yang berteriak ke arah mereka.


"Ayo lah Dessy terima saja kasihan dengan Dimas yang sedari tadi berlutut" ucap teriak Martha.


Dessy menoleh ke sumber suara dan ternyata banyak sudah orang yang berdiri melihat ke arahnya. Dessy sampai wajahnya memerah karena ternyata orang-orang itu sudah ada sedari tadi sebelum Dimas berlutut. Bahkan keluarga besarnya, Ke dua sahabatnya Dessy beserta keluarga kecilnya turut hadir di tempat itu Yaitu Delia dan Arya, Rina dan Emre dan keluarga besar Dimas sendiri. Lampu taman sekarang sudah disulap menjadi lampu yang sangat romantis yang cocok bagi orang yang dimabuk cinta.


Dessy masih bingung dengan kenyataan yang ada. Bahkan Dessy seperti orang kelimpungan saja. Dan tidak tahu harus berbuat apa. Dessy bimbang untuk mengambil keputusan apa yang paling tepat untuk hidupnya. Bayang-bayang kegagalan dari pernikahannya terdahulu kembali datang menghantuinya.


TBC...


Ragu bin bimbang.. Takut dengan kejadian masa lalu yang membuat Dessy trauma..


Sedangkan Dimas harap-harap cemas menunggu jawaban Dessy.


Fania pun bingung dengan sikap Dessy.. Fania sudah bantu Dimas untuk melamar Dessy tapi Dessy masih diam seribu bahasa 🤔🤣🤭.


Moga Fania bisa ngetik bulan ini 60k kata kalau bisa lebih🤲🤲..


Jangan Lupa untuk tetap mendukung BDP yah Readers 🙏🙏🥰


Makasih banyak..

__ADS_1


By Fania Mikaila Azzahrah.


Makassar, 07 Maret 2022.


__ADS_2