Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 124. Lamaran dan Pertemuan


__ADS_3

Happy Reading..


Arya sebenarnya marah dengan tindakan dan perbuatan Emre bukan berarti Arya membenarkan perbuatan dan khilafnya Emre. Arya mempertimbangkan panjang kali lebar konsekuensi dari tindakannya.


Arya mengutuk semua pria yang bertindak tidak senonoh terhadap perempuan apa pun alasannya itu. Tetapi kasus yang dialami oleh Emre dan Rina bukanlah kemauan mereka sendiri atau pun Emre berniat ingin melakukan hal itu.


Emre terpaksa melakukan itu karena sebelum kejadian itu Dirinya direcoki minuman pembangkit syahwat yang sengaja diberikan oleh perempuan murahan yang ingin memanfaatkan keadaan Emre yang sudah tidak berdaya.


Arya melihat dari dua sisi bukan dari satu sisi saja. Arya sangat Sedih dan terpukul melihat kondisi Rina setelah kejadian itu, karena Rina salah satu Karyawan teladan dan rajin yang dimiliki oleh Perusahaan Sinopec Group. Bukan karena alasan itu saja, tetapi Arya juga sudah menganggap Rina adalah adiknya sendiri.


Tetapi Arya tidak ingin menyelesaikan masalah Rina dengan kekerasan dan satu hal yang Arya tanamkan dalam dirinya bahwa tidak semua masalah yang dihadapi jalan keluarnya adalah dengan kekerasan. Selesaikan lah masalah kalian dengan sabar dan kepala dingin.


Hari ini, Emre dan Uncle nya datang ke rumah Delia untuk melamar Rina. Bukannya Hanya uncle Hussain Kamel yang datang sebagai iringan pengantin laki-laki tetapi Mama Elisabeth juga hadir di acara tersebut. Ternyata Mama Elisabeth adalah sahabat lama Uncle Hussain Kamel. Mereka Sahabatan saat kuliah di Inggris.


Adrian dan Emilia pun turut hadir sebagai perwakilan dari keluarga calon pengantin Pria. Mereka hadir karena Mama Elisabeth menelpon mereka dengan khusus dan Mama Elisabeth juga ingin mereka menjenguk Ayahnya. Tetapi Mama Elisabeth belum mengetahui kalau mereka sudah menikah. Terpaksa Andreas tidak ikut bersama mereka, karena menurut Adrian belum waktunya mereka mengungkapkan kebenarannya di depan keluarga besar Wiguna.


Emre juga mengundang beberapa kolega bisnisnya yang ada di Indonesia. Yaitu presdir dari Perusahaan Mandiri yaitu Aditya Wijayanto.


Rombongan mereka sudah berada di dalam rumah Arya. Mereka berbincang-bincang santai terlebih dahulu sebelum mereka membicarakan maksud dan niat mereka.


Tiba-tiba handphone Mama Elisabeth berdering pertanda ada yang menelpon.


"Maaf, Saya permisi ke Belakang dulu." Ucap Mama Elisabeth.


Ternyata yang menelpon Mama Elisabeth adalah Kim Hyuna dari Korea Selatan.


"Assalamu alaikum sayang" ucap Mama Elisabeth.


"Waalaikum salam Aunty" ucap Kim Hyuna.


"Aunty bisa tidak Hyuna minta tolong??" ucap Hyuna.


"Kamu mau minta tolong apa Sayang??" tanya Mama Elisabeth.


"Aunty bisa kah tidak suruh Supir Aunty untuk jemput Hyuna di Bandara??." Tanya Hyuna.


"Serius nak, kamu ada di Bandara??" tanya Mama Elisabeth.


"Iya Aunty soalnya Aku sudah pernah janji kepada Delia kalau Aku ada waktu akan ke Indonesia" ucap Hyuna.


"Oohh gitu yah Nak, baiklah tunggu beberapa menit yah Nak, Supir akan menjemputmu" ucap Mama Elisabeth.


(Anggap mereka memakai bahasa Korea yah).


"Makasih Aunty Cantik." ucap Hyuna dalam bahasa Indonesia.


"Aunty tutup telponnya dulu yah nak, oiya kamu tanya pak supir untuk antar kamu langsung ke rumah Delia yah Nak" ucap Mama Elisabeth.


"Baik Aunty, makasih banyak Aunty ku sayang" ucap Hyuna.


Mama Elisabeth kembali ke dalam rumah Arya. Mama Elisabeth langsung bergabung kembali. Mereka sudah membahas acara lamaran dan Alhamdulillah Rina dan keluarganya sudah setuju dengan lamaran Emre.


Tetapi Keluarga Rina menginginkan pernikahan yang sederhana saja. Cukup akad nikah dan acara syukuran pernikahan, mereka tidak Orang lain tahu kalau Rina sedang sakit dan berbadan dua. Orang tua Rina memberikan saran kalau mereka ingin mengadakan pesta yang meriah silahkan.


Mereka tidak ada yang menentang keputusan yang telah diambil oleh ke dua orang tua Rina. Setelah beberapa saat mereka berbincang-bincang santai, mereka pun menyantap beberapa makanan yang telah tersedia di Meja prasmanan.


"Gimana kabarnya Nak??." tanya Mama Elisabeth kepada Emilia.


"Alhamdulillah baik Ma, kalau Mama dan Ayah gimana??." Tanya balik Emilia.


"Alhamdulillah kalau Mama baik-baik saja, tapi Ayahmu masih seperti sebelumnya belum ada tanda-tanda kapan Ayahmu sadar," ucap Mamanya yang tidak kuasa menahan tangisnya.

__ADS_1


Emilia langsung memeluk tubuh Mamanya yang sudah Lama tidak dia jumpai. Emilia pun ikut menangis tersedu-sedu dengan kondisi Ayahnya masih koma.


"Ma, sebenarnya ada yang ingin Emilia katakan tapi nanti di rumah yah Ma, tidak kalau di sini" ucap Emilia.


"Baik Nak." jawab Mamanya.


Ada sepasang anak kembar yang berlari ke pelukan Emilia. Tidak lain adalah anak kembar Arya dan Delia, yaitu Zack dan Zoe Saldana.


Mereka sangat gembira karena bisa bertemu lagi dengan Aunty Emilia dan Uncle Adrian.


"Aunty Zoe kangen banget sama Aunty" ucap Zoe yang sudah berpelukan ke tubuh Auntynya.


"Aunty juga kangen loh sama Princess Zoe" ucap Emilia sambil mencium pipi tembem keponakannya.


"Serius Aunty??." Tanya Zoe.


"Dua rius malah Princess" ucap Emilia sambil mengacungkan jempolnya ke atas.


"Aunty katanya kangen tapi tidak pernah mau jenguk Zoe" ucap Zoe sambil menangis.


"Kok princess nya Aunty nangis sih, kan hilang cantiknya sayang" ucap Emilia yang berusaha menenangkan Zoe Saldana.


Sedangkan Zack gak ada reaksi Dikit pun Dia hanya jadi penonton saja. Entah kenapa Zack semakin besar semakin dingin saja sifatnya. Zack gak mau pusing dengan urusan orang besar.


Adrian mendekati Keponakannya. Adrian langsung mengacungkan tinjunya ke arah Zack. Zack pun membalas tinju Uncelnya. Mereka adu jotos. Itu lah kebiasaan mereka jika bertemu.


"Alhamdulillah keponakannya Uncle sudah gede yah, apa sih rahasianya Nak?". ucap Adrian sambil bercanda.


"Ya makan nasi lah masa makan batu" ucap Zack.


Mereka yang sudah mengenal Zack pasti tidak akan heran dengan sikapnya Zack. Anak laki-laki yang irit bicara tapi penyayang dan baik hati.


"Assalamualaikum kak Delia" ucap salam Emilia sambil cipika-cipiki dengan Kakak iparnya.


"Perut kakak sudah besar yah" ucap Emilia sambil mengelus perut buncitnya Delia.


"Alhamdulillah, sudah sudah jalan nih, bahkan aku sudah seperti gentong berjalan" ucap Delia sambil tertawa.


"Kalau Aku Hamil, gimana yah kira-kira aku gemuk juga atau tetap langsing" ucap Emilia.


Mama Elisabeth tidak sengaja mendengar perkataan Putri bungsunya.


"Kamu pasti akan gemuk nak, Karena harus banyak makan makanan yang bergizi tinggi" ucap mamanya.


Emilia hanya tersenyum menanggapi perkataan dari mamanya. Emilia tidak ingin menangapi perkataan mamanya, Emilia takut jika dirinya keceplosan.


Rina pun dibawa keluar oleh Dessy untuk bertemu dengan keluarga dari calon suaminya. Emre dibuat terkesima melihat wajah Rina yang begitu cantik dan sudah memancarkan Aura pengantin.


Arya langsung menepuk bahu Emre agar segera tersadar dari lamunannya.


"Cantik" satu kata yang lolos dari mulut Emre tanpa disaring.


"Yah tentu saja cantik pak, kalau cowok cakep kalau cewek pasti Cantik" ucap Aditya yang tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Emre seperti orang yang baru mengenal cinta.


"Awas yah jika suatu saat nanti kamu juga ada diposisi aku siap-siap saja tunggu pembalasanku" ucap Emre dengan tatapan matanya yang tidak lepas dari Wajah Rina.


Emre dan Rina saling berhadapan karena ingin bertukar cincin pertunangan. Rina yang tampak cantik harus tersenyum malu-malu. Sedangkan Emre sedari tadi degupnya jantungnya semakin kencang saja seakan-akan seperti genderang mau perang.


Acara pertunangan mereka benar-benar private bebas dari sorotan kamera para warta. Orang-orang bersorak gembira Setelah Mereka sudah saling bertukar cincin. Dan tidak lupa mendo'akan agar pertunangan dan pernikahan mereka lancar tanpa ada aral menghadang.


Belum ada yang bubar dan meninggalkan ruangan. Mereka kembali berbincang-bincang santai.

__ADS_1


"Adrian gimana dengan Perusahaan di Sana??" tanya Arya.


"Alhamdulillah lancar kakak ipar" ucap Adrian yang kata-kata terakhirnya dia kecilkan suaranya.


Arya tertawa terbahak-bahak melihat reaksi dari Adrian. Arya merasa mendapat hiburan tersendiri.


"Makanya jangan diam-diam" ucap Arya yang menggoda Adrian.


"Silahkan tertawa sepuasnya" ucap Adrian.


Dessy membantu Rina ke dalam kamarnya, karena Rina merasakan mual.


"Kamu baik-baik saja kan Rin??." tanya Dessy.


"Kepalaku agak pusing sih dan gak tau kenapa Aku selalu mual kalau mencium bau masakan" ucap Rina.


"itu wajar karena kamu kan sedang hamil, oiy jaga baik-baik anak kamu yah" ucap Dessy yang ingin menangis jika bercerita tentang anak.


Dessy tidak ingin memperlihatkan kesedihannya di depan Rina. Dessy teringat kepada anaknya yang sudah meninggal. Anaknya Dessy meninggal saat Dia berumur 8 tahun dan sampai sekarang belum juga hamil lagi.


"Makasih Rina, Kamu kembali saja ke depan, Aku bisa sendiri kok" ucap Rina.


"Serius kamu baik-baik saja kalau aku tinggal sendiri?." tanya Dessy.


"Iya" jawab Rina yang sudah mulai membaringkan tubuhnya".


Dessy berjalan ke arah toilet umum yang ada di dalam rumah Arya. Dessy tidak bisa lagi untuk menahan tangisnya. Dessy tidak kembali lagi ke dalam. Tetapi Dessy berjalan ke arah taman belakang rumah Delia.


Dessy menumpahkan segala keluh kesahnya sambil menatap sang rembulan. Dessy langsung menoleh ke arah tangan yang memberikan sapu tangan berwarna biru tua.


Dessy langsung saja mengambil sapu tangan itu tanpa memperhatikan siapa pemiliknya.


"Makasih banyak" ucap Dessy sambil mengulurkan sapu tangan itu kepada pemiliknya.


"Sama-sama" ucap singkat laki-laki itu.


Dessy pun bertanya-tanya dan kaget setelah melihat wajah orang yang memberikan sapu tangan itu. Karena Dessy tidak pernah melihat Sosok laki-laki tampan itu.


Sedangkan di dalam ruangan tempat acara pelaksanaan lamaran Rina dan Emre. Orang-orang masih asyik dengan perbincangan mereka. Tiba-tiba pintu rumah Delia yang tinggi dan kokoh itu terbuka dan masuklah seorang wanita cantik dengan rambut yang panjang terurai.


Ada seseorang yang kaget sekaligus bahagia melihat kedatangan perempuan itu. Senyuman langsung mengembangkan di wajah gantengnya.


TBC...


📢typo mohon dimaklumi 📢


Dessy?? sebenarnya ada apa dengan rumah tangganya yah yang Dessy rajuk hampir 10 tahun yang lalu???


Siapa sosok pria yang memberikan sapu tangannya??


Yang datang itu siapa sih?? dan yang selalu tersenyum melihat wajah perempuan itu siapa yah...??


Readers: "Author terlalu banyak nih teka_tekinya??"


Author: "tunggu saja yah Readers kelanjutan kisah mereka.🤭✌️"


Readers: "siap kk"


makasih banyak atas dukungannya kakak.


By

__ADS_1


Fania Mikaila AzZahrah.


Makassar, 20 Februari 2022.


__ADS_2