Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 352. Keraguan


__ADS_3

Happy Reading..


Listi merasa bahagia selama tinggal di rumahnya Zi. Semua anggota keluarganya dan ARTnya menerima dengan tangan terbuka kedatangan Listie di dalam keluarganya.


Kebahagiaan itu terpancar dari wajahnya yang sudah semakin cantik karena luka di wajahnya perlahan sudah memudar.


Sudah dua bulan lamanya dia tinggal seatap dengan Zi. Tetapi, intensitas pertemuannya boleh dikatakan hanya sekedar saat mereka duduk di depan meja makan saja.


Listie malah senang dengan hal tersebut sehingga dia tidak menggangu konsentrasi kuliahnya Zi. Dua juga sudah mengurus surat-surat perceraiannya dibantu oleh Tim pengacara hebat dan handal yang dimiliki oleh keluarga besar Arya Wiguna.


Roy juga sudah diperiksa oleh pihak kepolisian mengenai tuduhan penyiksaan dan kdrt yang dilakukannya sudah bertahun-tahun itu.


Hari ini mereka makan pagi bersama. Awalnya hanya suara dentingan sendok yang tercipta di antara mereka. Hingga kepala rumah tangga membuka mulutnya untuk bersuara.


"Listie, kebetulan ada pekerjaan di Perusahaan Papa yang membutuhkan karyawan dan pekerjaan itu sepertinya sangat cocok untukmu," terang Arya.


Perhatian mereka tertuju pada Arya dan Listie.


"Serius yang Ayah katakan?" Tanyanya yang sangat antusias untuk kembali bekerja seperti 10 tahun lalu sebelum dia menikah.


"Mulai hari ini Kamu sudah bisa mulai bekerja dan Kamu berangkat saja bersama Zoeya dia akan memperkenalkan Kamu dengan atasan Kamu nantinya," jelasnya Arya sembari sesekali menyendok makanannya.


"Alhamdulillah makasih banyak Ayah, Saya sangat bahagia dengan apa yang kalian sudah lakukan untuk Listie, serasa sudah tidak sanggup untuk membalas kebaikan kalian kalau begini terus," terangnya dengan menundukkan kepalanya yang terharu dengan perlakuan yang diterimanya.


"Kamu tidak perlu sungkan dengan Kami, iya kan Zi?" Tanya Delia yang menatap ke arah putra bungsunya itu.


Delia sudah tahu dengan perasaan putranya, tetapi dia tidak ingin membatasi atau pun menghalangi keinginan putranya. Hanya saja dia tidak ingin hubungan mereka menjadi penghambat karir dan masa depan putranya itu.


Di mana Zidane sudah dua tahun ini membantu menjalankan Perusahaannya Sinopec Group bersama Kakaknya Zack. Zack Lee Arya Wiguna untungnya sudah menunggu wisudanya saja sehingga dia sudah membantu Ayahnya. Sedangkan Zoeya pun demikian


"Key sayang, gimana dengan keadaan Kamu hari ini, apa calon cucu Ayah baik-baik saja?" Tanya Arya yang ingin mengetahui perkembangan dari calon penerusnya.


Keyna yang ditanya seperti itu hanya tersenyum sebelum menjawabnya.


"Alhamdulillah mereka anteng-anteng saja Ayah, bahkan sudah tidak asing pernah mual ataupun pusing hanya saja bobot badanku semakin bertambah,"jawabnya.

__ADS_1


Perkataan dari menantu sekaligus keponakannya itu, membuat mereka menganga seakan-akan mereka salah dengar dengan apa yang dikatakan oleh Key barusan. Perhatian mereka terpusat pada Key lalu menatap dan meminta penjelasan dari maksud perkataannya.


"Alhamdulillah, insya Allah Ayah dan Mama akan memiliki dua sekaligus cucu," jawabnya yang sangat bahagia saat mengatakan hal itu.


Delia dan Arya sangat gembira begitu dengan yang ada di dalam ruangan tersebut. Zack belum mengetahui hal tersebut karena sedang berada di Korea Selatan.


"Mama sangat bahagia mendengarnya, kalau begini nanti di usia kehamilanmu tujuh bulan kita akan adakan tasyakuran dan pengajian untuk keselamatan dan kesehatan bayi Kembarmu," terang Delia.


"Masih lama Ma, kandungannya juga baru empat bulan," jawab Key.


"Iya juga Mama lupa sayang, Mama terlalu bahagia soalnya," jelas Delia yang tersenyum penuh arti.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah selesai sarapan. Zoe dan Listie sudah berada di dalam mobilnya dan akan menuju Perusahaan Sinopec Group. Perusahaan milik Kakeknya Pak Wiguna Albert Kim Said.


Sebenarnya Zi yang bisa membantu melakukan hal itu, tapi Arya Ingin memberikan kejutan kepada ke duanya. Mereka sama-sama tidak mengetahui jika Listi akan menjadi calon sekertaris cantik Zi.


Mereka beriringan berjalan ke arah Loby Perusahaan tapi langkahnya Zoe terhenti ketika ada suara seseorang yang memanggilnya. Suara yang beberapa bulan ini dia rindukan kehadirannya. Pria yang selalu hadir dalam mimpinya tapi, karena ketakutannya untuk menikah sehingga dia membohongi dirinya sendiri.


Listi melirik ke arah luar pandangan matanya Zoe. Hanya sekilas saja Listi sudah mengetahui jika ada hubungan spesial dengan pria pemilik tubuh tinggi, tegap, kekar dengan wajah yang tegas dan hidung sangat mancung.


Zoe hanya mematung di tempatnya menunggu kedatangan Elang. Elang menyunggingkan senyum tipisnya yang hanya mereka bertiga yang melihat senyuman manis itu.


Tanpa segan dan aba-aba, Zoeya langsung memeluk tubuh Elang lalu menangis tersedu-sedu. Kerinduan yang dia rasakan sudah tidak tertahankan.


Dia mencintai dan menyayangi Elang tapi ketakutan dan kekhawatirannya selalu menghantu hidupnya. Dia selalu teringat dengan kejadian yang terjadi dengan rumah tangga Authy Elliana dengan Uncle Mark.


Dari situlah muncul trauma dan ketakutannya sehingga hingga detik ini belum memiliki keputusan dan kepastian untuk lamaran dari Elang yang sudah hampir tiga bulan itu.


Elang membalas pelukan dari Zoe kekasih dan pujaan hatinya. Elang sangat bahagia, karena untuk pertama kalinya Zoe sendiri yang berinisiatif untuk memeluk tubuhnya di depan umum.


"Abang," ucapnya disela Isak tangisnya.


"Abang sudah kembali dan saatnya menagih janji Kamu," ucap Elang yang tersenyum manis karena masih dipeluk erat oleh Zoe.


"Heeemmm," deheman dari Listie membuat mereka melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Zoe saking malunya langsung berlari meninggalkan Elang dan Listie. Dia baru menyadari bahwa mereka berpelukan di tengah Loby dilihat dan diperhatikan oleh banyak karyawan perusahaan Kakeknya.


Wajahnya memerah menahan malu, dia segera menekan tombol Lift untuk segera naik ke lantai tempat kantor adiknya berada.


Andai saja Doraemon meminjamkan kantong ajaibnya mungkin dia sudah masuk ke pintu ajaib agar dia bisa menghilang dalam sekejap mata.


Elang berjalan beriringan dengan Listie. Mereka menuju lantai 15 tempat ruangan wakil CEO berada.


"Anda pacarnya Zoe yah?" Tanya Listie yang tetap melangkahkan kakinya menuju ke dalam Lift.


"Bisa dibilang Yes bisa dibilang Bukan," jawabnya.


"Maksudnya, kok gitu?" Tanya Listie yang heran dengan jawaban yang diutarakan oleh Elang.


Elang hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Listi.


"Saya bukan kekasihnya karena Saya adalah calon suaminya, tapi belum di jawab Yes sih, tapi aku yakin dia akan segera jawab Yes."


Elang sangat yakin jika Zoe akan menerima lamarannya. Hanya saja belum diungkapkan secara gamblang.


"Apa Anda tidak terlalu yakin gitu, jangan sampai Zoe punya kekasih lain di luar sana, dan hal itu tidak menutup kemungkinannya kan?" Tanya Listi yang ingin melihat keseriusan dari Elang.


"Aku sangat yakin jika Zoe siap menjadi Istriku dan pendamping hidupku," balasnya.


Mereka sudah berada di dalam lift akan menuju lantai tempat Zoe dan Zidane berada.


"Ya Allah apa aku harus jawab ya di hadapan Abang Elang, tapi gimana jika dia menyakiti hatiku dan mengecewakan aku nantinya."


Zoe memandang ke arah luar jendela kaca yang tinggi itu. Dia bersandar di ujung meja kerja adiknya. Zidane yang mengetahui kegelisahan hati kakaknya hanya terdiam dan tidak ingin ikut campur dan banyak bertanya, kecuali Zoe sendiri yang curhat dengannya barulah dia sedikit memberikan masukan atau apa lah itu.


Mata indah dengan bulu mata lentiknya masih asyik menatap langit biru di atas sana. Cinta iya, sayang iya juga tetapi, untuk maju ke titik dan jenjang yang lebih serius sulit dia lakukan. Terlalu banyak pertimbangan yang muncul di dalam benaknya. Rasa takutnya lebih dominan merajai hati dan pikirannya.


...Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian....


...by Fania Mikaila Azzahrah...

__ADS_1


...Makassar, Kamis, 07 Juli 2022...


__ADS_2