
Happy Reading...
Perjalanan mereka terpaksa Harus diTunda beberapa hari Sampai Luka diderita Arya Sembuh. Pak Sahir mendirikan pondokan sebagai tempat tinggal mereka dibantu oleh Murid Arya.
Mudah-mudahan Kejadian ini tidak akan pernah terulang kembali dan Masyarakat Desa T bisa Bebas melakukan perjalanan ke Kota Besar. Mereka berharap tidak akan ada lagi generasi penyamun yang akan meresahkan masyarakat Desa T.
Arya mengalami luka yang cukup dalam dibagian perutnya untung Saja Luka Tusukan itu tidak mengenai Organ Vitalnya. Delia merawat Suaminya dengan penuh perhatian. Bahkan Delia melarang Arya untuk tidak bergerak berlebihan sebelum lukanya Arya dinyatakan benar-benar sudah Sembuh.
1 Minggu kemudian,Pak Sahir mendatangi pondok Arya lalu memeriksa keadaan Arya. Pak Sahir dibantu oleh Caca dalam meracik ramuan obat-obatan. Karena persediaan obat Pak Sahir beberapa hari yang lalu habis, Maka pak Sahir mencari beberapa daun obat-obatan di Sekitar hutan tempat mereka mendirikan pondokan. Ternyata di Hutan itu banyak sekali tumbuh Tumbuhan yang sangat cocok dan baik untuk dijadikan Obat. Pak Sahir telah selesai memeriksa keadaan Arya dan menyatakan Kalau Luka Bekas Tusukan Arya sudah sembuh bahkan lukanya terbilang cepat kering.
Pak Sahir menyuruh Delia untuk membuka pakaian Arya untuk mempermudah mengobati luka Suaminya.
Mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya. Barang-barang yang ada sudah mereka Kemas ke dalam kereta. Perjalanan mereka lanjutkan yang Hanya tersisa beberapa hari lagi.
Perjalanan mereka begitu lancar dan Aman. Tidak ada lagi hambatan yang berarti disaat dalam perjalanan. Pasokan Bahan makanan dan yang lainnya Masih Sangat banyak.
Tepatnya Hari Jum'at. Rombongan mereka sampai di perbatasan Antara Desa T Dey Kabupaten G. Di sanalah mereka harus berpisah. Berat Hati untuk mengucapkan kata perpisahan.
Arya memeluk satu persatu orang-orang yang telah membantunya dan mengantarnya sampai ke Kabupaten G. Arya tak kuasa menahan tangisnya. Arya Sudah menganggap mereka adalah Keluarganya. Pak Sahir ikut meneteskan air matanya dikala Zack dan Zoe memeluknya.
"Kakek jangan nangis, kalau kakek nangis Zoe gak mau datang jenguk Kakek loh, Zoe juga gak akan beliin oleh-oleh" Ucap Zoe Sambil menghapus air mata pak Sahir.
Zoe digendong oleh pak Sahir. Selama di Desa Zoe sangat Dekat dengan Pak Sahir. Pak Sahir tersenyum menanggapi perkataan Dari Zoe.
"Iya Kek, Jangan sedih terus kata Ayah nanti kami akan datang lagi ke Desa T kalau urusannya Ayah Arya sudah beres Kek jadi STOP dong Nangisnya,Kakek kayak anak kecil deh nangis Mulu" ucap Zack disertai tawa dari orang-orang yang berada di Sana.
Delia mendekat ke arah pak Sahir dan memeluk pak Sahir Orang yang telah dianggap sebagai Ayahnya sendiri dan selalu berada digaris depan jika Keluarganya membutuhkan bantuan selama di Desa T.
__ADS_1
"Makasih banyak pak , berkat bantuan Bapak Saya, Arya dan si Kembar bisa selamat dan bernafas Sampai detik ini, Saya tidak tahu dengan Cara apa Saya membalas Budi Bapak".
Ucap Delia sambil memeluk pak Sahir yang bagaikan memeluknya Ayahnya sendiri.
"Insya Allah pak kalau urusan Saya di Kota telah selesai dan saya tidak sibuk. Saya pasti akan sempatkan untuk datang menjenguk kalian di Desa" ucap Arya.
"Doakan Saya pak Moga urusan Saya cepat selesai dan mendapatkan Titik terang dari urusan Saya itu" Ucap Arya menambahkan.
"Amin ya rabbal alamin" Jawab serentak Mereka yang ada di sana.
"Insya Allah urusanmu dilancarkan oleh Allah dan dimudahkan segala urusanmu, dan selalu berserah diri kepada Allah karena Allah yang maha besar dan maha berkendak Nak, jangan Lupa Shalat 5 waktumu untuk selalu mengerjakannya bagaimana pun keadaanmu" Ucap Pak Sahir sambil melepaskan pelukannya dikarenakan sudah ada mobil yang menuju ke arah mereka.
Arya mendekati Salah satu muridnya yang menjadi kebanggaannya selama ini dialah Rusdianto.
Arya menepuk bahu Rusdianto dan mengucapkan sepatah kata.
"Ingat teruskan semua yang pernah aku mulai di Desa jangan berhenti dikarenakan ketidak hadiranku di Sana, Kalau bukan kamu yang melanjutkan dan mengembangkannya aku tidak tahu harus meminta sama siapa lagi" Ucap Arya.
Arya menghentikan mobil itu dan Mereka Arya yang akan menyewa mobil itu sampai ke Kota. Kalau mereka naik Bis pasti akan butuh waktu 3 hari perjalanan sedangkan kalau naik mobil perjalanan Hanya memakan waktu 2 hari Saja.
Mobil yang ditumpangi Arya beserta anak dan istrinya perlahan-lahan meninggalkan perbatasan Desa T dengan kabupaten G.
Di Mana ada pertemuan disitu Pasti ada perpisahan. Waktu terus berjalan Tanpa menghiraukan kepergian dari orang yang kita sayangi.
Di Rumah utama Wiguna, Beberapa rombongan ibu-ibu pengajian mendatangi kediaman Keluarga Wiguna. Mereka akan mengadakan pengajian 2 tahun Kematian Arya dan istrinya. Mama Elisabeth mengundang beberapa ibu-ibu pengajian dan Uztad untuk membantu mendoakan keluarga yang telah Tiada.
Kesedihan yang dirasakan oleh keluarga Wiguna masih sangat jelas. Air mata Mama Elisabeth dan Oma Estella tak henti-hentinya menetes Mereka masih tidak percaya dengan kenyataan kalau anak, Menantu dan cucu mereka telah pergi untuk selamanya.
Sampai detik itu juga Pak Wiguna tidak memberitahukan kepada mereka kalau yang menjadi korban dan meninggal itu bukanlah Arya dan keluarganya. Karena sampai sekarang pun. Beliau belum berhasil menemukan otak pelaku dari pembunuhan itu.
__ADS_1
Pak Wiguna Hanya bisa menatap Foto anaknya jika Beliau merindukannya dan selalu mengucapkan kata Maaf.
Foto Arya bersama Ayahnya disaat merayakan ultah Pak Wiguna ayahnya.
Setiap kali pak Wiguna melihat Foto itu Pak Wiguna Lansung meneteskan air matanya dan timbul berbagai penyesalan dalam benaknya. Tapi hal ini Pak Wiguna tidak ingin mengutarakannya kepada istrinya.
Segala Do'a Mereka panjatkan untuk keselamatan Anak kembar Arya yang sampai saat ini belum ditemukan keberadaannya dan tidak tahu apa kah masih hidup atau sudah meninggal.
TBC...
Alhamdulillah mkasih banyak kakak Readers yang telah memberikan dukungannya kepada BDP 🙏🙏
Sesuai permintaan Kakak Readers Fania UpDate 1 bab lagi. Sebagai Ucapan Makasih FANIA kepada Kakak Readers yang telah menyempatkan waktunya untuk membaca Novel FANIA 🙏🙏.
Fania Minta Isi Dong kakak Kolom Komentarnya dan Bagi sedikitlah VOTEnya untuk BDP supaya Fania semakin semangat Untuk Update 😅😚🙏🙏🙏.
Makasih banyak FANIA ucapkan kepada kakak Readers yang telah memberikan dukungannya kepada BDP 🙏🙏🙏.
Tetap Favoritkan BDP yah Kakak Readers 🙏🙏.
Mohon Doanya agar BDP Cepat lulus Kontrak 🙏🙏
Selangkah lagi BDP akan lulus Kontrak.
__ADS_1