
Happy Reading..
Arya dan Delia sampai ke kota dengan selamat. Mereka menginjakkan kakinya kembali di Kota Setelah kurang lebih 2 tahun tinggal di Desa T. Mobil yang mereka tumpangi berhenti di Terminal bus P.
Luka yang diderita Arya juga sudah tidak pernah dirasakan Sakit lagi oleh Arya. Berkat beberapa ramuan obat tradisional yang diracik oleh pak Sahir dan Delia sendiri.
Setelah sampai di Terminal bus P, Mereka ingin langsung ke rumah Delia Karena rumah Delia letaknya lebih dekat dari terminal dibandingkan rumah pribadi Arya.
Tapi sebelum mereka melangkahkan kakinya untuk melanjutkan perjalanannya, tiba-tiba Zoe ingin buang air kecil.
"Ma Zoe pengen pipis, antar Zoe ke Toilet yah Ma" Zoe berkata demikian sambil menunjuk ke arah Toilet.
"Baik sayang kita Toilet dulu yah"
"Yah, Mama antar Zoe Dulu sekalian mama cari tempat untuk shalat subuh" ucap Delia.
"Kalian Hati-hati yah sayang". ucap Arya.
Delia dan Zoe berjalan ke arah Toilet, sedangkan Arya dan Zack mencari tempat untuk duduk yang tak jauh dari toilet.
"Maaf pak, bisa geser dikit Pak?" ucap Arya.
Bapak itu langsung menggeser tempat duduknya dan menatap intens ke arah Arya. Arya yang ditatap seperti itu heran.
Arya mengambil beberapa Surat kabar yang ada ditumpukan Surat kabar yang ada di atas kursi tunggu. Arya mencari beberapa berita bisnis yang lagi Hangat dan ingin mengetahui perkembangan Perusahaannya tapi Matanya tanpa sengaja melihat Fotonya terpampang jelas di Surat kabar itu. Arya semakin dibuat penasaran dan matanya terbelalak setelah membaca berita kematiannya dengan Delia.
Raut muka Arya langsung memerah bahkan urat syarafnya seakan-akan ingin keluar disebabkan kemarahannya.
Arya baru tahu kalau dia dan keluarganya dikabarkan meninggal dunia dalam kecelakaan mobil ketika dalam perjalanan pulang dari pantai ke kota. Arya bener-bener shock membaca berita itu. Arya semakin dibuat tak percaya dengan berita itu.
Padahal kenyataannya Mobil yang mereka pakai, dicuri oleh seseorang disaat Arya melaksanakan shalat isya bergantian dengan Istrinya. Dan Untung saja waktu itu Delia tidak ikut dalam mobil karena menemani Zoe ke Toilet ingin pup. Dan karena terburu-buru Delia lupa mengambil kunci mobilnya. Mobil mereka dibawah kabur oleh pencuri.
Bahkan barang-barang yang sempat diselamatkan oleh Arya hanya tas kecil milik Zoe yang tak pernah lepas dari punggungnya.
Dari situlah Awal kisah mereka hingga tersesat sampai ke Desa T.
Delia dan Zoe menghampiri Arya dan Zack yang duduk di kursi tunggu. Delia memperhatikan raut wajah suaminya yang tidak biasa. Delia menyentuh lengan Suaminya.
"Kakak tidak apa-apa kan??" Ucap Delia.
Arya dibuat kaget oleh kedatangan Delia.
Hingga surat kabar yang dipegangnya langsung terjatuh ke lantai. Delia memungut surat kabar itu dan Delia juga kaget setelah membaca artikel berita tentang kematian mereka. Dari situlah Delia tahu penyebab Suaminya nampak tegang.
__ADS_1
"ini tidak mungkin kan kakak pasti ada Kesalahan pahaman dari berita ini??" ucap Delia.
"Aku pun kaget dan shock setelah melihat berita itu, pantesan bapak-bapak itu melihat ke arahku yangseakan-akan melihat hantu" ucap Arya.
"Tapi dari mana mereka sampai tahu dan mengeluarkan berita itu??". ucap Delia.
Arya termenung dan teringat tentang yang terjadi terakhir kalinya.
"Waktu itu kan saya menelepon Adrian untuk datang ke lokasi kita setelah melihat ada beberapa mobil yang mengikuti kita, Tapi karena Kita Singgah ke Mesjid Akhirnya aku tidak melihat keberadaan mobil yang mengikuti kita lagi".
"Apa karena orang yang mengikuti kita itu penyebab jatuhnya mobil kita ke dalam jurang?" Tanya Delia.
"Benar sekali untuk mengetahui itu Kita segera pergi dari sini sebelum ada yang curiga kalau kita masih hidup" ucap Arya.
Mereka berjalan tergesa-gesa dan singgah ke Toko Swalayan untuk membeli masker agar tidak ada yang mengenali wajah Mereka. Arya menyewa Motel dan tidak ingin menyewa hotel bintang lima,Arya khawatir jika kedatangannya sampai diketahui oleh orang yang berada dibalik perencanaan kecelakaan mobilnya.
Motel yang disewa Arya berada tidak jauh dari terminal bus P. Arya menidurkan anak-anaknya dan mengajak istrinya untuk membahas berita kematiannya.
"Pantesan Tak ada satupun yang mencari keberadaan kita karena mereka menganggap kita sudah meninggal, aku Fikir Mereka Bahagia setelah kepergian kita" ucap Arya dan teringat dengan wajah mama Elisabeth dan Oma Estella ketika membaca surat kabar itu yang menampilkan wajah mereka yang sangat Sedih.
"oiy kak di dalam mobil itu hanya ada Dua korban kan dan tidak ada mayat anak-anak, berarti ceritanya si kembar sampai sekarang belum ditemukan keberadaannya" ucap Delia.
"iya benar sekali" ucap Arya.
"Itu Benar Kakak, tidak mungkin Ayah dan Adrian tidak bertindak, semakin ke Sini permasalahan ini semakin menimbulkan berbagai pertanyaan dan teka-teki" ucap Delia.
"Apa mungkin Ayah dan Adrian mengetahui kebenarannya tapi mereka rahasiakan hal itu dari orang lain??" ucap Arya.
"Selama ini orang-orang dan keluarga sudah menganggap kita sudah meninggal sedangkan kita tak tahu Sama sekali keadaan di Kota Setelah berita kematian kita" Ucap Delia.
"Tapi siapa pelakunya, Ayah tega sekali melakukan hal ini kepada kita??". Arya tampak frustasi memikirkan jika Ayahnya lah yang melakukan ini semua.
"Tapi Aku sangat yakin bahwa bukan Ayah yang melakukan ini semua walaupun kita tahu kalau ayah tidak merestui hubungan kita" ucap Delia.
"Aku pun sempat berpikir demikian tapi kalau bukan Ayah terus Siapa, apa kah salah satu pesaing bisnis Kakak atau Kakak punya dendam atau masalah dengan orang lain??" ucap Delia.
"Aku sudah lama di dunia bisnis Tapi kejadian seperti ini belum pernah terjadi di perusahaan ataupun dikeluargaku, Karena kami memperlakukan pesaing bisnis kami seperti Teman tidak seperti lawan yang harus dihancurkan, karena itu lah Perusahaan Ayah semakin sukses dan disegani oleh pengusaha lainnya".
Mereka terdiam dan Sibuk dengan pemikirannya masing-masing. Arya memikirkan siapa otak dari kecelakaan itu sedangkan Delia memikirkan cara untuk mengetahui apa motif dari kecelakaan maut itu.
"Gimana kalau kita memanfaatkan berita di kembar yang belum ditemukan keberadaannya sampai sekarang?" ucap Arya.
"Maksudnya gimana apa itu tidak beresiko terhadap kesalamatan si kembar kak??" ucap Delia.
__ADS_1
Arya kemudian menjelaskan secara detail rencananya Kepada Delia. Mereka benar-benar sudah siap untuk melakukan rencana itu.
"Berarti mulai besok kita harus mengatur siasat gimana caranya keberadaan si kembar diketahui oleh Ayah tanpa mereka tahu keberadaan kita" ucap Delia.
"Benar sekali, Kita ajarkan kepada Zack dan Zoe untuk berpura-pura tidak tahu kalau selama ini kita berhasil lolos dari kecelakaan maut itu dan hidup di Desa T" ucap Arya.
"Berarti kita harus cari orang yang Bisa membantu kita untuk melakukan rencana kita ini" ucap Delia.
"Tapi siapa orang yang bisa berakting dengan bagus, rencana kita harus berjalan mulus tanpa menimbulkan kecurigaan dari pihak mana pun".
Setelah beberapa saat, Mereka memikirkan orang yang tepat untuk membantu mereka akhirnya menemukan satu Sosok yang paling pas. Pilihan mereka jatuh kepada sosok Pak Adam dan Istrinya orang yang bekerja sebagai Security tempat tinggal Delia. Delia dan si kembar selama ini cukup dekat dengan keluarga pak Adam.
Mereka memutuskan untuk menemui pak Adam dan Istrinya dan akan menceritakan tentang rencana mereka.
TBC...
Maafkan FANIA yang bisa update 1 bab Saja. Dikarenakan Saya kurang Sehat 🙏🙏🙏.
Fania ingatkan untuk tetap mendukung BDP Dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5, FAVORITKAN,SARANnya dan VOTENYA yah Kakak Readers 🙏🙏🙏.
Makasih Banyak FANIA ucapkan untuk kakak Readers yang sudah berikan Bintangnya 💫
Kalian juga bisa membantu BDP Dengan Cara:
Ayo bantu BDP Agar posisinya Naik.
MOHON BANTUANNYA KAKAK READERS 🙏🙏🙏 Agar FANIA semakin semangat Untuk Update..
Makasih....🙏🥰😍
__ADS_1