
Happy Reading...
2 Minggu kemudian, Kedatangan Presdir Baru di perusahaan yang telah lama-lama ditunggu kehadirannya. Segala macam persiapan untuk menyambut kedatangan Presdir Baru itu pun telah selesai. Hiruk Pikuk dibagian Acara pelaksana Semakin Nampak kesibukannya.
Seperti halnya di bagian keuangan Divisi Delia Juga telah mempersiapkan diri mereka dengan Baik. Bagian divisi keuangan tidak ingin memberikan kesan pertama yang buruk. Kepala bagian keuangan meminta Delia untuk mempresentasikan kemajuan yang mereka raih selama 5 tahun belakang.
Delia tak merasa keberatan dengan hal ini. Delia juga telah mempersiapkan dirinya untuk tampil di depan Presdir mereka.
"Del, gimana dengan persiapan presentasi kamu,apa semuanya sudah beres?" Tanya Rina.
"Alhamdulillah semuanya sudah siap, moga nanti hasilnya memuaskan yah Rin, kalau boleh jujur aku Takut jangan sampai presdirnya galak". Ucap Delia.
"Amin yra. Katanya sih dari orang-orang Presdir yang baru itu orangnya Dingin, Cuek dan kalau ngomong irit,tapi satu hal yang paling membuat karyawan heboh orangnya Cakep plus tampannya mengalahkan oppa-oppa Korea loh Del" Rina berbicara sambil mengkhayalkan sosok Presdir barunya.
Delia memukul lengan Rina.
"Wooo bangun masih pagi nih, jangan mimpiin cowok yang bukan calon suamimu, nanti aku tanya Indra loh kamu baru tau rasa" Delia berkata demikian sambil tertawa cengengesan.
"Mengangumi orang lain belum tentu suka dan cinta Del, Hati ini hanya untuk calon Suamiku seorang" Rian berucap sambil menunjuk Bagia dadanya dengan penuh dramatis.
"ISS lebay deh" ucap Delia
"Aku yakin kamu juga akan kagum melihat wajahnya sang Presdir, aku yakin itu" Ucap Rina.
"Lebih cakepkan Ayhanya si kembar" Canda Delia.
Delia termenung dan memikirkan tentang Suaminya yang sudah 5 tahun tak ada kabarnya.
"Hay Hay gaes Gimana dengan persiapan kalian,apa sudah siap?" Tanya Wita.
"Insya Allah siap lahir batin" Jawab Rina
"Kamu ni kayak mau ketemu calon Suamimu Saja, ada-ada saja deh" Delia menimpali.
"Kalau gitu kita cepat cus berangkat, sebelum kena Omelan dari atasan kita" Kata Wita.
Mereka menuju Tempat pertemuan. Semua anggota dari masing-masing Divisi hadir diacara penyambutan Presdir baru. Mereka berkumpul di aula pertemuan.
Delia, Rina dan Wita mencari tempat duduk yang nyaman dan bagus untuk melihat wajah dari presdirnya.
Pintu Aula terbuka dan masuklah rombongan pimpinan tertinggi,para pemegang saham maupun pimpinan setiap divisi. Bahkan Delia sempat kaget melihat Arman berada di samping JM. Tapi buru-buru Delia mengalihkan perhatiannya,Delia tidak ingin bertatapan dengan Arman. Delia Merasa Akhir-akhir ini Arman selalu ingin dekat dengannya.
__ADS_1
"Rina, Presdir baru kita yang mana, yang Masuk ini kan cuma orang-orang lama Saja?" Tanya Wita
"Jangan-jangan Gak jadi datang Presdirnya" ucap Rina
Delia hanya diam dan menyimak kasak kusuk dari bibir Karyawati lainnya. Banyak diantara mereka yang mengagumi sosok pimpinan yang hadir di tempat ini.
Acara pun dimulai. MC dari acara membuka acara dengan sepata kata, Dan dilanjutkan dengan sambutan dan pidato singkat dari setiap kepala bagian divisi. Tibalah saatnya sang mantan presdir sekaligus pemilik perusahaan dan pemegang saham tertinggi di Perusahaan Sinopec Group.
"Del, Presdir lama saja yang sudah Tua masih cakep dan berkharisma apa lagi anaknya yang masih muda" kata Rina
" Iya bisa jadi" hanya itu yang terucap dari bibirnya Delia.
Pak Wiguna Albert Said menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh audience yang Hadir dikarenakan Anaknya belum Hadir dikarenakan sesuatu dan lain hal yang tidak bisa diutarakan di tempat ini.
Sebelum MC Menutup Acara, tiba-tiba Pintu besar yang tinggi mengjulang terbuka Lebar. Menimbulkan suara yang berdecit dan membuat seluruh perhatian tertuju ke arah pintu.
Masuklah sosok yang telah Lama ditunggu. Ya dialah Presdir Baru dari Perusahaan Sinopec Group yang telah Lama ditunggu kehadirannya. Presdir Baru itu berjalan dengan gagah dan penuh kewibawaan dan tampak diwajahnya aura kepemimpinan yang sangat kuat. Tatapan matanya bagaikan Elang yang ingin menerkam mangsanya. Aura dingin seakan-akan menjalar ke seluruh ruangan. Arya tak bisa tersentuh. Tapi jika Itu mengenai Anak-anak dan keluarganya maka keluarlah sisi lemahnya Arya.
Tak ada yang berani berbicara bahkan berkomentar lagi. Mereka Hanya memusatkan perhatiannya kepada presdir baru itu.
Tatapan mata Arya sang presdir baru itu tertuju ke sosok Delia. Arya langsung mengalihkan perhatiannya Karena tidak ingin membuat Ayah dan seluruh yang datang bertanya tentang arti dari pandangannya.
Acara pun selesai dan para karyawan dan karyawati yang hadir serta seluruh jajaran direksi pun mengundurkan diri dari tempat itu.
Delia tidak memperhatikan baik wajah dari Presdirnya dikarenakan Delia sedang mengirim pesan ke wali kelas anak-anaknya.
"Ada apa Del, tampaknya kamu lagi ada masalah?" tanya Rina
Delia Merasa gelisah dengan anak-anaknya hal itu nampak jelas terlihat diwajah cantiknya Delia. Seperti itulah yang terjadi jika berhubungan dengan si Kembar. Delia tidak Akan pernah bisa menyembunyikan kekhawatirannya.
"Gimana yah Rina, Aku ingin meminta ijin untuk ke Sekolah si kembar tapi hari aku harus mempresentasikan di depan Presdir baru kita?" Delia dilema dengan hal ini.
"Tunggulah beberapa saat baru kamu minta ijin untuk pulang, selesaikan dulu disini" ucap Wita.
"Iya Del, Do'akan Saja moga tidak terjadi sesuatu yang tak baik kepada si kembar" Kata Rina
"Amin" Ucap Delia
Pintu terbuka dari luar dan menampilkan sosok Presdir Baru mereka.
__ADS_1
Setelah memaparkan beberapa hal saatnya giliran Delia untuk menampilkan presentasinya.
Sebelum memulai persentasinya Arya dan Delia saling bertatapan dan itu terjadi beberapa saat.
Untuk menormalkan keheningan yang terjadi.
Arman mulai bersuara.
"Saudari Delia silahkan memulai pemaparan Anda" Ucap Arman
Delia hampir hilang konsentrasinya dikarenakan melihat wajah Presdirnya seakan-akan wajah suaminyalah yang nampak di depan matanya.
Rina menyenggol lengan Delia.
"Maaf" Hanya kata maaf itu yang keluar dari bibir Delia.
Delia pun memaparkan Presentasinya dengan lancar dan Baik, Bahkan Kepala divisi keuangan sangat bangga dengan hasil presentasi Delia.
Setelah dari ruangan bagian Keuangan,Arya dan rombongannya menuju Ruangan Divisi lain.
Delia pun meminta ijin untuk pulang kepada Atasannya yaitu Ibu Widya. Untung saja ibu Widya puas dengan hasil presentasi Delia jadi Ibu Widya tidak mempersulit ijin Delia, bahkan Ibu Widya tidak banyak Tanya.
Delia segera mengambil tasnya dan kunci motornya. Dan bergegas ke arah parkiran khusus karyawan yang mengendarai motor.
Delia terburu-buru berjalan bahkan kadang Delia berlari Kecil. Hal itu tidak luput dari perhatian Arya yang keluar dari bagian Humas.
TBC...
Akhirnya mereka ketemu yah Readers. Kira-kira Apa yang terjadi setelah pertemuan mereka. Tapi Delia tidak tahu kalau itu Arya Suaminya yah Readers.
Dan gimana kabarnya Oma Elisabeth dan Aunty-auntynya si Kembar yah????
Penasaran yah...
Jangan lewatkan Updatenya yah Readers..
Typonya tolong dimaklumi,🙏🙏
Mohon Kritikan dan Masukannya KK.
Makasih banyak Untuk Semua Readers yang telah Sudi membaca Novel Fania 💞💞💞
__ADS_1