
Happy Reading...
Kepulangan Nyonya Lusiana Maminya Pricilla ke UK menyisakan kesedihan dihati Cilla. Tapi, itu harus beliau lakukan mengingat Dia harus kembali ke rumahnya bersama suaminya yang sudah dia tinggalkan dua bulan lamanya.
Pertemuan tidak terduga dan tidak terencana antara Pricilla, Andreas dan Laila.
"Laila kenalkan ini Margaretha Agatha Pricilla istri sah saya dan Kami akan segera memiliki seorang anak," jelas Andreas lalu mengelus perut Istrinya yang masih datar dengan penuh kasih sayang.
"Itu tidak mungkin, pasti kalian bohong, kalau kalian sudah menikah kenapa ke Dua orang tua Kamu tidak bilang sama Keluargaku," ucap Laila dengan wajah yang tidak percaya.
Laila tidak mempercayai semua fakta yang ada di depan matanya. Dia sangat marah, tapi berusaha untuk menutupinya dari mereka. Laila berusaha sekuat tenaga menutupi sifat aslinya.
Amarahnya yang meledak dan meletup itu seperti kebiasaannya di rumahnya, jika menginginkan sesuatu yang tidak terpenuhi maka dia akan mengamuk bahkan berbuat yang melebihi batas normal.
"Hahahaha kalian sangat lucu, bercandanya cukup deh, aku ingin tertawa melihat akting kalian," ucapnya yang tidak ingin mempercayai fakta yang sudah jelas keasliannya.
"Itu hak Kamu, Kami tidak akan memaksamu untuk percaya," ucap Andreas dengan memeluk pinggang istrinya dengan sangat posesif.
"I don't want to be bothered. You want to believe it or not, it's your right, the important thing is that we will have a baby soon,"
Setelah berkata seperti itu, Andreas dan Cilla berniat meninggalkan Laila yang masih berdiri mematung saking tidak percayanya dengan kenyataan yang ada di depan matanya.
Cilla tiba-tiba mual dan ingin memuntahkan seluruh makanan yang ada di dalam perutnya. Cilla tersenyum manis ke arah Laila dan tanpa aba-aba, dia memuntahkan cairan bening ke tubuhnya Laila.
Kebetulan saat berjalan mereka berpapasan sehingga Cilla tanpa rencana dia menarik tangan Laila lalu muntah. Hal tersebut membuat jijik dan ilfil dengan sikapnya Cilla.
Cilla hanya tersenyum menanggapi kemarahan di wajahnya Laila.
"Maaf, aku tidak bisa menahannya," terang Cilla yang meminta maaf kepada Laila.
Andreas tersenyum penuh kelicikan melihat wajahnya Laila sudah memerah menahan rasa amarahnya seperti seseorang yang menahan pufnya.
Laila hanya bisa termangu melihat laju mobilnya Andreas bersama Cilla. Laila segera merogoh tasnya untuk mencari keberadaan Hpnya. Dia ingin segera mengabarkan kepada ke dua orang tuanya bahwa Andressa berada di Indonesia.
Dia pun sudah menyusun rencana untuk membalas perlakuan mereka yang sudah mempermalukannya di depan umum.
"Aku akan balas apa yang Kamu lakukan padaku hari ini, akan lebih parah dari hari ini, jadi bersiaplah kalian," dengan wajah yang penuh amarah dan kebencian yang sudah merajai dan menguasai hatinya.
Dia mengepalkan tangannya dengan sangat kuat hingga buku-buku tangannya terlihat jelas di atas kulitnya yang putih mulus itu.
Andreas melajukan mobilnya ke arah jalan raya. Andreas sedari tadi sering melirik istrinya sepintas. Andreas melihat wajah istrinya yang tersenyum penuh arti sedari tadi.
Mereka tidak perduli dengan apa yang akan dilakukan oleh Laila. Bagi mereka cobaan dan Ujian apa pun yang menerjang hubungan mereka, bagi mereka itu tidak masalah selama mereka selalu bersama.
__ADS_1
Mereka saling menguatkan satu dengan yang lainnya. Batu sandungan apa pun yang datang menghadang mereka akan selalu siap dan sabar menghadapi semuanya itu.
Andreas berinisiatif untuk memeriksa kondisi istrinya. Dia pun memegang keningnya Pricilla.
"Sayang Kamu baik-baik saja kan, gak ada yang aneh atau yang lain-lain Kamu rasakan kan?" tanya Andreas.
Andreas mulai cemas dan mengkhawatirkan keadaan istrinya karena menurutnya istrinya terlihat aneh setelah memuntahkan cairan ke atas pakaiannya Laila calon tunangannya Andreas.
Ia pun menyentuh kening istrinya dan memastikan apa kondisi tubuh Pricilla baik-baik saja atau tidak. Dengan menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kirinya serius dan masih Setia berada di atas setir kemudi mobilnya.
Cilla masih tersenyum dan memajukan sedikit Wajahnya ke wajah Andreas, dengan penuh keberanian dia mengecup sekilas bibir kenyal, saksi dan sedikit montok itu.
"Aku baik-baik saja Kok sayang, hanya saja Aku terlalu bahagia jika kembali mengingat kejadian yang barusan terjadi pada kita," jawabannya.
Cilla mengalungkan tangannya ke lengan kirinya Andreas sedangkan kepalanya bersandar di pundak suaminya.
"Abang, gimana kalau kita ke Rumah Sakit dulu sebelum pulang ke rumah Uncle Arya?" tawar Cilla.
"Itu ide yang bagus baby, Kamu harus rajin memeriksakan diri dan kandungan Kamu mulai dari sekarang sayang," ujarnya lalu menciumi punggung tangan istrinya yang halus, putih mulus itu.
"Bagaimana kalau periksanya di Rumah Sakit DA milik uncle Arya saja Abang?" tanya Cilla yang mengusulkan untuk periksa di RS pribadi milik Delia.
"Lebih bagus lagi sayang,jadi ke depannya akan lebih muda untuk mengontrol kondisi kesehatan Kamu dan janin yang ada di dalam kandungan Kamu," jelasnya.
Andreas lalu mengelus perut datar Cilla dengan penuh kasih sayang dan perhatian yang sangat dia curahkan untuk istrinya seorang.
"Alhamdulillah kalau ada keluarga yang bisa membantu memeriksa Cilla sih Abang, kalau gitu Cilla telpon Aunty Delia dulu untuk meminta nomor kontak hpnya Bunda Aulia agar beliau mengetahui kalau kita akan Konsul dan periksa di sana," terang Cilla.
Andreas tersenyum penuh kegembiraan melihat istrinya begitu antusias menyambut kehadiran calon bayi mereka sekaligus anak pertama mereka juga.
"Abang jangan lihatin Cilla gitu terus dong,kan jadi malu, Abang fokus saja nyetir mobilnya, kalau Cilla mah tidak akan ke mana-mana kok akan selalu berada di samping Abang," dengan penuh manja Cilla berbicara seperti itu kepada suaminya.
Andreas menoel hidung mancung yang sedikit bangir milik Cilla. Dia segera menelpon nomor hp Delia.
"Hallo, assalamu alaikum Aunty cantik?" ucap salam Cilla.
Cilla sudah terbiasa mengucapakan salam, padahal selama ini dalam kesehariannya, Pricilla sekalipun tidak pernah bersikap seperti itu.
Cilla pun bahagia karena selama mengenal dan menikah dengan Andreas Banyak perubahan positif yang dia lakukan dan alami.
Hal ini pun diakui oleh Maminya dan sangat bahagia sekaligus bersyukur karena anaknya semakin dewasa dan bijaksana di usianya yang masih sangat terbilang muda.
"Waalaikum salam sayang, bagaimana dengan Mami Kamu apa sudah pulang ke UK? tanya Delia.
__ADS_1
"Alhamdulillah Mami sudah balik ke Inggris, sekitar sejam yang lalu, oiya Aunty saya mau minta nomor hpnya Bunda Aulia dong," pinta Cilla.
"Kamu mau cek kehamilan Kamu yah sayang?" tanya balik Delia lagi.
"Iya Aunty, kebetulan kami masih di luar jadi ke RSnya Uncle saja lah yang kebetulan terdekat dari sini," balasnya.
"Itu bagus banget sayang,Kamu mulai sekarang harus rajin periksakan kondisi Kamu dan calon anakmu itu,agar tumbuh kembangnya bagus," ucap Delia sambil mencari nomor hp Aulia Kakak sepupunya Arya Wiguna Albert Kim Said.
"Aunty muntah-muntah itu wajar kan kalau usia kandungan masih muda?" tanya Cilla.
"Kalau masalah morning sicknes itu hal yang wajar dialami oleh Ibu hamil diawal Kehamilannya,ada juga loh ibu-ibu yang muntah-muntah hingga usia kandungannya masuk ke bulan akhir masa kehamilannya,"
"Oohh gitu yah Aunty."
"Kamu baik-baik saja kan sayang?" tanya Delia yang mulai cemas.
"Alhamdulillah aku baik-baik saja kok Aunty, hanya saja tadi sempat muntah sekali di atas pakaiannya orang sih," ujarnya yang kembali tersenyum mengingat hal itu.
"Aku sudah kirim sayang nomor hpnya bunda Kamu, kalau selesai segera pulang ke rumah, ingat Kamu itu sedang hamil harus banyak istirahat,"
"Makasih banyak Aunty, Cilla tutup dulu telponnya, assalamu alaikum."
"Waalaikum salam," jawab Delia dibalik telponnya.
Sambungan telpon pun terputus. Andreas membelokkan mobilnya di depan Jalan karena akan segera ke RS DA.
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian😘🥰, jangan bosan untuk memberikan dukungannya kalian kepada BDP yah 👌.
Jangan Lupa untuk mampir ke Novelku yg judulnya:
Sang Penakluk
Cinta Yang Tulus
Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar
Tetap Dukung BDP dengan Cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya dan Votenya Juga serta Giftnya yah ✌️
********To Be Continued********
__ADS_1
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Selasa, 21 Juni 2022