Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 334. Berakhir Dengan Duka


__ADS_3

Happy Reading..


Cincin pernikahan hanya sebuah simbol kebahagiaan, tetapi kebahagiaan sesungguhnya ada dalam bahtera rumah tangga.


Pernikahan yang hebat bukanlah ketika pasangan sempurna berkumpul bersama, melainkan ketika pasangan yang tidak sempurna belajar untuk menikmati perbedaan mereka.


Bila memang engkau tak lagi cinta


Lebih baik engkau katakan saja


Kurelakan bila kau ingin pergi


Meninggalkan luka di dalam hati


Cukup sudah kau lukai hatiku


Yang selalu tulus mencintaimu


Ku iklaskan semua yang terjadi


Kuakhiri, cukup sampai disini


Pergilah engkau bersamanya


Anggaplah diriku yang tak pernah ada


Aku mohon, jangan lukai hatinya


Cukup aku saja,


Bila nanti engkau tak bahagia


Kembalilah pintu selalu terbuka


Namun, hati takkan bisa kembali


Seperti dulu lagi


Cukup sudah kau lukai hatiku


Yang selalu tulus mencintaimu


Ku ikhlaskan semua yang terjadi


Kuakhiri, cukup sampai disini


Pergilah engkau bersamanya


Anggaplah diriku yang tak pernah ada


Aku mohon, jangan lukai hatinya


Cukup aku saja.


Eliana sudah memutuskan semuanya dengan matang. Dia sudah cukup lelah dengan semua yang terjadi di dalam hubungan rumah tangganya.


"Maafkan Eliana Ma, sudah buat mama kecewa," Eliana memegang ke dua tangan Mama Elisabeth.


Mama Elisabeth menggelengkan kepalanya, lalu berkata,"Mama yang seharusnya minta maaf sama Kamu, semua ini kesalahan Mama yang telah menyetujui permintaan perjodohan kalian dulu."


"Kita tidak boleh terus larut dalam penyesalan, semua ini sudah jalannya Ma."


Eliana tidak ingin melepas pelukan Mamanya, tapi waktu keberangkatan kapal mereka sudah semakin mendekat sehingga dengan berat hati dia mengurai pelukannya.


"Kami berangkat dulu, insya Allah satu hari sebelum hari raya idul Adha kami akan datang."


"Hati-hati sayang," Delia meneteskan air matanya melihat putra sulungnya baru saja menikah, tapi mereka harus berpisah karena keadaan yang tidak memungkinkan.


Arya memeluk tubuh istrinya yang bergetar menahan isak tangisnya. Semua ikut dalam kesedihan saat mereka akan berpisah.


"Mommy," teriak Amanda.


Langkah kakinya Eliana terhenti lalu menolehkan kepalanya ke arah belakang. Dia melupakan keberadaan putri sambungnya yang tidak lama lagi akan melepas masa lajangnya dan akan menikah dengan Alexander.

__ADS_1


Amanda berlari lalu memeluk tubuh Elliana.


"Mommy gak marah kan sama Amanda?" tanyanya dengan deraian air matanya.


Eliana memegangi ke dua pipinya Amanda.


"Mommy tidak pernah melupakan Amanda, Mommy hanya minta maaf jika tidak bisa menjadi Ibu yang baik untuk Amanda, mungkin selama ini sudah membuat Amanda kecewa."


"Amanda bahagia dan bangga punya Mommy Eliana, andai saja Mommy tidak ada mungkin Amanda tidak akan tahu gimana kehidupanku selama ini."


"Mommy hanya bisa bilang, jangan sekali-kali membenci Daddy Kamu, walaupun Mommy sudah bercerai dengan Daddy Kamu, tapi bagiku Kamu tetap putri kecilnya Mommy sampai kapan pun," senyuman teduh dipersembahkan untuk putrinya.


Perpisahan di antara mereka menyisakan luka lara, mereka tidak menyangka jika mereka akan berada pada titik level terendah dalam hidupnya.


Malam semakin larut, Kapal yang mereka tumpangi pun sudah meninggalkan pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.


Zoya memeluk tubuh adik sepupunya itu. Mereka saling menguatkan satu sama lain.


Mark tidak menyangka jika istrinya yang selama ini selalu patuh dan penurut padanya, malam ini jadi istri yang membangkang dan berani meninggalkannya tanpa ijinnya.


Rasa egonya sudah menutupi rasa cinta dan sayangnya kepada anak-anak dan istrinya. Hidupnya berbanding terbalik setelah mengenal Keluarganya Jefri mantan calon tunangan Keyna putrinya.


Mark bahkan hanya marah-marah saja tanpa ada niatan untuk mengejar atau pun mencari keberadaan anak dan istrinya itu.


Satu Minggu kemudian, Mark kembali ke Prancis tanpa Eliana yang selalu menemani dan mendampinginya dalam keadaan apa pun. Bukannya pulang ke rumahnya, malahan dia mendatangi apartemen kekasih yang selama ini menjadi wanita selingkuhannya.


Wajahnya sedari tadi berseri-seri, serasa dia tidak pernah mengalami perceraian dengan istrinya yang sudah hampir 25 tahun hidup bersamanya.


Langkahnya pasti dengan langkah yang cukup panjang dan lebar. Dia menaiki lift dengan senyuman yang selalu setia menemani langkahnya. Dia bagaikan anak remaja yang baru mengenal cinta saja.


Tinngggg...


Bunyi pintu Lift terbuka, Dia berjalan tergesa-gesa saking tidak sabarnya untuk bertemu dengan selingkuhannya. Dia bersiap memegang gagang pintu Apartemen tersebut yang kebetulan tidak terkunci dengan password.


"Tumben gak dikunci?" tanyanya yang keheranan dengan sikap pacarnya yang tidak menutup pintunya dengan rapat dan menguncinya.


Karena tidak sabar akhirnya melupakan hal tersebut. Dia memutar kenop pintu itu dan berjalan masuk, hingga samar-samar telinganya mendengar suara yang tidak asing di telinganya yang membuatnya penasaran.


Matanya membulat sempurna, mulutnya menganga saking tidak percayanya dengan apa yang dilihat oleh kedua matanya itu.


Kekasihnya sedang bercumbu dengan pria lain yang sangat dikenalnya. Tubuh kekasihnya di genjot habis-habisan tanpa ampun sehingga suara erotis dari keduanya memenuhi ruangan kamar tersebut.


Dia tidak ingin menghentikan Apa yang mereka lakukan, malahan dia menunggu apa yang akan nantinya mereka bicarakan.


"Sayang aaahh punyamu semakin besar dan membuatku melayang," ucap Martha.


"Siapa yang lebih hebat dan perkasa Saya atau Mark?" tanyanya sedangkan tangannya tidak terlepas dari dua gundukan daging kenyal tersebut dengan ukuran yang sangat besar.


"Tentu saja Kamu lah sayang, Mark itu hanya aku jadikan tempat bank berjalan Aku jika sewaktu-waktu Aku butuh uang jadi caranya puaskan dulu dia walau pun Aku enggan untuk melakukannya bersamanya."


"Oohh benar kah sayang?" tanyanya yang baru Dia ketahui kebenarannya.


"Tentu saja, walaupun dia adalah kekasihku dan kamu adalah selingkuhan ku Tapi Hanya kamu yang Aku cinta bukan Mark," jelasnya.


"Makasih banyak sayang," jawabnya dengan nafas yang ngos-ngosan karena masih terus keluar masuk Cantik dari lubang buaya.


"Kamu perlu tahu jika Aku sudah berhasil menikah dengan Mark semua hartanya akan kita nikmati bersama,ingat hanya kita berdua saja."


"Serius Baby?"


"Tentu saja, kita akan tinggalkan Prancis jika aku sudah berhasil mendapatkan seluruh hartanya."


"Kalau gitu secepatnya saja Kamu menikah dengan Mark sayang," ucapnya yang tidak lelah berbincang sambil terus maju mundur cantik di belakang Martha.


Walaupun mereka menungging, tapi mereka sedikit pun tidak kelelahan padahal sambil berbicara. Tapi nafas mereka tetap stabil dan normal.


"Kamu kenalnya Mark di mana? Kok Kamu menyerahkan tubuhmu yang aduhai seksinya ini ke pelukan pria tua dibandingkan dengan aku yang masih muda."


"Aku dikenalkan sama Jeffri mantan pacarku itu dari situ lah setiap hari kami berhubungan saling menyalurkan hasrat masing-masing Bahkan aku menghasutnya untuk segera menceraikan istrinya bahkan karena kau lah Mark sering memukuli Istrinya walaupun tanpa ada kesalahan dari istrinya itu."


"Wooow Kamu hebat sayang, Aku sangat bangga dengan Kamu, wanita seperti Kamu lah yang aku cari," terangnya.


"Jika Kamu sudah mendapatkan semua harta Mark, giliran Aku yang akan meninggalkanmu tanpa uang sepeserpun."

__ADS_1


Mark sudah tidak tahan mendengar perkataan mereka. Dirinya sangat marah karena ternyata gara-gara dia lah dia harus berpisah dari anak-anak dan istrinya. Mereka pun sudah bercerai jadi tidak ada kesempatan untuk bersatu kembali.


Mark berjalan ke arah dapur dan mencari sesuatu yang bisa dia pakai untuk membuat mulut keduanya tertutup dan terdiam. Mark sudah muak mendengar perkataan mereka.


Martha dengan pria selingkuhannya belum juga berhenti hingga Mark kembali ke dalam kamar tersebut. Mark menenteng sebuah benda yang akan dia pakai untuk menutup rapat mulut mereka.


Mark menjatuhkan sebuah pas bunga yang kebetulan terletak di atas meja nakas. Suara nyaring dari pecahan pas bunga tersebut membuat perhatian mereka teralihkan.


Leon segera menarik benda pusakanya dari lubang buaya tersebut yang sudah lecet dan lembab itu.


"Mark," ucapnya yang gelagapan.


Mereka tidak menyangka jika hari ini adalah kepulangan Mark dari Indonesia padahal sesuai perkataannya saat akan ke Indonesia Mark sempat bilang akan kembali setelah dua minggu kemudian.


Mark maju kearah mereka dan tanpa ba-bi-bu Mark mengarahkan pisau dapur itu kearah Leon. Mereka berkelahi hingga beberapa saat lamanya. Kemampuan bertarung dan berkelahi Mark tidak bisa ditandingi oleh Leon walaupun Mark sudah tua dibandingkan dengan Leon yang baru 25 tahun.


Mereka bertempur dan tidak ada yang ingin menyerah hingga Mark berhasil menusuk tiga kali perutnya Leon sampai tak berdaya ditempatnya.


"Aaahhhhhhh!!!!!


Teriakan dari Martha tidak membuat Mark menghentikan tusukan demi tusukan di dalam perut Leon. Mark kalap, gelap mata hingga tidak sadar dengan apa yang dia lakukan.


Setelah giliran Leon, Mark berjalan ke arah Martha yang berdiri tanpa memakai pakaian apa pun ditubuhnya.


"Aku akan menghabisimu juga wanita ja lang, wanita pembawa sial."


Martha tersudut hingga tubuhnya terbentur ke tembok, Mark tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Mark menyiksa Martha setelah tidak berdaya Mark menarik tubuhnya Martha ke samping Leon.


Mark kemudian tertawa terbahak-bahak melihat mereka yang sudah terkulai lemah. Mark pun kemudian mengarahkan pisau itu ke perutnya sendiri.


"Aaaaahhhhhhh!!!!


Hingga berulang kali juga dia lakukan hal yang sama, air matanya menetes membasahi wajahnya disaat tubuhnya ambruk ke lantai.


"Eliana maafkan Aku."


......................


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian, jangan bosan untuk memberikan dukungannya kalian kepada BDP yah.


Semoga masih suka baca novel recehan ku ini. Mungkin Akhir bulan novel recehku ini akan pamit pada kalian semua.


Kalau gak punya waktu untuk baca setiap Babnya bisa dicicil juga boleh. Tidak apa-apa kok so Monggo saja lah Fania Ikhlas sangat malah.


Jangan Lupa untuk mampir ke Novelku yg judulnya:



Sang Penakluk


Cinta Yang Tulus


Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar



Tetap Dukung BDP dengan Cara:


Like setiap Babnya,


Rate Bintang 5,


Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya


dan


Votenya Juga serta Giftnya yah bagi lah Kakak hehehe ✌️


...********To Be Continued********...


...by Fania Mikaila AzZahrah...


...Makassar, Rabu, 29 Juni 2022...

__ADS_1


__ADS_2