Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 77. Persiapan Honey Moon


__ADS_3

Happy Reading...


Delia tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah SWT atas segala Nikmat yang diberikan Khusus Untuknya dan terutama kepada Keluarganya.


Delia sangat beruntung bisa mendapatkan Suami Seperti Arya dan Juga dikelilingi oleh orang-orang yang Baik.


Semakin Malam pesta semakin Meriah. Bagi yang memiliki pasangan tentunya akan menikmati pesta ulang tahun pernikahan Arya dan Delia dengan penuh suka cita karena bisa melewati malam itu dengan canda tawa.


Tak Henti-hentinya Arya dan Delia menerima Ucapan selamat ulang tahun pernikahan mereka dan Hadiah tentunya.


"Kamu gak capek kan Sayang?" Tanya Arya kepada Istrinya.


"Aku gak capek kok kakak malahan aku sangat bahagia saking bahagianya aku tidak Mau Pesta ini cepat selesai" ucap Delia sambil membisikkan kata-kata itu ditelinga Arya Karena bisingnya Suara di dalam ruangan itu.


"Kalau kamu capek nanti aku gak dapat jatah loh Malam ini" ucap Arya sambil mengeratkan pelukannya ke tubuh sang istri.


Arya dan Delia berdansa mengikuti alunan musik. Hanya satu orang Saja diantara mereka yang tidak merasakan kebahagiaan tidak lain adalah Adrian.


Adrian tersenyum terpaksa ketika melihat kebahagiaan dari semua pasangan yang hadir ditempat itu. Adrian tidak ingin memperlihatkan kesedihannya di depan orang lain.


"Ya Allah kapan aku juga bisa tersenyum bahagia bersama orang yang aku sayangi, Apa kah aku tidak pantas untuk Bahagia, apa Salahku ya Allah" Ratapan Hati seorang Adrian Martadinata.


Satu-satunya Cowok ganteng yang Jomblo pada malam ini.


Malam semakin larut, Satu persatu Tamu Undangan meninggalkan lokasi pesta. Delia dan Arya juga sudah siap untuk kembali ke rumahnya. Tapi hal itu tidak berhasil mereka lakukan. Karena Mama Elisabeth Tidak mengijinkan Mereka pulang. Dan menyuruh Mereka untuk menginap sebelum mereka bertolak ke Negeri ginseng.


Arya dan Delia berpamitan kepada Mama,Kakak dan yang lainnya untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Aku duluan yah Kakak, ngantuk soalnya" ucap Arya sambil memeluk pinggang Istrinya seakan-akan Delia akan kabur dari sampingnya.


"Silahkan, Kami juga mau pamit kok udah pada ngantuk nih" Ucap Eliana.


"Zack dan Zoe di mana Ma?" Tanya Delia.


"Zack dan Zoe sudah tidur, Mama yang gendong Mereka" ucap Mama Elisabeth.


"Wooow Mama Kuat juga yah, si Kembar berat loh Ma" Ucap Eliana.


"Jangan kira Mama ini Lemah dan tidak bisa menggendong cucu Mama, tua-tua gini Mama masih bisa lah kalau hanya menggendong". Ucap Mama Elisabeth.

__ADS_1


Mereka tersenyum melihat tingkah Mama mereka yang Jika berhubungan dengan si kembar pasti Mamanya akan melakukan hal-hal yang walaupun Sulit dan terbilang susah pasti Mama Elisabeth tetap akan siap melakukannya.


Mereka masing-masing Masuk ke dalam kamar . Petugas yang berkerja untuk membersihkan ruangan bekas pesta sudah bertempur sesuai tugas dan bagian mereka. Karena Pihak Keluarga Wiguna menginginkan Rumahnya Bersih dan Rapi sebelum jam 6 Pagi.


Arya menutup pintu kamarnya dan langsung menggendong Delia dengan ala bridal style. Delia tahu dengan sangat keinginan Arya Jika sudah bertindak seperti itu. Delia hanya tersenyum melihat wajah dan Mata Arya yang sudah berkabut gairah.


Arya membaringkan tubuh istrinya dengan sangat hati-hati Arya Takut Jika Delia Merasa kesakitan. Delia diibaratkan bagaikan Porselen saja yang dijaga dengan extra hati-hati takut porselen itu pecah.


Arya mulai menindih tubuh Delia dan ingin mencium bibir Delia. Tapi Delia langsung menahan bibir Arya dengan Jari telunjuknya.


Sambil menunjuk ke arah pakaian yang dipakainya.


Arya Langsung bangkit dari posisinya. Dan membiarkan Delia bangun untuk segera mengganti pakaiannya. Delia kemudian berjalan ke arah pintu kamar mandinya.


Sedangkan Arya masuk ke dalam kamar pribadi tempat khusus untuk ganti pakaian. Beberapa saat kemudian, Arya sudah selesai dengan acara ganti pakaiannya Sedangkan Delia belum juga keluar dari kamar mandi.


Delia berendam di dalam buthtupnya yang sudah terisi Air hangat dan sabun aromaterapi. Delia sangat menikmati acara mandinya. Wangi dari sabun Aromaterapi itu membuat Tubuh dan Fikiran Delia rileks sehingga membuatnya benar-benar menikmati mandinya sehingga Dia Lupa Jika Suaminya menginginkan sesuatu terhadap dirinya.


Saking lamanya menunggu Arya Akhirnya ketiduran dan sudah berkelana di dalam dunia mimpinya.


Beberapa saat kemudian,Delia menyelesaikan mandinya dan keluar dan berjalan ke arah Ruangan khusus untuk ganti pakaian. Delia tidak memperhatikan kalau Suaminya sudah ketiduran. Delia merias Dirinya sendiri dan sudah bersiap naik ke ranjang king size-nya. Tapi apa yang dia dapatkan yaitu Wajah damai Arya yang sudah berdamai dengan dunia mimpinya.


"Maaf Kak Delia gak sengaja" Ucap Delia.


Keesokan harinya, Arya dan Delia pamit untuk pulang ke rumahnya. Karena mereka ingin menyiapkan segala keperluan yang akan Mereka bawa ke Korea Selatan.


"Ma, Delia pamit dulu yah, mau pulang ke rumah soalnya insya Allah malam ini, Kami Sudah mo berangkat ke Korea Ma" Ucap Delia.


"Hati-hati Sayang, oiya ingat kalau kamu sudah sampai telpon Mama dan kunjungi rumah Oma di Seoul" Ucap Mama Elisabeth.


"Titip Zack dan Zoe yah Ma". pinta Arya.


"Tanpa kamu minta pun Mama pasti akan menjaga cucu kesayangan Mama" Ucap Mama Elisabeth.


Delia dan Arya mencium tangan Mama Elisabeth.


"Zack dan Zoe Kalian di sini saja yah Nak, entar Sore kalau Mama akan berangkat baru Mama jemput kalian" ucap Delia.


"Ok Mamaku yang paling cantik se jagad raya" Ucap si kembar.

__ADS_1


"Anak-anak Ayah emang yang terbaik deh" Ucap Arya sambil memeluk ke Dua anaknya.


Perlahan-lahan mobil Arya meninggalkan kediaman keluarga besar Wiguna. Dan bertolak ke arah Jalan Raya.


"Maafkan Delia yah kk, semalam Delia keasyikan Mandi jadi Lupa Kalau Aku ada janji sama kakak" Mohon Delia kepada Arya.


Arya tidak menggubris perkataan Dari Delia, Arya Ingin melihat apa kah Delia Merasa bersalah Atau tidak karena telah ingkar janji.


"MAAFkan Delia KaK, Delia kan gak sengaja, apa Kakak Marah sama Delia??" Ucap Delia sambil mengatupkan ke dua tangannya di depan dadanya.


Arya masih tak menjawab perkataan dari Delia. Dan tetap fokus mengendarai mobilnya. Delia tetap memohon kepada Arya agar dia dimaafkan. Hal yang paling ditakutkan oleh Delia adalah Arya marah dan kecewa kepadanya.


Mata Delia sudah mulai berkabut dan berkaca-kaca Ingin meneteskan air matanya. Tapi Delia berusaha untuk tetap menahan tangisnya. Arya Sudah tidak tega melihat istrinya yang sudah ingin menangis.


"Kakak tidak marah kok Sayang, kakak tadi hanya memikirkan sesuatu kok" ucap Arya yang tidak ingin melihat Istrinya meneteskan air matanya sambil menciumi Jemari tangan Delia.


"Tapi kakak tidak kecewa sama Delia?" Tanya Delia yang ingin memastikan kalau Arya tidak marah ataupun kecewa.


"Kakak tidak akan bisa marah kepadamu, apa pun yang kamu lakukan, Hanya Satu permintaan Kakak, Kakak mohon untuk tidak berfikir atau pun berniat ingin pergi jauh dari sisi dan hidup Kakak" Mohon Arya Kepada Delia.


"Makasih banyak kak kalau Kakak tidak marah dan kecewa sama Delia" Ucap Delia sambil tersenyum lega.


Delia mencium sepintas Bibir Arya. Dan Arya Hanya tersenyum menanggapi ciuman itu.


"Kamu sudah mulai berani Yah, Bersiaplah Sayang karena sesampainya Kita di Korea aku tidak akan memberi waktu kamu untuk beristirahat" Ucap Arya Wiguna.


Delia hanya menanggapi dengan senyuman perkataan Suaminya.


TBC...


Tetap Dukung BDP Yah Readers 🙏🙏..


Makasih banyak Fania ucapkan kepada Readers yang telah memberikan dukungannya baik itu berupa Like, Favorit, Komentar atau pun Giftnya.


Moga kebaikan kalian dibalas dengan Kebaikan pula oleh Allah SWT.


Amin yra 🙏🤲.


Typo Mohon dimaklumi 🙏

__ADS_1


__ADS_2