Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 144. Perjuangan Dimas


__ADS_3

Happy Reading..


Malam ini, Dimas dan Dessy berangkat ke Australia untuk ke dua kalinya. Dalam rangka perjalanan bisnisnya. Sebenarnya Arya Wiguna yang seharusnya berangkat ke Sidney selaku presdir dari perusahaan DA tetapi ada urusan kerjaan yang lebih urgen yang harus dikerjakan oleh Arya di Inggris.


Dimas memilih naik pesawat komersial dari pada memakai pesawat pribadi milik perusahaan DA. Dimas ingin merasakan gimana rasanya naik pesawat komersial bersama Dessy. Sedangkan bagi Dessy naik pesawat jenis dan tipe apa pun tetap akan mabuk perjalanan. Entah mengapa Dessy setiap kali naik pesawat pasti akan mabuk perjalanan tapi kalau naik mobil atau angkutan apa pun kalau di darat, Dessy tidak pernah merasakan mabuk atau pun pusing. Meskipun Dessy naik pesawat dan minum obat anti mabuk pasti tetap mabuk juga. Dessy sudah berkonsultasi dengan dokter Tapi hasilnya masih sama. Kalau Dessy mabuk perjalanan sedangkan Dimas mabuk janda.


Karena itu lah Dessy jika ke Luar daerah atau kota selalu naik mobil selama perjalanan itu bisa ditempuh dan dilalui dengan naik mobil pasti Dessy akan memilih naik mobil saja. Orang tua Dessy pun sudah berusaha membantu dan mengobati Dessy tapi tidak ada perubahan. Bahkan Dessy sudah berobat sampai ke Jerman tetapi biaya habis tapi hasilnya sama.


Dessy dan Dimas sudah berada di dalam pesawat. Pesawat yang mereka tumpangi pun sudah meninggalkan tanah air tercinta menuju negara yang julukannya negara kangguru. Dessy sudah menyiapkan beberapa kantong kresek untuk antisipasi muntahannya.


Sedangkan Dimas asyik memandang wajah Dessy yang sudah terlelap dalam tidurnya. Dimas memilih memandang wajah pujaan hatinya dibandingkan tidur. Sedangkan penumpang lain semuanya sudah terlelap dalam tidurnya.


Tiba-tiba di dalam pesawat terjadi goncangan yang hebat sehingga beberapa penumpang terbangun dan termasuk Dessy. Dessy mengalami pusing kepala dan berusaha untuk menahan muntahannya. Dessy mencari kantong kresek yang dia bawa tadi. Dessy dengan satu tangannya menutup mulutnya agar tidak muntah dan tangan satunya tetap berusaha untuk mencari keberadaan kantong kreseknya. Dimas yang berada di toilet pesawat jadi tidak mengetahui kalau Dessy dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


Dessy ingin berlari masuk ke toilet tapi pintu toilet masih terkunci. Pintu toilet pun terbuka Dessy pun segera berjalan ke arah toilet tapi Dessy belum sampai ke toilet sudah memuntahkan seluruh isi perutnya ke pakaian seseorang.


Kondisi Dessy kali ini sungguh kacau dan menghawatirkan, karena Dessy tidak henti-hentinya muntah. untung Dessy berada di sekitar Toilet jadi tidak menggangu penumpang lainnya. Dessy sudah terkulai lemas di depan toilet. Untung saja orang yang kena muntahan Dessy tidak jijik sedikitpun malahan membantu Dessy. Beda dengan othor yah baru denger orang muntah apa lagi cium bau muntahan langsung ikut muntah juga.


Dimas dengan sigap membantu Dessy membersihkan tubuh Dessy dari sisa muntahannya. Dimas pun segera membersihkan dirinya sendiri. Dessy tidak menyangka kalau Dimas sama sekali tidak jijik dan malahan membantu Dessy membersihkan pakaian Dessy.


"Ya Allah ini orang kok gak jijik yah padahal Erlangga yang nyata-nyatanya suamiku dulu tidak ingin berdekatan dengan aku kalau naik pesawat, Erlangga pasti akan mencari banyak alasan untuk tidak membantuku, sedangkan Dimas yang hanya atasanku sedikit pun tidak jijik dan malah membantuku tanpa banyak pikir" ucap Dessy di dalam hatinya sambil memandang Dimas.


"Tunggu sebentar yah, Aku ambilkan pakaian ganti untukmu" ucap Dimas.


Dessy hanya menganggukkan kepalanya karena tidak bisa terlalu bicara karena keadaannya yang sudah loyo. Tidak lama kemudian, Dessy sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang baru.


"Pakaian kotormu buang saja yah" ucap Dimas.


"Iya" ucap singkat Deasy.


Dimas membantu Dessy berjalan kembali ke kursinya. Dimas segera mengambil segelas Air putih untuk Dessy. Dimas bahkan membantu Dessy untuk minum. Penumpang yang melihat kejadian itu menganggap Dimas adalah suami yang sangat perhatian terhadap istrinya.

__ADS_1


"Kamu istirahat saja, karena masih lama perjalanan kita" ucap Dimas sambil menyelimuti tubuh Dessy dan membantu mengatur posisi duduk Dessy.


"Makasih banyak" ucap Dessy sambil tersenyum manis ke arah Dimas.


Dimas dibuat meleleh melihat senyuman Dessy. Dimas menyentuh dada bidangnya yang berdetak lebih kencang dari biasanya.


"Jantung ohh jantung tenanglah" ucap Dimas.


Hal yang seperti itu untuk pertama kalinya Dimas alami dalam hidupnya. Dimas selama ini terkenal dengan cowok yang suka gonta-ganti pasangan. Tapi Dimas bukan tipe cowok yang suka celap celup sana sini. Dimas terkenal memiliki banyak pacar tapi tidak ada satupun dari mereka yang bisa membuat jantung Dimas berdetak kencang seperti genderang yang mau perang. Kayak lagunya Ahmad Dhani saja yah Readers.


Beberapa jam kemudian, Pesawat yang ditumpangi oleh mereka berhasil mendarat dengan selamat di internasional Sidney Australia.


"Alhamdulillah akhirnya sampai juga" ucap Dimas.


"Maaf yah tadi aku muntahiin pakaian kamu" ucap Dessy sambil berjalan di samping Dimas.


"Tidak apa-apa kok, aku dimuntahin cewek secantik kamu, Abang rela kok asalkan itu kamu" ucap Dimas sambil tersenyum ke arah Dessy.


"Aku serius dan selalu serius dengan perkataan Aku, tapi kenapa kamu selalu menganggap aku bercanda" ucap Dimas yang hanya mampu dia ucapkan di dalam hatinya.


Mereka masuk ke dalam mobil yang sedari tadi menunggu mereka. Dan segera menuju hotel yang telah mereka pesan sebelumnya.


Dimas adalah tipe cowok humoris, banyak canda dan gombalannya selangit. Karena itu lah banyak cewek yang rela menjadi pacarnya. Koleksi pacar Dimas pun tidak sedikit bahkan Dimas semasa dia kuliah dulu Dimas lah yang mencetak rekor terbanyak koleksi pacarnya. Bahkan dari semua pacar-pacarnya tidak ada yang ingin putus dari Dimas walaupun mereka sudah tahu dengan jelas kalau Dimas punya banyak pacar. Tapi karena kejadian itu yang membuat Dimas berubah dan berhenti menjadi Sang petualang cinta. Sudah 6 tahun berlalu semenjak kejadian itu. Tapi setelah pertemuannya dengan Dessy di rumah Arya membuat dirinya bangkit dan bertekad untuk mengejar dan mendapatkan hati Dessy. Tapi lagi-lagi Dimas harus kembali mengurungkan niatnya untuk mendekati dan menjadikan Dessy wanita terakhir dan satu-satunya yang ada di dalam hidupnya harus pupus dan terbang dibawah angin karena mengetahui status Dessy yang istri dari pria lain.


Tapi suatu hari disaat Dimas dan Arya ke Kota B Karena sedang mengunjungi pembangunan proyek baru Perusahaan DA, tanpa sengaja Dimas melihat suami Dessy, Erlangga berjalan bersama seorang perempuan dengan mesranya. Dari situlah Dimas mencari tahu informasi tentang Erlangga. Dan hal itu sangat mudah untuk Dimas lakukan. Hanya menjentikkan jarinya saja informasi itu sudah berada di tangan Dimas. Kemampuan Dimas dibidang IT tidak perlu diragukan lagi.


Dan sejak itu lah, Dimas semakin gencar untuk mendekati Dessy tapi dirinya masih punya harga diri dan tau batasannya. Dimas tidak ingin dicap sebagai pebinor. Lampu hijau pun menyala untuk Dimas disaat Dimas makan malam di rumah Arya. Di sanalah Dimas membulatkan tekadnya untuk mendekati dan ingin menjadikan Dessy kekasih halalnya. Karena disaat itu, Permasalahan biduk rumah tangga Dessy terungkap.


Dimas tidak akan pantang mundur dan apa pun yang terjadi Dessy harus menjadi istrinya walaupun Dimas harus menunggu seribu tahun. Seribu tahun thor, kalau Dessy dan Dimas masih hidup thor wkwkwk. Netz itu kan perumpamaan saja hehehe.


Tapi sekali buaya darat tetap buaya yah, gombalannya yang seribu macam pasti akan dikeluarkan untuk mendekati Dessy tapi sayangnya Dessy yang terlanjur trauma untuk menjalin hubungan yang baru sulit untuk Dessy lakukan. Dessy takut bahkan dihantui oleh bayang-bayang kehancuran rumah tangganya dulu. Bahkan Dessy menganggap semua laki-laki itu sama saja. Sama-sama suka lubang buaya.

__ADS_1


Dessy tidak mengganti pakaiannya dan langsung beristirahat karena kepalanya yang agak pusing. Sedangkan Dimas senyum-senyum sendiri di dalam kamarnya. Dimas selalu membayangkan ketika Dessy tersenyum kepadanya. Dan itu pertama kalinya Dessy tersenyum kepada Dimas. Selama ini Dessy terkesan Cuek dan jutek jika mereka berdua saja.



Ini nih si Buaya Darat yang dimabuk janda he-he-he.


Dimas malam ini tidak bisa tidur karena pikirannya selalu tertuju pada Dessy. Sedangkan Dessy sudah berkelana di alam mimpinya dan sedikit pun tidak memikirkan Dimas m Kasihan yah Netz dengan Dimas kwkwkwkw.



Janda kembang yang selalu Dimas bayangkan dan Fikirkan. Dimas selalu dibuat klepek-klepek dengan senyuman manisnya. Cewek yang memutuskan berhijab Setelah kepergian putra tunggalnya. Dessy sangat terpuruk waktu itu karena selalu menyalahkan dirinya sendiri atas kecelakaan maut yang menimpa putranya. Sedangkan suaminya selalu menyalahkan dirinya tanpa bertanya kepada Dessy tentang kejadian itu.


Dessy terbangun dari tidurnya dengan keringat yang bercucuran di dahinya.


"Astaugfirullah" ucap Dessy berulang kali lalu Dessy bangkit dari tidurnya untuk mengambil segelas air putih.


Dessy bermimpi melihat putranya datang dalam mimpinya. Tetapi Dessy heran karena putranya bersama dengan seorang gadis kecil yang postur tubuhnya hampir sama dengan Rafli. Dan gadis kecil itu memanggil Dessy dengan sebutan Mama. Sedangkan Rafli hanya tersenyum ke arah Dessy.


"Rafli Mama kangen sama kamu Nak, Maafkan mama yang tidak bisa menyelamatkan kamu" ucap Dessy.


Putra Dessy meninggal dunia dalam kecelakaan maut. Waktu itu ada pengendara mobil yang ugal-ugalan dijalan dan Rafli sedang menyeberang jalan. Kecelakaan itu tidak bisa terelakkan walaupun Dessy sudah berteriak ke arah Rafli Amar untuk tidak menyebrang.


TBC..


📢 Typo mohon dimaklumi yah📢


semoga hari ini Fania bisa update lebih dari 1 bab Yah 🙏.


Makasih banyak Fania ucapkan kepada Readers Setia BDP 🙏🙏.


Moga Readers tidak bosan dengan Cerita yang Fania tulis 🤭✌️🙏.

__ADS_1


__ADS_2