
Happy Reading..
Tidak terkecuali dengan Zack berserta temannya. Zack tersenyum setelah melihat dengan jelas siapa gadis pemberani itu. Zack kemudian memilih untuk berjalan ke arah Key berada, setelah berhasil meneguk sisa tegukan minumannya di dalam gelas itu.
"Gadisku memang luar biasa."
Zack berjalan sempoyongan ke arah Key, temannya berusaha untuk mencegah Zack agar tidak mencampuri urusan Pria itu. Mereka sangat tahu siapa Jefry dan melupakan dan tidak mengetahui siapa Zack sebenarnya.
"Zack Kamu mau ke mana?" tanya Edward yang berusaha menahan tubuhnya Zack.
Edward memegang tangannya Zack tapi, Zack menepis tangan sayangnya.
"Lepaskan!!" teriak Zack Lee yang sudah mabuk.
Davis memberikan kode kepada Edward untuk berhenti dan jangan menghalangi apa yang dilakukan oleh Zack. Davis menggelengkan kepalanya ke arah Edward.
Hanya beberapa kali pukulan saja yang dilayangkan oleh Key, ke tubuh bagian tengahnya Jefri. Jefri sudah tersungkur ke atas lantai yang cukup dingin itu. Key lalu jongkok di hadapan Jefri lalu memegang dagunya Jefri.
"Ingat baik-baik!! jangan samakan aku dengan perempuan lainnya yang mudah kamu sentuh sesukamu,"
Jefri meringis kesakitan disaat Key memegang dengan kuat dagu lancip itu.
"Sekali lagi Kamu macam-macam!! Aku tidak akan segan-segan mematahkan tanganmu ini," jelasnya.
Key menghempaskan tangan Jefri dengan kasarnya. Dia berdiri dari hadapan Jefri yang meringis kesakitan.
Zack berdiri di belakang Key, lalu menarik tangan Key.
"Hey stop!!, siapa Ka..?" ucapannya terhenti ketika melihat dan sudah menyadari siapa orang yang berani menarik tangannya tanpa persetujuan terlebih dahulu darinya.
Key menatap dengan seksama wajah dari pria yang menarik tangan kirinya itu. Dia tidak menyangka jika anda pria yang selalu dia idamkan, impikan dan sayangi lah yang menarik tangannya.
Zack menarik tangan Key dengan cukup kuat dengan langkah kaki yang cukup panjang. Key tidak menolak atau pun memberontak apa pun yang dilakukan oleh Zack di atas tubuhnya.
Semakin menjauh dari dalam Club itu, langkah mereka melambat hingga ke Parkiran khusus mobil.
"Zack gimana dengan mobilku?" tanya Key yang memikirkan keadaan mobilnya.
Zack terlebih dahulu menatap ke arah Key tanpa ada niat untuk menjawab pertanyaan dari Key.
Zack malah mencari hpnya di atas dasbornya. Hingga mengutak-atik isi dari atas dasboard mobilnya tersebut
Key heran melihat Zack Lee yang seperti sedang kebingungan mencari sesuatu.
"Kamu cari apa? siapa tahu aku bisa bantuin Kamu?" tanya Key.
"Kamu cukup diam saja tanpa ada suara sedikit pun," ucap Zack dengan meletakkan jari telunjuknya di atas bibir seksinya Key yang sedikit berisi itu.
Hp yang sedari tadi dia cari ternyata ada di kantong celananya. Ia segera menghubungi nomor temannya yang masih di Club malam.
"Edward tolong antar mobil Alphard Vellfire warna merah ke Apartemenku, kuncinya ada di Security."
Temannya belum berbicara sepatah kata pun untuk menjawab panggilan telponnya, Zack sudah mematikan sambungan teleponnya.
__ADS_1
Edward hanya geleng-geleng kepala saja dengan tingkah temannya itu. Mereka melanjutkan acara minumnya walaupun tanpa kehadiran Zack di tengah-tengah mereka.
"Zack, biar aku yang bawa mobilnya, Kamu sepertinya tidak dalam kondisi yang ba...."
Ucapannya Key terpotong karena Zack langsung menutup mulutnya Key menggunakan bibirnya.
Zack memiringkan sedikit kepalanya, sedangkan Key terbelalak melihat Zack yang menciumnya secara spontan tanpa memberikan aba-aba apa pun itu.
Key tidak tahu harus berbuat apa karena ini adalah pengalaman pertamanya jadi tak tahu harus berbuat apa-apa.
Key hanya bisa mematung, Zack yang tidak mendapatkan perlawanan atau pun balasan apa pun. Zack sedikit menggigit bibir bawahnya Key, agar mengikuti alur yang diciptakan olehnya.
Semakin lama ciuman itu menuntut, Key perlahan sudah mampu membalas sedikit demi sedikit ciuman itu.
Zack semakin memperdalam ciumannya dengan memegang tengkuk lehernya. Zack ******* pelan bibirnya lalu memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Key.
Key yang minim pemahaman dan pengalaman bahkan bukan minim lagi malahan tidak tahu apa pun itu, hanya terdiam dan mengikuti saja apa yang dilakukan oleh Zack pada bibirnya.
Setelah beberapa saat lamanya, Key bisa mengimbangi tautan dan pangutan bibirnya Zack. Nafas mereka sama-sama memburu, seandainya pasokan udara di dalam hidung dan mulutnya tidak semakin menipis mungkin mereka akan melanjutkan hingga sampai batas tertentu.
Zack mendekatkan keningnya di atas kening Key, lalu jemarinya dia usapkan di atas bibirnya Key yang semakin memerah dan sedikit membengkak gara-gara gigitan kecil tadi.
"Astagfirullahaladzim."
Orang itu tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Kaca jendela mobilnya Zack Lee yang tidak terkunci membuatmu dengan leluasa melihat adegan-adegan yang dilakukan oleh keduanya dengan sangat kentara dan jelas.
Air matanya luruh yang tidak menyangka jika mereka akan nekat berbuat seperti itu di belakangnya.
Zack mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah mengambil ciuman pertamanya Key, seakan-akan Dia sudah kembali tersadar dan normal dari pengaruh alkohol yang sempat dia minum beberapa gelas itu.
Ia heran melihat jalan yang mereka lalui bukanlah pulang ke rumahnya atau pun ke kediaman Utama Keluarga Wiguna.
Zack menatap sepintas ke arah Key lalu berkata," Apa Kamu ingin menikah denganku?"
Pertanyaan yang terlontar dari mulut Zack membuat ke dua bola matanya Key membulat sempurna.
Kegembiraan dan kebahagiaan membuncah di dalam dadanya setelah perkataan itu berhasil masuk ke dalam lobang telinganya hingga menyentuh dengan manis gendang telinganya.
"Aaaaa-pa yang Kamu katakan?" matanya mengerjap beberapa kali saking bahagianya sekaligus ingin meyakinkan dirinya dengan perkataan yang diucapkan oleh Zack di depannya.
"Kita akan menikah malam ini juga, seperti yang dilakukan oleh Andreas dengan Cilla yang berujung dengan restu dari ke dua orang tuanya," jawabnya.
"Tapi, Zack kalau tidak wali nikah dari pihak Aku itu sama saja tidak sah?" ujar Key yang awalnya bahagia sekarang dengan wajah sendu.
Zack mengelus rambut halus, panjang nan hitam legam serta bergelombang di ujungnya.
"Jangan khawatirkan masalah itu, Aku sudah persiapkan semuanya dengan matang dan sempurna," jelasnya.
Key langsung merubah posisi duduknya dan menghadap ke arah Zack dengan wajah yang berseri-seri dan matanya yang berbinar terang.
"Kamu tahu aku sangat bahagia Zack, hal ini lah yang sedari dahulu aku tunggu bahkan selalu aku impikan," tuturnya dengan penuh kegirangan.
"Hari ini aku akan wujudkan semua mimpi Kamu ini, dan bersiaplah jadi Nyonya Zack Lee Albert Kim Said."
__ADS_1
Tangan kanannya masih setia di depan setir mobilnya. Sedangkan bagian kiri menoel lembut hidungnya.
Mobil mereka menuju sebuah Mesjid yang sudah dipilih oleh Zack sebagai tempat pelaksanaan acara akad nikahnya bersama Key kekasih pujaan hatinya.
Mereka sedari dahulu hanya bisa backstreet saja, tanpa ada pihak orang tua mereka yang tahu. Tapi, karena rencana pernikahan Key sudah direncanakan sehingga akhirnya dengan banyak pertimbangan Zack memilih jalan nikah sembunyi dari keluarga besarnya.
Mobil Ferrari warna merah itu sudah memasuki halaman Mesjid yang cukup luas tersebut.
"Kita sudah sampai, ayok kita turun."
Zack berlari kecil ke arah pintu di mana Key berada. Key yang diperlakukan cukup sweet seperti seorang Ratu tersenyum manis dan bahagia.
Seseorang keluar dari dalam Mesjid dan langsung tersenyum sumringah melihat ke datangan dua sejoli ini.
"Apa bapak penghulunya sudah hadir?" tanya Zack.
"Alhamdulillah sudah datang sedari tadi kalau gak salah lima menit yang lalu," jawabannya.
Key menutup mulutnya saat melihat siapa sosok orang yang berada di dalam Mesjid tersebut.
Key berlari ke arah orang itu lalu memeluknya dengan erat. Ada beberapa anggota keluarga Wiguna yang hadir dan Key sangat tidak menyangka jika satu sosok itu hadir menjadi saksi pernikahan mereka.
"Kenapa mobil Zack berhenti di pelataran Mesjid, apa yang akan mereka lakukan?"
Ternyata Orang yang melihat mereka berciuman terus mengikuti laju mobil mereka hingga ke depan Mesjid Baiturahman.
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian, jangan bosan untuk memberikan dukungannya kalian kepada BDP yah. Kalau gak punya waktu untuk baca setiap Babnya bisa dicicil juga boleh. Tidak apa-apa kok so Monggo saja lah.
Jangan Lupa untuk mampir ke Novelku yg judulnya:
Sang Penakluk
Cinta Yang Tulus
Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar
Tetap Dukung BDP dengan Cara:
Like setiap Babnya,
Rate Bintang 5,
Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya
dan
Votenya Juga serta Giftnya yah bagi lah Kakak hehehe ✌️
********To Be Continued********
__ADS_1
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Sabtu, 25 Juni 2022