Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 253. Arya Kelimpungan


__ADS_3

Happy Reading..


Hyuna yang tidak memperhatikan langkahnya dan situasi yang ada di sekelilingnya membuatnya ada sebuah Mobil Jeep Wrangler yang menabraknya hingga terlempar beberapa meter. Hyuna terlambat menyadari jika mobil Jeep tersebut ingin menabraknya untung saja Dia juga segera bertindak dan berusaha menghindari tabrakan tersebut sehingga hanya keserempet saja.


Dan Hyuna harus bersyukur dan berterima kasih kepada Rian yang tiba-tiba datang berlari menyelamatkannya. Rian adalah orang yang menguntitnya sedari tadi dengan alasan keamanan dan untuk melindungi Hyuna dari bahaya yang mengancam.


Berkat bantuan dari Rian, Hyuna Hanya mengalami beberapa luka lecet pada tubuhnya akibat saat Dia berguling untuk menghindari tabrakan maut dari Jeep itu.


"Apa kalian baik-baik saja?" tanya salah satu warga masyarakat yang datang ke sana setelah mobil itu berlari semakin kencang.


"Kami baik-baik saja, hanya istri saya yang terluka" jawab Rian yang sudah memangku Hyuna yang sudah tidak sadarkan diri lagi.


"Saya sempat merekam kejadian tadi dan mengambil beberapa gambar dari plat dan nomor polisi mobil tersebut Pak" ucap bapak itu.


"Tolong bapak simpan saya akan datang untuk mengambil bukti itu, tapi sebelumnya saya akan mengantar istri saya ke dalam rumah sakit" tutur Rian.


Dengan sekuat tenaga, Rian menggendong tubuh Hyuna hingga ke dalam UGD walaupun ada sesuatu yang dirasakan pada punggungnya sedari tadi, tapi Rian mengindahkannya dan tidak menghiraukan rasa sakitnya sendiri.


Ada Dokter yang sedang jaga segera berteriak ke arah perawat dan suster untuk segera membantu Rian.


"Suster tolong ke sini ada pasien yang butuh segera pertolongan" teriak dokter tersebut.


Hyuna pun segera mendapatkan pertolongan pertama dan sudah diobati beberapa luka yang ada di tubuhnya.


"Bapak tidak perlu cemas, luka yang dideritanya hanya luka luar dan ringan saja" ucap dokter Setelah memeriksa keadaan dari Hyuna.


"Alhamdulillah kalau istri Saya baik-baik saja Dokter dan terima kasih bantuannya" ucap Rian.


Rian pun berbalik dan dokter terkejut melihat baju yang dipakai Rian penuh dengan noda darah segar yang masih terus mengalir dari punggungnya dan ada banyak pecah beling yang tertancap di punggungnya.


"Bapak harus segera diperiksa, kondisi bapak lebih menghawatirkan dari pada istri bapak" ucap dokter.


Rian pun terdiam dan tidak sanggup menahan sakitnya sehingga pingsan dan tubuhnya hampir terjatuh ke atas lantai, untung saja masih ada perawat pria yang tanggap dan bereaksi cepat untuk menolong Rian.


Rian pun segera dilarikan ke dalam ruangan operasi dan segera ditindak lanjuti oleh beberapa dokter ahli bedah. Dokter yang kebetulan lewat di sana Singgah untuk mengecek langsung apa yang terjadi di dalam UGD karena telinganya menangkap suara seseorang yang memanggil nama Hyuna dan Rian.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dokter Anwar?" tanya Aulia.


"Ada pasienku tabrak lari dan kondisinya sudah membaik tetapi suaminya yang sekarang harus menjalani operasi karena banyak pecahan beling yang tertangcap di punggungnya" jelas dokter Anwar rekan kerjanya Aulia.


Aulia berjalan ke arah bangkar rumah Sakit dan melihat kondisi pasien yang masih tidak sadarkan diri itu. Aulia terkejut melihat siapa sosok orang yang terbaring lemah itu.


"Hyuna, apa yang terjadi padamu dek?" tanya Aulia yang panik melihat Hyuna pingsan.


"Apa dokter mengenal pasien tersebut?" tanya dokter Anwar.


"Sangat mengenalnya Dok, Dia adik sepupuku sekaligus sepupu dari pemilik Rumah Sakit kita" jelas Aulia.


Aulia pun segera mengurus Rungan perawatan Hyuna dan segera berjalan ke arah ruang operasi untuk melihat sosok Pria yang mengaku kalau dia adalah suaminya Hyuna. Tapi Aulia menelpon nomor hp Arya Wiguna untuk memberikan informasi tersebut. Beberapa kali Aulia mencoba untuk menelpon nomor hp Arya tapi tidak mendapatkan balasan dari Arya.


Sedangkan di dalam kamar Pribadi Arya. Arya sudah bersiap untuk bercocok tanam bersama Delia harus mengalami beberapa ujian dan cobaan. Yang pertama adalah datang dari putra bungsunya yang tak ingin berpisah dengan Delia Mamanya dan yang ke dua adalah berdebat kecil dengan Delia dan yang ketiga adalah suara nada dering dari HPnya.


"Kak, ini masih sangat sore, gimana kalau nanti malam kita lakukan" tawar Delia.


"Kak sudah tidak sanggup lagi untuk menahannya sayang, kan kamu sendiri yang kemarin berjanji untuk melakukan nya jika Kakak sudah pulang" ucap Arya yang sudah merangkak naik ke ranjang istrinya yang awalnya sudah menggendong Delia tetapi Delia selalu menolak apa yang diinginkan Arya dengan seribu macam alasan.


"Tapi gimana kalau tiba-tiba Zidane datang dan nangis gimana coba?" ucap Delia yang nafasnya sudah tak teratur karena tangan Arya yang sudah bergerilya di dalam pakaiannya yang sengaja di suruh ganti oleh Arya seperti baju yang kemarin dipakai oleh Delia yang Sangat kekurangan bahan dan tembus pandang.


Tetapi Arya dengan sigap mengambil hp itu dan melemparnya ke sembarang arah. Untungnya saja hp itu bukan handphone murahan yang sekali jatuh langsung mati total. Horang kaya yah Readers dan jangan ditiru Yah Hehehehe.


Arya tidak perduli dengan telpon tersebut dan melanjutkan apa yang sempat tertunda. Arya tidak ingin dibuat cenat cenut lagi seperti yang kemarin dirasakan oleh Arya sehingga harus melakukannya lewat Virtual dan bersolo karir.


"Kakak aaahhh pelan-pelan dong" ucap Delia yang sudah ikut terbawa arus dari apa yang dilakukan oleh Arya.


"Kamu diam saja Sayang, biarkan kakak yang menggarapnya kamu nikmati saja apa yang kakak lakukan" ucap Arya yang sudah berkabut gai**** dan nafasnya semakin memburu.


Arya dan Delia pun menunaikan kewajibannya sebagai suami istri di sore hari itu. Sedangkan Baby Di sudah anten di dalam kamarnya. Arya melakukan hingga beberapa kali berhasil menancapkan tombaknya ke dalam lubang ladang yang ada. Hingga Arya pun terkulai lemas tak berdaya di samping tubuh istrinya.


"Kak jangan tidur, coba cek dulu hpnya siapa tahu itu telpon yang sangat penting" ujar Delia yang berdiri dan berjalan ke arah dalam kamar mandi.


Arya pun menuruti perkataan istrinya itu. Dan ternyata ada banyak panggilan yang masuk ke dalam hpnya yaitu dari nomor Aulia, Dimas dan anak buahnya Rudi.

__ADS_1


"Panggilan mereka ratusan kali, apa yang terjadi dengan mereka".


Arya pun menghubungi satu persatu nomor tersebut. Dan langsung membuat dirinya shock sekaligus marah bahkan sudah ada mengumpat dengan menyebut anggota kebun Binatang.


"Periksa semua Cctv sekitar kejadian dan tanya saksi kejadian yang ada di sekitar TKP pasti ada warga masyarakat yang melihat langsung kejadian tersebut" ucap Arya.


"Baik Bos" jawab Rudi.


Arya lalu menelpon Aulia tetapi Aulia tidak mengangkat telponnya dikarenakan sedang mengurus Hyuna yang sudah berada di dalam ruangan VVIP.


"Dimas gimana dengan hasil dari tes DNA tersebut?" Tanya Arya sambil berjalan ke arah kamar mandi karena ingin membersihkan dirinya.


"Alhamdulillah sudah ada hasilnya dan tadi sempat ada perusuh dan pengacau yang kami temukan dan kami sudah mengamankan orang tersebut bahkan sudah menginterogasinya tetapi tidak berhasil karena mereka tiba-tiba langsung pingsan dan meninggal di karenakan ada racun yang sebelumnya mereka simpan di bawah lidah mereka dan dokter sudah memeriksa jenis racun itu" jelas Dimas panjang lebar.


"Ternyata mereka sudah merencanakan ini dengan sangat matang dan sempurna, jadi hasil tesnya di mana Dimas?' Tanya Arya lagi.


"Tesnya berada di dalam genggamanku dan Saya sudah tahu hasilnya, tapi kamu sendiri saja yang langsung membaca hasil labnya Jenazah itu" ucap Dimas.


"Ok tunggu aku datang dan jangan kemana-mana usahakan keamanan tes itu terlindungi dengan baik jangan sampai ada yang merebut dari tangan kamu" ucap Arya yang buru-buru berpakaian.


"Sayang, Kakak ke Rumah Sakit dulu, ada yang harus kakak urus" teriak Arya dibalik pintu kamar mandi.


."Iya, hati-hati Kak" ucap Delia yang masih menatap hasil lukisan Arya di bagian dadanya dan lehernya dan tersenyum malu-malu.


Arya berlari ke arah mobilnya dan segera melajukan mobilnya dan tidak lupa memasang headset bluetooth di telinganya untuk mempermudah dirinya jika sedang menelpon. Arya pun menghubungi nomor handphone Aulia dan berhasil tersambung. Tapi sekali lagi Arya dibuat terkejut dan kaget mendengar perkataan dari Aulia.


"Itu tidak mungkin".


...--------To Be Continued--------...


Maaf jika masih sering kakak Readers dapatkan dan temui ada beberapa typo dalam penulisan 🙏.


Makasih banyak Atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian 🙏.


FANIA minta setangkai bunga Mawarnya dong 🌹 Kakak biar Fania semakin semangat Untuk Update lagi 🙏✌️

__ADS_1


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Senin 09 Mei 2022


__ADS_2