
Happy Reading..
Alan dibuat kelimpungan menghadapi sikap dan permintaan dari Hyuna yang menginginkan makan berbagai masakan hanya dalam jangka waktu Tiga jam saja. Seperti sekarang ini, Hyuna yang menginginkan makan makanan khas Makassar yaitu songkolok begadang. Yaitu makanan yang bahan dasarnya dari beras ketan. Alan sudah mencari lewat aplikasi yang ada di hpnya tapi tetap tidak menemukan penjual yang menjual makanan tersebut.
Alan pun geleng-geleng kepala karena sekarang baru jam 1 malam. Hyuna tidak memperhatikan jadwal ngidamnya
.
"Ya Allah seperti ini kah rasanya menghadapi ujian istri yang ngidam?." tanya Alan pada dirinya sendiri.
Akhirnya Alan menemukan cara membuat songkolok begadang melalui panduan aplikasi dihpnya. Alan menggunakan keahlian masaknya yang dia miliki sehingga tidak terlalu sulit untuk membuat makanan tersebut. Yang menjadi rintangannya adalah ternyata stok buah kelapa tua di rumahnya sudah habis.
Alan pun kembali geleng-geleng kepala karena sudah membangunkan semua anggota keluarganya dan ARTnya untuk mengerahkan mereka mencari kelapa tua utuh ataupun kelapa parut.
Bahkan Alan sudah memberikan iming-iming hadiah kepada ARTnya Jika mendapatkan kelapa tua.
"Ya Allah susahnya mencari kelapa tua tersebut, apa kalian sudah mendatangi semua warung dan pasar tradisional yang menjual kelapa tua??" tanya Alan yang duduk di hadapan ARTnya.
"Kami sudah mencari ke seluruh pelosok pasar tapi tidak ada yang bangun dan membuka pintu mereka, dan ada satu warung menjual kelapa tapi ternyata stok kelapanya habis" jelas ARTnya Alan.
Mereka kembali terdiam dan memikirkan cara di mana mereka bisa menemukan kelapa tersebut yang menurut mereka lebih mudah menemukan berlian dari pada kelapa. Alan pun tertawa saking susahnya mendapat kelapa. Tiba-tiba ada ARTnya yang langsung menyarankan kepada Alan. Tetapi Alan langsung tertawa terpingkal-pingkal dengan masukan dan saran dari Security-nya.
"Bos gimana kalau kita pergi mencari langsung ke pohonnya karena cuma itu jalan satu-satunya yang kita punya" ucap Pak Nawir salah satu Security rumahnya.
"Itu ide yang bagus juga bos, pasti kita akan mendapat langsung kelapanya bahkan kita bisa memilih buah kelapa tua yang bagus" timpal pak Kadir tukang kebunnya.
"Itu ide yang brilian Bos, pasti nona muda akan bahagia dan tidak akan marah-marah lagi" jelas ibu Tini kepala pelayan Keluarga Alan.
"Tapi kalau dekat sini sih sepertinya tidak ada bos, seingaktu ada tapi.." ucapan pak Nawir terpotong dan khawatir jika Alan bosnya akan menolak masukannya tersebut.
"Tapi apa? jangan bicara setengah saja lanjutkan". ucap Alan yang jengah dengan penuturan dari Pak Nawir.
"Pohon kelapa tersebut ada di pinggiran kota yang lumayan jauh dari sini Bosku" jelas oak Nawir.
Alan langsung berdiri dan mengambil kunci mobilnya tetapi belum sampai ke pintu pak Nawir langsung berucap lagi.
"Tapi bos kalau untuk ke daerah tersebut tidak bisa dijangkau menggunakan roda empat tapi kita ke sana harus memakai sepeda motor" ucap Pak Nawir yang menunduk karena takut jika bos-nya marah.
"Kalau begitu apa lagi yang kalian tunggu? apa kalian ingin melihat Istriku bangun dan marah-marah lagi kepadaku?." ucap Alan yang meninggalkan mereka dan berjalan ke arah parkiran khusus motor.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, Alan pun memutuskan untuk pergi mencari di mana ada pohon kelapa yang tumbuh di tengah pusat perkotaan. Mereka berangkat dengan rombongan Security dan beberapa anak buahnya. Alan sudah lelah mengemudikan motornya tetapi belum sampai juga.
Dengan susah payah dan melalui jauhnya perjalanan dan melewati lorong-lorong kecil yang sempit akhirnya rombongan mereka sampai juga. Dan yang membuat Alan sampai melongok dan terheran karena mereka hanya menemui sebatang pohon kelapa saja dan tingginya lumayan kira-kira hampir 15 meter tingginya.
"Pak Nawir apa masih ada pohon kelapa lain yang ada di sini dan bagaimana caranya kita dapat buahnya??." tanya Alan.
Yang kembali tersenyum keheranan melihat tingginya pohon tersebut. Karena pohon kelapa yang biasanya Alan lihat tingginya masih standar dan tidak seperti ini.
"Maaf bos satu-satunya pohon kelapa yang ada di daerah sini yah cuma ini saja" jawab Pak Nawir.
"Tapi apa tidak ada lagi pohon kelapa yang lebih tinggi dari ini?." tanya Alan yang kembali tersenyum menertawai dirinya dengan permintaan ngidam Hyuna yang cukup aneh.
Hyuna sudah bangun dari tidurnya dan Hyuna tidak ingin jika kelapa yang mereka pakai untuk topping Songkolok begadangnya memakai buah kelapa yang dijual di pasar atau supermarket.
"Pokoknya buah kelapanya harus berasal dari pohon dan yang memanjatnya pun harus kamu sayang suamiku tersayang" isi chat Hyuna yang baru dibaca Alan.
Dengan berat hati Alan pun mulai memanjat pohon kelapa tersebut tetapi dengan berbagai percobaan tapi hasilnya masih sama tetap tidak sampai. Tiba-tiba ada suara bapak-bapak yang berteriak ke arah mereka.
"Hoooee berhenti dan turun dari pohon kelapaku." ucap Bapak tersebut sambil berjalan dengan membawa sebilah parang di dalam genggamannya.
Perawakan dari bapak tersebut sangat garang dan sangar dengan kumisnya yang panjang hitam lebat, tubuh yang masih nampak kekar dan berotot berjalan ke arah mereka. Alan langsung melompat dari atas pohon kelapa tersebut padahal sudah setengah jalan.
"Hai bro gimana kabarnya?." tanya Pak Nawir.
"Alhamdulillah seperti yang kamu lihat." jawab pak Kumis panggilan bapak tersebut setiap hari dari orang-orang yang mengenalnya.
"Ini bro Bosku yang kasihan Istrinya sedang ngidam dan ingin makan masakan yang ada kelapa patutnya dan kasihan juga sama Bosku karena dia sendiri yang boleh mengambil buah kelapa tersebut langsung dari pohonnya" ucap Pak Nawir kepada sahabatnya.
Pak Kumis langsung membantu Alan untuk naik ke pohon kelapanya dengan membuat tumpuan kaki dan pegangan di pohon kelapa tersebut untuk mempermudah proses manjatnya.
Satu jam kemudian dengan susah payahnya Alan pun berhasil mengambil beberapa buah kelapa tua maupun muda. Pak kumis pun membantu Alan untuk mengupas kulit dari kelapa tersebut dan mengambil karung dari rumahnya sebagai wadah untuk menyimpan buah kelapanya agar mempermudah pak Nawir untuk menaikkan ke atas motornya.
"Makasih banyak pak atas bantuannya dan terima lah ini sebagai ucapan terima kasihku kepada bapak" ucap Alan sambil mengulurkan sebuah amplop putih yang isinya lumayan tebal ke atas tangan pak kumis.
"Tidak usah bos, Saya ikhlas menolong bos karena saya pernah juga mengalami hal tersebut dimana saya mengalami kebingungan disaat istri saya ngidam" ucap pak kumis yang menolak halus pemberian dari Alan.
"Ambillah Bahar itu Resky untuk anak dan istrimu, jangan menolak pemberian bos Alan" ucap Pak Nawir sambil tersenyum ke arah oak Bahar.
"Iya pak ini ucapan syukur saya karena sekian lama istrinya akhirnya hamil juga" ucap Alan lagi.
__ADS_1
Pak Bahar pun dengan bahagia mengambil amplop itu dan mengucapkan terima kasih banyak kepada Alan atas pemberiannya.
"Makasih banyak dan saya doakan semoga Allah membalas kebaikan Bos dan bayi dan istri bis sehat dan selamat sampai lahiran" ucap pak Bahar dengan senyuman yang selalu merekah.
Rombongan Alan pun kembali ke Kediaman Alan. Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai karena pak Bahar menunjukkan arah jalan pintas untuk mudah untuk pulang. Beberapa saat kemudian, Mereka sudah sampai dan Alan langsung ke arah dapur.
Alan kaget melihat Hyuna yang tertidur pulas di atas meja dapur mereka.
Alan langsung mencuci bersih kelapa tersebut lalu memasukkan buah kelapa tersebut ke dalam alat khusus untuk memarut kelapa tersebut dan kemudian memisahkan kelapa yang sudah Alan parut menjadi dua bagian. Bahan kelapa yang akan diambil santannya untuk dimasukan kedalam beras ketan hitam yang sudah dimasak kemudian dimasak kembali hingga nasinya matang. Dan kelapa parut untuk toppingnya terlebih dahulu untuk mengsangrainya dan mencampur beberapa bumbu penyedap rasa.
Beberapa menit kemudian Songkolok begadang buatan Alan tanpa bantuan dari chef rumahnya dan dengan penuh perjuangan untuk mendapatkan kelapa sebagai toppingnya akhirnya jadi juga.
ini visual songkolok begadang versi google
Kalau ini Visualnya persi dapur othor yahu
Alan pun membangunkan Hyuna karena makanan permintaan dari Hyuna sudah siap untuk disantap. Aroma dari santan dan bumbu khas dari songkolok tersebut hingga tercium e indera penciuman Hyuna. Hyuna tersenyum manis dan matanya berbinar binar melihat makanan yang dia inginkan makan sudah tersaji Cantik di depan nya.
Hyuna langsung mencicipi makanan khas Makassar asal othor tersebut tanpa banyak bicara lagi. Makanan tersebut tersedia pas adzan subuh berkumandang. Alan bahagia karena hasil masakannya disukai oleh Hyuna hingga piring Hyuna isinya tandas.
"Alhamdulillah Makasih banyak sayang" ucap Hyuna yang melap sisa makanan yang ada di sekitar area bibirnya.
Tapi yang membuat Alan kembali pusing setelah mendengar perkataan dari Hyuna yang menginginkan dibuatkan lagi Coto khas Makassar. Alan tidak bisa berkata apa-apa lagi dan hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Hyuna.
"Ya Allah cobaan apa lagi ini?." tanya Alan.
Visual Coto Makassar yang menggugah selera pastinya.
To Be Continued..
Makasih banyak kepada Readers yang telah memberikan dukungannya kepada BDP 🙏
by Fania Mikaila AzZahrah
__ADS_1
Makassar, 03 April 2022