Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 335. Perpisahan Sementara waktu


__ADS_3

Happy Reading..


Terlalu menyesali hanya akan membuat kita lupa untuk bersiap memperbaiki. Ketakutan itu hanya sementara, penyesalan itu selamanya. Penyesalan tidak dapat mengubah masa lalu, begitu pula kekhawatiran tidak dapat mengubah masa depan.


Mungkin seperti itu gambaran yang dirasakan oleh Mark Zuckerberg. Setelah memutuskan untuk mengkhianati cinta istrinya Eliana Wiguna Kim Said.


Kenyataan yang dilihatnya dengan kedua matanya sendiri, jika perempuan yang beberapa tahun terakhir ini menjadi kekasih gelapnya ternyata bukan perempuan baik-baik.


Demi perempuan itu dia sering kali marah tidak jelas, bahkan berujung dengan kekerasan yang dilakukan olehnya di atas tubuh istrinya.


Mark memutuskan untuk mengakhiri hidupnya setelah terlebih dahulu membunuh Martha dengan selingkuhannya. Setelah itu dia memilih untuk bunuh diri.


Penyesalan yang amat dalam dia rasakan membuatnya gelap mata hingga mengakhiri hidupnya sendiri.


Berita duka tersebut segera tersebar ke seantero Paris, Prancis. Amanda yang mengetahui hal tersebut sangat sedih dan kecewa dengan keputusan yang diambil oleh Mark.


Amanda tidak menyangka jika hidup keluarganya akan berakhir secara tragis. Amanda tidak ingin menyalahkan siapa pun juga atas musibah dan cobaan yang dialami oleh keluarganya.


Berita itu sudah berusaha ditutupi oleh keluarga besar Arya dan Mama Elisabeth. Dia tidak ingin kabar tersebut terdengar hingga ke Telinga Eliana yang sudah menemukan kebahagiaannya walaupun harus hidup sebagai seorang single parent diusianya yang terbilang tidak Muda lagi.


Key tidak menyangka jika nasib Daddy-nya harus berakhir seperti itu. Raditya dan Eliana ikut bersedih atas kabar duka itu.


Bagaimana pun juga, Mark adalah mantan suaminya yang pernah hidup dengannya hingga 20 tahun lebih, mereka arungi bahtera rumah tangga. Key dan Raditya bersedih dan menyesali keputusan Daddy-nya memilih jalan pintas. Padahal mereka sudah memaafkan kehilafan dan kesalahan suaminya itu.


Eliana berserta ke dua anak kembarnya langsung terbang dari Denpasar, Bali Indonesia ke Paris Perancis.


Suasana duka menyelimuti rumah ke dua orang tuanya Mark. Ibunya Mark tidak ingin putranya disemayamkan di kediaman anak dan menantunya dulu.


Eliana berlari ke arah mantan Ibu mertuanya. Mereka berpelukan saling menyalurkan rasa sedih yang menyelimuti hati mereka.


"Moms, maafkan Mark yang sudah buat Mommy kecewa, Eliana juga minta maaf karena salah Eliana yang terlalu egois yang tidak sabar menemani Mark sehingga Mark memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.


"Ini semua bukan kesalahan Kamu, melainkan jelas-jelas kesalahannya sendiri yang lebih memilih batu kerikil dari comberan dari pada batu berlian."


"Seperti inilah takdir hidup Mas Mark, apa yang kita lakukan jika takdirnya seperti ini, maka bersabarlah Eliana, Moms yakin Mark sudah tenang di alam sana,"


Mereka masih berpelukan satu sama lain untuk saling menguatkan. Kesedihan terlihat jelas di wajah mereka yang datang melayat.


Mereka tidak menyangka jika, seorang CEO yang disegani dan dikenal baik hati, dan setia pada istri dan keluarganya ternyata tidak sesuai dengan yang mereka saksikan di akhir hidupnya Mark


Harta, tahta dan wanita adalah ujian bagi setiap kaum pria. Jika Kamu tidak mampu untuk mengendalikan diri sendiri sebaiknya, akan berakhir seperti ini hidup kalian.

__ADS_1


"Daddy, maafkan Key yah Dad, Key sudah banyak salah dan dosa sama Daddy," Air matanya membanjiri seluruh wajahnya.


Key menciumi seluruh wajah Dadynya yang sudah dikafani dan siap untuk dishalatkan.


Raditya ikut memeluk jenazah Mark. Dia tidak hentinya meneteskan air matanya. Memang dia akui setelah mereka dewasa barulah Daddy-nya berubah drastis dari penyayang, baik hati menjadi Ayah yang sangat diktator.


Selebihnya mereka tetap bahagia,bangga dan bersyukur memiliki Ayah yang seperti Mark.


Beberapa saat kemudian, jenazah dishalatkan di rumah duka dan dikebumikan di TPU khusus keluarga besar Mark.


Banyaknya pelayak yang mengantar Mark ke tempat Peristirahatan terakhirnya membuktikan bahwa kebaikannya masih diingat oleh orang-orang.


Empat hari mereka berada di Prancis mereka pun memutuskan untuk segera kembali ke Indonesia, Jakarta. Sedangkan Amanda nanti selesai tujuh harinya baru kembali ke Inggris, London untuk mengurus pernikahannya setelah lebaran idul Adha.


Selama di Prancis, Alexander Agung selalu menemani Amanda di mana pun berada. Agung selalu setia menemani dan mendukung Amanda.


Amanda bersyukur karena calon suaminya mampu membuatnya sedikit dan mampu melupakan kegundahan dan kesedihan hatinya.


"Makasih banyak Abang, selalu berada di sampingku untuk melewati semua ini."


Agung yang duduk di sampingnya di kursi taman memandang wajah penuh cinta kekasihnya yang nantinya akan menjadi pendamping hidupnya kelak.


"Abang merasa bahagia dan bersyukur karena Abang bisa menemani Kamu di saat kamu butuh seseorang untuk bersandar."


Paris adalah kota mode dan tempat paling romantis sepanjang masa. Suasana malam itu sangat cocok untuk pasangan yang memadu kasih.


Neneknya melihat mereka berdua dengan tersenyum bahagia.


"Nenek berharap agar kalian kelak hidup bahagia, biarkanlah kisah rumah tangga ke dua orang tuamu menjadi pelajaran bagi kehidupan kalian kedepannya."


Air matanya mengalir membasahi wajahnya yang sudah keriput itu. Beliau tidak mengira jika nasib anak tunggalnya berakhir menyedihkan diakhir hidupnya.


"Mark Mami merindukanmu nak, Mami masih ingat di saat Kamu berlarian ke arah Mami untuk digendong, dengan langkah kaki kecilmu itu," air matanya menetes membasahi pipinya.


Beberapa hari kemudian, Amanda berpamitan kepada neneknya. Neneknya enggan untuk melepaskan dan mengijinkan kepergian cucunya. Rumah besar itu pasti akan kembali sepi. Andai saja bisa, dia akan tinggal bersama dengan Besannya Mama Elisabeth di Inggris.


Tetapi, rumah yang dia tempati menyimpan sejuta kenangan indah bersama putra tunggalnya dengan mendiang suaminya.


Amanda memeluk tubuh Neneknya yang masih kelihatan muda itu diusianya yang sudah menginjak usia 60an.


"Maafkan, Amanda Nek, insya Allah jika Amanda tidak sibuk saya akan datang menjenguk nenek," Amanda memeluk tubuh Neneknya.

__ADS_1


Neneknya membalas pelukan dari cucu ketiganya itu.


"Nenek terima tawaran Nenek Elisabeth saja, agar Nenek tidak kesepian lagi di sini, Insya Allah Kakek dan Daddy Mark pasti akan mengerti."


"Nenek akan pertimbangkan Permintaanya Nenek Kamu, kalau Nenek sudah siap ke sana pasti akan segera menelpon Kamu atau Keyna.


"Amanda pamit dulu yah Nek, jaga kesehatan Nenek, dan jangan lupa jangan terlalu bersedih dan terpuruk dalam kesedihannya Nenek, assalamu alaikum Nek."


"Waalaikum salam, hati-hati sayang, insya Allah akan saya laksanakan apa pun yang Kamu katakan."


Neneknya tidak ingin melepas pelukan dari cucu perempuannya tersebut.


"Jujur saja Nenek sangat sedih melihat kalian akan pergi jauh meninggalkan Nenek, tapi itu yang terbaik untuk kalian."


Semoga masih suka baca novel recehan ku ini. Mungkin Akhir bulan novel recehku ini akan pamit pada kalian semua.


Kalau gak punya waktu untuk baca setiap Babnya bisa dicicil juga boleh. Tidak apa-apa kok so Monggo saja lah Fania Ikhlas sangat malah.


Jangan Lupa untuk mampir ke Novelku yg judulnya:



Cinta Yang Tulus


Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar



Tetap Dukung BDP dengan Cara:


Like setiap Babnya,


Rate Bintang 5,


Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya


dan


Votenya Juga serta Giftnya yah bagi lah Kakakhehehe ✌️


********To Be Continued********

__ADS_1


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Kamis, 30 Juni 2022


__ADS_2