Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab.116. Harus Berakhir


__ADS_3

Happy Reading..


Satu Minggu setelah kepulangan Arya,Delia beserta Rombongan dari USA. Dan Sudah Satu Minggu pula Rina tidak masuk kerja.


Arya segera menelpon istrinya karena ingin meminta bantuan Kepada Delia Agar Delia segera ke Rumah Rina. Menurut Arya Delia yang lebih cocok untuk menemui Rina untuk mengambil dokumen penting itu dari pada orang lain. Entah kenapa Arya merasakan sesuatu yang aneh semenjak kepulangan mereka dari Amerika serikat.


Bukannya Arya tidak menghiraukan keadaan Delia yang sedang hamil, Tapi Arya merasa Delia yang paling cocok untuk menangani masalah yang terjadi kepada Rina Jika seandainya ada apa-apa dengan Rina.


Delia pun tidak berfikir panjang dan langsung otw ke rumah Rina bersama beberapa pengawalnya.


Sesampainya di sana, Delia heran dengan lampu teras rumah Rina yang belum dipadamkan dan itu tidak seperti biasanya.


Delia buru-buru berjalan dan segera mengetuk pintu rumah Rina.


"Assalamu alaikum Rin" ucap Delia.


Tapi tidak ada Jawaban sama sekali dari dalam. Delia terus mencoba untuk mengetuk pintu rumah Rina. Tapi lagi-lagi gak ada reaksi dari dalam rumah Rina.


"Ke mana yah kok jam segini Rina belum bangun atau Rina gak ada di rumahnya?? tapi sepertinya Rina masih ada di dalam deh" ucap Delia.


Akhirnya Delia memutuskan untuk mendobrak pintu rumah Rina karena Delia mendengar ada suara Benda Jatuh dari dalam rumahnya.


"Tolong Dobrak pintunya!" ucap Delia.


"Ibu minggir sedikit" ucap bodyguard Delia.


Delia segera mengjauh dari depan pintu.


Pintu rumah Rina pun akhirnya terbuka juga. Delia segera ke dalam untuk mencari keberadaan Delia. Delia langsung ke dalam kamar Rina, Tapi Hasilnya tetap sama, keberadaan Rina tidak ditemukan. Delia segera berjalan ke arah Dapur dan ternyata Rina berada di Dalam dapur rumahnya.


Rina sudah tergeletak tak berdaya di lantai rumahnya. Banyak darah yang mengucur di sekitar pergelangan tangannya.


"Rinaaaaa!" ucap Delia yang sudah shock melihat kondisi dari sahabatnya itu.


"Rina bangun, ada apa denganmu, ayok bangun Rina, Aku Mohon" ucap Delia sambil memerintahkan kepada anak buahnya untuk mencari kotak p3k sebelum Rina di bawah ke Rumah Sakit.


"Cepat gendong Rina, kita bawa Dia ke Rumah Sakit" perintah Delia ke bodyguardnya.


Beberapa saat kemudian, Delia dan rombongannya sudah tiba di rumah sakit milik keluarga besar Wiguna. Seluruh Karyawan di Rumah sakit sudah tahu Siapa Delia. Sehingga Dokter dan Para Suster antusias menyambut kedatangan Delia.


Rina segera di bawah Masuk ke Ruang UGD untuk segera mendapatkan pertolongan. Raut cemas jelas sangat nampak dari wajah Delia. Bahkan pakaian yang dikenakan oleh Delia penuh dengan noda darah segar milik Rina.


Delia segera menghubungi nomor Dessy salah satu temannya Juga.


"Assalamu alaikum Dessy" ucap salam Delia.


"Waalaikum salam Del, ada apa kok suaramu seperti orang yang sedang ketakutan??" Tanya Dessy.


"Tolong cepat datang ke rumah sakit Medistra Center" ucap Delia.


"Kamu kenapa Del, kamu udah mo lahiran yah??" tanya Dessy.


"Ngaco yah perutku itu baru jalan 5 bulan Dessy" ucap Delia yang greget dengan tanggapan dari Dessy.


"Terus kamu pain di rumah sakit??" Tanya lagi Dessy.

__ADS_1


"Rina mencoba untuk memotong pergelangan tangannya, Tolong jangan banyak tanya lagi segera lah Datang ke sini" ucap Delia sambil mematikan sambungan teleponnya agar Dessy tidak banyak Tanya lagi.


Beberapa saat kemudian, Rina Bisa tertolong. Rina segera dipindahkan ke ruang perawatan terbaik di rumah sakit itu. Delia tidak kuasa melihat kondisi dari sahabat kecilnya itu.


"Rina, kok kamu sampai tega memotong urat Nadimu sih,??" Tanya Delia. Yang sudah terisak dalam tangisnya.


Sedangkan di belahan Dunia lain.


Emre sudah mendapatkan kesepakatan perjanjian kerja sama dengan Perusahaan Sinopec Group. Emre pun memutuskan untuk ke Indonesia.


Emre tidak ingin menunda terlalu lama, Emre ingin segera menemui perempuan yang telah dia renggut kehormatannya secara paksa.


"Tolong Atur keberangkatan Aku ke Indonesia dan Aku mau sampai di sana tidak perlu repot-repot cari rumah lagi, Aku Ingin semuanya sudah siap" ucap Emre.


"Baik Bos" ucap asisten Pribadinya.


Emre tersenyum gembira karena akan segera bertemu dengan perempuan yang akhir-akhir ini telah mengganggu kenyamanan tidurnya. Bahkan Emre sering membayangkan bagaimana Dia disaat sedang menggauli perempuan itu.


"Tunggu aku Cantik, Aku akan segera datang menemuimu" ucap Emre dengan senyuman yang selalu menghiasi wajah tampannya.


Kita kembali ke Tanah air Beta.


Delia tidak segan meneteskan air matanya melihat kondisi sahabatnya yang belum sadarkan diri.


Pintu ruangan Perawatan Rina terbuka, Masuklah Dessy. Delia langsung berdiri dan cupika cipika-cipiki dengan Sahabatnya.


"Rina apa yang terjadi kepadamu, kenapa kamu tega ingin mengakhiri hidupmu?" ucap Dessy di sela tangisnya.


Delia dan Dessy berbincang-bincang santai sambil menunggu Rina siuman dan sadar dari pinsangnya. Rina Akhirnya terbangun dari pinsangnya.


"Auhhh, Sakit" ucap Rina mengeluh sakit di area tangannya.


"Mana yang Sakit?" tanya Delia.


Rina memandangi satu persatu sahabatnya dan tidak menjawab pertanyaan Dari Delia, Tapi Rina langsung saja menangis meraung-raung meratapi nasibnya.


"Delia, Aku tidak pantas untuk hidup lagi, kenapa kamu menolongku" ucap Rina sambil mencoba untuk mencabut selang infusnya.


"Apa yang kamu lakukan haaa, kamu sudah bodoh apa!!" ucap Dessy yang kaget melihat Rina yang ingin mencabut selang infus dari tangannya.


"Rina!! istighfar sayang, Apa kamu sudah lupa kalau Minggu ini Kamu akan menikah??" ucap Delia.


Rina langsung teringat kepada Rangga Azof Rustam calon tunangannya Rina semakin mengencangkan Suara tangisannya. Hal itu membuat Delia dan Dessy heran. Dessy dan Delia saling berpandangan tidak mengerti.


"Kok tambah Nangis, bukannya Bahagia ini calon manten satu ini semakin menangis Saja" ucap Dessy sambil memeluk tubuh sahabatnya yang berusaha menenangkan Rina.


"Delia tolong telpon Rangga, dan tolong batalkan pernikahan aku dengannya" ucap Rina.


"Apa yang terjadi dengan kamu Rina! kenapa sampai kamu ingin membatalkan pernikahan kalian yang sudah di depan mata dan sisa menghitung hari??" tanya Delia.


"Aku tidak pantas lagi menjadi istri dari mas Rangga Del, Aku tidak....." ucap Rina yang tidak sanggup untuk melanjutkan perkataannya.


"Maksud kamu tidak pantas untuk bersanding dengan Rangga?? Apa alasan kamu sehingga dengan mudahnya berbicara seperti??" tanya Dessy.


"Betul kata Dessy, kalian itu sudah pacaran Tujuh tahun loh,dan itu bukan waktu yang singkat Rina" ucap Delia.

__ADS_1


Rina belum menghentikan tangisannya. Bahkan Rina sudah semakin histeris.


"Aku sudah tidak perawan lagi Delia, tidak mungkin mas Rangga menikahi cewek yang tidak bisa menjaga kehormatannya" ucap Rina di sela tangisnya.


Delia dan Dessy dibuat kaget dengan perkataan Rina.


"Maksud kamu apa Rina, tolong jangan ngaco deh" ucap Delia.


"Tolong jelaskan dengan baik maksud dari perkataan kamu Rina" ucap Dessy.


Rina Akhirnya menceritakan tentang Semua yang terjadi pada dirinya saat Dia berada di Amerika. Dessy dan Delia yang mendengar perkataan Rina shock dan kasihan kepada sahabatnya itu. Mereka kemudian berpelukan untuk saling memberikan dukungannya.


Tapi mereka tidak menyangka kalau apa yang mereka bicarakan ternyata terdengar sampai ke telinga Rangga dan Arya yang kebetulan berada di depan pintu kamar perawatan Rina yang pintunya tidak rapat.


Rangga langsung masuk ke dalam kamar perawatan Rina. Semua orang yang berada di dalam sana kaget melihat kedatangan Rangga.


Rina tidak sanggup menatap calon suaminya. Rina takut dengan reaksi dan tanggapan Rangga Setelah mendengar langsung Apa yang sedang terjadi kepadanya.


"Maafkan Aku, Pernikahan kita tidak seharusnya dilanjutkan lagi" ucap Rangga sambil melepaskan cincin pertunangan mereka dari jari manisnya.


"Mas apa maksud dari semua ini??" tanya Rina.


"Maaf hubungan kita cukup sampai di sini Saja, Aku tidak ingin memiliki istri yang tidak perawan lagi" ucap Rangga dengan begitu teganya memutuskan hubungan mereka.


"Mas, Apa Tujuh tahun itu tidak berarti sama sekali?, dimana janjimu yang dulu kau ucapkan yang katanya apa pun yang terjadi kamu tidak akan pernah meninggalkan Aku" ucap Rina yang semakin menangis saja.


Delia,Dessy dan Arya tidak bisa berbuat apa-apa dan ikut campur dalam urusan mereka.


Delia memeluk tubuh sahabatnya. Sedangkan Dessy mencoba menenangkan Rina.


"Yang sabar Rina" ucap Delia sambil terus menahan laju air matanya.


"Baiklah kalau memang itu sudah menjadi keputusan Mas Rangga, Aku ikhlas Mas Tapi aku mohon jangan katakan kepada keluarga kita Kalau mas memutuskan untuk mengakhiri pertunangan kita karena aku tidak...." ucap Rina yang tidak mampu meneruskan kata-katanya.


"Maaf" ucap Rangga sambil berlalu meninggalkan Rina yang sudah terpuruk.


"Delia, Aku harus gimana lagi, hancur sudah semuanya" ucap Rina.


"Yang sabar Rina, Mungkin memang kalian tidak berjodoh" ucap Dessy.


"Iya kami masih ada bersama kamu dan aku yakin kamu pasti akan mendapatkan Pria yang jauh lebih baik dari Rangga" ucap Delia yang berusaha menenangkan Rina.


Mereka kembali berpelukan satu dengan yang lainnya. Mereka saling menguatkan untuk memberikan dukungannya kepada Rina.


TBC..


📢Typo mohon dimaklumi yah 📢


Kasihan Sungguh kasihan kepada Nasib Rina sudah tidak suci lagi deh pernikahannya pun batal.


Yang kasihan dengan Nasib Rina yuk berikan Like kalian. Agar Rina bisa bersabar dan bersemangat menghadapi ujian dan cobaan dalam hidupnya.


Tetap Dukung BDP Yah Readers 🙏🙏.


Makasih banyak 🥰✌️.

__ADS_1


By FANIA Mikaila AzZahrah.


Makassar, 16 Februari 2022.


__ADS_2