
Happy Reading..
Setelah kepergian Rangga dari Rumah Rina, hujan pun turun dengan lebatnya. Seakan-akan hujan itu mewakili perasaan Rina yang hancur berkeping-keping. Rina hanya bisa menangis tersedu-sedu meratapi nasib percintaannya.
Pria yang seharusnya menjadi calon pengantin dihari pernikahannya sekarang akan menjadi calon pengantin pria dari wanita lain. Rina ingin berteriak kencang melampiaskan kegalauan hatinya. Tapi Itu tidak mungkin Dia lakukan karena ke dua orang tuanya masih berada di rumahnya.
"Ya Allah kuatkan lah hati ini, dan berilah Aku kesabaran" Ucap Rina sambil menghadap ke atas menatap hujan yang enggan untuk berhenti membasahi Bumi.
Hati Ibu mana yang tidak sedih dan sakit jika melihat kondisi dari Anak kandungnya yang sedang dirundung kemalangan. Hanya air mata yang bisa mewakili seluruh isi hati Mama Rina Setelah mengetahui kalau anaknya sudah tidak perawan lagi. Tapi Mama Rina tidak ingin memperlihatkan kesedihannya di hadapan Rina, agar Rina tidak bertambah sedih.
Rina memutuskan untuk Ijin cuti selama Satu bulan dari tempat kerjanya. Rina benar-benar ingin merehatkan fisik,raga dan Perasaannya.
Satu minggu kemudian, Bertepatan dengan hari pernikahan Rangga dengan tunangannya yang bernama Rindu.
Rina segera mengirim chat kepada ke dua sahabatnya yang kebetulan mereka memiliki grup khusus yang anggota grupnya hanya mereka bertiga saja.
📲"Assalamualaikum"
Chat yang dikirim Rina masih bertanda centang dua. Sepertinya Delia dan Dessy masih sibuk mengurus anak-anak dan suami mereka.
Rina masih menunggu balasan chatnya sambil menikmati secangkir teh hangat dan pisang goreng buatan mamanya.
"Nikmat mana lagi yang engkau dustakan" Ucap Rina sambil menyantap pisang goreng itu.
Handphone Rina yang ada di atas meja pun bergetar pertanda ada chat yang masuk. Rina bergegas mengambil handphonenya segera membaca pesan yang masuk.
Delia 📲"Waalaikum salam Rina"
Dessy 📲"Waalaikum salam Rin, tumben loh gak nelpon biasanya loh kan yang paling males Untuk chat 🤭"
Rina langsung menelpon ke dua sahabatnya.
"Iya, ada apa nih nelpon kami??" tanya Dessy yang suaranya agak serak karena baru bangun dari tidur siangnya.
"Dessy! kamu itu yah dichat protes, ditelpon masih tetap saja protes, jangan-jangan kamu belum dikasih uang jajan yah sama suami loh" ucap Delia yang tersenyum penuh arti dibalik handphonenya.
"Kok kamu tahu? jangan-jangan kamu cenayang yah?" Tanya Dessy sambil tertawa.
"Kalian masih mo lanjut candaannya atau Aku tutup dulu telponnya??" ucap Rina yang sudah kesal dengan ulah Kedua temannya.
"Rina Merajuk.. Rina merajuk" ucap Delia.
"betul.. betul.." ucap Dessy.
"Kalian bakat juga yah, kalau gitu gantiin daja sono si kembar botak itu yang sampe kiamat pun gak bakalan tumbuh rambutnya" ucap Rina yang semakin jengkel.
"Rina kok sengsian yah, jangan-jangan lagi PMS yah Rin??" ucap Delia.
Rina langsung teringat kalau bulan ini, Dia belum menstruasi. Rina segera mengambil kalender yang terpasang Cantik di atas nakas tempat tidurnya.
"Udah satu bulan Aku Belum haid, jangan-jangan Aku lagi..? itu tidak mungkin pasti aku tidak hamil" ucap Rina yang masih kedengaran sampai ketelinga teman-temannya.
"Rina! kamu baik-baik saja kan??" tanya Delia.
__ADS_1
Rina belum menjawab pertanyaan dari Delia, Rina masih sibuk dengan pemikirannya sendiri. Raut wajah Rina langsung berubah menjadi pucat pasi karena takut jika yang Dia khawatirkan menjadi kenyataan.
"Hello Rina, kamu baik-baik saja kan?? tanya Dessy.
"Aku baik-baik saja kok, oiy Aku Ingin meminta tolong kepada kalian bisa gak kalian tolong temani Aku ke acara resepsi pernikahan Rangga dengan Rindu??" Tanya Rina yang pikirannya masih tertuju kepada Masalah pmsnya yang terlambat datang.
"Tak masalah, kami akan temani kamu ke Sana, tapi jam berapaan acaranya?? Tanya Dessy.
"Jam 7 Malam acaranya" ucap Rina.
"Berarti kita masih punya banyak waktu untuk ke salon" ucap Dessy.
"Ide bagus tuh Dessy" ucap Delia.
"Idenya bagus sih, Tapi Ibu Bos yang bayar yah, Boleh??" ucap Dessy yang seakan-akan Delia ada di Depannya.
"Kalau masalah itu kalian tenang Saja" ucap Delia.
"Kita ke salon biasa saja Yah" ucap Dessy.
"Kalau gitu Aku mo siap-siap dulu sekalian pamit sama My hubby" ucap Delia.
"Ok kita ketemu di sana yah" ucap Rina.
Karena sibuk, Rina sudah melupakan perihal tentang Haidnya yang terlambat datang.
Ke Tiga Perempuan cantik itu sudah bersiap untuk berangkat ke Salon. Dessy pamit kepada suaminya dan pamitan Kepada Mama mertuanya.
Arya tersenyum manis kepada Istrinya Karena Arya mendapat Cara terampuh, Jika sedang ingin menggauli istrinya. Delia dengan senang hati melayani permintaan dari suaminya selama itu tidak menganggu Dede bayinya.
Mereka masing-masing meninggalkan rumah mereka dan akan ke Salon. Tapi sebelum ke salon Mereka Singgah ke Cabang Butik Andreas yang ada di Indonesia untuk mengambil baju pesta pesanan mereka.
"Cantik banget gaunnya, Hasil Kerja Kalian Aku akui sangat Bagus" ucap Delia.
"Iya Del, Jahitan mereka rapi dan ukuran kita pas banget di badan" ucap Dessy sambil mencoba gaun pestanya.
Sedangkan Rina melamun dan takut Jika dirinya sedang Hamil sehingga ternyata kebenaran itu terungkap ke hadapan orang-orang.
"Ya Allah semoga hasilnya negatif" ucap Rina.
Sedangkan ke dua temannya masih bingung dengan gaun yang ada, semuanya sangat bagus dengan kualitas super tentunya.
Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang sedang memaki salah satu karyawan.
"Aku kan sudah bilang sama desainer kalian tolong jangan dipotong bagian yang ini, di mana telinga kalian simpan, apa kalian tuli?" ucap perempuan itu yang tidak lain adalah Rindu sang calon pengantin wanitanya Rangga.
Delia tidak suka dengan sikap dan perangai Rindu yang sudah memarahi Karyawannya yang katanya tidak becus Bekerja. Delia segera menengahi mereka karena sudah menjadi pusat tontonan gratis dari seluruh pelanggan Butik Andreas yang ada.
"Maafkan Pegawai ini Ibu, Mohon kerendahan hati Ibu untuk memaafkan kesalahan Mereka" ucap Delia.
Rindu tidak mengenal Delia sehingga Dia Tetap tidak mau menerima kesalahan pegawai itu.
"Maaf ibu ini Siapa yah? ikut campur dalam urusan Saya Saja, dan Saya lihat dari pakaian dan gaya anda kok bisa masuk di Butik paling mahal di Seluruh Kota" ucap Rindu dengan pongahnya.
__ADS_1
Rina dan Dessy Hanya diam dan Jadi penonton saja. Mereka tidak ingin ikut campur Karena, Mereka tahu kemampuan dari istri orang nomor satu Sinopec Group.
Delia hanya tersenyum menanggapi perkataan Rindu.
"Wajib yah berpakaian Cantik,mahal dan bagus Jika ingin masuk ke Butik Andreas?? Sepertinya Saya perhatiin seluruh sisi ruangan Butik ini tidak ada tuh yang bertuliskan larangan seseorang yang berpakaian murahan dilarang masuk ke sini" ucap Delia.
Sudah banyak kasat kusut dari orang yang datang berkunjung ke butik Andreas. Mereka tahu Persis Siapa Delia. Tapi Rindu tetap tidak mau mengalah dan memaafkan kecerobohan dari pegawai itu. Walaupun perkataan dari Delia sudah menohok hatinya. Tapi itu lah Rindu dengan sombongnya tidak mau memaafkan kesalahan orang lain.
"Jadi mau Anda bagaimana??" tanya Delia yang sudah dibuat geram dengan tingkah Dari Rindu.
"Mereka harus mengganti gaun pengantin Saya yang baru" ucap Rindu.
Delia memandang ke arah pegawai butiknya, dan pegawai itu segera bertindak. Walaupun kesalahan itu bersumber dari Rindu sendiri.
"Baiklah kalau itu mau Anda" ucap Delia.
Karena Rangga mendengar seseorang yang sedang bercerita tentang kondisi di dalam Butik sehingga Rangga bergegas menuju ke Butik Andreas.
Rangga kaget melihat istri dari pemilik perusahaan Sinopec Group sedang beradu mulut dengan Rindu. Rangga tahu siapa Delia, Tetapi Dia tidak mengetahui kalau Delia berteman dengan Rina mantan pacar sekaligus mantan tunangannya.
"Yang jelasnya Aku Ingin pakaian ini selesai sebelum jam 5 Sore" ucap Rindu yang sikapnya semakin menjadi Setelah melihat kedatangan Rangga.
Rangga berjalan ke arah Delia dan ingin meminta maaf atas kelancangang Rindu.
"Sayang kamu sudah datang" ucap Rindu dengan Suara yang dibuat manja dan langsung bergelayut manja di lengan Rangga.
Tapi Rangga malahan melepaskan tangannya dari pelukan Rindu.
"Rindu jaga sikap kamu, apa kamu tahu Siapa perempuan yang telah kamu hina ini" ucap Rangga yang sudah tersulut Emosinya.
"Tapi Sayang Aku....." Ucap Rindu yang tidak bisa melanjutkan perkataannya karena segera dipotong oleh Rangga.
"Aku mohon Kamu Diam Rindu! Beliau adalah Istri dari Presdir kita" ucap Rangga.
Sedangkan Rindu tidak mau percaya dengan perkataan Rangga.
"Kamu pasti berbohong kan, masa sih Istri Pak Arya Modelnya kayak gini?" ucap Rindu yang telah menghina Delia.
"Aku bilang Diam Rindu!" Ucap Rangga.
"Kok kamu lebih membela Dia dari pada Saya Tunangan Kamu??" ucap Rindu yang mulai berpura-pura ingin menangis.
Delia muak melihat tingkah laku Rindu yang pintar berakting. Tiba-tiba pintu terbuka lebar dan masuklah seseorang.
TBC...
Alhamdulillah Akhirnya Selesai juga Ngetiknya.
Jangan Lupa untuk selalu mendukung BDP Dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5 dan FAVORITKAN Yah Kakak Readers 🙏🙏.
Makasih..
by FANIA Mikaila AzZahrah.
__ADS_1