
HAPPY READING..
Dessy tidak tahu harus menjawab apa. Apa kah Menerima dan siap menjadi istri dari Dimas atau Menolak pinangannya Dimas. Dessy ragu dan bimbang untuk menerimanya. Dessy bahkan terbayang-bayang dengan kegagalan pernikahannya dulu bersama Erlangga. Dessy takut jika kegagalan itu datang lagi dalam hidupnya. Dessy terlalu takut untuk memulai hidup baru lagi.
"Maaf aku belum siap untuk menikah denganmu" ucap Dessy sambil melepaskan genggaman tangannya dari tangan Dimas.
Semua orang yang ada di Sana termasuk ke dua orang tuanya Dessy tidak bisa berbuat apa-apa karena ini kehidupan Dessy. Mereka hanya bisa mendo'akan dan memberikan masukan kepada Dessy. Dessy Ingin meninggalkan taman tersebut tapi langkah Dessy terhenti oleh sesuatu.
"Aunty jangan menolak lamaran Papi Amanda yah" ucap Amanda yang memegang tangan Dessy.
Dessy kaget mendengar penuturan Amanda yang mengatakan kalau Dimas adalah Papinya.
"Aunty dulu pernah berjanji kepada Amanda katanya Aunty akan mengabulkan semua permintaan Amanda, Aunty cantik tidak lupa kan dengan janji Aunty??" ucap Amanda.
Dessy jongkok di hadapan Amanda. Dan Dessy langsung memeluk tubuh Amanda. Dessy semakin tersedu-sedu dalam pelukan Amanda. Dessy kemudian memegang wajah Amanda.
"Maafkan Aunty, untuk permintaan Princess Amanda yang satu ini, untuk kali ini Aunty tidak bisa kabulkan" ucap Dessy sambil menyeka air matanya.
Dessy lalu berdiri kemudian berjalan Ingin meninggalkan taman tapi tiba-tiba Dimas menyanyikan sebuah lagu khusus untuk Dessy diiringi oleh pemain musik yang membantu Dimas walaupun suara Dimas yang pas-pasan tetapi Dimas ingin mengutarakan perasaannya lewat lagu.
Dengarkanlah, wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu, dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan yang terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
ku tak akan mengulang 'tuk meminta
satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untuk dirimu
Dengarkanlah, wanita impianku
malam ini akan kusampaikan
janji suci, satu untuk selamanya
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
Tuk yang pertama dan yang terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
__ADS_1
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Jangan kau tolak dan buatku hancur
ku tak akan mengulang untuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Aku lah yang terbaik untukmu
Akulah yang terbaik untukmu
Oh-oh-oh-oh
Lirik janji Suci
Oleh Yovie and Nuno
Dimas menyelesaikan lagunya dan berjalan ke arah Dessy. Sedangkan Dessy terharu dengan ketulusan hati Dimas untuk melamarnya.
Dimas kembali berlutut di hadapan Dessy sambil menyodorkan sebuah kotak kecil berwarna merah. Dimas sangat berharap agar Dessy menerima pemberiannya dan lamarannya.
"Dessy Aku mohon beri aku kesempatan untuk membuktikan bahwa Aku berbeda dengan Erlangga, Aku akan buktikan kepada dunia betapa besar cintaku padamu" ucap Dimas.
"Aku ambil cincin ini" ucap Dessy.
"Tapi bukan berarti aku menerima lamaranmu, tolong beri aku waktu untuk berfikir dan jika Aku sudah yakin dengan keputusanku, Aku akan mengatakan langsung bahkan di depan semua orang" ucap Dessy tersenyum manis ke arah Dimas.
Dimas mengangguk lalu memeluk tubuh Dessy.
"Dan satu hal lagi, Aku Ingin penjelasanmu siapa Amanda". ucap Dessy.
"Aku akan menjelaskan semuanya tapi bukan sekarang dan bukan di Sini" Jawab Dimas.
Dessy pun menganggukkan kepalanya dan membalas pelukan Dimas.
Ke dua sahabatnya langsung mendekati Dessy dan Dimas. Mereka memberikan ucapan selamat kepada ke duanya.
"Kapan datang dari Turki??" tanya Dessy kepada Rina sambil memeluk Rina.
"Demi pertunangan kamu aku datang langsung ke sini dari Turki" jawab Rina.
"Dessy cobalah buka hatimu dan beri kesempatan untuk Dimas, aku yakin Dimas jauh banget bedanya dengan Erlangga" ucap Delia.
"Aku akan berusaha untuk menerima Dimas tapi Aku kaget dan tidak percaya kalau Dimas sudah punya Anak" ucap Dessy sambil memandang ke arah Dimas dan Amanda.
"Bicaralah baik-baik dengan Dimas aku yakin Dimas punya alasan sendiri dengan itu semua" ucap Rina.
"Gimana kabarnya kalian di Turki, kalian baik-baik saja kan??". Tanya Delia Kepada Rina.
__ADS_1
"Alhamdulillah baik, Keluarga besar Emre menerimaku dengan baik" ucap Rina yang tiba-tiba murung Setelah membicarakan keluarga Suaminya tapi Rina tidak ingin ada orang lain yang tahu Rina buru-buru tersenyum.
Delia menangkap sesuatu yang aneh di wajah Rina tapi Delia tidak ingin berfikiran negatif tentang hal itu dan Kalau emang ada yang lain dan tidak beres pasti Rina akan angkat bicara.
Aditya dan Emilia pun datang serta Kakak kembar Arya dan suaminya pun datang dari Inggris.
Mereka datang karena kangen dengan keluarganya dan ingin menjenguk Ayahnya mereka pak Wiguna yang sudah bertahun-tahun koma. Anak-anak Eliana turut ikut serta dalam kepulangan mereka kali ini dikarenakan liburan sekolah di Inggris dan Amerika sehingga cucu Wiguna bisa pulang minus hanya si kembar.
Ke Esokan harinya, Mama Elisabeth, Arya, Eliana dan Emilia beserta keluarga masing-masing mendatangi Rumah Sakit untuk menjenguk Ayah mereka Pak Wiguna. Mama Elisabeth tidak henti-hentinya meneteskan air matanya yang membasahi pipinya. Mama Elisabeth tidak kuasa melihat kondisi suaminya yang masih sama seperti sebelumnya bahkan tubuh pak Wiguna lebih kurus dari sebelumnya.
Mereka bergantian menjenguk Ayah mereka, dan giliran Delia dan Baby Zi yang terakhir. Baby Zi selalu ingin menarik selang infus dan alat-alat kedokteran dan kesehatan yang menempel di tubuh kakeknya. Sehingga baby Zi selalu dalam pangkuan Delia. Baby Zi menyentuh tangan Kakeknya dan berceloteh tidak jelas seakan-akan baby zi mengajak kakeknya berbincang-bincang.
Delia dan Baby zi sudah ingin meninggalkan kamar perawatan Ayah mertuanya tiba-tiba ada pergerakan dari Pak Wiguna. Tangan pak Wiguna bergerak dan menarik tangan Baby zi. Hal ini membuat Delia kaget dan berteriak agar Arya dan yang lainnya segera masuk ke dalam kamar perawatan Pak Wiguna.
Emre segera menghubungi dokter dan yang lainnya menangis bahagia karena Ayah mereka memperlihatkan perubahan yang signifikan dari hari-hari sebelumnya. Dokter pun datang memeriksa keadaan pak Wiguna. Semua orang yang melihat kemajuan pak Wiguna sangat bahagia dan bersyukur. Setelah diperiksa oleh Dokter, kesehatan dan keadaan pak Wiguna dinyatakan sudah sadar dari komanya. Pak Wiguna belum bisa terlalu banyak bicara karena keadaannya yang masih belum stabil dan madih lemah tetapi Anak dan Istrinya sangat bersyukur.
Dua Minggu kemudian Pak Wiguna dinyatakan sudah bisa kembali ke rumahnya dan perawatan akan dilanjutkan setelah pak Wiguna sampai di rumahnya. semua orang bersyukur atas kesembuhan dari Ayah mereka.
Hari ini Pak Wiguna duduk di kursi rodanya sambil memangku Baby zi. Baby Zi tidak ingin berpisah jauh dari Kakeknya begitu pun juga dengan Pak Wiguna. Pak Wiguna mengajak Baby Zi Berbicara. Bahkan pak Wiguna tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu Baby Zi. Kehadiran Baby zi ditengah keluarga besar Wiguna sangatlah membawa berkah dan kebahagiaan.
Semua anggota keluarga besar Wiguna tersenyum bahagia melihat kondisi dari Pak Wiguna yang semakin hari semakin baik. Anggota keluarga besar Wiguna berkumpul di ruang tengah. Arya Ingin menyampaikan sesuatu hal yang menurutnya sangat penting dan hal ini sebenarnya sudah Lama Arya Ingin sampaikan tapi karena mengingat kondisi ayahnya yang koma sehingga Arya mengurungkan niatnya.
Tidak hanya Keluarga inti mereka yang hadir di tempat itu tapi keluarga dari Delia dan keluarga yang ada di Korea Selatan pun ikut hadir di tempat itu. Ada beberapa yang heran dengan pemanggilan mereka ada juga yang ikut tanpa banyak tanya. Uncle Park pun turut hadir di tengah-tengah mereka.
"Baiklah Karena kalian sudah berkumpul di ruangan ini, Saya ingin menyampaikan kepada kalian apa maksud dari Saya menyuruh kalian untuk berkumpul" ucap Arya sambil mengambil map dari dalam tasnya yang ada di atas Meja.
Semua mata tertuju ke arah map yang dipegang oleh Arya.
"Ayah apa Ayah masih ingat tentang saudara kembar Ayah???." Tanya Arya.
"Ayah selalu ingat dengan saudara kembar Ayah bahkan wajahnya yang tersenyum disisa hidupnya" ucap pak Wiguna yang mengingat saat terakhir dia melihat adiknya.
"Apa Ayah ingat dengan kisah Pernikahannya juga dan dengan siapa uncle Wirawan menikah Secara diam-diam??". tanya Arya.
"Ayah waktu wirawan menikah sedang di Indonesia menangani Perusahaan dan jujur saja Ayah tidak tahu dengan siapa uncle kamu menikah yang ayah tahu hanya namanya wanita yang berhasil dinikahi uncle kamu" ucap pak Wiguna.
"Arya hadirkan keluarga dari Istri sah Uncle Wirawan ditengah kita dan setahu Arya nama istrinya Uncle Wirawan adalah Adinda Hendrawan" ucap Arya.
"Ayah pernah melihat foto Uncle kamu dengan istrinya tapi Ayah kurang jelas melihat wajahnya waktu itu karena Uncle kamu tidak menginginkan Ayah melihatnya" ucap Pak Wiguna sambil melihat ke arah Delia yang memangku Baby Zi.
Pak Wiguna terkejut setelah memperhatikan dengan seksama wajahnya Delia. Pak Wiguna langsung mendatangi Delia. Dan Berdiri di depan Delia. Semua orang sudah was-was dengan apa yang akan dilakukan oleh Pak Wiguna.
TBC..
Semalam ngetik ternyata baru 300 kata Udah ngorok π₯±π΄π€£π€£.
Moga bulan ini FANIA bisa Ngetik 60k kata..
Sanggup gak yah 60 k kira-kira Bros Bab yah jadinyaπ€π€βοΈ.
Cayo semangat fania πͺπͺπͺ.
Nb:
__ADS_1
Kali ini Fania akan bahas Kisah keluarga besar Wiguna dan Wirawan Albert Kim Said. Kasihan sama pak Wiguna sudah koma bertahun-tahun π€£π€£βοΈ. Setelah ini lanjut kisah Adrian dan Emilia yah Readers π
Moga kalian suka yah βοΈ