
HAPPY READING..
Eliana bersyukur karena Keyna menyambut baik kedatangan Amanda di rumahnya. Eliana berharap moga Key seperti itu seterusnya yang tidak mempermasalahkan hubungan mereka yang sebenarnya. Tapi Eliana bingung harus mengutarakan kejujuran itu di depan anak kembarnya. Karena keyna selama ini Dia yang paling manja, egois dibandingkan dengan Raditya kakaknya. Raditya lebih dewasa dan bijaksana dibandingkan dengan keyna. Eliana berharap hubungan antara Keyna, Raditya dan Amanda akan tetap sama walaupun suatu saat mereka tahu hubungan mereka yang sebenarnya.
Sore itu, Eliana Setelah mandi dan melaksanakan shalat ashar, Eliana ke dapur membuat teh hijau kesukaannya. Dan bersandar di dinding dekat jendela dapur. Eliana menghirup aroma teh segar tersebut dan langsung membuat perasaan Eliana menjadi tenang.
Mama Elisabeth mendekati putri sulungnya dan ikut berdiri menikmati indahnya rintik hujan yang membasahi seluruh isi bumi di sore itu. Eliana sangat menikmati teh hijau buatannya sendiri ditemani kue kering buatan Delia membuat Eliana semakin betah berdiri sambil menatap derasnya hujan.
"Tanpa kamu katakan kepada Mama apa yang kamu alami, Mama sudah tahu nak, Semakin kamu berusaha untuk menutupi semua itu semakin Mama tahu kegundahan hatimu" ucap Mama Elisabeth.
"Mama sok tahu deh, jangan-jangan Mama cenayang yah?." canda Eliana yang berusaha untuk menutupi kebenaran yang ada di dalam hatinya.
"Semakin kamu menutupi semakin Mama tahu nak, Mama tunggu sampai kamu siap berbicara sama Mama, Mungkin kamu lupa, kamu itu di dalam rahim Mama selama 9 bulan, dan mama lah yang membesarkan mu dan menyusui mu, Mama selalu siap mendengarkan keluh kesahmu Nak" ucap Mama Elisabeth sambil menyentuh pundak putrinya dan berlalu ke kamar pribadinya.
Hati Eliana mencelos setelah kepergian Mamanya.
"Maafkan Eliana yang belum siap dan tidak sanggup untuk membuka kekurangan Mark" ucap Eliana yang lagi-lagi meneteskan air mata ketidak berdayaaannya.
Setelah mengetahui kalau Amanda adalah putri dari suaminya, hubungan antara Eliana dan Mark renggang. Eliana tidur di kamar putrinya Jika sudah tengah malam dan sebelum adzan subuh berkumandang maka Eliana akan kembali ke dalam kamarnya tapi bukan kembali untuk tidur seranjang dengan Mark.
Eliana mampu untuk menerima Amanda sebagai putrinya tapi tidak bisa dan bahkan belum siap untuk melupakan kesalahan suaminya. Karena memaafkan adalah hal yang mudah tapi melupakan semua yang telah terjadi adalah hal yang tersulit untuk dilakukan oleh setiap orang.
Setiap sujud Eliana selalu memohon kepada Allah SWT dan meminta petunjuk Untuk solusi yang terbaik untuk kehidupan keluarganya. Sakit itu sudah pasti, istri mana yang dengan ikhlas dan rela menerima kesalahan suaminya. Tapi Elliana selalu berusaha untuk lebih dewasa dan bijaksana dalam mengambil keputusan yang terbaik untuk kehidupan anak-anak dan keluarganya.
"Untuk sementara biarlah cukup Aku dan Mark yang tahu kebenaran ini dan semoga tidak ada orang lain yang mengetahui keadaan kami" ucap Eliana yang kembali menatap hujan.
Beberapa hari kemudian, Elliana dan Keluarga kecilnya memutuskan untuk kembali ke London. Karena sudah terlalu lama, Mereka meninggalkan Perusahaan mereka. Tapi sebelum berangkat, Eliana menyempatkan dirinya untuk Singgah ke rumah Tante Martha karena ingin berpamitan kepada Amanda.
"Sudah Lama Nak??." tanya Tante Martha setelah melihat Eliana dan suaminya duduk di kursi tamunya.
"Baru Saja kok Tante, oiya Amanda mana Tante??." Tanya Eliana yang tidak melihat keberadaan Ananda.
"Amanda ke Mesjid nak, dia Les ngaji hari ini" jawab Tante Martha.
"Ohhh gitu yah Tante" ucap Eliana.
"Coba dicicipi dulu minuman sama kuenya Nak" ucap Tante Martha.
Eliana dan Mark menikmati minuman dan kue ringan tersebut.
"Makasih banyak Tante, keunya enak tapi rasanya seperti buatan..." ucapan Elliana terpotong karena Tante Martha menyambung perkataan Eliana.
"Seperti kue buatan Delia, itu kan yang ingin kamu katakan?." Tanya Tante Martha yang ikut makan kue buatan Delia.
__ADS_1
Setelah menyebar ke penjuru Keluarga besar Wiguna Albert Kim Said tentang Kemampuan Delia dalam membuat kue atau pun memasak hasilnya enak sehingga banyak dari mereka yang meminta langsung dibuatkan oleh Delia bahkan tidak sedikit dari mereka yang meminta Delia untuk mengajari mereka membuat aneka macam masakan. Bahkan ada yang meminta dituliskan dalam bentuk buku resep masakan tersebut.
"Adik ipar mu itu pintar loh masak, tapi kenapa gak buka restoran saja yah padahal sayang kan kalau punya kemampuan tapi tidak dikembangkan" Tutur Tante Martha.
"Kalau sesuai yang aku dengar sih Delia tidak ingin waktunya tersita oleh pekerjaannya dan Katanya dia Masak cuma sebagai hoby dan hanya untuk mengisi waktu senggang saja" jelas Eliana.
"Bagus juga sih kalau gitu, karena suami dan anak lah prioritas utama dari seorang istri" terang Tante Martha.
Pintu terbuka dengan lebar dan masuklah Amanda sambil mengucap salam.
"Assalamu Alaikum" ucap salam Amanda.
"Waalaikum salam Nak" ucap serentak yang ada di dalam ruangan itu.
Amanda berlari ke arah Eliana dan langsung memeluk tubuh Mommy sambungnya. Eliana pun membalas pelukan dari Amanda.
"Amanda baik Saja kan Nak, Gimana ngajinya lancar kan??." Tanya Eliana kepada Amanda.
"Alhamdulillah Amanda baik Mom dan ngaji Amanda juga lancar" jawab Amanda.
"Alhamdulillah kalau gitu Nak" ucap Eliana.
"Mom kapan datang, kok gak kasih kabar dulu, kak Raditya dan Key di mana mom kok Amanda gak lihat mereka??." Tanya Amanda sambil celingak-celinguk mencari keberadaan kakak kembarnya.
"Mereka ad di mobil, Amanda Mau go antar mommy sama Kakak ke bandara??." tanya Eliana.
"iya nak, mommy sudah mau balik lagi ke London, kasihan kak Raditya dan Key yang sudah lama gak masuk sekolah, kasihan juga sama kak Zoe Saldana yang ditinggal lama di Sana nak." jelas panjang lebar Eliana.
"Amanda antar Mommy Eliana yah ke bandara". perintah nenek Martha.
"Baik Nek" jawab Amanda yang terpaksa menuruti perkataan dari neneknya.
"Kalau gitu ganti baju dulu yah Nak, mommy bantuin boleh??." Tanya Eliana.
"Boleh dong mom" ucap Amanda.
Amanda dan Elliana sudah berada di dalam kamarnya. Eliana tidak lupa menutup rapat pintu kamar Amanda. Kemudian duduk di ranjang milik Amanda yang motif sepreinya adalah gambar kartun kesukaan Amanda yaitu Spongebob Squarepants.
"Boleh mommy bicara Nak??." Tanya Eliana sambil menepuk kasur yang dia duduki.
"Mommy Mau bicara apa??." Tanya Amanda yang harap cemas menunggu mommy nya berbicara.
"Mommy minta tolong sama Amanda untuk tidak berbicara kepada siapa pun tentang kalau kamu adalah putri dari Daddy Mark dari siapa pun ya Nak, karena belum saatnya kamu dapat ketahui oleh orang lain dan ini demi kebaikan kamu, kakakmu, Daddy dan keluarga besar Wiguna, apa Amanda paham dengan maksud Mommy dan setuju dengan permintaan Mommy??." tanya Eliana yang melihat ada semburat kecewa dari wajah Amanda.
__ADS_1
"Mommy sangat mengerti dengan isi hatimu Nak, tapi mommy tidak ada pilihan lain lagi, Mommy sangat ingin memberitahu kepada orang lain bahkan Kepada seluruh dunia kalau Kamu adalah Anak mommy Eliana dan papi Mark tapi belum waktunya". jelas panjang lebar Eliana.
Eliana berharap agar Amanda mengerti dan siap memenuhi permintaan nya. Amanda pun menunduk dan berusaha menahan tangisnya. Eliana memegang dagu Amanda dan menatap ke dalam matanya Amanda.
"Mommy minta maaf yah nak, mommy tidak bermaksud untuk membuat kamu terluka dan kecewa Tapi mommy tidak tahu harus gimana lagi". ucap Elliana yang ikut bersedih.
Amanda langsung memeluk tubuh Mommy Eliana. Dan akhirnya menangis tersedu-sedu.
"Amanda siap memenuhi permintaan Mommy tapi mommy janji untuk selalu menelpon Amanda yah Mommy" ucap Amanda dalam pelukan Mommy nya.
Keberangkatan kali ini Eliana ke London sangat meninggalkan sesak di dada Amanda. Sakit, kecewa dan sedih harus berpisah jauh dari keluarga kandungnya.
"Kapan-kapan ajak Amanda yah Kak ke London" ucap Amanda sambil memeluk tubuh keyna kakaknya.
"Iya nanti kalau Key ke Indonesia lagi, Key akan ajak Amanda tapi jangan panggil key kakak yah, ingat kita hanya beda 2 bulan saja" ucap Key sambil melepas pelukan Amanda.
Tangis Amanda kembali pecah saat dirinya dipeluk oleh Daddy Mark dan tiba giliran Eliana. Eliana tidak sanggup untuk melepas pelukannya dari tubuh Amanda. Eliana sudah menyayangi Amanda seperti putri kandungnya sendiri.
"Jaga diri baik-baik yah dek, jangan nakal yah" ucap Raditya yang mengelus rambut panjang adiknya dan tak lupa memberikan satu mobil mainannya kepada Amanda yaitu koleksi dari Transformers Bumblebee. Si mobil kuning yang bisa berubah jadi raksasa lebah.
"Bro jaga Amanda untuk aku yah, dan titip salam untuk dokter Aulia" ucap Mark sambil berlalu dari hadapan Rangga.
Amanda semakin terisak di kala mereka naik ke dalam pesawat.
"Mommy, dad dan kakak jangan pernah lupakan Amanda yah" Teriak Amanda di saat pesawat pribadi milik Mark sudah tinggal landas.
Rangga turut hadir dalam mengantar kepergian Eliana dan Mark ke London. Rangga adalah Sahabat terbaik Mark sewaktu Mark masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Rangga memeluk tubuh kecil Amanda yang seolah memberi kekuatan kepada Amanda agar sabar dan kuat.
"Mau Paman antar pulang atau mau ikut paman ke suatu tempat dulu?." Tanya Rangga kepada Amanda saat di dalam mobil.
"Terserah paman saja" ucap Amanda yang tidak bisa berfikir baik.
Mobil Rangga menuju suatu tempat yang bisa menjadi jawaban dari permasalahan percintaan nya. Apa kah maju atau mundur dan bersiap untuk bertahan dalam penantian.
To Be Continued..
Yah kasihan sama Amanda yah Readers...
Rangga mau ke mana yah 🤔🤔.
Terus dukung BDP yah Readers 🙏.
Makasih banyak atas dukungannya terhadap BDP 🙏🙏.
__ADS_1
by Fania mikaila AzZahrah.
Makassar 13 Maret 2022.