Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 137. Welcome


__ADS_3

Setelah mereka makan malam dan berbincang-bincang, Emre dan Rina memutuskan untuk pulang sedangkan Dessy diantar oleh Dimas pulang ke rumahnya. Dalam perjalanan Emre memutuskan untuk berkata jujur tentang kejadian malam itu. Tetapi disaat Emre jujur Rina malah ketiduran.


Emre sedikit kesal dengan keadaan karena seakan-akan keadaan tidak berpihak kepadanya. Emre selalu gagal dalam menyampaikan kebenaran itu dan selalu saja ada hambatannya.


Emre melanjutkan perjalanannya ke rumahnya tetapi Hp Rina tiba-tiba berdering dan yang menelpon adalah Arya. Emre segera mengangkat hp Rina walaupun tanpa izin Rina terlebih dahulu dikarenakan Rina sudah tertidur.


"Assalamu alaikum Ar" ucap Salam Emre.


"Waalaikum salam" jawab salam Arya diseberang telpon.


"Ok kami akan segera ke sana" ucap Emre.


Emre mematikan sambungan teleponnya kemudian memutar balik mobilnya. Emre masih bingung tentang caranya menyampaikan hal itu kepada Rina. Emre merasa terbebani dan bersalah jika dirinya belum berkata jujur. Tapi apa mau dikata Emre sudah berusaha jujur tetapi keadaan yang belum berpihak kepadanya.


Sedangkan di dalam mobil Dimas dan Dessy tidak ada percakapan yang tercipta, mereka masih sibuk dengan pemikirannya masing-masing. Dimas tahu kalau Dessy tadi menangis tapi dirinya tidak ingin bertanya dan cukup menatap wajah dan mata Dessy, pertanyaan Dimas sudah terjawab.


Dimas ditelpon oleh Arya untuk segera kembali ke rumahnya. Dimas pun segera memutar balik mobilnya tanpa banyak tanya.


"Ada yah dengan Arya, kok kamu disuruh balik lagi??" tanya Dessy.


"Entahlah, mungkin ada yang penting" ucap Dimas.


Sedangkan di Kediaman Arya. Delia sudah tidak tahan dengan sakit perut yang Dia rasakan. Sedangkan Arya yang untuk pertama kalinya melihat istrinya akan melahirkan tidak tahu harus berbuat apa malahan dirinya seperti orang yang kebingungan.


Arya mondar mandir ke sana kemari sambil ngomel-ngomel gak jelas sedangkan Delia sudah keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Tetapi Arya Wiguna Albert Kim Said tidak bereaksi sedikit pun saking bingungnya menghadapi Delia. Delia tidak menyangka akan seperti ini reaksi Arya disaat dirinya akan melahirkan. Arya bahkan melarang semua ARTnya untuk membantu Delia. Arya bagaikan Orang stres saja. Delia disela sakit perutnya tertawa melihat tingkah laku Suaminya.


"Kak Arya, apa yang Kakak lakukan, Aku sudah mau melahirkan nih tapi kakak mondar-mandir gak jelas gitu lagi" ucap Delia yang meringis kesakitan yang berbaring di ranjang king size-nya.


Delia tidak diijinkan berdiri atau pun berjalan oleh Arya. ARTnya tidak ada yang berani berkomentar di depan Arya, mereka takut dipecat. Walaupun kebenaran yang akan mereka katakan.


Pintu Rumah Arya terbuka lebar dan masuklah Emre bersama dengan Rina, sedangkan Dimas dan Dessy baru saja mematikan mesin mobilnya. Mereka berlari kecil ke arah dalam rumah Arya. Mereka Khawatir terjadi sesuatu kepada Delia atau pun Arya.


Tetapi mereka dibuat heran sekaligus tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Arya mondar mandir bagaikan setrikaan sedangkan Delia sudah meringis sakit perut.


Dessy pun segera berlari untuk membantu Delia dan membawa Delia segera ke rumah sakit.


"Ya Allah kak Arya, seharusnya Delia dibawah segera ke dokter bukannya disuruh baring terus untung Belum pecah ketubannya" ucap Dessy yang bengong melihat tingkah Arya.


Yang lain ikut tertawa melihat Arya yang kebingungan. Arya sendiri bingung tidak tahu harus berbuat apa karena ini yang pertama kalinya dia alami yaitu melihat istrinya kesakitan karena akan melahirkan.

__ADS_1


Dimas segera menepuk pundak bosnya agar berhenti Mondar mandir.


"Apa yang kamu lakukan haaa?" ucap Arya.


Dimas hanya memberi kode kepada Arya agar dirinya melihat ke arah Delia yang sudah di gendong oleh Emre.


"Apa yang kalian lakukan, kalian mau bawa ke mana Istriku??" tanya Arya yang belum sadar dari kebigungannya.


"Kalau nunggu kamu sadar, bisa-bisa Delia sudah melahirkan di sini" ucap Rina.


"Maksudnya apa??" tanya Arya yang masih bingung.


Rina tidak lagi menjawab pertanyaan Arya, Rina segera mempercepat langkahnya dan menyusul Emre dan yang lainnya. Emre dan Dessy segera membawa Delia ke rumah Sakit DA milik Arya. Sedangkan di mobil satunya lagi ada Arya,Dimas dan Rina. Dimas tidak mengijinkan Arya yang mengemudikan mobilnya bisa-bisa mereka muter-muter di jalan gak sampe-sampe ke Rumah sakit. Dimas heran melihat Reaksi Arya yang diluar dugaan. Bos yang selalu garang, tegas dan menakutkan jika berhadapan dengan Klien bisnisnya berbanding terbalik dengan Kenyataan sekarang.


Orang-orang heran dengan sikap Arya. Gimana jadinya Delia jika seandainya dulu Arya ada di sampingnya pasti hal ini yang terjadi. Delia segera dilarikan ke dalam ruang bersalin karena ketubannya sudah pecah. Dokter dan beberapa perawat segera mengambil tindakan untuk membantu persalinan Delia.


Hanya beberapa menit saja Delia di dalam kamar bersalin, sudah terdengar suara tangisan bayi. Semua orang mengucap syukur Alhamdulillah karena telah lahir ke dunia Anak ke Tiga Delia dan Arya. Sedangkan Arya baru tersadar dari kebingungannya.


"Alhamdulillah bayiku telah lahir" ucap Arya yang memeluk satu persatu orang yang berada di Sana.


Dessy dan Rina menyingkir karena mereka pasti akan dipeluk juga oleh Arya. Arya segera menelpon Mama Elisabeth dan saudaranya atas kelahiran anak mereka. Mama Elisabeth dan yang lainnya tidak bisa datang karena mereka berada di luar negeri. Mereka hanya mengucap syukur kepada Allah SWT atas kelahiran anak ke tiga Arya. Dan berterima kasih kepada orang yang telah membantu Delia melahirkan.


Arya langsung mendekat dan menghujani banyak pertanyaan dokter tersebut.


"gimana keadaannya Istri dan anakku dokter, jenis kelaminnya cewek apa cowok Dok??" tanya Arya yang sudah tidak sabar.


Dokter dan perawat hanya tersenyum melihat pemilik rumah sakit tempat dia bekerja.


"Alhamdulillah putera bapak lahir dengan selamat dan sehat, sedangkan ibunya Alhamdulillah sehat juga" ucap Dokter.


"Alhamdulillah" ucap semua orang.


"Kalau gitu, Bapak silahkan masuk dulu untuk mengadzani si kecil" ucap Perawat.


Arya tanpa ba-bi-bu langsung berjalan ke dalam ruangan tempat Istrinya dan bayinya berada. Arya sangat gembira mendengar ke dua orang tercintanya dalam keadaan yang baik dan sehat.


"Selamat Sayang putera kita lahir dengan selamat dan sehat, makasih Kamu sudah berjuang untuk putra kita" ucap Arya sambil mencium kening istrinya.


Delia dan putranya segera di bawah ke ruang perawatan VVIP. Delia hanya tersenyum membalas perkataan suaminya. Delia memejamkan matanya karena kelelahan dan mengantuk.

__ADS_1


"Selamat istirahat Sayang" ucap Arya.


Sedangkan si baby tidak tidur malahan menatap ke arah Ayahnya. Arya langsung mengajak bayi kecilnya berbincang-bincang dengan santai. Arya lupa kalau yang dia temani adalah bayi yang baru lahir bukan anak umur 5 tahun.


Semua orang kembali dibuat heran dan tertawa melihat Arya. Satu persatu orang yang ada di sana mendekati si baby kecil.


"Mirip Ayahnya yah, hidungnya,matanya persis ayahnya" ucap Rina.


"Tapi rambutnya mirip Delia" ucap Dessy.


Satu persatu menggendong bayi kecil itu, sedangkan si bayi tidak terusik sedikit pun dengan keadaan. Bayinya Arya kembali Tertidur pulas di dalam dekapan Dessy. Dessy pun meletakkan bayi kecil itu ke dalam box Baby.


TBC...


FANIA Mau Tanya kakak Readers nih..


kalian mau ceritanya siapa dulu nih untuk fania buatkan part selanjutnya..


apa..



Pak Wiguna yang sudah sadar dari komanya.


kejujuran Delia dan Arya tentang jati diri Delia yang sebenarnya.


3.kisah Adrian dan Emilia.


4.Kisah Emre dan Rina


Dessy dengan Dimas


6 kemunculan kembali Arman.



Bingung nih mau bahas cerita siapa 🤧🤔🤔🤭🤭✌️.


Aku mix saja deh biar ga bosan dengan itu itu saja dari pada aku bingung milihnya 🤭✌️🙏.

__ADS_1


Kasihan juga sama pak Wiguna yang sudah koma lama banget 🤭✌️🙏


__ADS_2