
Happy Reading..
Tiada tiada hujan petir pun tidak muncul. Berita yang baru saja didengar langsung oleh Hyuna membuatnya harus pasrah pada nasibnya. Hyuna sadari semua yang terjadi dalam hidupnya adalah salah satu akibat dari perbuatannya sendiri dari masa lalunya. Hyuna pun tidak mau menyalahkan keadaan atau pun takdir yang sekarang Hyuna jalani karena semuanya Hyuna ikut andil dalam cobaan tersebut.
"Ya Allah maafkanlah Aku yang terlalu banyak dosa yang aku lakukan, jika ini yang terbaik untuk aku maka berilah aku keikhlasan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan dan ujianMu ini" ucap Hyuna setelah melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah di Mesjid terdekat dari rumah sakit.
Air mata menetes diwajah cantiknya. Hyuna sudah memutuskan untuk memilih mempertahankan calon bayinya dari pada anaknya. Hyuna tidak ingin egois dan lebih memilih hidupnya dari pada anaknya sendiri buah cintanya bersama dengan Alan. Cukup sekali Hyuna melakukan kesalahan dulu yang tega membunuh darah dagingnya sendiri. karena itu lah Hyuna lebih memilih untuk melahirkan anaknya dari pada nyawanya sendiri.
"Ya Allah ridhoilah keputusan aku ini dan Aku pasrah dengan keputusanmu, selamatkan lah anakku yah Allah" ucap Hyuna yang masih memakai mukenahnya dan betah duduk di dalam area Mesjid.
Hyuna pun berdiri dan berjalan ke arah luar dan segera masuk ke dalam mobilnya.
"Kita ke rumah dokter Aulia" ucap Hyuna kepada supir pribadinya.
Beberapa menit kemudian, mobilnya Hyuna pun sudah masuk ke area perumahan elit milik Aulia tapi belum sempat mobil tersebut belok di ujung jalan depan. Hyuna menjatuhkan hpnya dan tidak percaya dengan apa yang didengar oleh kedua telinganya.
"Itu tidak mu.....ungkin, pasti kamu salah??" ucap Hyuna yang tidak ingin mempercayai hal tersebut.
"Ada apa Nona muda?." tanya pak supir yang langsung mematikan laju mobilnya di badan jalan.
Hyuna sudah tampak acak-acakan dan kondisinya sangat tidak stabil dan terguncang.
"Pak Rudi tolong katakan kepadaku kalau apa yang aku dengar adalah berita bohong" ucap Hyuna yang sudah histeris.
Pak Rudi tidak tahu harus menjawab apa karena Pak Rudi juga tidak mengetahui apa-apa dan bingung harus menjawab apa pertanyaan dari nona mudanya. Pak Rudi segera menelpon tekan kerjanya sebagai supir pribadi Alan suaminya Hyuna. Setelah mendapat informasi Pak Rudi segera memutar balik mobilnya tanpa meminta izin kepada Hyuna karena kondisi Hyuna yang sudah terguncang hebat dengan kabar kecelakaan maut dari suaminya.
Pak Rudi tidak memperdulikan lagi rambu-rambu lalulintas karena ingin segera sampai di Rumah Sakit. Sedangkan anggota keluarga besar Wiguna pun sudah mengetahui kabar tersebut. Ke dua orang tua Alan yang ada di luar negri pun sudah otw tanah air tercinta.
Pak Rudi memarkirkan mobilnya disembarang tempat. Pak Rudi ke luar dari mobil dan segera membantu Hyuna untuk berjalan. Tubuh Hyuna yang sedang hamil besar dan dengan tekanan mental sehingga membuat Hyuna tidak mampu untuk berjalan kakinya bagaikan jelly saja.
"Sabar yah Nona muda, insya Allah tuan Muda baik-baik saja" ucap Pak Rudi yang sangat prihatin melihat keadaan dari istri tuannya.
Hyuna tidak mampu berkata-kata lagi. Hanya air mata yang membasahi pipinya yang sanggup Hyuna lakukan. Banyaknya korban dari kecelakaan maut tersebut membuat Rumah Sakit riuh dan Dokter dengan perawat dibuat sibuk ke sana kemari membantu beberapa korban. Bahkan tidak sedikit korban dari kecelakaan tersebut yang sudah meninggal.
Hyuna menguatkan dirinya untuk berjalan ke dalam rumah sakit untuk berjalan ke UGD. Delia yang melihat kedatangan Hyuna segera berlari membantu Hyuna untuk berjalan. Sedangkan Dimas dan Dessy sedang ke luar Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umroh. Sehingga mereka belum mengetahui kondisi dari Hyuna dan Alan.
"Kamu harus kuat" ucap Delia yang membantu Hyuna berjalan.
Semua yang hadir di sana tidak ingin memperlihatkan wajah khawatir maupun sedih dihadapan Hyuna agar Hyuna tidak semakin sedih. Walaupun mereka sangat terpukul dengan kenyataan yang ada.
"Kamu harus kuat Hyuna, yakinlah Allah selalu bersama kita dan akan menyelamatkan Alan" Ucap Rina yang matanya sudah berkaca-kaca.
Emre pun datang dengan setengah berlari ke arah mereka.
"Kecelakaan ini sepertinya ada yang merencanakan ini semua tetapi polisi untuk sementara mengatakan ini murni kecelakaan" ucap Emre.
__ADS_1
"Sebenarnya kronologis dari kejadian ini apa??." tanya Arya.
"Awalnya ada sebuah mobil truk yang melaju dengan kecepatan sangat tinggi dari arah depan dan muatan mobil tersebut adalah tabung gas elpiji, sang supir tersebut tidak mampu untuk mengendalikan laju mobilnya sehingga langsung menabrak beberapa pengendara sepeda motor maupun mobil yang kebetulan berhenti di sekitar lampu merah tidak beberapa lama mobil truk tersebut meledak dan mobil yang ada di sekitarnya ikut meledak bahkan banyak bangunan yang ada di sekitar lokasi kejadian ikut menjadi korban dalam tragedi maut tersebut" tutur Emre.
"Aku juga dapat kabar dari kronologi kejadian tersebut tidak jauh beda dengan penuturan Emre dan banyak cctv yang merekam kejadian tersebut" timpal Rangga.
Hyuna yang awalnya berdiri di depan ruangan operasi tidak sengaja mendengar percakapan antara Arya, Emre dan beberapa keluarga lainnya.
"Itu tidak mungkin, pasti Kakak salah pasti Alan tidak ada di sana saat kejadian, Hyuna yakin yang ada di dalam bukanlah Alan suamiku" ucap Hyuna yang histeris.
"Hyuna sabar, dan jangan putus berdo'a untuk keselamatan Alan" ucap Delia yang akhirnya ikut menangis padahal Delia sudah berusaha untuk menahan air matanya.
"Aaahhhhh sakit" teriak Hyuna
Hyuna langsung mengeluh sakit dibagian perutnya.
"Sepertinya kamu akan melahirkan Hyuna" ucap Rina.
"Kak sakit sekali" ucap Hyuna sambil memegang erat tangannya Delia saking kuatnya hingga Delia merasakan perih dilengannya.
"Ayo ambil bangkar" teriak Delia ke arah anak buah suaminya. Delia menahan perihnya akibat cakaran kuku tajam Hyuna.
"Kakak dan Emre di sini saja dan kabari kami jika ada berita perkembangan operasi dari Alan" ucap Delia dan berjalan cepat untuk mengejar Hyuna yang sudah dibawa ke ruang bersalin yang cukup jauh dari tempat operasi Alan.
Delia dan Rina segera membawa ke arah Ruangan bersalin. Sedangkan Arya menelpon Aulia untuk segera membantu persalinan Hyuna.
Rangga terus menghubungi nomor hp Aulia tapi masih belum diangkat.
"gimana hasilnya apa Aulia sudah mengangkat telponnya??." tanya Arya.
"Tidak, Mungkin Aulia masih mengoperasi pasiennya yang katanya hari ini banyak" jelas Rangga.
Mama Elisabeth dan yang lainnya pun sudah hadir di Sana.
"Apa kamu sudah menelpon Aditya dan yang lainnya?." tanya Arya.
"Kalau Aditya Alhamdulillah dia angkat telponnya, tapi Adrian belum karena di Amerika sekarang sudah tengah malam jadi kemungkinan besar Adrian dan Emilia sudah beristirahat" jawab Emre.
Sedangkan di dalam ruangan bersalin, suasana tampak tegang karena kondisi Hyuna yang drop dan jantungnya lemah. Aulia dan tim dokter tidak tahu harus berbuat apa karena bingung harus memilih untuk menyelamatkan nyawa Hyuna atau kah bayinya. Hyuna dan Tim dokter bertempur di Meja Operasi hingga 4 jam lamanya.
Tapi Hyuna berpesan kepada Aulia untuk memilih menyelamatkan bayinya dari pada dirinya jika mereka harus memilih satu diantara mereka. Dokter Aulia pun keluar ruangan dan meminta persetujuan dari pihak keluarga apa kah menyelamatkan salah satu dari mereka. Tapi dokter Aulia baru saja ingin keluar untuk meminta persetujuan dari keluarga Hyuna untuk meminta persetujuan apa kah memilih untuk menyelamatkan Hyuna atau Bayinya. Tangis bayi langsung terdengar memenuhi ruangan operasi tersebut. Aulia pun segera memutar tubuhnya untuk segera melihat kondisi bayi dari Hyuna.
Tangis haru dari Aulia pun turut mewarnai disaat dirinya menggendong putra Hyuna yang wajahnya sangat mirip dengan Alan.
"Bagaimana dengan kondisi ibunya dokter?."
__ADS_1
"Kondisi ibunya sangat tapi tapi Kami akan berusaha untuk melakukan yang terbaik" ucap Dokter yang kembali mengoperasi Hyuna.
Sedangkan di luar di depan Kamar Operasi Alan. Semua orang sudah terpuruk dan menangis tersedu-sedu dikarenakan dengan meninggalnya Alan. Tim dokter sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan Alan tetapi Tuhan berkehendak lain.
"Maafkan kami yang tidak bisa menyelamatkan Nyawa pasien kami segenap tim dokter sudah bekerja keras tetapi Kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi" ucap Dokter yang menangani Alan.
"Itu tidak mungkin dokter, gimana dengan adikku jika mengetahui suaminya sudah meninggal" ucap Arya yang memegang lengan baju pak Dokter.
"Arya kamu harus sabar, Jika kamu seperti ini gimana dengan Hyuna" ucap Emre yang mencoba untuk melepas pegangan tangan Arya dari pakaian Dokter.
"Nak kita harus ikhlas dan sabar, dokter juga sudah berbuat maksimal tetapi ingat disini peran Allah SWT yang menentukan semuanya, kalau kamu begini sama saja tidak mempercayai dan menerima takdir Allah" ucap Rangga.
Sedangkan Arya sudah terduduk di lantai dan menangis tersedu-sedu. Arya tidak bisa melihat kesedihan diwajah adik sepupunya.
"Tolong urus kepulangan jenazah Alan kerumahnya" ucap Emre kepada anak buahnya.
"Baik Bos" jawab Pak Samuel.
"Gimana dengan kondisi Hyuna apa kah sudah melahirkan atau belum?." tanya Emre saat menelpon Rina.
"Alhamdulillah bayinya sudah lahir dengan selamat tetapi kondisi Hyuna kritis" jelas Rina disela tangisnya.
Emre langsung tersungkur ke belakang karena tidak kuasa menahan sekaligus cobaan yang mereka hadapi.
"Ada apa?." tanya Mami nya Alan.
"Bayinya Alan sudah lahir tetapi kondisi Hyuna kritis" ucap Emre.
"Itu tidak mungkin Nak, dosa apa yang telah aku lakukan sehingga cobaan yang engkau berikan kepada kami sungguh besar, Aku sudah kehilangan putra satu-satunya yang aku miliki tapi Kau mohon jangan engkau ambil Menantuku juga Yah Tuhan" ucap Maminya Alan.
"Aunty harus sabar" ucap Arya yang memeluk tubuh Tantenya.
Seluruh keluarga Besar Wiguna sangat terpukul dan sedih mendengar kabar duka meninggalnya Alan. Berita tersebut segera tersiar baik dalam negri maupun sampai ke luar negeri. Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia turut berdukacita dan menyayangkan kejadian tersebut. Akibat dari kelelaiyan dari supir truk tersebut banyak korban jiwa yang berjatuhan baik yang meninggal dunia maupun korban luka-luka yang berhasil diselamatkan.
Tidak sedikit korban tersebut yang berjuang di Meja Operasi. Bahkan ada sepasang calon pengantin yang sepulang dari Foto priwedding yang ikut menjadi korban. Bahkan calon pengantin prianya seluruh wajahnya terbakar dan harus segera dioperasi sedangkan calon pengantin perempuannya selamat dari amukan si jago merah saat mobil mereka meledak karena sempat terpental ke arah luar mobil. Tetapi luka di bagian kakinya cukup parah. Masih banyak korban jiwa lainnya. Bahkan kerugian dalam tragedi tersebut memakan banyak korban dan harta benda.
Jenazah Alan sudah dibawa ke rumah duka. Pelayak pun sudah banyak yang berdatangan ke rumah Hyuna. Sedangkan Operasi yang dilakukan oleh dokter kepada Hyuna berhasil tetapi sampai detik ini belum sadarkan diri.
To Be Continued..
Typo Mohon dimaklumi 🙏
Maafkan jika Othor pilih kasih terhadap pasangan tersebut tetapi Othor sudah buat skenario mereka dari awal sudah seperti ini jadi Maaf Yah Readers 🙏.
Bu Fania Mikaila Azzahrah
__ADS_1
Makassar, 05 April 2022