Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB.152. Keputusan Dimas


__ADS_3

HAPPY READING..


Delia ke Kantor Suaminya tak lupa membawa bekal makanan untuk makan siang suaminya, Dimas, Dessy dan tentunya untuk dirinya sendiri. Delia membawa baby Di ke Perusahaan untuk pertama kalinya.


Baby Di disambut dengan hangat oleh semua Karyawan Perusahaan DA. Mereka sangat senang melihat perkembangan dan pertumbuhan Baby Zi yang terbilang cepat dari bayi seusianya. Baby Zi di Usianya yang baru 5 bulan tapi sudah banyak kata-kata yang Dia bisa ucapkan walaupun masih agak cadel.


Semua heboh ingin mengendong Baby Zi. Akhirnya Baby Zi jadi mainan Karyawan perempuan selama jam istirahat. Mereka bergantian menggendong Baby zi. Baby zi gak rewel walaupun banyak yang menggendong nya bahkan mereka berebutan untuk menggendongnya.


Mereka makan siang tanpa gangguan celotehan dari baby Zi. Delia memperhatikan raut wajah Dessy yang jutek jika bersentuhan dengan Dimas bahkan Dessy menghindari kontak langsung dengan Dimas. Dessy terkesan galak jika Dimas mengajaknya berbicara dan Dessy tidak ingin membalas semua perkataan Dimas.


Hp Dessy tiba-tiba berdering dan Dessy heran dengan nama si penelepon.


"Kok gak diangkat sih Dessy, emang yang nelpon itu siapa??." Tanya Delia.


"Dari Rumah Sakit Jiwa" ucap Dessy sebelum mengangkat telponnya.


Arya, Dimas dan Delia kaget setelah mendengar perkataan dari Dessy. Tapi Dessy hanya mengangkat bahunya tanda dia juga tidak mengerti dengan apa yang terjadi kepada Rangga.


Dessy pun pamit kepada yang lain karena diminta segera berangkat. Dessy tidak lupa mengambil tasnya dan kunci mobilnya. Dessy berjalan ke arah parkiran mobil. Tapi Dessy kaget karena Dimas buru-buru mengambil kunci mobil Dessy dari tangannya. Dan memberi isyarat kepada Dessy untuk masuk ke mobilnya di bagian pintu kiri.


"Aku saja yang nyetir mobilmu dan kita barengan saja lihat kondisi Rangga, aku takut Rangga ngamuk dan terjadi sesuatu kepada kamu" ucap Dimas sambil mengemudikan mobil Dessy menuju ke RSJ.


Sesampainya di sana, Dessy dan Dimas kaget melihat kondisi dari Rangga. Sedangkan Rangga tersenyum melihat kedatangan Dimas dan Dessy. Rangga berjalan ke arah Dimas dan langsung memeluk tubuh Dimas. Rangga meminta maaf kepada Dimas dan Dessy atas kesalahan yang pernah Rangga lakukan.


"Dimas Maafkan aku yah dulu aku khilaf dan dibutakan oleh obsesi aku kepada Rindu." ucap Rangga sambil menyeka air matanya.


"Sudahlah Rangga lupakan lah yang sudah terjadi dan berusahalah untuk tidak melakukan kesalahan seperti dulu" ucap Dimas sambil menepuk bahu Rangga.


Dokter yang selama ini menangani Rangga menemui Dimas dan Dessy. Mereka berbincang-bincang tentang kemajuan dan proses kesembuhan dari Rangga.


"Alhamdulillah Dok, kami sebagai sahabatnya sangat bersyukur karena Rangga bisa sembuh dari Sakitnya." ucap Dimas.


"Kami tim Dokter dan perawat pun sebenarnya kaget melihat progres yang diperlihatkan oleh Rangga yang Kami lihat serius ingin berubah dan sembuh dari penyakitnya" ucap Dokter.


"Jadi apa boleh Rangga keluar dari rumah sakit sekarang Dok?." tanya Dessy.

__ADS_1


"Silahkan kalau bapak dan ibu mau sekarang pun bisa tapi kami menyarankan Rangga untuk mengikuti terapi di RS DA agar kesembuhan dari Rangga semakin membaik" Ucap Dokter.


"Baik Dok" ucap Dimas.


Rangga Akhirnya terbebas dari RSJ. Rangga diantar oleh Dimas dan Dessy kembali ke rumahnya. Walaupun rumah yang dihuni oleh mamanya Rangga adalah hanyalah rumah kontrakan tapi kehidupan mama Rangga berubah menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Bahkan mama Rangga terlihat lebih Bijak dan penampilannya sudah berubah dan pakaian mama Rangga sudah lebih tertutup lagi. Mama Rangga sangat bahagia karena anaknya sudah sembuh dan bebas dari RSJ.


"Alhamdulillah nak Kamu sudah bebas dan sembuh dari penyakitmu" ucap mama Rangga.


"Alhamdulillah Mama, gimana keadaannya Mama apa selama Rangga pergi, mama baik-baik saja kan??." Tanya Rangga.


"Alhamdulillah Mama baik-baik saja Nak, kamu tidak perlu mengkhawatirkan keadaan Mama nak" ucap ibu Anna.


Ibu Anna tidak ingin memberitahukan kepada Rangga tentang apa yang selama ini Dia alami walaupun hidupnya sangat menderita. Ibu Anna tidak ingin putra Tunggalnya terbebani dengan kehidupannya selama Rangga sakit. Ibu Anna tidak ingin membuat Rangga banyak pikiran yang bisa fatal dan penyakitnya Rangga bisa kambuh.


Rangga bahkan melupakan semua kenangan masa lalunya bersama Rina dan Rindu. Sedangkan akhir-akhir ini Rangga teringat dengan seseorang yang pernah hadir dalam hidupnya sewaktu dirinya masih memakai cincin pakaian putih abu-abu. Rangga merasakan kerinduan yang sangat. Rangga sudah berpisah dengan kekasihnya itu selama 10 tahun ini.


"Kami pamit yah Bu, Rangga besok aku dan Dessy yang akan jemput kamu dan mengantar kamu untuk terapi di Rumah Sakit DA" Ucap Dimas yang tidak ingin mengijinkan Dessy berduaan saja dengan Rangga.


"Makasih banyak kalian Sudi untuk membantu saya." ucap Rangga.


"Karena kita sahabat makanya Aku siap membantu kamu sampai kamu sembuh, apa kamu lupa dulu kamu yang selalu membantu aku disaat aku butuh bantuan." ucap Dessy.


"Makasih banyak Dessy" Ucap Rangga.


Rangga adalah teman kecil Desyy. Rangga lah yang selalu membantu Dessy jika ada yang mrmbulynya waktu mereka SMP dulu. Tapi Dessy mengutuk kelakuan dari Rangga selama Rangga mengenal Rindu. Dessy bagaikan orang lain saja. Sehingga Dessy pun menjauhi Rangga apa lagi Rangga memutuskan hubungan Pernikahannya dengan Rina waktu itu.


"Tunggu kami besok jam 8 pagi kamu sudah siap" ucap Dessy.


"Ok". ucap Rangga.


"Kalau gitu kami pamit pulang" ucap Dimas.


"Assalamualaikum" ucap Dessy.


"Waalaikum salam" ucap Rangga.

__ADS_1


Mereka pun meninggalkan halaman rumah Rangga. Dimas baru saja mau melajukan mobilnya tetapi hpnya berdering sehingga Dimas langsung mematikan telponnya.


"Ada apa Nak, kok kamu menelpon??." Tanya Dimas.


"Nenek masuk rumah Sakit Pa, dan kondisi Nenek parah" ucap seseorang dari seberang telpon.


"Kalau gitu sharelock lokasi rumah sakitnya, Aku akan segera ke Sana" ucap Dimas yang langsung mengemudikan mobilnya ke arah Rumah Sakit DA karena ibunya masuk Rumah sakit.


Dimas mengemudikan mobil Dessy tanpa meminta ijin terlebih dahulu kepada yang punya mobil. Dessy tidak keberatan karena Dessy juga khawatir dengan keadaan Mamanya Dimas. Dimas membawa mobilnya dengan Ugal-ugalan dan bahkan sudah melanggar aturan rambu-rambu lalu lintas. Dimas tidak menghiraukan itu semua yang ada dipikirannya hanya keadaan maminya, yang ada dipikirannya.


Dimas memarkirkan mobilnya di sembarang tempat karena sangat khawatir dengan keadaan Maminya. Dessy tidak bisa mengikuti langkah Dimas walaupun Dessy sudah berlari.


Dimas sudah berada di depan pintu kamar Rawat maminya. Dimas langsung membuka pintu itu dan betapa kagetnya Dimas melihat yang terjadi di dalam ruangan itu. Dimas sudah ngos-ngosan karena sejak turun dari mobil Dimas berlari dan tidak memakai Lift karena terlalu khawatir dengan keadaan Maminya.


Dimas tidak percaya dengan kenyataan yang dilihatnya.


Dimas mematung melihat maminya yang duduk santai sambil menikmati kue yang ada di depannya. Sedangkan Anak bungsu dan anak ke duanya tidak bisa berbuat apa-apa, karena mereka ketahuan telah membantu rencana maminya untuk membohongi Dimas. Tujuan mereka adalah untuk membuat Dimas menerima perjodohannya.


"Mami apa sebenarnya maksud dari semua ini?? apa mami tidak memikirkan bagaimana Caranya Dimas sampai di sini bahkan Dimas sudah melanggar peraturan lalu lintas". ucap Dimas.


Mami dan adiknya Dimas tidak bisa berbuat apa-apa. Karena mereka sudah ketahuan kalau mereka bohong.


"Kalian tega banget tanpa memperhatikan kondisi Dimas, kalau Mami ingin melihat Dimas menikah jangan seperti ini caranya" ucap Dimas yang sudah putus asa.


"Maafkan Mami nak, Mami tidak bermaksud ingin membuat kamu khawatir tapi Mami ingin melihat kamu menikah" ucap Maminya Dimas sambil memeluk putra sulungnya.


"Kalau gitu Dimas akan menikah dengan pilihan Mami" ucap Dimas yang tidak menyadari bahwa ada seseorang yang menangis setelah Dimas mengatakan kalau dirinya siap menikah.


TBC..


Kira-kira siapa yah jodohnya Dimas???🤔🤔🤔


Dan yang menangis dibalik pintu itu siapa apa kah Dessy atau ada orang lain yah???.🤔✌️.


Siapa kah Cinta pertama dari Rangga????

__ADS_1


Yang penasaran dengan kisah mereka tunggu part selanjutnya Yah Kakak 🙏✌️.


__ADS_2