Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 91. Kangen dengan Twins


__ADS_3

Happy Reading..


Delia Anak kecil yang dipaksa menjalani kehidupannya yang terbilang keras. Delia yang masih kecil harus menjadi yatim piatu dalam sehari. Siapa pun yang berada di posisi Delia pasti akan merasa sangat sedih dan menderita psikisnya. Tapi Delia masih bersyukur karena masih memiliki paman dan bibi yang menyayanginya layaknya orang tua kandungnya.


Sejak kematian dari orang tuanya, Delia pindah ke kampung halaman bibi aiNun. Desa tempat asal Bibi Ainun terbilang tidak terlalu jauh masih dalam area kabupaten yang sama.


Dan sejak itu pula, Oma Estella dan Tuan Hans kehilangan kontak dan jejak dari Delia. Di sana lah kehidupan baru Delia di mulai. Delia sudah merasakan kedamaian dalam menjalani kehidupannya Karena tidak mendapatkan ejekan atau pun hinaan dari rekan sejawatnya maupun di Sekolahnya.


Semua yang kenal Delia sudah tahu kalau Delia Anak yatim piatu. Sehingga orang-orang sekitar kasihan dan prihatin dengan kondisi Delia. Kehidupan ekonomi Paman dan Bibinya terbilang sederhana. Paman Ardiansyah membuka warung makanan di dalam area pasar yang ada di Desanya.


Alhamdulillah Usaha yang dibangun oleh pamannya dari hari ke hari semakin ramai dikunjungi pembeli. Setiap hari Delia di waktu pagi sebelum berangkat ke sekolahnya, Delia sempatkan untuk ke Pasar membantu Pamannya berjualan. Dari hasil jualan ini lah Sehingga Delia bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.


1 Minggu kemudian, Delia sudah diijinkan oleh Dokter untuk pulang ke rumahnya di Seoul. Kondisi kesehatan Delia sudah sangat membaik dan keadaan Calon Bayinya Juga Sehat.


Semua ART Rumah Kediaman Oma Estella menyambutnya dengan penuh haru dan gembira. Mereka semakin sayang terhadap Delia karena mereka sudah tahu kalau Delia adalah Cucu ke Tiga Tuan Besar Albert Kim Said.


Delia berjalan ke arah kamarnya dan tidak ingin dibantu oleh Arya atau siapa pun. Delia Tipe istri yang tidak suka bermanja-manja atau pun merepotkan suaminya dan orang lain. Bagi Delia selama Delia bisa kerjakan dan lakukan Delia pasti akan melakukannya sendiri.


Delia berbaring di ranjang king size-nya dan segera menghubungi nomor handphone Sikembar. Karena sudah 1 Minggu Mereka tidak saling berkomunikasi. Delia tidak ingin Anak-anaknya dan keluarga besarnya di Indonesia tahu kalau Delia sedang di rawat di RS.


Delia melakukan video call dengan Zack dan Zoe.


"Assalamu alaikum Mamaku yang paling cantik" ucap Zoe.


"Waalaikum salam Puteri Mama yang paling super duper cantiknya" ucap Delia.


"Ma Zack kangen banget Sama Mama" ucap Zack.


"Mama juga kangen banget Sama Zac dan Zoe" ucap Delia.


"Gimana liburannya Mama,apa Mama suka dan sudah jalan-jalan ke mana saja Mama??" Tanya Zoe.


"Mama sudah mendatangi berbagai tempat dan lokasi yang paling bagus dan menarik loh Sayang" ucap Delia berbohong untuk menutupi Kenyataan agar si kembar tidak khawatir.


"Ma apa sudah ada calon Dede bayi kami Ma??" tanya Zack.


Arya langsung mengambil handphone Delia dari tangannya dan menggantikan Delia untuk berbicara dengan ke Dua anak kembarnya.


"Iihh Ayah ga asyik, Zack kan lagi ngomong sama Mama kok Ayah yang ngambil handphone Mama" ucap Zack yang menampilkan wajah imutnya Jika sedang merajuk.


"Apa Zack cuma kangen sama Mama Saja, apa gak kangen sama Ayah nih??" ucap Arya sambil berpura-pura Sedih.


"Ayah jangan sedih dong, Zack kan cuma canda Ayah Jangan diambil hati" ucap Zack yang tidak suka melihat ayahnya sedih.

__ADS_1


"Ayah jangan dicandain mereka Ayah, kasihan loh" ucap Delia.


"Ma cuekin Saja mereka, itu urusan laki-laki" ucap Zoe.


Arya tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan puterinya yang sok dewasa.


"Ma apa Udah ada calon Dede bayi kami?" Tanya Zoe.


"Alhamdulillah kalian Akan Segera memiliki adik" ucap Arya sambil mengelus perut Istrinya yang sudah mulai buncit.


"Hore Aku akan punya Adek" ucap Zoe dan Zack sambil jingkrak jingkrak di atas ranjangnya dan membuat Mama Elisabeth kaget dan segera ke kamar cucunya.


"Ada apa nih Sayang kok ribut banget sih??" Tanya neneknya.


Si kembar langsung berlari ke arah Neneknya.


"Hore kami akan segera punya Adek Nek" ucap Zoe Saldana.


"Alhamdulillah kalau gitu Sayang" ucap Mama Elisabeth.


"Kasih nenek handphonemu, nenek mau bicara sama Ayah kalian" sambil mengulurkan tangannya ke arah Zack.


"Assalamu alaikum Ma," ucap salam Arya dan Delia.


"Alhamdulillah Ma, Delia masih diberi kepercayaan dan amanah untuk hamil lagi" ucap Delia.


"Alhamdulillah kalau gitu nak, sudah berapa bulan kandunganmu??" Tanya Mama Elisabeth.


"Alhamdulillah sudah jalan 4 bulan ma" ucap Delia.


"Berarti kamu sudah hamil sewaktu masih di sini Sayang??" tanya Mama Elisabeth.


"Iya ma, tapi Delia tahunya pas sampai di sini" ucap Delia yang sengaja menutupi kebenarannya agar Mama mertuanya tidak ngomel-ngomel.


Arya sama sekali tidak melepaskan pelukannya dari Istrinya.


"Ingat banyak istirahat sayang, jangan banyak gerak dan fikiran yah, makan makanan khusus ibu hamil dan Kamu harus rajin minum susu" pesan Mama Elisabeth yang tahu kalau Delia hamil pasti susah untuk minum susu.


"Insya Allah Mama" ucap Delia sambil tersenyum manis ke arah mertuanya.


"Ingat Arya istrimu lagi hamil jangan macam-macam cukup satu macam saja" ucap Mama Elisabeth.


"Siap Mamaku yang paling bawel bin cerewet" jawab Arya.

__ADS_1


"Ingat baik-baik Jika sampai terjadi sesuatu sama Delia dan calon cucu Mama, kamu yang akan menanggung akibatnya" ucap Mama Elisabeth yang seakan-akan berada di samping anaknya.


"Ihh mama Kenapa sih gak mau percaya sama Arya, ini kan calon bayi Arya tidak mungkin Arya sakiti ma" ucap Arya.


"Aku tahu kamu kalau masalah yang satu itu susah untuk kamu tahan kalau dekat-dekat dengan Delia" ucap Mama Elisabeth yang membuat Delia tertawa.


"Delia ingat jangan terlalu dekat Suamimu bahaya loh Del" ucap Mama Elisabeth.


"iihh Mama emangnya Arya predator kali jadi Delia harus waspada dan mengjauh dari Saya," ucap Arya.


Mereka berbincang-bincang melepaskan kerinduan mereka. Canda tawa menghiasi kamar mereka. Zack dan Zoe kadang berebut handphone untuk berbicara dengan Orang tuanya. Mama Elisabeth pun tidak mau kalah yang selalu mewanti-wanti Arya untuk tidak menyentuh Delia selama Delia hamil muda.


Sambungan telpon pun tertutup dan Delia Segera meminum obat dan vitamin yang diresepkan dokter untuknya.


Hari-hari pun berlalu dan tak terasa mereka sudah sebulan di Korea Selatan tepatnya di Seoul. Arya sibuk dengan aktivitasnya sedangkan Delia tidak ijinkan untuk beraktivitas berat apa pun.


Delia merasa sangat bosan karena setiap dia bergerak pasti ARTnya segera membantunya.


Delia seperti orang yang penyakitan saja. Padahal Delia Tipe perempuan yang tidak suka berdiam diri.



Delia hanya diijinkan untuk jalan-jalan biasa Saja di belakang rumah sambil menghirup udara segar.


Hari ini Delia meminta ijin kepada Arya untuk ke Mini market. Arya Segera menghubungi Kim adik sepupunya untuk menemani dan menjaga Delia selama di luar.


Delia Ingin belajar memasak makanan khas Korea Selatan. Delia memanfaatkan Kesempatan ini selama Dia masih di Korea. Delia Ingin belajar memasak dari uncle Park.


Delia diantar oleh Kim dan uncle Park ke Mini market terbesar dan terlengkap di Seoul. Dan Swalayan tersebut milik Albert Kim Said sekaligus Miliknya juga.


TBC..


Efek gak bisa tidur akhirnya ngetik lagi persiapan Update Besok.


Seperti biasa dan jangan bosan dengan Promo Fania yah kakak Readers.


Fania ingatkan untuk tetap mendukung BDP Dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5, FAVORITKAN DAN KOMENTAR Kakak Readers 🙏🙏.


makasih banyak kk 🙏.


Makassar, 22 Januari 2022.


by FANIA Mikaila AzZahrah d' Sayang.

__ADS_1


__ADS_2