Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 204. Selamat Jalan Alan


__ADS_3

Happy Reading..


Keluarga besar Wiguna Albert Kim Said kembali berduka. Setelah hampir enam bulan lalu Pak Wiguna meninggalkan luka yang mendalam. Hari ini suami dari Kim Hyuna harus meninggal dunia dalam keadaan berpuasa. Alan menjadi salah satu korban dalam kecelakaan beruntun yang diakibatkan oleh mobil truk yang membawa tabung gas elpiji Tiga kilo.


Kejadian tersebut terjadi di sekitar Lampu merah sehingga banyak memakan korban jiwa bahkan korban materiil dan harta benda turut menjadi amukan sijago merah dan ledakan dari tabung gas tersebut cukup besar.


Hari ini rencananya Alan akan dikebumikan di TPU milik Keluarga Wiguna. Jenazah dari Alan cukup sulit untuk dikenali karena keadaan yang cukup parah, seluruh badannya terbakar akibat amukan si jago merah saat terjadi ledakan yang diakibatkan oleh tabung gas Elpiji.


Semua keluarga dekat maupun keluarga jauh kembali menangis histeris dan kehilangan sosok Kapten kapal yang baik, bijaksana dan humoris serta penyayang terhadap istrinya dan keluarganya. Satu-satunya anak laki-laki dalam keluarganya. Semua tidak ada satupun yang percaya dengan kepergian Alan yang secara mendadak. Bahkan banyak yang berpendapat bahwa kecelakaan itu adalah adanya campur tangan dari seseorang. Tetapi pihak kepolisian sudah mendalami tragedi tersebut dan mengarahkan semua anggota kepolisian yang terbaik tetapi hasil yang mereka dapat adalah murni kecelakaan.


Pemerintah setempat dan pusat turut prihatin dan berbela sungkawa atas meninggalnya beberapa korban kecelakaan maut tersebut. Dan Pemerintah mengirimkan utusannya untuk mendatangi setiap rumah dari korban tersebut.


"Ya Allah kuatkan hambamu ini, Aku tidak menyangka putraku akan meninggalkan aku secepat ini" ucap Mami nya Alan ibu Ratu Mahdalena.


"Aunty harus tabah, dan Sabar yah" ucap Emilia yang baru saja sampai dari Amerika.


"Aunty kami pun tidak percaya dengan kenyataan yang ada tetapi mau tidak mau kita harus menerima dan mengikhlaskan kepergian Alan" timpal Eliana lagi.


"Tante harus kuat demi Hyuna dan bayinya yang sudah lahir" ucap Delia sambil memeluk tubuh maminya Alan.


Sedangkan mama angkatnya Hyuna pun menangis tersedu-sedu melihat jasad suami dari Anak angkatnya.


"Hyuna sungguh malang nasibmu Nak, disaat kamu melahirkan putra kalian suamimu harus pergi jauh" ucap Aunty Kim Liliana.


"ini sudah jalannya yang harus dilalui oleh Alan dan Hyuna, kita sebagai manusia hanya bisa menerima semua ketentuan Allah dengan sabar dan memberikan dukungan moril untuk Hyuna yang kondisinya juga kritis setelah dioperasi" ucap Mama Elisabeth.

__ADS_1


"Semoga Hyuna jika tersadar dari kondisinya bisa ikhlas menerima kenyataan ini" timpal Ayah sambungnya Hyuna.


"Kita sebagai keluarganya harus terus memberikan semangat dan motivasi untuk bisa ikhlas dan sabar" ucap Ibunya Rangga yang turut hadir di tempat tersebut.


Pelayak yang datang memenuhi Rumah Hyuna dan bahkan sudah berdesakan dengan yang lainnya. Bahkan mereka tidak menghiraukan jika sudah masuk waktu berbuka puasa. Mereka sangat kehilangan sosok Alan yang menurut mereka baik walaupun baru beberapa bulan mengenal sosok Alan karena selama ini Alan lebih menghabiskan waktunya di laut di atas kapal pesiarnya.


Tangis sedih juga tidak henti-hentinya terdengar dari semua maid dan Security Rumahnya. Karena Alan sudah seperti keluarga sekaligus sahabat mereka sendiri.


"Selamat jalan Big Bos, kami sudah berjanji akan terus bekerja dengan Nona muda walaupun bos sudah tidak ada di sini" ucap pak Nawir yang teringat sewaktu mereka mencari buah kelapa sewaktu Nona muda mereka ngidam makan songkolok begadang.


"Aku pun yang hanya sempat ketemu satu kali saja dengan Bos Alan dulu pun sangat kehilangan karena sosok Alan adalah pria yang supel dan humble" ucap Pak Kumis.


Ke Esokan Harinya barulah Jenazah Alan dikebumikan setelah dishalatkan di Mesjid dekat rumahnya. Masih sangat banyak pelayak yang berdatangan untuk melihat dan mengantar Alan ke tempat peristirahatan terakhirnya.


"Kalau memang ini semua murni kecelakaan maka aku akan mengikhlaskan kepergian mu adek tetapi jika Aku mendapatkan berbagai bukti bahwa ada seseorang yang melakukan semua ini maka aku akan mencarinya hingga ke lubang semut pun" ucap Arya yang ikut menabur bunga.


"Makasih banyak kamu sudah memberikan kebahagiaan untuk adikku Hyuna walau pun hanya sesat tapi aku tetap mengucapkan Makasih Banyak atas semuanya Alan" ucap Aditya yang akhirnya ikut menangis.


"Selamat jalan Bro, semoga Allah menempatkan kamu ditempat yang paling indah dan Maafkanlah segala dosa dan khilaf adikku" ucap Mark.


Hanya Dimas dan Dessy yang tidak hadir ditempat tersebut. Dikarenakan mereka berada di Tanah suci Mekkah untuk melaksanakan umroh yang mereka sejak lama sudah impikan dan rencanakan. Tempat pemakaman milik keluarga besar Wiguna kembali dipadati oleh pelayak. Setiap ada anggota keluarga Wiguna yang meninggal dunia pasti pelayak memenuhi kediaman yang meninggal dan ikut mengantar ke peristirahatan terakhir mereka.


Sedangkan di rumah sakit di dalam kamar perawatan Hyuna. Suara alat bantu kehidupan Hyuna terdengar jelas sampai ke telinga yang menunggui Hyuna. Mereka pulang ke rumah Hyuna Hanya sesaat saja. Hanya mengantar dan tidak tahu tentang kabar Alan.


Setelah dari mengantar jenazah Alan mereka memutuskan untuk pulang ke rumah utama keluarga Wiguna. Arya yang sedang berdiri di depan kaca jendela kamarnya yang cukup besar dan kuat membuat Arya betah untuk memandang ke arah luar. Tiba-tiba hujan pun turun membasahi bumi Pertiwi. Tetapi Arya masih betah untuk tidak menoleh sedikit pun walau pun Delia sudah berada di sampingnya untuk ikut meresapi makna dari air hujan tersebut.

__ADS_1


"Satu persatu keluargaku pergi jauh dan tidak kembali lagi" ucap Arya.


"Ini semua sudah ditakdirkan oleh Allah jadi kita sebagai manusia biasa hanya bisa mengikhlaskan kepergian Alan dan berusaha untuk menjaga Hyuna dan putranya kelak." Ucap Delia.


"Hujan ini pasti akan membasahi makam Alan yang baru" ucap Arya.


"Itu sudah pasti" ucap Delia.


Kepergian seseorang yang secara tiba-tiba membuat kesedihan yang sangat mendalam apa lagi sosok tersebut adalah orang yang kita sayangi. Itu lah Maut Jika sudah berkata dan menjemput setiap insan yang bernyawa maka sepatutnya kita menyambut baik Maut tersebut dengan bekal yang cukup banyak. Dan Maut pasti akan datang ke setiap anak cucu Adam.


Sedangkan Hyuna sudah sadar dari masa kritisnya tetapi kondisinya masih sangat mengkhawatirkan. Hyuna bangun dari tidurnya yang beberapa hari ini membuat dirinya kebanyakan diam saja sedangkan Hyuna sama sekali tidak perduli dengan keadaan dari anaknya yang terus menangis karena lapar ingin asi padahal sudah banyak orang yang dipanggil untuk memberikan ASInya kepada bayi Alan. Hyuna tampak seperti orang yang linglung tidak punya semangat untuk kehidupannya. Bahkan Hyuna lupa jika dirinya memiliki seorang bayi laki-laki.


To Be Continued..


Maaf atas Typonya 🙏


Makasih banyak Atas dukungannya kepada BDP 🙏


Tetap dukung BDP Yah 🙏


Makasih banyak.


By Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, 05 April 2022.

__ADS_1


__ADS_2