Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 313. Welcome Indonesia


__ADS_3

Happy Reading..


"Sampai di Indonesia, Aku akan menikahimu, kamu siap menjadi istriku nanti?" Tanya Andreas lalu menyerahkan sebuah kotak buludru yang sangat cantik ke hadapan Pricilla.


Sedangkan Pricilla yang mendapatkan kejutan dari orang tersayangnya segera tersenyum dan tanpa segan dan banyak pikir panjang lagi, dia segera mengulurkan jari manisnya.


"Apa Kamu bersedia menjadi ibu dari anak-anakku kelak dan menjadi pendamping hidupku hingga akhir waktuku apa pun yang terjadi?" ucapan itu membuat Pricilla perlahan meneteskan air matanya di balik khimarnya itu.


Dia hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum penuh Rasa haru dan bahagia. Andreas menyematkan cincin bertahtakan berlian di tengahnya sedangkan pinggirnya ada batu Rubi yang menambahkan kemewahan dan kecantikan cincin itu.


"Sesampainya kita di Indonesia, kita langsung ke Rumah Uncle Arya, beliau sudah mengurus semua persiapan pernikahan kita," katanya sambil melingkarkan tangannya ke tangan kanannya Cilla.


Sedangkan di London, tepatnya di kediaman Pricilla. Semua orang sibuk mencari keberadaan dari Putri tunggal sekaligus pemilik dan pewaris kerajaan bisnis daddy-nya.


Hantaman benda yang terlempar ke arah dinding itu membuat semua body guard serta pengawalnya menunduk ketakutan. Tidak ada satupun dari mereka yang mengira, jika Nona mereka kabur dari rumahnya yang bagaikan istana itu.


"Kalian semua bodoh!!! Hanya menjaga dan mencari keberadaan dari Putriku saja kalian tidak becus!"


"Maafkan kami tuanku, Kami sudah berusaha untuk membawa pulang Nona Muda, tapi tiba-tiba ada seorang anak muda yang membawa kabur dari Kami," tuturnya.


"Apa!!!! Hanya seorang pemuda saja Kalian tidak bisa menumbangkan pemuda itu?" Tanyanya dengan keheranan.


Tuan Leonardo Armando masih tidak percaya jika putrinya kabur bersama seorang pemuda. Hingga detik ini tidak ditemukan keberadaannya sama sekali.


"Kerahkan semua anak buah kita untuk mencari mereka dan Kamu cari tahu pemuda itu dan asal usulnya dari mana," perintahnya dengan suara yang berapi-api, raut wajahnya memerah, bola matanya seakan-akan membesar saking marahnya.


Istrinya yang baru pulang dari arisan, melihat kondisi rumahnya yang sudah hancur berjalan ke arah suaminya itu.


"Apa yang terjadi sayang? Kenapa istana kita ini sudah seperti kapal pecah saja?"


Nyonya Lusiana memegang tangan suaminya untuk memberikan ketenangan,agar amarahnya mereda juga.


"Sayang, ingat jantung Daddy, aku yakin putri kita hanya pergi bersama temannya dan Mami yakin dia pasti akan kembali," ujarnya berusaha membujuk Suaminya itu.


"Bagaimana tidak saya marah Moms, Cilla putri kita kabur bersama pria lain dan hal tersebut diketahui oleh calon suaminya Pracilla, mereka dengan sepihak memutuskan pertunangan dan membatalkan kontrak kerja sama kita."


Pak Leonardo dan Nyonya Lusiana sangat malu kepada rekan bisnisnya, karena gara-gara kaburnya Cilla, mereka mengalami kerugian yang sangat besar.


Mereka duduk di kursi ruang tengah rumahnya. Mereka sama-sama merenung semua peristiwa yang terjadi padanya.


Salah satu bodyguardnya segera menghadap ke hadapan junjungannya. pak Leonardo segera bertanya kepadanya.


"Apa yang Kamu dapatkan? siapa pemuda itu dan putriku sekarang ada di mana?" Tanyanya dengan penuh tanda tanya dan tidak sabar untuk mengetahui kalau putrinya tidak apa-apa.

__ADS_1


"Maafkan Kami Tuan besar, kami belum berhasil menemukan siapa pria itu beserta identitasnya, satu lembar fotonya pun Kami tidak temukan," jelasnya.


"Apa!!!! Itu tidak mungkin, aku yakin usaha kalian saja yang kurang maksimal," terangnya yang sudah berdiri dari duduknya Kursi kebesarannya.


"Dad!! Please Mom mohon tenanglah, Saya yakin putriku akan baik-baik saja, percayalah sama Mommy," terangnya.


Mommy Pricilla mengetahui jika putrinya kawin lari bersama dengan seorang pemuda yang bukan orang biasa bahkan kekuatan dan kekayaan dari pemuda itu jauh melebihi dari yang mereka miliki.


"Saya tidak ingin nasib putriku berakhir seperti nasibku yang harus terpenjara dengan pria yang sama sekali tidak aku cintai, aku ingin putriku hidup bebas sesuai dengan yang dia inginkan."


Tuan Leonardo sudah berusaha dan mengerahkan semua anak buah terbaiknya ke seluruh penjuru Inggris,tetapi hasilnya masih sama nihil.


"Semoga kalian bahagia dan pergi jauhlah dari sini sebisa kalian, Mommy harap jangan pernah kembali ke sini apa pun yang terjadi."


Istrinya hanya terdiam dan tidak mau terlalu ikut campur, baginya anaknya sudah besar dan bisa memilih hidup yang seperti apa yang dia ingin jalani.


"Mommy sudah bilang kan, jangan sesekali berani untuk menjodohkan putriku dengan pria mana pun, jika dia tidak setuju, biarkan dia sendiri yang mengatur hidupnya," ucapnya yang tidak ingin terdiam saja melihat situasi yang cukup Kacau.


"Ini lah Kamu, dari dahulu selalu memanjakannya dengan segala hal, selalu menuruti keinginannya tanpa ingin mendengarkan perkataanku," jelasnya.


"Dad!! moms tidak ingin nasib putriku seperti nasib kehidupanku dialami juga dengan putriku," ujarnya dengan nada suara yang cukup tinggi pula.


Tuan Leonardo menatap tajam wanita yang sangat dia cintai dan puja. Dulu demi mendapatkan wanitanya rela melakukan apa pun itu. Bahkan membunuh kekasih dari istrinya pun Dia lakukan, tanpa sepengetahuan dari Lusiana.


"Kalau itu yang kamu inginkan maka carilah putriku hingga ketemu, yang perlu Dad tahu Aku tidak akan biarkan nasib putriku berakhir seperti diriku."


Nyonya Lusiana berdiri dari duduknya, lalu meninggalkan suaminya yang terduduk dan tidak menyangka, jika selama ini Istrinya tidak bahagia dan ikhlas hidup bersamanya.


Dia pun berdiri dan berjalan dengan langkah yang cukup lebar untuk segera mengikuti istrinya.


"Lusiana sayang, apa maksudnya dari perkataan Kamu? Tolong jelaskan padaku?" Tanyanya dengan suara yang cukup besar dan menggelegar memenuhi Istana mereka.


Dia khawatir dan sangat ketakutan, jika suatu saat nanti istrinya akan pergi jauh meninggalkan dirinya. Nyonya Lusiana menutup pintu kamarnya dengan sangat keras sehingga dinding seakan-akan akan roboh di hantam hantaman keras pintu itu.


Nyonya Lusiana menangis tersedu-sedu jika kembali harus mengingat hidupnya puluhan tahun silam.


"Aku ingin putriku bahagia, apa pun Aku lakukan untuk kebahagiannya, cukup Aku yang menderita bertahun-tahun hidup dengan pria yang tidak Aku cintai."


"Sayang!! Daddy mohon buka pintunya, jangan seperti ini, Saya minta maaf jika gara-gara keegoisan saya membuat Kamu terluka dan kecewa "


Tuan Besar Leonardo sangat takut jika perbuatannya kali ini akan membuat istirnya membencinya dan yang paling parah adalah pergi jauh meninggalkannya.


Tuan Leonardo terduduk di hadapan kamar istrinya dan menunggu pintu itu terbuka.

__ADS_1


Tapi, hingga dua jam lamanya berlutut sambil menunggu Istrinya melunak,pintu itu tak kunjung terbuka juga.


Sedangkan di tempat lain, tepatnya di Indonesia. Andreas dan Pricilla sudah sampai dengan selamat di Bandara internasional Soekarno-Hatta Cengkareng Jakarta.


"Alhamdulillah akhirnya sampai juga di Jakarta."


Cilla kemudian merentangkan kedua tangannya saat menuruni tangga pesawat, dia bertingkah seperti anak kecil yang baru naik pesawat saja. Andreas yang melihat kekasihnya hanya tersenyum dan menarik hidung mancungnya.


Dia disambut hangat oleh Uncle Arya Wiguna demi istrinya Delia Paramitha Wirawan beserta putra bungsunya Zidane yang sudah berusia 12 tahun. Wajahnya seperti foto copyannya Arya Wiguna Ayahnya.


"Welcome Boys di Indonesia," ucapnya lalu memeluk tubuh keponakannya.


Andreas segera memeluk tubuh Unclenya itu dengan erat dan rasa rindu yang membuncah. Kemudian berjalan ke arah Delia yang menarik tangan Auntynya dengan penuh kelembutan lalu menciumi punggung tangan itu dengan takzim.


Pricilla yang melihat hal itu pun meniru dan mengikuti calon suaminya. Dengan Wajahnya yang tersipu malu karena ini adalah pengalaman pertamanya bersungkeman dengan seseorang yang lebih tua darinya. Delia pun langsung cipika-cipiki dengan Cilla.


"Calon istri Kamu cantik Andreas, tapi Aunty berharap jangan lakukan hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita ajarkan padamu," ujarnya.


Arya hanya tersenyum, tahu apa yang dilakukan keponakannya walaupun mereka tidak berbicara.


Andreas dan Cilla saling berpandangan dan tersenyum malu-malu. Pricilla yang emang dari kecil sudah diajarkan bahasa Kakek dari Mommynya, sehingga mampu dan untuk segera beradaptasi. Sehingga tidak menyulitkan dirinya untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan anggota calon suaminya.


Makasih Banyak atas Dukungannya kepada Bertahan Dalam Penantian 🙏🥰


Jangan Lupa untuk biasakan selalu meninggalkan jejak setelah membaca yah, Jangan jadi pembaca silent saja yang tidak mau tekan tombol Like.


Jangan Lupa untuk mampir juga ke novel aku yang lainnya:



Sang Penakluk (Kisah anak-anaknya Martin dan Amairah)


Cinta Yang Tulus


Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar



Tetap Dukung BDP dengan Cara: Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Vote, Giftnya juga.


********To Be Continued********


by Fania Mikaila Azzahrah

__ADS_1


Makassar, Jum'at 17 Juni 2022


__ADS_2