
Happy Reading..
"Cantik dan penuh misteri dan kemampuan yang terpendam di balik wajah cantik nan Ayu."
Mereka saling mengagumi dalam diamnya. Mereka saling bertatapan hingga dering hp-nya Elang yang berbunyi mengganggu kegiatan mereka. Zoeya pun tak kembali tersadar dengan apa yang terjadi padanya.
Zoya buru-buru berdiri dan memperbaiki penampilannya sedangkan elang bangkit dari posisi baringnya setelah Zoya berdiri dan refleks mencium pipi Zoeya dan segera berlari ke arah pintu meninggalkan Zoe yang terdiam mematung sambil memegang pipinya yang dicium sekilas oleh si pria bertopeng.
Wajahnya langsung memerah seketika dan lebaran jantungnya kembali berdetak tidak normal. Zoya melupakan tentang Apa tujuan dari pria bertopeng itu dan bagaimana caranya bisa lolos masuk ke dalam kamar apartemennya yang sistem keamanannya sangat mutakhir dan canggih itu.
Sedangkan Elang Prawira Wong mendapatkan informasi dari anak buahnya jika musuhnya sedang melakukan transaksi narkoba dan senjata besar-besaran ilegal. Elang segera berangkat menuju tempat anak buahnya berada dan berencana menggagalkan transaksi Black Snake.
Sedangkan Zoe masih memegang pipinya yang masih terasa hangat bekas ciuman sekilas dari Elang sang Pria bertopeng tersebut. Untuk pertama kalinya dalam hidup Zoe ada pria yang berani menyentuhnya terutama untuk menciumnya walaupun dengan durasi yang hanya sekejap mata saja.
Elang sudah mendapatkan informasi yang sangat detail tentang Zoe walaupun butuh perjuangan yang ekstra lama juga karena untuk mendapatkan informasi tentang Zoeya Saldana Arya tidak lah semudah membalikkan telapak tangan.
Elang bahkan harus menerobos sistem keamanan yang dibuat oleh Aditya sahabat Arya Wiguna Albert Kim Said Ayahnya Zoe. Tapi bukan Elang kalau masalah seperti itu tidak bisa dia pecahkan. Elang pria yang sangat misterius, hanya dihitung beberapa orang saja tahu identitas aslinya, bahkan di Markasnya Elang terkenal dengan nama Black Eagle saja yang mengenal dengan nama Elang Prawira Wong adalah seluruh rekan serta relasi bisnisnya.
"Cantik, tapi penuh kekuatan yang terpendam, tunggu aku tanggal 18 Juni nanti kita akan berjumpa kembali gadis Kecilku," ucap Elang.
Perlahan tapi pasti Zoe merapikan kembali semua barang-barangnya yang sempat dihamburkan oleh Elang hingga berceceran ke atas lantai.
Dengan susah payah Zoe melipat semuanya hingga tak ada lagi yang tersisa di atas lantai.
"Alhamdulillah akhirnya selesai juga," ucap Zoe sambil menyeka keringatnya yang sudah membasahi kening dan pipinya.
Zoe masuk ke dalam kamar mandi karena ingin membersihkan seluruh tubuhnya yang sudah bau keringat, dan belum berjalan ke arah dapur sehingga belum mengetahui jika semua makanan yang neneknya masak belum sempat ia makan sudah ludes tak bersisa, yang tersisa hanya tinggallah tempatnya.
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 4 sore, Zoe berniat untuk ke Perpustakaan. Minggu lalu sudah mengelilingi berbagai Toko Buku, tapi hasilnya nihil buku yang dia cari tidak ditemukan. Jadi untuk kesempatan kali ini Zoe harus mendatangi Perpustakaan yang ada di sekitar Kota London. Masih ada beberapa buku yang harus dia cari Walaupun sebagian sudah ada yang dibelinya. Buku itu wajib dia beli dan temukan sebagai syarat untuk ikut mata kuliah Dosennya.
"Aku harus dapat buku itu hari ini juga, Jika tidak berarti besok terpaksa harus bolos lagi, dosen maunya bikin repot saja padahal tinggal buka di internet sudah dapat bukunya, ini kenapa meski harus repot-repot ke Toko Buku dan perpustakaan segala sih, emang dasar dosen jadul," omel Zoe saat memakai sepatu sneaker shoesnya.
Walaupun ngomel-ngomel Zoe tetap melangkahkan kakinya menuju Perpustakaan. Untung saja kemarin Zoe dan Ayahnya Arya Wiguna Albert Kim Said mereka sempat beradu argument tentang mobil, dengan rengekan dan sedikit bumbu air matanya sehingga Arya pun luluh untuk mengijinkan kembali putri tunggalnya untuk mengendarai sendiri mobilnya.
Zoe tak lupa menutup rapat pintunya dan tidak ingin kecolongan seperti tadi siang. Zoe berjalan ke arah lift untuk menuju lantai dasar tempat mobilnya berada.
"Hey si Mas," sapa Zoe pada mobil kesayangannya.
__ADS_1
Mobil yang dominan warna putih itu jadi kesayangannya, mobil yang beberapa tahun belakangan ini selalu setia menemaninya itu diberi nama si Mas singkatan dari Maserati. Bahkan mobil tersebut sudah dipakainya ajang balapan liar tanpa diketahui oleh keluarganya.
Mobil yang pernah dia pakai menabrak pantat mobil seseorang sehingga dihukum oleh ayahnya untuk tidak memakai mobilnya sendiri hingga dua hingga dua bulan lamanya.
Zoe sangat bahagia karena tidak perlu lagi menyusahkan saudara kembarnya untuk selalu mengantar jemputnya untuk pulang.
"Kangen gak denganku Mas?" ucap Zoe saat sudah duduk dibalik kemudi mobilnya sambil menciumi setir mobilnya tersebut.
Zoe langsung mengemudikan mobilnya ke Perpustakaan pertama yang akan dia kunjungi, yaitu perpustakaan Galilean Library yang terletak di pusat jantung Kota London.
"Ya Allah semoga saja bukunya ketemu di perpustakaan Galilean," ucapnya lalu melajukan mobilnya.
Mobil si putih yang dipakai oleh Zoe sudah berada di jalan raya, Zoe tidak terlalu terburu-buru mengendarai mobilnya. Zoe malahan lebih menikmati indahnya Kota London tempat dia dibesarkan selama ini. Zoe sangat hafal betul seluruh pelosok negeri Ratu Elisabet tersebut.
Hingga jalan tikus pun sudah kuasai. Zoe bersiul bersenandung kecil tanpa ia sadari ternyata saat berada di lampu merah, mobilnya diikuti dari belakang oleh mobil putih Lamborghini Aventador yang mengikutinya. Zoe tidak menyadari hal tersebut karena memang mobil itu pintar menyembunyikannya jika dia mengikuti dan membututi mobil yang dipakai oleh Zoe.
"Lampard tolong handle pertemuan kita dengan CEO dari Perusahaan Jerman, Saya ada urusan penting yang tidak bisa ditunda," tutur Elang sang CEO Perusahaan.
"Tapi, Bos Tuan.....," ucap Lampard yang terpaksa terpotong oleh sanggahan dari Elang.
Lampard adalah asisten pribadinya yang paling bisa dipercaya oleh Elang. Lampard yang mengetahui seluk-beluk dunia Elang. Bahkan wajah aslinya Elang pun dia tahu dengan persis.
Setelah menginformasikan kepada anak buah kepercayaannya, Elang kembali mengikuti mobil Zoe. Elang tidak ingin kehilangan jejaknya Zoe.
Mobil ini lah yang mengikuti Zoe dari belakang.
"Gadis kecilku, Kamu mau kemana?" tanya Elang yang tidak disadari jika CEO Perusahaan yang dia wakilkan Kepada bawahannya adalah pengusaha tersukses tahun ini dari Jerman. Elang tidak memikirkan hal itu, yang ada dipikirannya adalah bertemu dengan Zoe hari ini.
Zoe memarkirkan mobilnya di tempat Parkiran khusus pengunjung Perpustakaan. Elang pun mengikuti langkah kaki Zoe. Elang mengganti terlebih dahulu pakaian kerjanya dengan pakaian yang biasa saja bahkan pakaian yang paling murah harganya,agar Zoe tidak mencurigai dirinya.
Sepatu sneaker shoes, dipasangkan dengan celana panjang serta baju blus warna dominan putih dengan asal mencepol rambut panjang nan bergelombangya semakin menambah aura kecantikannya.
Dengan pakaian baju kaos oblong warna hijau dengan dipadukan celana jeans hitam membuatnya tetap tampan, macho dan keren.
__ADS_1
Zoe sudah berdiri di hadapan Rak buku yang menjulang tinggi itu. Zoe sibuk dan serius memperhatikan buku yang ada di depannya sehingga sama sekali tidak menyadari bahwa Elang sudah berdiri di sampingnya yang pura-pura mencari buku.
Di Rak pertama belum berhasil, rak ke dua pun seperti itu pencariannya masih tidak membuahkan hasil yang baik. Hingga sudah dua jam lamanya belum ketemu juga hingga Zoe beristirahat di salah satu kursi yang tidak terlalu jauh dari tempatnya berdiri.
"Lumayan capek juga," ucap Zoe yang menselonjorkan kakinya ke depan sambil memijit pelan kakinya agar rasa pegalnya menghilang.
Tanpa disadari oleh Zoe ada botol air mineral kemasan yang berada di hadapannya, dan kebetulan sekali dia haus, tanpa banyak pikir Zoe Karena kehausan langsung membuka tutup botol itu lalu meneguknya tanpa melihat siapa yang menyodorkan minumannya itu. Seingatnya dia tadi membawa botol minuman, tapi lupa menaruhnya di mana tadi.
"Bismillahirrahmanirrahim," ucapnya sambil meneguk air itu hingga tersisa setengahnya saja.
Zoe bangkit dari duduknya setelah merasa sudah baikan.
"Moga saja, Rak ini yang terakhir bukunya ketemu," ucapnya dengan semangat dan optimis untuk menemukan buku tersebut.
Sudah hampir jam 6, tapi pencariannya masih seperti tadi. Zoe sudah kelelahan dan ingin menyerah, tapi sudut matanya melihat buku yang berada di Rak paling atas adalah buku yang dia cari.
Zoe tersenyum lega melihat buku tersebut. Zoe pun ingin meraih buku itu, tapi tangannya yang panjang masih tidak bisa mengjangkau tempat buku itu. Hingga Zoeya berjinjit tapi tetap gagal juga hingga Zoe memutuskan untuk melompat sedikit.
"Alhamdulillah bukunya ada di Rak itu," tuturnya.
Buku itu berhasil dia pegang tapi tumpuan kakinya tidak kuat sehingga buku yang dia pegang terlepas dan hingga keseimbangannya goyah dan akhirnya terjatuh juga.
............
Ngantuk tapi punya hutang update jadi mau tidak mau harus ngetik dulu, semoga suka dengan bab BDP hari ini ✌️.
MAKASIH BANYAK ATAS DUKUNGANNYA TERHADAP BERTAHAN DALAM PENANTIAN 🥰
Dukungan kalian sangatlah berarti untuk BDP dan terkhusus untuk author.🤭
Mohon maaf jika banyak typo yang bertebaran🙏
...********To Be Continued********...
by Fania Mikaila Azzahrah
Makassar, Minggu, 05 Juni 2022
__ADS_1