
Happy Reading...
5 Bulan sudah berlalu semenjak Delia dinyatakan positif Hamil. Delia Sangat bersyukur dengan kehamilannya, walaupun Delia mengandung bayi kembar tetapi dia tidak mengalami ngidam yang berlebihan, Mungkin anak yang dikandung Delia mengerti kalau Ayahnya berada di luar negeri, bahkan orang-orang yang melihatnya mengatakan kalau dirinya sangat santai dan enjoy bagaikan ibu-ibu yang tidak sedang hamil.
Karena Delia masih menjalani aktifitasnya seperti biasa, Setiap hari kuliah dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri tanpa ada art yang membantunya.
Apa lagi menghadapi ujian Mejanya, Delia semakin sibuk mengurus skripsinya yang sisa menghitung hari.
Bahkan kehamilannya ini terbilang membawa berkah bagi dirinya. Jika Delia ke kampus ataupun beraktivitas di luar dan sedang antri pasti Delia diutamakan oleh Orang lain.
Hari ini Delia berencana ingin memeriksakan kondisi kandungannya, Karena sudah tidak memungkinkan untuk mengendarai motor pribadinya sendiri akhirnya Delia memutuskan untuk memakai jasa Ojol yang berlogo dan warna hijau.
Tapi sebelum ke Dokter praktek Delia singgah ke mesin ATM untuk mengambil beberapa lembar uang, karena hari ini paman dan bibinya akan datang, jadi Delia ingin belanja ke supermarket Setelah pulang dari periksa.
Delia dibuat heran dengan nominal uang yang tertera di Saldo ATMnya. Saldo ATMnya bukannya berkurang malahan semakin bertambah jumlahnya bahkan bisa dibilang isinya lumayan buncit dari bulan lalu.
Delia berfikir mungkin itu transferan dari suaminya yang sudah gajian.
"Alhamdulillah makasih banyak ya Allah, saldonya cukup untuk biaya persalinan dan Aqiqahan anakku nanti" Delia Sangat Bahagia karena sudah memiliki tabungan.
Delia kembali melanjutkan perjalanannya. Delia sebelum ke tempat praktek dokter Dia mendaftar online terlebih dahulu sehingga Delia tidak perlu repot-repot mengantri lagi,apa lagi hari ini antriannya cukup panjang.
Baru beberapa detik Delia mendudukkan tubuhnya di kursi tunggu, Perawat sudah memanggil namanya.
"Ibu Delia Paramitha Rusdy" Perawat memanggil namanya.
"Iya Suster" jawab singkat Delia.
"Silahkan masuk bu"
"Makasih sus"
"Assalamualaikum Dok"
"Waalaikum salam" jawab dokter Aulia
Delia kemudian masuk dan langsung diperintahkan oleh Dokter untuk berbaring di atas Bangkar.
"Gimana kabarnya Del?".
"Alhamdulillah baik Dok".
""Kita tengokin si kembar dulu yah Del" ucap
"Silahkan Dok". Dokter Aulia
Dokter kemudian mengoleskan jel ke atas perut buncit Delia dan mulai mengarahkan alatnya ke atas perut Delia.
Dokter nampak serius dengan pemeriksaan Delia kali ini, Dokter Aulia tidak ingin mendapatkan Omelan dari tantenya.
"Si kembar ingin menyapa mamanya, Alhamdulillah kondisi bayimu baik, posisinya juga baik,air ketuban normal" ucap Dokter.
"Alhamdulillah kalau mereka dalam keadaan sehat" ucap Delia.
"gimana Del apa kamu ingin mengetahui jenis kelaminnya?".
"Iya Dok kalau bisa" jawab Delia.
"Anakmu yang satu cewek loh Del, kita periksa yang satu tapi kalau yang ini kayaknya ngumpet deh, malu-malu n kayaknya dia marah nih anak kamu kalau dilihat sama seseorang". ucap Dokter sambil bercanda.
"Maksudnya Dok?" tanya Delia.
"Tidak apa-apa". Dok Aulia hanya tersenyum.
Dokter Aulia tersenyum andai saja tak ingin membuat Delia curiga dan berfikiran lain-lain mungkin Dokter Aulia sudah tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Semuanya baik-baik saja dan Normal, sekarang kehamilanmu sudah masuk bulan ke 8 jadi kamu harus lebih extra hati-hati, jangan banyak fikiran, makan dan minum minuman yang sehat, oiy kamu tiap hari minum susu hamil kan Del?".
Dokter Aulia berbicara sambil menatap ke arah Tirai yang terpampang di dalam ruangan itu.
"Alhamdulillah Dok, Kalau minum susunya lancar, karena setiap Minggu ada yang mengirimkan Susu untuk bayiku"
"Alhamdulillah kalau gitu. Moga orang itu ikhlas menolongmu dan tidak punya Niat yang terselubung"
"Amin".
"Assalamualaikum Dok"
"Waalaikum salam".
Setelah berbasa-basi sebentar dengan Dokter Aulia, Delia pamit karena masih ingin ke Mall.
Orang yang sedari tadi menguping dan ngumpet dekat lemari Akhirnya keluar juga.
"Aku tunggu di rumah" Ucap Orang itu.
Pintu dibanting oleh orang itu.
Dokter Aulia tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku tantenya.
Delia berjalan ke arah jalan raya untuk menunggu Ojol yang dipesannya.
Tiba-tiba ada suara orang yang terjatuh. Delia pun menoleh dan mencari sumber suara itu.
Ternyata tepat di belakang Delia, ada ibu-ibu yang terjatuh.
Delia menghampiri ibu-ibu itu.
"Ibu baik-baik saja, yang mana yang Sakit, kalau sakit sini Delia bantu ibu masuk ke rumah sakit untuk periksa keadaan ibu".
"ini anak Reporter atau wartawan kah, bertanya dengan berbagai macam pertanyaan dengan satu kali tarikan nafas bahkan mengalahkan wartawan ikan terbang". Batin Mama Elisabeth.
"Aku tidak apa-apa nak, cuma sedikit pusing Saja". ucap Mama Elisabeth.
"Kalau sini Delia bantu duduk di sana,"ucap Delia.
"Tidak apa-apa nak ibu masih bisa berdiri dan berjalan sendiri kok, ibu tidak ingin merepotkanmu apa lagi kamu sedang hamil". ucap ibu-ibu itu.
"Tidak apa-apa kok,auuh" ucap Delia sambil menahan dan mengelus perutnya yang bayi dalam kandungannya tiba-tiba menendang.
Bayi kembarnya menendang membuat Delia mengeluh dan mengelus perutnya yang sudah sangat buncit.
"Bayiku saja bahkan mengijinkan aku membantu ibu, kenapa ibu meski menolak?"
"Baiklah kalau itu maumu".
Mama Elisabeth memberi kode kepada seseorang yang berada di balik tembok untuk segera memotretnya.
Delia mengantar Mama Elisabeth ke bangku yang ada di taman rumah sakit.
"Pelan-pelan duduknya Bu"
Mereka duduk di bangku itu.
Mama Elisabeth mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Delia.
"Elisabeth, tapi kamu boleh memanggilku Mama Elisabeth".
"Delia Paramitha Rusdy Bu".
"Bisa tanya sesuatu nak?"
__ADS_1
"Boleh Bu, silahkan kalau ada yang mo dipertanyakan"
"Sudah berapa bulan kandunganmu, gimana keadaannya di dalam sana?"
"Alhamdulillah baik-baik saja kata dokter dan sudah jalan 8 bulan ibu".
"Alhamdulillah kalau gitu".
"Pasti berat melalui kehamilanmu tanpa suamimu, Maafkan kami yang tidak bisa berada di sisimu nak. bathin Mama Elisabeth
"Suami kamu di mana nak, kok aku lihat kamu hanyas endirian gak ditemani sama suami kamu?"
Delia berfikir sejenak sebelum menjawabnya. Tapi ada Semburat kesedihan yang nampak Dimata Delia.
"Ohh Ayahnya bayiku maksud ibu?".
"Iya nak"
"Ayahnya berada di luar negeri Bu".
"Kok bisa dia di sana, emang gak ada kerjaan disini yang bagus?".
"kalau masalah itu pasti disini juga banyak yang bagus ibu, cuma karena Suamiku tidak ingin menolak perintah dari atasannya jadi terpaksa Suamiku berangkat ke luar negeri".
"Berat tidak kamu rasakan saat dia pergi"
"kalau boleh jujur awalnya sangat berat ibu, Tapi aku yakin ini yang terbaik untuk kami berdua aku belajar menerima dengan ikhlas dan sabar, insya Allah dia akan kembali"
Mama Elisabeth mengaktifkan Rekaman video di hpnya dan mengirimkan langsung ke Arya.
"yang kuat yah nak,Aku Do'akan moga kamu dan anak kamu selamat dan sehat Sampai lahirannya".
"Amin yra"
"Aku bisa minta hpmu nak,Ibu ingin menyimpan nomor hp ibu, sempat kamu butuh sesuatu atau ibu yang butuh teman curhat ibu akan menghubungimu. Tapi kamu tidak keberatan kan kalau aku telpon?"
"Tidak masalah Bu,aku malahan senang Jika bertemu lagi dengan Ibu".
"Sudah Dulu yah nak, lain kali kita sambung lagi curhatannya"
"Siap ibu"
Mama Elisabeth kemudian memeluk Delia, bahkan menitikkan air matanya. Tapi Mama Elisabeth buru-buru menghapusnya.
"Aku pamit yah nak, Assalamu alaikum"
"Waalaikum salam".
Mama Elisabeth meninggalkan Delia yang masih duduk di bangku. Dan mrngelus perut buncitnya.
"Kamu senang gak nak ketemu sama Oma Elisabeth?".
aNak yang dikandungnya pun memberikan reaksi dengan menendang.
"Auh sakit Nak,kamu happy ternyata nak,lain kali kita akan ketemu lagi sama Oma Elisabeth,.
moga Saja orang tua kak Arya seperti Oma Elisabeth, amin yra". ucap Delia.
TBC...
Ada diantara kalian yang ingin punya mama mertua kayak Delia gak???
Fania mau Satu hehehe 😅😅😅
Demi Readers setianya BDP FANIA crazy up loh kakak. Fania minta BOOM LIKEnya dong...
__ADS_1