Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 99. Rahasia


__ADS_3

Happy Reading..


Setelah dari Kediaman Arya, Adrian langsung mengemas pakaiannya yang akan Dia bawa ke Amerika. Adrian memutuskan untuk segera berangkat ke USA Setelah mendengar kabar kalau Emilia sedang dekat dengan laki-laki lain.


Adrian Sudah bertekad untuk memperjuangkan Cintanya apa pun tanggapan dari Keluarga Besar Wiguna. Cukup sekali Adrian merasakan kehilangan. Jadi untuk keberangkatannya kali ini, Tujuannya bukan hanya untuk memperbaiki kondisi Perusahaan Sinopec Group, tapi Juga untuk memperjuangkan Emilia untuk menjadi istrinya.


"Aku akan buktikan kepada semua orang kalau Aku pantas bersanding dengan Emilia Wiguna Albert Kim Said" Ucap Adrian.


Adrian segera ke Bandara dan sebelum berangkat Adrian Singgah ke Kediaman Utama Wiguna untuk pamitan Kepada Mama Elisabeth. Mama Elisabeth adalah Orang yang sudah berjasa membesarkan dan mendidiknya selama ini.


"Assalamu alaikum Mbak" ucap salam Adrian.


"Waalaikum salam Tuan" ucap Mbak ARTnya.


"Mama Elisabeth ada gak Mbak?" Tanya Adrian sambil tetap berjalan ke arah dalam rumah Wiguna.


"Nyonya besar ada di Perpustakaan Tuan" Jawab Mbaknya.


"Makasih Mbak Cantik" ucap Adrian.


Mbak ARTnya tersenyum malu-malu mendengar perkataan Adrian.


Adrian segera berjalan ke arah Perpustakaan. Adrian Berjalan sambil bersiul. Saking gembiranya Adrian akan bertemu dengan Pujaan hatinya, sehingga Senyum di wajahnya tak pernah luntur.


Adrian Langsung Saja masuk ke dalam perpustakaan tempat Mama Elisabeth berada. Mama Elisabeth sedang membaca buku. Itulah kebiasaan Yang sering dilakukan oleh Mama Elisabeth jika sedang senggang.


"Assalamu alaikum Ma" Ucap Adrian dan langsung Salim kepada Mama angkatnya.


"Waalaikum salam Nak" Ucap Mama Elisabeth.


"Aku dengar dari Adikmu katanya kamu akan berangkat ke USA??" Tanya Mama Elisabeth.


"Insya Allah Ma, Aku akan berangkat ke Bandara setelah dari sini" ucap Adrian.


"Hati-hati yah, jangan lupa kunjungi Adikmu di Sana dan Mama titip salam untuk Emilia" ucap Mama Elisabeth


.


"insya Allah Ma" ucap Adrian.


"Jangan lupa bawa pakaian tebal karena masih Musim salju di New York" ucap Mama Elisabeth.


"Siap Mamaku yang paling tersayang dan yang paling cantik" ucap Adrian sambil memeluk tubuh Mamanya.


"Nak kapan kamu bawa calon istrimu ke rumah, lihat Arya adikmu Dia akan segera punya anak ke tiga sedangkan kamu Calon saja belum ada apa lagi Anak" ucap Mama Elisabeth sambil berjalan ke arah kursi yang ada di dalam perpustakaan.

__ADS_1


"Insya Allah Adrian akan berusaha untuk membawa Calon istri Adrian dan Do'akan Adrian Ma moga Calon Adrian menerima lamaranku dan keluarganya Merestui Kami" ucap Adrian sambil tersenyum penuh arti.


"Amin ya robbal alamin, Saya selalu mendo'akan yang terbaik untuk semua anak-anak Mama" ucap Mama Elisabeth.


"Makasih Ma" ucap Adrian sambil mencium pipi Mamanya.


Seperti itulah kebiasaan dan kedekatan Adrian Jika bersama Mama Elisabeth, Walaupun tidak ada ikatan darah diantara mereka Tapi Mereka sangat menyayangi satu sama lain. Bagi Adrian Mama Elisabeth adalah malaikat penolongnya.


Adrian melihat jam di pergelangan tangannya,dan Sudah waktunya Dia berangkat ke Bandara.


"Adrian pamit dulu yah Ma, sudah jam 8 malam nih" ucap Adrian.


"Hati-hati dan ingat Mama mau lihat Kamu pulang ke rumah bersama calon istrimu dan Mama tidak menerima berbagai macam alasan atau pun Penolakan" ucap Mama Elisabeth.


"Insya Allah Ma" ucap Adrian.


Mama Elisabeth Hanya tersenyum kepada Adrian dan Adrian tidak lupa mencium tangan Mama Elisabeth.


"Assalamu alaikum" ucap Adrian.


"Waalaikum salam" ucap Adrian.


Sepeninggal Adrian dari Perpustakaan, Mama Elisabeth meneteskan air matanya. Mama Elisabeth teringat sesuatu yang membuatnya harus meneteskan lagi Air matanya. Semua itu karena Mama Elisabeth sangat mengetahui dengan jelas kisah cinta Anaknya. Tapi Mama Elisabeth bungkam dan diam seribu bahasa, Mama Elisabeth tidak ingin sampai ada orang lain yang tahu.



"Mama sangat berharap Nak, Kamu berhasil melahirkan anak kamu dan tidak menggugurkan kandunganmu" Ucap Mama Elisabeth. Yang tidak henti-hentinya meneteskan air matanya.


Mama Elisabeth teringat Setelah Keberangkatan Putri bungsunya ke Amerika untuk melanjutkan kuliahnya, Mama Elisabeth menemukan sebuah Amplop putih yang berisi Surat dan Alat tes kehamilan. Mama Elisabeth sangat terpukul, Shock dan Sangat kaget setelah membaca isi surat itu. Mama Elisabeth mengetahui bahwa Putri bungsunya sedang hamil 2 bulan dan Ayah dari anaknya adalah Putra angkatnya sendiri.


Mama Elisabeth tidak tahu akan berbuat apa, Karena Mama Elisabeth sangat takut dan khawatir dengan keadaan anak-anaknya Jika sampai ada yang tahu masalah besar yang diperbuat oleh Putra Putrinya. Jika Suaminya Tahu pasti akan Marah besar dan bisa saja Suaminya membunuh Adrian. Dan Mama Elisabeth tidak Mau hal itu sampai terjadi.


Itulah sebabnya sampai sekarang,Mama Elisabeth menutupi kebenaran dan kenyataan yang ada. Mama Elisabeth berpura-pura tidak mengetahui kejadian itu.


Mama Elisabeth buru-buru menghapus jejak air mata di wajahnya, Karena tiba-tiba pintu Perpustakaan terbuka lebar dan masuklah si Kembar bersama Mamanya.


Begitu lah perasaan seorang ibu, kesalahan apa pun yang diperbuat oleh anak-anaknya pasti akan tetap memaafkan mereka.


"Asssalamu Alaikum Nenek" Ucap si kembar sambil memeluk tubuh Neneknya yang masih kuat diumurnya yang sudah senja.


"Waalaikum salam Cucu-cucu kesayangannya Nenek" ucap Mama Elisabeth sambil membalas pelukan Cucunya.


"Alhamdulillah nenek Bahagia melihat kedatangan kalian" ucap Mama Elisabeth.


Delia tak Salim dan mencium Tangan Ibu Mertuanya dan menyerahkan Sebuah paper bag kepada ibu Mertuanya.

__ADS_1


"Apa ini sayang, kamu selalu bawa makanan kalau datang ke sini, Mama bersyukur jika kamu bawa kue, Tapi Mama akan lebih senang dengan kedatangan kalian ke Sini" Ucap Mama Elisabeth sambil membuka Paper bag yang berisi Kue kesukaannya.


"Delia senang Jika Mama suka dengan pemberian Delia" ucap Delia.


"Gimana dengan Jagoannya Nenek dan Mamanya, apa Kalian baik-baik saja kan??" Tanya Mama Elisabeth sambil mengelus perut buncitnya Delia.


"Alhamdulillah kami baik-baik saja kok Ma" ucap Delia.


"Alhamdulillah kalau gitu, Tapi kamu tetap rutin minum vitamin dan susumu kan Nak??" tanya Mama Elisabeth.


"Alhamdulillah selama aku hamilkan Anakku yang ke-tiga ini, aku Doyang Sekali minum susu hamil" ucap Delia.


"Syukurlah kalau gitu Nak, karena itu juga demi kebaikan calon anakmu dan kamu" ucap Mama Elisabeth sambil memotong Kue yang dibawa oleh Delia.


"Tapi entah kenapa hari ini Dede Bayinya pengen Makan makanan Inggris Ma" ucap Delia dengan mimik wajah yang sudah nampak lapar setelah membahas tentang makanan.


Mama Elisabeth tertawa setelah mendengar perkataan Anak menantunya. Mama Elisabeth sangat tahu kalau Delia ngidam ingin makan masakan ala Inggris negara Asal Kakek Buyutnya Si kembar.


"Ooh Cucunya Nenek mau Makan masakan Inggris yah Nak" ucap Mama Elisabeth yang lagi-lagi memegang perutnya Delia.


"Iya Nek, Aku pengen makan masakan Nenek" ucap Delia sambil menirukan gaya bicara dan Suara anak kecil.


"Kalau gitu ikut Mama ke dapur kita akan masak Banyak menu masakan Inggris" ucap Mama Elisabeth sambil berjalan ke luar Perpustakaan.


Delia dan Mama Elisabeth berjalan ke arah Dapur, sedangkan si kembar ke kamar bermainnya yang dibuatkan khusus untuk mereka.


TBC..


Typo atau pun terdapat penulisan yang salah atau pun keliru mohon dimaklumi Kak.


Assalamu alaikum..


Alhamdulillah Fania bisa update 1 bab hari ini. Maklum Hari ini jadwal RL Sangat padat.


Fania ucapkan Makasih Banyak kepada Readers yang telah memberikan Giftnya untuk BDP 🙏.


Moga Allah SWT membalas kebaikan kalian.


Amin yra 🤲🤲.


See You Readers..


By FANIA d' Sayang.


Makassar, 28 Januari 2022.

__ADS_1


__ADS_2