
Happy Reading..
Delia menginjakkan kakinya untuk pertama kalinya di Korea Selatan. Negara yang selama ini menjadi negara impiannya selain ke Tanah suci Arab Saudi. Delia sangat bahagia karena Arya bisa mewujudkan impiannya.
Mereka melanjutkan kembali perjalanannya menuju ke salah satu rumah pribadi milik Oma Estella yang sering dikunjungi oleh Arya dan saudaranya. Rumah itu terbilang rumah yang sangat sederhana dan masih mempertahankan model rumah khas orang Korea Selatan asli yang belum bercampur budaya barat atau pun. budaya dari negara lain dalam bentuk bangunannya maupun segala furniture dan fasilitas lainnya.
Tampilan Depan rumah Oma Estella. Rumah yang menjadi rumah persinggahan Arya jika berkunjung ke Korea. Oma Estella sebenarnya memiliki banyak rumah yang lebih dari rumah ini. Tapi Arya lebih suka hidup dan tinggal di rumah itu.
Arya Juga pernah membeli rumah yang terbilang sangat mewah dan harganya Funtastis Tapi lagi-lagi Arya lebih suka dengan rumah ini. Rumah ini banyak menyimpan kenangan indah bersama Oma Estella.
Karena itu lah Arya mengutus seseorang untuk menjaga dan merawat rumah itu.
Bentuk rumah Oma Estella jika dilihat dari belakang. Siapa pun yang pernah datang dan menginap di rumah itu pasti akan bahagia dan rileks setelah keluar dari rumah ini.
Rumah yang ditumbuhi berbagai pohon dan jenis tumbuhan yang membuat udaranya sejuk dan nyaman dipandang.
Mobil Kim memasuki pekarangan rumah Oma Estella. Kim membantu membawa barang-barang bawaan Arya dan Delia ke dalam kamarnya.
"Selamat datang tuan Muda" ucap Pelayan kepercayaan Arya yang ditugaskan untuk tinggal dan menjaga rumah itu. Namanya Paman Park.
Dalam bahasa Korea yah tapi anggap Saja mereka berkomunikasi dengan memakai bahasa Korea.😅🤭
"Makasih Paman Park, Gimana kabarnya paman Park??" Tanya Arya.
"Baik seperti yang tuan Muda lihat" jawab paman Park.
"Alhamdulillah kalau gitu paman" ucap Arya
Paman Park melihat ke arah Delia. Dan Arya mengerti maksud dari pandangan paman Park
"Paman kenalkan ini Delia Paramitha Rusdy istri Arya" ucap Arya sambil memperkenalkan Delia kepada Paman Park.
Delia mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya.
"Delia Paramitha Rusdy Paman Park" jawab Delia.
"Silahkan ikuti Paman akan menunjukkan Kamar kamu" perintah Paman park.
Sedangkan Arya dan Kim menuju ruangan pribadinya yang ada di rumah itu. Mereka akan membahas hal penting mengenai Perusahaan Oma Estella.
Mereka berjalan beberapa saat dan akhirnya sampai lah di Depan pintu kamar pribadi Arya yang selalu dia pakai jika berkunjung.
"Makasih banyak Paman, maaf Delia sudah merepotkan Paman" ucap Delia.
"Ohh tidak apa-apa nak, itu sudah menjadi tanggung jawab Paman dan Paman senang bisa melakukannya". ucap paman Park.
Delia masuk ke dalam kamarnya dan beristirahat sejenak sambil membuka handphonenya dan mulai memeriksa hasil jepretan kamera gawainya.
Sedangkan di luar kamar,Paman Park berbicara sendiri.
"Kenapa senyumnya mengingatkan aku pada seseorang, apakah itu anaknya tapi itu tidak mungkin Dia, Karena aku dengar dari orang kalau dia sudah meninggal dunia" monolog Paman Park.
__ADS_1
Paman Park berjalan ke arah dapur karena ingin menyampaikan kepada ART yang bertugas di bagian dapur untuk memasak makanan khas Indonesia kesukaan Arya dan Istrinya.
"Ingat makan malam ini menunya makanan khas Indonesia, karena tuan Muda dan nyonya muda sudah datang dari Indonesia dan jangan sampai ada Kesalahan Dikit pun" titah Paman Park.
"Baik Paman Park" ucap Art yang ada di bagian dapur.
Mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka yang sempat tertunda. Kepala pelayan dapur menyiapkan beberapa bahan makanan dan bumbu-bumbu asli yang didatangkan dari Indonesia.
Adzan Magrib berkumandang dari Handphone Arya. Sehingga Arya menghentikan Diskusinya dengan Kim.
"Baiklah kita akhiri sampai di sini, nanti kita lanjutkan Setelah makan malam" ucap Arya.
"Siap kak" jawab Kim.
"Kita shalat Magrib Dulu" ucap Arya
Mereka berjalan ke arah Mushollah rumah Oma Estella. Arya bersyukur karena hampir seluruh keluarga dari Ayahnya sudah memeluk agama Islam.
Mereka melaksanakan shalat Magrib secara berjamaah. Semua laki-laki yang ada di Rumah Oma Estella adalah beragama Islam jadi mereka berjamaah bersama. Itulah kebiasaan yang sering Arya lakukan. Arya tidak pernah membeda-bedakan status sosial ekonomi seseorng. Bagi Arya Mereka sama Saja.
Setelah melaksanakan shalat Magrib berjamaah Arya memanggil orang-orang yang berada di rumahnya untuk makan malam bersama. Tapi Mereka menolak dengan halus ajakan dari tuan mudanya. Mereka tidak ingin mengganggu bulan madu tuan muda n dan Nyonya muda mereka.
Delia memasukkan sesuatu Ke dalam kotak kecil kemudian membungkus kotak itu dengan bungkus kado berwarna Pink. Kemudian meletakkan kotak itu di atas bantal Arya.
Tok.. tok.. tok
pintu kamar Delia diketuk oleh seseorang.
"Nyonya Muda waktunya makan malam dan tuan muda sudah menunggu nyonya". ucap ART.
"Baik Nya" ucap ART.
Art itu masih berada di depan pintu dan menunggu Delia keluar kamarnya dan menggiring Delia sampai ke Ruang Meja makan.
Art dan yang lainnya yang bekerja di sana sudah dilatih sebelumnya memakai bahasa Indonesia. Sehingga mereka tidak Lagi kagok dan bisa menjawab semua kata-kata Delia. Sedangkan dengan Arya mereka masih menggunakan bahasa Korea Selatan.
Beberapa saat kemudian Delia Akhirnya keluar kamarnya juga dan berjalan ke arah dapur. Tapi kaget melihat Dua orang ART Yang berdiri seperti patung Saja.
Delia melangkahkan kakinya dan ART Pun ikut dibelakang Delia. Baru kali ini Delia diperlakukan seperti itu.
Delia slow dengan hal itu dan merasa bahagia karena orang-orang memperlakukannya dengan sangat istimewa.
Di Meja makan, Arya sudah menunggu kedatangan sang istri. Delia Kemudian duduk di depan Arya.
"Maafkan Delia yang telah membuat kakak menunggu lama" ucap Delia.
"Tidak kok Sayang, kakak juga baru kok duduknya" ucap Arya.
Arya memberikan kode kepada ART nya yang ada di sana untuk meninggalkan mereka. Karena Arya ingin makan berdua Saja dengan istrinya tanpa gangguan dari orang lain.
ARTnya perlahan-lahan meninggalkan ruangan makan. Dan berjalan ke arah Dapur.
Delia melihat semua jenis makanan yang ada di Meja Makan dengan tidak bernafsu.
Delia membuang Nafasnya dengan kasar tanda Dia tidak suka dengan menu makanan yang tersedia. Arya mengetahui hal itu kalau Istrinya tidak suka dengan makanan yang ada.
__ADS_1
Arya pun berdiri dan mendekati Istrinya.
"Kamu kenapa sayang,kok tidak mengambil makanan sedikit pun??" Tanya Arya.
Delia hanya diam dan tidak ingin berbicara karena Delia tidak ingin membuat repot suaminya dan ARTnya.
"Kalau kamu tidak suka bilang yah sayang biar kakak tanya pelayan untuk memasak ulang" ucap Arya merayu wanitanya.
Delia masih Saja bungkam dan takut menyampaikan permintaanya dan ini sebenarnya bukan keinginannya semata tapi keinginan cabang bayi dalam rahimnya.
Arya mengelus hijab isterinya dan lagi-lagi kembali merayu Delia.
"Delia mau makan makanan Khas Korea Kakak" ucap Delia sambil menunduk dan memainkan Sendok dan garpu yang ada ditangannya.
Arya tertawa simpul Setelah mendengar permintaan Sang istri.
"Baiklah kalau itu yang kamu inginkan".
Arya akan berjalan ke arah dapur tapi Delia menghentikan langkah Arya.
"Kakak Delia mau yang masak itu Kakak bukan orang lain" ucap Delia sambil menunduk dan takut Jika Arya menolak keinginannya.
"tapi apa kamu tidak akan kecewa Jika makan makanan hasil masakanku sayang??" tanya Arya.
Delia hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak masalah.
"Tunggu kakak di sini yah" ucap Arya.
"Aku ikut yah kak,Delia Ingin lihat kakak Masak" Rengek Delia seperti Zoe Saldana Saja puteri Mereka jika menginginkan Sesuatu.
"Baiklah ikut kakak kalau gitu"
Mereka bergandengan tangan ke arah dapur dan membuat mata yang memandang mereka dibuat jeles dengan keromantisan Mereka.
Arya menyiapkan bahan-bahan makanan yang akan dia masak sesuai permintaan Delia.
Arya mulai membersihkan daging. Dan memotong daging itu sesuai seleranya.
Arya Ingin memasak makanan yang semuanya berbahan daging sapi. Ada Bulgogi,Tteok Galbi yang akan rencananya Arya Masak.
Ayah Arya jago masak juga yah Gaess 😅..
TBC...
TYPO MOHON DIMAKLUMI KAKAK READERS 🙏🙏🙏
Ngantuk sudah jadi Cukup 3 bab Saja Hari ini yah kakak Readers 🙏.
Mata juga udah mulai But n kabur..😭
Makasih banyak Kakak Readers yang telah meramaikan List Gift dan kolom komentar 🙏🙏.
Tetap pantengin terus yah Updatenya BDP 🙏🙏🙏.
__ADS_1