Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 330. Menentang dan Menolak


__ADS_3

Happy Reading..


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Zack Lee Albert Kim Said dengan Keyna Azalia Muhamamd Ergardo dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas 24 karat seberat 25 gram dan uang 25 juta dengan tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Keyna Azalia Muhamamd Mark Ergardo dengan mas kawin tersebut tunai karena Allah."


Bapak penghulu menatap semua orang yang hadir di dalam ruangan tersebut lalu bertanya," Bagaimana para saksi Sah?"


"Hentikan pernikahan ini!! pernikahan tidak boleh terjadi."


Suara intrupsi dari seseorang bersamaan dengan terbuka lebarnya pintu Mesjid. Semua orang menoleh ke arah sosok orang yang hadir barusan.


Wajah mereka langsung pucat pasi dan tidak menyangka, jika orang tersebut akan datang dan mengetahui rencana mereka.


"Daddy."


Suaranya tercekak saat melihat kedatangan Daddy-nya sebelum orang-orang mengucapkan kata Sah.


Seluruh tubuhnya bergetar ketakutan, ke dua matanya sudah berkaca-kaca dan hanya menunggu waktu yang tepat hingga air mata itu luruh.


Key berusaha menahannya, dia tidak ingin lemah di hadapan suaminya yang baru beberapa menit yang lalu resmi menjadi suaminya.


Suara itu menggelegar di keheningan malam di dalam Mesjid Baiturahman. Tembok dan jendela kaca mesjid itu serasa bergetar mendengar suara yang cukup keras itu.


Nenek Clara berdiri dari duduknya, dan berjalan ke arah putranya berada.


"Sayang Kamu sudah datang, ayok masuk nak, putrimu sudah menikah dengan pria yang dicintainya," ujarnya.


Nenek Clara menuntun anaknya untuk masuk ke dalam Mesjid, tapi tangannya langsung ditepis oleh Mark.


"Mami!! kenapa membantu Key untuk membangkang? apa Mami suka melihat hal yang seperti ini?" tanya Mark dengan suara dan raut wajah yang berapi-api.


Ke dua bola matanya memerah, tangannya mengepal kuat, wajahnya begitu tegang dipenuhi amarah.


Ibu Clara kecewa melihat sikap anaknya yang begitu keras kepala.


"Mark, bukan itu maksud Mami, Mami hanya ingin melihat cucu satu-satunya Mami bahagia dengan hidupnya sendiri," jelasnya.


"Apa!!! bahagia menurut Mami? emangnya menurut Mami pria pilihan Mark tidak cocok dengan Key?" tanyanya.


"Perjodohan tidak selamanya membawa kebahagiaan, ada kalanya kita sebagai orang tua salah melangkah dan keliru dengan pilihan kita," terangnya.


Mark melihat jengah ke arah Maminya. Sedangkan yang lain kebetulan berada di dalam sana hanya bisa menatap mereka tanpa ada niatan untuk menimpali perbincangan anak dan ibu itu.


"Apa alasannya Mami bicara gitu? apa Mami melupakan jika saya dan Eliana juga dijodohkan bahkan Kami bahagia hingga detik ini," timpalnya.


"Betul semua yang Kamu katakan, tapi apa Kamu pernah berfikir dan bertanya pada istrimu apa dia bahagia dengan pernikahan kalian? tentu tidak,"


Mark menatap Maminya dengan sedikit marah karena harus menyinggung soal perjodohan dan pernikahannya dengan istrinya.


"Mami tidak perlu menyinggung atau pun membuka masalah rumah tangga kalian, Mami hanya meminta pada Kamu agar segera memberikan restumu untuk mereka."


"Restu!! sampai kapan Saya tidak akan memberikan restuku untuk mereka, mereka sudah mencoreng nama baikku, dia sudah menentang keputusanku, dia sudah mempermalukan Aku di depan sahabatku."


Zack ingin membalas perkataan dari Daddy mertuanya, tapi dicegah oleh Emre. Emre menggelengkan kepalanya agar jangan membalas emosi dengan emosi juga.


"Mark apa hanya karena alasan itu Kamu mempertaruhkan kebahagiaan putri Kamu nak? di mana hati nurani Kamu, demi Perusahaan sehingga Kamu begitu teganya menukar kebahagiaan putri Kamu dengan harta,"


Mami Clara sudah ikut tersulut emosinya melihat keegoisan dan kerasnya hati putranya.


"Ingat harta itu tidak dibawa mati Mark, apa lah artinya jika bergelimang harta,tapi anak dan istri tidak bahagia."


Mama Elisabeth pun berdiri dari duduknya yang sedari tadi hanya menjadi penikmat dan penonton drama yang diciptakan oleh menantunya.


Beliau langsung bertepuk tangan melihat Mark. Mama Elisabeth begitu tidak percayanya melihat menantu yang dia bangga-banggakan ternyata sikapnya seperti ini.

__ADS_1


"Mark Kamu hidup di jaman apa? sekarang bukan lagi saatnya untuk menjodohkan dan menikahkan anak melalui perjodohan," jelas Mama Elisabeth.


Mark menatap jengkel Mama mertuanya karena menurutnya sudah ikut campur dengan masalah rumah tangganya.


"Oke, jika Kamu ingin samakan dengan keadaan rumah tangga Kamu dengan putriku, tapi kalau boleh jujur Putriku saat itu pun tidak bahagia, Aku sudah merenggut kebahagiaan dan kebebasannya hanya karena Eliana tidak ingin menjadi anak durhaka sehingga dia menerima lamaran Kamu."


Seseorang yang sedari tadi berdiri di balik pintu tak kuasa menahan tangisnya. Air matanya pun jatuh membasahi pipinya. Dia menutup mulutnya agar suara isak tangisnya tidak kedengaran.


Orang yang melihat Zack dan Key berciuman hingga mengikuti dan membuntuti mereka sampai ke Mesjid adalah Elliana.


Sedangkan kedatangan Tuan Mark Daddy Keyna adalah informasi dari mata-mata anak buahnya.


"Tapi semuanya sudah percuma Kamu menentang dan menolak pernikahannya, mereka sudah sah jadi suami istri," jelas Mama Elisabeth.


Emre berdiri dan mendekati Mark. Emre berniat mengajak Mark berbicara baik-baik.


"Mark, ayok kita duduk di sana, sebaiknya kita bicarakan semua ini dengan santai dan kepala dingin," ujar Emre yang memegang lengannya Mark.


Mark hanya menatap tidak percaya ke arah Emre yang ternyata sahabat baiknya ikut bersekongkol dan berkontribusi dalam pernikahan putrinya.


"Aku tidak menyangka ternyata Kamu membantunya untuk merencanakan semua ini."


Mark marah dengan keterlibatan Emre dan istrinya.


"Mungkin apa yang Aku lakukan menurut Kamu salah, Aku hanya tidak ingin melihat ada anggota keluargaku yang harus menderita gara-gara keegoisan seorang Ayah yang mengutamakan dan mementingkan reputasinya dari kebahagiaan anaknya," sarkas Emre.


"Benar sekali yang dikatakan oleh Mas Emre, Kami sedari tadi hanya terdiam menyaksikan apa yang Kamu lakukan, Kami sangat menghargai pendapat Kamu, tapi apa Kamu ingin melihat air mata kesedihan setiap saat dari putrimu?" tanya Rina.


Zack sedari tadi sudah berusaha sekuat tenaganya untuk menahan emosinya. Raditya yang melihat hal itu segera memegang tangan adik iparnya.


"Tenanglah Aku yang akan menghadapi Daddy dan berusaha untuk memperjuangkan cinta kalian."


"Dad, sejak dulu Daddy selalu mengatur hidup Kami, sedikitpun tidak pernah bertanya, apa kami suka, apa kami rela, apa kami bahagia dengan pilihan Daddy."


Raditya seolah-olah menumpahkan segala gunda gulananya dan keresahan hatinya yang selama ini tertahan dan tertimbun di dalam hati dan pikirannya.


Mama Elisabeth dan mami Clara terdiam dan menatap penuh tanda tanya kepada Mark. Hari ini terungkap sudah bagaimana cara mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Mark bertindak sebagai seorang pemimpin yang diktator.


"Mama tidak menyangka jika selama ini Kamu mendidik anak-anakmu dengan begitu kerasnya dan selalu mengatur dan menyetir hidup mereka, bahkan mereka tidak pernah kamu dengarkan pendapat mereka sedikit pun."


"Mungkin semua ini terjadi atas kesalahannya Mami, Mami yang terlalu memanjakan Kamu sehingga tidak pernah sedikit pun mengetahui jika Kamu memperlakukan anakmu seperti tahanan perang."


Kekecewaan sangat jelas terlihat dari kedua orang tuanya. Mereka geleng-geleng kepala dan tidak menduga jika sikap Mark sudah melampaui batas.


"Apa pun yang kalian lakukan, Aku tidak perduli yang jelasnya Key akan dan harus menikah dengan Jefri."


Zack Lee yang hanya duduk dan berusaha untuk meredam emosinya akhirnya buka suara juga.


"Daddy apa pria yang suka keluar masuk Club malam, gonta-ganti pasangan dan celap celup dengan wanita bayaran yang Daddy inginkan jadi menantunya Daddy?" ucap Mark di hadapan Ayah mertuanya.


Semua orang tidak percaya dan terkejut dengan perkataan dari Zack. Mark pun tidak menyangka jika Jeffri berkelakuan seperti itu, sesuai dengan penuturan dari Zack.


Watching you go


Staring sadly crying uncontrollably Imagining the time together we passed the most beautiful times When you hugged me say love


You are all my love


Which always soothes my feelings


You will always be by my side forever


You are like breath on my body


who can animate all my movements I will always adore you until later we will be together

__ADS_1


I can't even think about it anymore


After half my life, I cry for you


There is no longer the most beautiful stanza sounds sweetly spoken


Seducing flattering me calms the soul


You are all my love for me


who always reassures my feelings


You will always be by my side forever


You are like breath on my body


Who can animate all my movements I will always adore you


Until then we'll be together


There is no love as sincere as your love


no one can replace you There is no feeling as beautiful as your love


No one can accompany me


You are all my love


Which always reassures me


You will always be by my side forever.


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian, jangan bosan untuk memberikan dukungannya kalian kepada BDP yah.


Semoga masih suka baca novel recehan ku ini. Mungkin Akhir bulan novel recehku ini akan pamit pada kalian semua.


Kalau gak punya waktu untuk baca setiap Babnya bisa dicicil juga boleh. Tidak apa-apa kok so Monggo saja lah Fania Ikhlas sangat malah.


Jangan Lupa untuk mampir ke Novelku yg judulnya:



Sang Penakluk


Cinta Yang Tulus


Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar



Tetap Dukung BDP dengan Cara:


Like setiap Babnya,


Rate Bintang 5,


Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya


dan


Votenya Juga serta Giftnya yah bagi lah Kakak hehehe ✌️


********To Be Continued********


by Fania Mikaila AzZahrah

__ADS_1


Makassar, Minggu, 26 Juni 2022


__ADS_2