Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 85. Curhatan Uncle Park


__ADS_3

Happy Reading...


Setelah mendengar Kabar dari Dokter bahwa Salah satu Calon Bayinya selamat, Delia tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah SWT. Delia sangat bahagia dan berjanji tidak ceroboh lagi dalam bersikap dan bertindak, ini semua Delia lakukan demi keselamatan Calon anaknya.


Sesuai dengan permintaan Delia yang ingin Makan masakan hasil tangan suaminya Akhirnya Arya pamit untuk pulang ke rumah Oma Estella.


Arya sebelum pulang ke Rumahnya yang di Seoul, Arya Singgah terlebih dahulu untuk membeli Semua bahan-bahan makanan yang dia perlukan untuk memasak makanan yang diinginkan oleh Delia dan ternyata makanan itu semua sangat baik dan cocok untuk ibu hamil.


Beberapa saat kemudian, Arya sudah sampai di rumahnya. Arya segera ke Dapur untuk memasak makanan. Karena Delia tidak ingin menyentuh makanan lain selain yang dibuat oleh Arya sendiri.


Arya dibantu oleh ARTnya yang bertugas di bagian dapur. Arya Hanya meminta tolong untuk membersihkan dan memotong Daging menjadi beberapa bagian sesuai dengan seleranya. Tapi untuk urusan bumbu Arya lah yang meracik bumbu itu.



Serius amat Bang. Lagi mikir masakan apa yang akan diMasak yah Bang 😅.


Beberapa jam kemudian, Semua makanan yang dimasak oleh Arya sudah siap. Arya menyerahkan kepada ARTnya untuk mengemas makanan itu ke dalam wadah tertutup. Sedangkan Arya berjalan ke arah kamarnya karena ingin membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya sebelum ke Rumah sakit.



Inilah Visual Rumah Sakit yang ditempati oleh Delia. Kebetulan Rumah Sakit itu adalah Milik Arya yang awalnya atas Nama Oma Estella.


Setelah mengganti pakaiannya Tiba-tiba handphone Arya berdering. Ternyata yang menelponnya adalah Kim adik sepupunya.


"Assalamu alaikum Kim" salam Arya.


"Waalaikum salam Kak Arya, Kakak bisa ke Kantor Dulu, soalnya ada yang harus Kakak Tanda tangani dan tidak bisa diwakilkan" ucap Kim.


Arya berfikir sejenak, karena rencana awalnya adalah ingin ke Rumah Sakit untuk mengantarkan makanan siang untuk Delia.


"Baiklah kalau begitu, aku akan segera ke Sana" ucap Arya dengan berat hati.


Arya menuruni undakan tangga dan berjalan ke arah Dapur untuk mencari keberadaan uncle Park. Tapi tidak menemukan keberadaan Uncle Park. Arya berjalan ke arah taman belakang Akhirnya Arya melihat uncle Park sedang duduk menyendiri di bawah pohon gingko.


"Assalamu alaikum uncle" ucap Arya.


Uncle Park kaget dengan kedatangan Arya, Uncle Park segera menghapus sisa air matanya Sebelum Arya melihat wajah uncle Park yang dipenuhi tetesan air mata.


"Waalaikum salam" ucap uncle Park dengan suara sedikit bergetar.


Arya tahu dan menyadari kalau Uncle Park sedang menangis tapi Arya pura-pura tidak melihatnya. Karena Arya tidak ingin mencampuri urusan pribadinya Uncle Park.


Arya meminta tolong kepada Uncle Park untuk membawakan makanan sekalian menjaga Delia untuk sementara waktu selama Arya berada di kantornya.


"Uncle bisa kah aku minta tolong??" Tanya Arya dengan hati-hati.


"Tuan muda mau minta tolong apa, kalau Uncle bisa insya Allah uncle Park akan penuhi" ucap Uncle Park.


"Sebenarnya aku yang akan mengantarkan makanan ini kepada Delia, tapi ada sedikit masalah di kantor yang mengharuskan aku Hadir, jadi bisa kah uncle Park yang membawa makanan ini??" ucap Arya sambil mengarahkan pandangannya ke arah tangannya.


"Tidak Masalah Tuan Muda dengan senang hati aku akan melaksanakannya" ucap Uncle Park sambil mengambil alih rantang makanan itu dari tangan Arya.


"Kalau Bisa uncle menjaga Delia sementara aku belum pulang" mohon Arya.

__ADS_1


"Baiklah tuan Muda, kalau gitu aku pamit dulu" ucap uncle Park.


Uncle Park segera ke garasi mobil untuk mengeluarkan Mobil yang ada di sana. Dan bergegas ke Rumah sakit.


Arya pun mengemudikan mobilnya ke arah Perusahaan Omanya berada. Karena semua aset Milik Oma Estella yang ada di Korea di serahkan kepada Arya. Jadi Kepemilikan perusahaan Oma Estella sudah beralih ke tangan Arya. Bahkan ada Perusahaan Oma Estella yang beralih kepemilikan atas nama Delia.


Mobil yang dipakai Uncle Park sudah memasuki parkiran khusus pemilik Rumah Sakit.



Woow keren yah Readers kamar inap Delia. Maklum Istrinya si pemilik Rumah Sakit sih. Pasti Mehong yah Tarifnya perhari.


Uncle Park mengetuk pintu kamar inap Delia sebelum masuk.


"Masuk Saja" ucap Delia dari arah dalam kamar inapnya.


"Assalamu alaikum" ucap Salam Uncle Park.


"Waalaikum salam Uncle Park" ucap Delia.


"Maafkan Saya Nyonya Muda Karena Saya yang ditugaskan oleh Tuan Muda untuk membawa makanan ini" ucap uncle Park.


"Kak Arya di mana Uncle Park??" Tanya Delia.


"Tuan Muda ke Kantor katanya ada urusan penting yang tidak bisa diTunda" Terang Uncle Park.


"Ohh gitu yah uncle" ucap Delia.


Delia belum bisa terlalu bergerak karena bekas operasinya belum juga kering. Sehingga Delia dibantu makan oleh Uncle Park.


Delia merasa tidak enak hati tapi uncle Park terus memaksanya. Sehingga Uncle Park sekarang menyuapi Delia. Jika ada yang melihat interaksi mereka pasti orang-orang akan menganggap mereka Ayah dan anak. Setelah Makan Delia meminum obatnya.


Uncle Park tak henti-hentinya menatap wajah dan gestur tubuh Delia. Uncle Park kembali teringat dengan wajah Adik angkatnya. Uncle Park tak sengaja meneteskan air matanya. Hal itu dilihat oleh Delia. Dengan gerakan refleks Delia menghapus jejak air mata uncle Park.


"Uncle kok Nangis, apa uncle Park sakit??" tanya Delia.


Uncle Park Segera menghapus air matanya dan menggelengkan kepalanya Tanda dia baik-baik saja.


"Uncle baik-baik saja kok, apa kamu ingin mendengar curhatan uncle??" tanya uncle Park kepada Delia.


"Iya uncle Park, Delia bersedia dan siap mendengarkan curhatan uncle Park".


Flashback on..


Waktu di kediaman Utama Keluarga Wiguna kedatangan ART Baru tapi ART itu bukan orang Korea Tapi Orang yang berasal dari Indonesia.


Uncle senang dengan Cewek itu karena sikapnya yang ramah,baik hati, periang dan Rajin. Dia menjadi sahabatku. Hanya dia yang berhasil dekat denganku. seiring berjalannya waktu, Hubungan kami semakin dekat dan akhirnya aku mengangkat dia menjadi adik angkatku.


4 Tahun telah berlalu semenjak dia bekerja di rumah utama keluarga Wiguna. Kedatangan Anak-anak Oma Estella yang berhasil merubah keadaan.


Pertemuan yang tidak sengaja Antara adik angkatku dengan salah satu dari anak kembar Oma Estella lah yang berhasil membalikkan keadaan. Dari pertemuan itu, Timbullah benih-benih cinta diantara mereka. Mereka pun akhirnya menjalin Hubungan dengan diam-diam.


Dan suatu hari, setelah mendengar kabar bahwa Wirawan akan menikah membuat Wirawan dan adikku melaksanakan pernikahan secara diam-diam. Walaupun rencana itu Wirawan tidak terima dan menentang keinginan orang tuanya tapi wirawan Kusuma Albert Kim Said memutuskan untuk menikahi adikku Secara agama. Dan aku lah orang yang membantu melancarkan pernikahan mereka dan aku juga yang menjadi saksi wali nikah Mereka.

__ADS_1


Sebulan telah berlalu, semenjak mereka menikah awalnya baik-baik saja tapi entah siapa dan informasi dari mana Pernikahan mereka terbongkar dan membuat murka Ayah Tuan muda Wirawan yaitu Albert Kim Said.


Flashback off..


Uncle Park menghentikan curhatannya dan tak kuasa menahan laju air matanya.


Delia langsung membantu uncle Park menghapus jejak air matanya.


"Kalau uncle tidak bisa melanjutkan tidak apa-apa uncle" ucap Delia merasakan kesedihan setelah mendengar cerita Uncle Park.


"Tidak apa-apa Nak, Uncle akan melanjutkan cerita Uncle".


Flashback off.


Adikku Akhirnya dipecat dengan sangat tidak terhormat bahkan adikku tidak diberi pesangon dan gajinya. Terpaksa aku membawa adikku diam-diam ke Bandara untuk mengantar kepulangannya ke Indonesia. Dan Sebelum adikku pulang Dia menyampaikan sesuatu kepadaku kalau dirinya sedang Hamil anak Wirawan dan hal itu belum sempat disampaikan oleh adikku kepada Wirawan.


Tapi satu hal yang aku tahu dan membuat aku menyesal Sampai sekarang adalah Belum bisa menemukan keberadaan dari anaknya.


Uncle Park tak henti-hentinya menangis ketika mengingat kejadian 30 tahun yang lalu.


"Apa uncle Park tahu keadaan Adik uncle beserta anaknya??" tanya uncle Park.


"Itu lah yang menjadikan beban dalam hidup uncle karena tidak tahu keberadaan mereka" terang uncle Park.


"Apa uncle tidak pernah menanyakan alamat Adik paman yang di Indonesia??" tanya Delia.


"Itu lah kebodohan Uncle yang tidak pernah menanyakan perihal itu kepada adikku dan hal itu membuat uncle sangat menyesal" ucap uncle Park.


"Gimana kalau Uncle mencari CV dari adik Uncle waktu pertama kali Bekerja dengan uncle di rumah Kakek Arya" ucap Delia.


"Uncle Park akan mencoba untuk mencarinya di rumah utama Oma Estella".


Setelah mengeluarkan segala gunda gulananya Uncle Park merasakan kelegaan dalam hatinya. Bahkan Uncle Park merasa sangat bahagia karena sudah curhat dengan orang yang tepat.


TBC..


Perlahan-lahan mulai terbuka nih Rahasia besar Keluarga Oma Estella.


Ada yang bisa menebak Siapa sih Adik angkat Uncle Park???.


Yang penasaran terus tunggu yah Updatenya BDP 🙏🙏.


Makasih banyak Fania ucapkan kepada Readers yang masih setia dan Betah dengan Novel Receh Fania yang Alurnya katanya si S membosankan 😭😂🤭🙏🙏.


Tetap berikan Dukungannya kepada BDP yah Kakak dengan Cara Like, Rate, Favoritkan dan Isi Kolom Komentarnya.


Fania minta tolong bantu Share yah kakak 🙏🙏.


Makasih banyak kk 🙏🙏


Makassar, 19 Januari 2022.


Fania Mikaila AzZahrah 💋

__ADS_1


__ADS_2