
Happy Reading..
Tuhan memberikanku cinta
Untuk kupersembahkan hanyalah padamu
Dia anuge larahkan ku kasih
Hanya untuk berkasih berbagi denganmu
Atas restu Allah aku ingin memilikimu
Ku berharap kau menjadi yang terakhir untukku Restu Allah aku mencintai dirimu
Ku pinang kau dengan Bismillah
Hampa terasa bila ku tanpamu
Hidupku terasa Mati jika aku tak bersamamu Hanya dirimu satu yang aku inginkan
Ku bersumpah sampai mati hanyalah dirimu Atas restu Allah ku ingin memilikimu
Ku berharap kau menjadi yang terakhir untukku Atas restu Allah ku ingin mencintai dirimu
ku pinang kau dengan Bismillah
Amanda terus melangkahkan kakinya hingga ke dalam kamarnya, lalu segerah mengunci rapat pintunya. Ia tidak ingin kedua saudaranya itu kembali mengerjainya dengan berbagai pertanyaan lagi. Nafas Amanda ngos-ngosan saking kencangnya berlarian.
Semoga saja mereka tidak mendengar perkataanku tadi, jika tidak aku pasti akan sangat malu, seandainya mereka mengetahui apa yang aku lakukan bersama Mas Agung. Amanda kemudian menyandarkan tubuhnya ke pintu lalu menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya.
Wajahnya memerah menahan rasa grogi dan malunya. Jatuh cinta berjuta rasanya yah Amanda. Mereka juga itu sudah jatuh cinta cuma bedanya mereka pintar akting dan pandai untuk menutupi kenyataan yang ada di hadapan kalian. Sayangnya hanya othor yang tahu jika tidak Amanda akan membalas untuk membully mereka.
Alexander Agung baru saja memarkirkan mobilnya, lalu berjalan kearah pintu rumah minimalis modern miliknya hingga tiba-tiba ada yang langsung memeluk pinggangnya dari belakang dengan penuh kemesraan.
__ADS_1
" Sayang."
Agung menolehkan kepalanya ke arah sumber suara. Agung tidak menyangka jika perempuan yang selama ini mengejarnya mengetahui alamat rumahnya. Agung langsung melepaskan pelukannya Pricilla dengan menghentakkan dengan kasar tangan Pricilla.
Dengan wajah jutek dan dinginnya, Agung sedikit mendorong tubuh tinggi semampai milik Cilla dengan sedikit kasar dan kuat.
Cewek itu adalah Margaretha Agatha Pricilla gadis keturunan Inggris Indonesia itu adalah perempuan yang sedari dulu mengejar dan terobsesi padanya.
Walaupun Agung sama sekali tidak pernah menggubrisnya sedikit pun bahkan tidak ingin memberikan harapan palsu pada Cilla nama panggilannya, tetapi Pricilla selalu mendekati Agung dengan berbagai cara bahkan untuk menghindarinya Agung terpaksa menyembunyikan status dan jati dirinya serta alamat rumahnya hingga sudah empat kali pindah rumah hanya karena gadis gila itu.
Agung sudah tidak tahu caranya untuk menghindar dan memberikan alasan yang seperti apa agar berhenti mengejarnya.
"Ya Allah semoga Amanda jika mengetahui siapa Cilla nanti bisa mengerti."
Agung sudah sangat jengah dan ilfeel dengan sikap dan perilaku dari Cilla.
"Stop!!!! tolong jangan dekati saya lagi dan berhenti untuk menyentuhku apa pun alasannya, Saya tidak ingin gara-gara Kamu tunangan saya marah dan cemburu," sarkas Agung.
Agung berpindah posisi tempatnya berdiri dari hadapan Cilla. Dengan wajahnya yang dibuat garang oleh Agung agar nyalinya Cilla menciut dan tidak bakalan lagi berani untuk mengganggunya.
Pricilla menantang Agung. Sejak dari dulu Agung selalu bicara seperti itu, tapi buktinya selalu tidak ada yang berakhir hanya sekedar isapan jempol belaka saja. Sehingga Cilla semakin gencar mengejar Agung untuk mendapatkan cintanya.
"Baiklah kalau Kamu tidak percaya dengan apa yang aku katakan baiklah, besok kita ketemu di Kafe yang ada di sekitar Kampus Harvard University, pukul 03.00 sore," jelas Agung dengan tegas lalu buru-buru masuk ke dalam rumahnya.
Agung merasa sudah jijik melihat Pricilla yang seperti wanita murahan yang tidak punya harga diri sedikit pun untuk selalu mengejar pria yang tidak pernah menyukainya bahkan hanya sekedar untuk menoleh sekilas pun tidak ada niat sedikit pun.
Cantik itu sudah pasti, dengan postur tubuh ideal layaknya gadis asli London kebanyakan, rambut hitam kecoklatan dengan warna mata perpaduan antara mata khas Indonesia pribumi dengan warna mata abu-abu kebiruan milik Pria Amerika.
Pria mana yang tidak akan jatuh cinta padanya, lahir dari keluarga kaya Papinya seorang pengusaha sukses yang berada di Indonesia yang masuk dijajaran orang paling berpengaruh dan kaya.
Tapi bagi Agung itu tidak penting dan tidak ada gunanya di mata dan hatinya. Hanya satu nama yang sudah terpatri dan terukir dengan sangat jelas sejak masih berumur 10 tahun dan pertama kalinya mereka bertemu di usia dini, Agung sudah memantapkan hatinya untuk mengejar dan berniat menikahi gadis cilik yang berhasil membuat segala dunianya teralihkan oleh pandangan mata cokelat miliknya itu.
Agung menutup keras pintunya hingga tembok pun ikut bergetar saking kuatnya menutup pintu itu.
__ADS_1
"Ok, Aku akan mengikuti sesuai perkataanmu, aku yakin dengan sangat jika perempuan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Aku Margaretha Agatha Pricilla Hastono."
Cilla kecewa dengan penolakan dari Agung, tapi sama sekali tidak menyurutkan semangatnya untuk terus mengejar dan meraih cintanya Agung pria idamannya sejak Lima tahun silam.
"Kalau aku tidak berhasil aku akan melakukan hal yang diluar batasan ku lagi," tuturnya sambil menyunggingkan senyum liciknya itu.
Pricilla berjalan dan masuk ke dalam mobilnya. Apa yang dilakukan oleh Cilla mendapatkan dukungan penuh dari Maminya sedangkan Papinya sedikitpun tidak tahu kejelekan sifat putrinya.
Amanda sudah berbaring di atas ranjang king size-nya, tapi sampai sekarang belum juga bisa memejamkan matanya. Setiap kali matanya ingin tertutup rapat, bayang-bayang Agung selalu datang menghantuinya. Wajah Agung selalu terlintas di pelupuk matanya yang seakan-akan menari.
Hingga jam 02.00 malam matanya masih terjaga yang kadang membuat senyuman manis nan tulus tersungging di bibirnya. Jika kembali harus mengingat kejadian sewaktu Agung dengan keberaniannya menciumi keningnya.
"Kalau gini terus aku tidak bisa tidur."
Amanda sudah berteriak di dalam kamarnya,agar suaranya tidak sampai kedengaran hingga keluar, Amanda menutupi mulutnya dengan bantal.
"Seperti ini kah rasanya sedang jatuh cinta? emang sejak dahulu Aku mengidolakan sosok Pak Alexander Agung, tapi hanya sekedar mengagumi dan mengidolakannya saja, tapi disaat beliau datang melamar ku, hidupku serasa jungkir balik gini amat yah," tawa Amanda membahana hingga ke sudut ruangan kamarnya.
Amanda tidak percaya jika Pak Agung dosen killer ternyata akan menjadi calon suaminya nanti. Amanda serasa bermimpi dan masih keheranan dengan kenyataan yang ada.
Beberapa jam kemudian, saat hampir masuk waktu shalat subuh barulah Amanda bisa terlelap dalam tidurnya. Sedangkan ke dua saudaranya yang sudah terlelap sedari lama sudah terbangun dari tidurnya dan mereka bersiap untuk shalat subuh. Mereka tidak membangunkan Amanda karena kebetulan Amanda lagi datang tamu bulanannya.
Mentari pagi sudah menyinari bumi dengan cahayanya yang berkilauan. Cahayanya mampu menghangatkan seluruh alam semesta. Kicauan burung-burung yang bertengger di atas dahan ranting pohon semakin menambah syahdunya suasana pagi itu. Daun-daun banyak yang berguguran tertiup angin.
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian 🥰.
Tetap Dukung BDP dengan Cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5 dan Favoritkan, serta Vote dan Giftnya yah 🙏
Dan jangan lupa untuk mampir ke Novelku yg lainnya, judulnya:
Cinta Yang Tulus
Tidak ada Jodoh Yang Tertukar 🙏
__ADS_1
...********TO BE CONTINUED********...