
Zoeya mendongak ke arah wajah Elang yang jarak wajah mereka yang sangat dekat itu hingga hanya terpangkas beberapa sentimeter saja Mereka saling bertatapan satu sama lain, bahkan mereka seakan beradu pandang tanpa ada yang ingin berkedip sekalipun.
Elang refleks memeluk pinggang langsing itu dengan ke dua tangannya, tubuh Zoeya semakin dekat bahkan rapat sekali ke arah dada bidangnya Elang, menempel ke dada bidang itu hingga hidung keduanya saling bertabrakan satu dengan yang lain. Hidung bangir milik Zoe bertabrakan dengan hidung mancung bagaikan paruh burung Elang yang menukik itu saling bergesekan satu sama lainnya.
Jarak mereka yang terlalu dekat hingga hembusan nafas Elang berhembus ke wajah Zoya. Hingga nafas Zoe serasa tercekat. Zoeya refleks memejamkan ke dua mata indahnya dengan bulu mata yang lentik itu. Elang sedikit memiringkan kepalanya dengan beraninya mengecup bibir Zoeya sepintas. Bibir merah merona alami itu yang seperti buah delima tanpa pewarna gincu mampu membuat Elang mabuk kepayang. Manis itu yang dirasakan oleh Elang tadi saat mengecup sekilas bibir seksi milik Zoe.
Perlahan demi perlahan, tapi pasti Elang kembali melakukan percobaan sekali lagi untuk menciumi bibir Zoe, tapi kali ini bukan hanya sekedar isapan dan kecupan biasa saja, Elang memperdalam ciumannya dan semakin menuntut, karena tidak ada perlawanan sedikitpun dari Zoe yang seakan akan memberi ruang gerak untuk Elang berbuat lebih diatas bibirnya.
Mereka sama-sama menautkan kedua lidah mereka hingga saling bertukar saliva. Mereka berciuman begitu mesranya dengan penuh kasih sayang dan gairah nafsu membara hingga pasokan udara dari keduanya semakin menipis. Nafas mereka memburu dan ngos-ngosan.
Tanpa disadari pukulan pelan mendarat dengan bebas di lengan Zoya yang membuatnya telonjak kaget dan tersadar dari lamunannya sehingga mambuyarkan khayalan tingkat tinggi nya.
"Siapa yang Kamu pikirkan Zoeya Saldana Arya Wiguna," tutur Elang yang tersenyum penuh arti.
Elang sangat mengerti apa yang sedang berada di dalam pikiran Zoya. Elang seakan-akan tahu apa yang dipikirkan oleh Zoe ketika melihat kedua mata indah itu sudah tertutup.
Zoya terbangun dari mimpinya dan tidak menyangka jika apa yang terjadi barusan hanyalah sekedar khayalan semata saja. Bukanlah kenyataan yang dia nikmati begitu penuh penghayatan dan perasaan.
Tapi sungguh disayangkan jika khayalannya itu hanya sebatas mimpi yang entah apa akan jadi kenyataan atau tidak. Zoya sudah bahagia dan kegirangan karena menganggap dirinya telah berciuman dengan Elang Dosen baru di Kampusnya yang menjadi idola baru dikalangan Mahasiswi.
Zoya tidak tahu harus berbuat apa untuk menutupi rasa malunya itu. Zoe ingin sembunyi, tapi tak tahu ngumpet di mana, mau lari itu tidak mungkin juga nanti nilainya yang jadi imbasnya.
"Ya Allah tolonglah kirim kantong ajaib Doraemon ke sini, aku ingin sembunyi, sembunyi dari pria yang ada di hadapanku ini."
Wajah Zoeya semakin memerah bahkan wajahnya saking merahnya sudah mengalahkan warna merah buah tomat menahan rasa malunya. Zoe salah tingkah dengan keadaannya, Zoe mati kutu karena untuk pertama kalinya dirinya berada di dalam suasana dan kondisi yang seperti ini.
"Aku ingin mengecup bibir seksi mungilmu itu, tapi maaf sebelum kita resmi menikah aku tidak akan pernah melakukan hal itu."
"Ikut Bapak, ada tugas khusus untuk kamu sebagai hukuman karena kamu sudah terlambat datang pagi ini," tegasnya yang tersenyum sangat tipis saking tipisnya sehingga hanya dia yang mampu merasakan dan melihatnya.
"Baik," jawab singkat Zoeya yang sedari tadi sudah menundukkan kepalanya yang tidak sanggup untuk kembali menegakkan kepalanya seperti biasanya.
Zoe pun mengikuti langkah kaki panjang dan lebar milik Elang. Elang masih sering tersenyum jika mengingat tadi saat dia melihat wajah Zoe saat memajukan dan memonyongkan bibirnya seperti pantat bebek saja. Elang ingin tertawa terbahak-bahak, tapi yah gitu deh image seorang dosen yang jadi Idola Kampus akan merosot drastis jika dia melakukan hal itu, kadar ketampanannya juga pun akan berkurang.
Jalan yang dilalui Zoe bukanlah jalan untuk ke ruangan Dosen, tapi berjalan ke arah Parkiran. Zoe yang sedari tadi berjalan sambil terus menundukkan kepalanya tidak menyadari jika tujuan mereka sudah berbeda dari awal perjanjian.
Saat berada di sekitar Parkiran, baru lah Zoe sadar jika dirinya tidak berada di sekitar area Ruangan khusus dosen melainkan sudah berada di hadapan mobil Buggati Mobil terkeren dan termahal itu sudah terparkir Cantik dan hadapan Zoe menunggu Zoe untuk menduduki joknya.
__ADS_1
Zoe seketika melupakan rasa grogi dan malu-malu meongnya saat matanya melihat mobil super keren yang selama ini jadi mobil incarannya. Zoe sudah memberitahu Ayahnya Arya Wiguna Albert Kim Said, tapi Ayahnya bukannya tidak mampu untuk memberikan putri tunggalnya, tapi berbagai alasan sehingga Arya tidak mengabulkan permintaan anaknya.
"Wooooww amazing," ucap Zoe yang melangkah maju ke depan mobil tersebut lalu mengelilingi mobil itu sambil mengelus lembut perlahan body mobil itu.
Elang tersenyum melihat tingkah laku wanita pujaannya itu. Elang sengaja membeli mobil itu kemarin, karena tahu jika Zoe pecinta otomotif dan pernah diam-diam menjadi pembalap liar.
Elang melangkahkan kakinya menuju ke arah Zoe yang tidak bosannya tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya yang tersusun rapi itu.
"Apa Kamu suka?" tanya Elang yang sangat bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar di wajahnya Zoe.
Zoe belum menjawab pertanyaan dari Elang, tapi Elang sudah tahu persis perkataan apa yang terlontar dari bibirnya Zoe. Dia pun menganggukkan kepalanya. Elang melempar kunci mobilnya ke tangan Zoe. Dengan cekatan dan lincah langsung meraih dengan menangkap kunci mobil tersebut dengan gantungan menara Eiffel.
Zoe menatap penuh dengan tanda tanya ke arah Elang sambil mengangkat tinggi kunci di hadapan wajahnya. Elang pun menganggukkan kepalanya. Tanda mengiyakan perkataan dari Zoeya.
"Let's go Baby," ucap Zoe, tapi hanya perkataan
seperti itu mampu membuat Elang menjadi bahagia dan tersipu malu. Sekarang giliran Elang yang dibuat cenat cenut dan jantungnya berdetak bagaikan genderang mau perang.
Setiap ada kamu mengapa jantungku
Berdetak lebih kencang
Seperti genderang mau perang
Setiap ada kamu mengapa darahku
Setiap ada kamu otakku berfikir
Bagaimana caranya berdua bersama kamu
Aku sedang ingin bercinta karena
Mungkin ada kamu di sini aku ingin
Setiap ada kamu mengapa jantungku
Berdetak lebih kencang
Seperti genderang mau perang
__ADS_1
Setiap ada kamu mengapa darahku
Mengalir lebih cepat dari ujung kaki hingga
Zoe berteriak saat sudah duduk dan balik kemudi mobilnya. Mobil yang sedari dulu dia ingin beli. Zoe memasang Kuncinya lalu memutarnya mesin mobil pun hidup, segala aplikasi penunjang yang ada di atas mobil itu pun langsung hidup dan menyala.
Zoe mencepol asal rambut panjang hitam kecokelatan yang bergelombang sehingga leher jenjangnya terekspos dengan sangat jelas dan nyata di mata Elang. Elang kesusahan menelan air liurnya sendiri. Elang adalah Pria normal seperti pria dewasa lainnya yang berada di luar sana, jika disuguhi pemandangan seperti itu pasti jiwa kelelakiannya bangkit dari tidurnya.
Elang duduk di kursi khusus penumpang. Elang ingin melihat aksi dari Zoe saat berkendara. Zoe pun tidak lupa memasangkan sabuk pengaman ke tubuhnya sendiri.
Zoe menatap ke arah Elang lalu berkata," sudah siap Baby?"
Dengan senyuman khasnya menghiasi wajah yang cantik.
"Yes Baby," balas Elang.
Zoe semakin bersemangat saat Elang berkata seperti itu. Zoe awalnya melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena kebetulan jalan cukup padat. Beberapa meter kemudian jalan nampak sepi, barulah Zoe menambah kecepatan mobilnya awalnya hanya 40 hingga 50 km/jam, Zoe semakin memacu adrenalinnya dengan menambahkan lagi kecepatan mobilnya, tapi Zoe melirik ke arah Elang terlebih dahulu sebelum mulai memacu kuda besinya di atas lintasan non sirkuit. Elang hanya tersenyum. Zoe semakin menggila disaat dapat lampu hijau dari Elang untuk semakin menambah kecepatannya.
"Hahahaha," hanya suara tawa yang terdengar dari bibir Zoe yang kecepatan mobilnya sudah seperti pembalap formula one F1 saja. Zoe mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat, anak rambutnya berkibar tertiup angin yang menerpa mobil mereka saking cepatnya laju kendaraan itu.
Zoe meliuk-liukkan mobilnya di atas aspal panas yang terpapar sinar matahari.
Elang mengakui cara balapan Zoe dengan mobil patut diacungi jempol. Kecantikannya tidak menghalangi kemampuannya di bidang yang berbau memacu adrenalin.
"Kamu sangat pantas dan cocok jadi Ratu dari King Black Eagle."
Mobil mereka memasuki area pantai. Hingga perlahan Zoe sudah memelankan kembali laju kecepatan mobilnya hingga berhenti di tepi pantai yang sangat indah itu. Kedatangan mereka bertepatan dengan sunset. Sunset sore itu menjadi daya tarik orang yang berada di pantai itu Termasuk Zoe dan Elang yang sudah duduk di atas kap mobilnya.
Fania ucapkan Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian BDP 🥰
Tetap dukung Novel receh Fania yah Kakak Readers 🙏
...*********To Be Continued*******...
by Fania Mikaila Azzahrah
Makassar, Minggu, 12 Juni 2022
__ADS_1