
Happy Reading..
Arya dan Delia sampai di Rumahnya setelah Adzan Shalat Dhuzur berkumandang. Arya dan Delia tidak langsung pulang ke rumahnya setelah dari Rumah Kediaman Utama Wiguna. Arya menyempatkan dirinya untuk Singgah ke Makam Oma Estella Warren dan Mengunjungi Ayahnya di Rumah Sakit yang sudah bertahun-tahun mengalami koma.
Arya memarkirkan mobilnya di depan TPU Khusus Keluarga Wiguna. Arya sebelum ke TPU Singgah terlebih dahulu untuk membeli berbagai macam Jenis Bunga Mawar. Semasa Hidupnya Oma Estella sangat Suka dengan Semua jenis Bunga mawar. Karena itu lah Arya memutuskan untuk membeli Semua bunga mawar yang ada di Toko Bunga langganannya.
Arya memarkirkan mobilnya tepat dibelakang mobil pemilik Toko Bunga langganannya.
"Siang Ibu" Salam Arya Kepada pemilik Toko Bunga langganannya.
"Siang Nak Arya, silahkan masuk nak" Jawab salam Ibu pemilik Toko Bunga langganannya Yaitu ibu Liliana.
"Ibu aku mau pesan Semua jenis bunga mawar yang ada di Toko ibu masing-masing 1 buket bunga yah Bu" pinta Arya kepada pemilik Toko Bunga.
"Siapa nak, tumben pesan bunga banyak-banyak nak, seingat ibu terakhir setahun lalu yah kamu pesan Bunga sebanyak ini" Tanya ibu Liliana Kepada Arya sambil menyiapkan pesanan Arya.
"Ibu masih ingat yah, Aku kira ibu sudah lupa" Jawab Arya sambil cengengesan.
"Ibu kan belum pikun Nak, jadi tentunya ibu masih sangat ingat, bahkan wajah Nak Arya watu pesan bunga waktu itu masih ibu ingat jelas loh" ucap ibu Liliana.
Karena Delia menunggu lama di Dalam Mobil, Delia memutuskan untuk masuk dan menyusul Suaminya.
Delia menghampiri Suaminya yang sedang asyik bersenda gurau dengan pemilik Toko Bunga itu.
"Siang ibu" Salam Delia.
Arya dan ibu Liliana sama-sama menoleh ke arah pintu yang terbuka dan menampilkan sosok Delia.
"Siang juga Nak, apa ada yang ibu bisa bantu??" Tanya ibu Liliana.
"Masuk sini Sayang" ucap Arya.
"apa Cewek Cantik ini istrimu Nak Arya??"
Tanya ibu Liliana sambil memandang ke arah Delia.
"Iya ibu, Inilah Cewek yang berhasil menjungkir balik kehidupan seorang Arya Wiguna Albert Kim Said" ucap Arya smbil berjalan ke arah Delia dan langsung memeluk posesif tubuh istrinya.
"Kamu sangat pintar memilih istri Nak Arya, kalau menurut ibu sesuai yang ibu lihat istrimu ini tidak Hanya wajahnya yang cantik tapi hatinya juga Cantik" ucap ibu Liliana memuji Delia.
"Makasih banyak ibu, ibu terlalu melebih-lebihkan" ucap Delia sambil mencium tangan ibu Liliana.
"Ibu tidak pernah berbicara tidak sesuai dengan kenyataan loh Nak" ucap Ibu Liliana.
"Alhamdulillah mkasih pujiannya ibu, apa yang ibu katakan Sangat benar adanya, dan aku sangat setuju dengan perkataan ibu" ucap Arya.
__ADS_1
Delia hanya tersipu malu dengan obrolan suaminya dan ibu Liliana. Setelah beberapa saat kemudian, Bunga yang dipesan oleh Arya pun sudah siap.
"Makasih banyak ibu" ucap Arya sambil menyodorkan beberapa lembar uang Merah ke Tangan Author uuppss salah maksudnya Ibu Liliana.
"Kami pamit dulu ibu, insya Allah kalau ada kesempatan kami akan Singgah lagi ibu" ucap Delia.
"Sama-sama Nak, Makasih juga yang selalu Setia dan suka dengan Bunga di toko kami dan ini Sebuket bunga mawar merah yang segar dan cantik untuk wanita tercantik yang aku temui hari ini" ucap Ibu Liliana sambil menyodorkan sebuah buket bunga ke tangan Delia.
"Makasih banyak ibu, Delia sangat bahagia loh ibu dapat hadiah Bunga yang paling Delia suka" ucap Delia sambil mencium aroma bunga mawar merah itu.
"Kapan-kapan Singgah lah Nak" ucap Ibu Liliana.
"iya ibu dan makasih Sekali lagi" ucap Arya.
Sebelum mereka keluar, Mereka sempatkan untuk mencium tangan ibu Liliana. Sebagai wujud menghormati orang yang lebih tua.
Arya dan Delia menuju Makam tempat Omanya berada. Makam yang menjadi saksi bisu betapa terpuruknya Arya ketika Oma Estella pergi untuk selamanya.
Arya dan Delia berjalan masuk dan mencari makam Omanya.
"Assalamu alaikum Oma" salam Arya dan Delia.
Arya dan Delia kemudian berjongkok di depan pusara Omanya.
"Kami datang Oma, Maafkan Kami yang akhir-akhir ini jarang mengunjungi Oma" ucap Arya.
"Oma pasti suka dengan Bunga yang kami bawa, Aku datang bersama Delia Oma, Tapi Kami tidak bisa menbawa si kembar Oma Karena Mereka Sibuk di sekolahannya" ucap Arya.
Arya Menaruh Bunga itu sambil meneteskan air mata kesedihan sekaligus kerinduannya kepada Oma Estella.
Delia memegang tangan Arya untuk menguatkan Arya yang sudah menampilkan wajah dan sisi kesedihan dan kerapuhannya. Arya tak pernah segan untuk menangis dan menumpahkan seluruh keluh kesahnya jika berhadapan dengan orang-orang yang disayanginya. Kewibawaan dan Ketegasan Arya akan hilang Jika hal itu berkaitan dengan kerinduannya akan sosok Oma Estella.
Delia pun larut dalam kesedihanny dikala mengingat kenangan indah bersama Oma Estella. Bagi Delia Oma Estella orangnya paling Humble, Humoris,Baik Hati. Delia menjadikan Oma Estella sebagai panutan dan contoh dalam kehidupannya.
"Oma rencananya entar malam Saya dan Delia akan bertolak ke Korea Selatan, Kami Ingin bulan madu Oma dan insya Allah kami akan tinggal di rumah Oma selama kami di Seoul" ucap Arya yang tak henti-hentinya meneteskan air matanya.
"Oma kami pamit dulu, insya Allah sepulang dari Korea kami akan datang lagi" Ucap Arya.
Arya dan Delia membacakan Beberapa ayat-ayat suci Al-Qur'an untuk ketenangan dan keselamatan Oma Estella di dalam kuburnya serta mendoakan Oma Estella.
Arya dan Delia meninggalkan tempat pemakaman Keluarga Wiguna. Dan Singgah ke Mesjid terlebih dahulu untuk melaksanakan shalat Dzuhur dan singgah ke Restoran langganannya sebelum ke Rumah sakit untuk membesuk Ayah Wiguna.
Arya membawa Dua buket bunga mawar merah dan bunga mawar putih. Mereka berjalan ke arah Ruang perawatan Ayahnya.
Arya yang pertama masuk ke dalam untuk menjenguk Ayahnya.
__ADS_1
"Assalamualaikum Ayah" ucap Salam Arya.
Arya menyimpan buket bunga itu ke dalam pot yang ada di atas Nakas Meja Perawatan Ayahnya.
"Arya datang Ayah, Apa Ayah tidak capek harus tidur terus, apa Ayah tidak rindu dengan anak-anak dan Cucu Ayah??" ucap Arya sambil menggenggam tangan ayahnya.
Arya kembali meneteskan air matanya melihat kondisi Ayahnya yang tidak mengalami perubahan bahkan Ayahnya betah tidur.
"Maafkan Arya Ayah, ini Semua gara-gara Arya, kenapa ayah harus menyusul kami, kami masih bisa melindungi dan menjaga diri kami" ucap Arya.
"Ayah jangan Marah Jika Arya mengajak ke sini Istri Arya yah".
Arya Setelah berbicara seperti itu,Arya memanggil Delia untuk masuk ke dalam ruangan perawatan Ayah Wiguna.
"Assalamualaikum, Delia Datang Ayah" ucap Delia.
Sebenarnya Delia setiap Mengunjungi Ayah Mertuanya tanpa sepengetahuan dari Arya.
"Apa kabarnya Ayah Hari ini?? Delia berharap Ayah Bahagia dengan kedatangan Kami" ucap Delia sambil membersihkan tubuh dari Ayahnya.
Setelah membersihkan tubuh Atha mertuanya Delia kembali duduk di kursi.
"Ayah cepat bangun yah Ayah, Karena Akan hadir Cucu batu Ayah" Ucap Delia sambil mengelus perutnya yang masih rata.
"Ayah senang kan dengarnya kalau ayah akan jadi Kakek lagi dan Ayahlah orang pertama yang tahu" Ucap Delia sambil tersenyum dengan perkataannya.
Tanpa sepengetahuan dari Delia, Tangan Pak Wiguna bergerak.
Delia kemarin Pagi memeriksa Kalender di Handphonenya. Karena Delia tidak mendapatkan Haid lagi dan merasakan ada keanehan dalam tubuhnya. Jadi Delia berinisiatif untuk memeriksa keadaannya ke Dokter praktek kepercayaan dan langganannya Delia.
Hasilnya Delia positif Hamil. Delia tidak ingin menyampaikan kabar gembira ini kepada suaminya atau pun orang lain. Delia akan menyampaikan kabar gembira ini kepada suaminya setelah mereka tiba di Korea.
"Delia pamit dulu yah, insya Allah Delia akan datang lagi kalau sudah pulang dari Korea, tpi ayah jangan tanya orang lain yg Ayah terutama Kepada Arya Kalau Delia hamil" ucap Delia sambil tersenyum.
Arya dan Delia pamit kepada ayahnya dan kepada perawat pribadi Ayahnya. Mereka berjalan ke arah parkiran mobil yang ada di rumah sakit.
Tapi tanpa sengaja Arya melihat wajah seseorang yang membuatnya kaget dan Ingin mengejar mobil Orang itu. Tapi Tiba-tiba lampu merah sehingga Arya terpaksa menghentikan laju mobilnya dan kehilangan jejak Orang itu.
TBC...
Maafkan FANIA yang baru bisa update. Mata ini minusnya nambah jadi harus diistirahatkan beberapa saat 😭😭.
Moga Kakak Readers suka dengan Bab ini. Maafkan FANIA jika alurnya BDP rada-rada bosanin 🙏🙏😅😅.
Fania selalu ingatkan untuk Memalukmi berbagai Typo dalam penngetikan BDP🙏🙏😅.
__ADS_1
Makasih banyak Fania ucapkan kepada kakak Readers yang selalu setia mendukung dan menunggu Updatenya BDP 🙏🙏.
Makassar,16 Januari 2022.