Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 67. Bala Bantuan


__ADS_3

Happy Reading..


Arman Sudah nampak seperti Orang yang sudah kehilangan Akalnya. Karena obsesinya terhadap Adik angkatnya sehingga tidak mencari tahu alasan sebenarnya dibalik kematian adiknya.


Arya dan Adrian tidak habis fikir dengan tindakan yang dilakukan oleh Arman. Cinta kadang membuat seseorang menjadi Buta dengan kenyataan yang ada dan membuat seseorang menjadi Hilang akal Sehatnya.


Tidak Lama bala bantuan telah datang, Oma,Zack dan yang lainnya segera dibawa ke dalam helikopter untuk segera dibawa ke Ibu kota sebelum keadaan mereka semakin kritis. Tapi berkat Ramuan obat tradisional yang diberikan oleh Delia kepada mereka Akhirnya ada perubahan yang sangat baik. Zack tidak Lagi mengeluarkan darah segar dari mulutnya sedangkan Oma Estella Sudah siuman dari pinsangnya.


"Alhamdulillah Mama sudah sadar, Aku sangat khawatir dengan keadaan Mama" ucap Mama Elisabeth dengan Mata yang berkaca-kaca dan tak henti-hentinya mengucap syukur.


Oma Estella hanya menanggapinya dengan seuntai senyum dibibir pusatnya. Sedangkan Zack berada di helikopter yang satunya bersama adik dan orang tuanya.


Arya sudah mengingatkan mamanya terlebih dahulu untuk tidak mengungkapkan kebenarannya kalau dia masih hidup di Depan Omanya. Arya tetap akan jujur tapi Arya ingin Omanya sembuh terlebih dahulu.


Beberapa jam kemudian, helikopter mereka mendarat tepat di bagian belakang rumah sakit Medical center. Seluruh Dokter dan perawat sudah berjaga untuk menyambut kedatangan mereka.


Arya dan Delia kembali memakai Maskernya untuk menutupi jati dirinya. Walaupun sudah ada yang tahu jati dirinya yang sebenarnya tapi tidak membuat Arya untuk membuka Maskernya.


Arya sedikit mengjauh dari kerumunan orang-orang yang bisa Saja mengenalinya.


Di tempat lain, Adrian membawa Arman ke tempat khusus yang dijaga dengan super ketat tanpa sepengetahuan dari Keluarga Wiguna.


Emilia dan Eliana segera datang ke UGD Untuk melihat kondisi dari keluarganya. Emilia masih harap-harap cemas dengan Adrian, Emilia takut jika apa yang dikatakannya kemarin bersama Andita sampai ke telinga Adrian. Jadi Emilia menjaga jarak dari Adrian dan tidak ingin ada kontak mata dengan Cowok yang pernah dia sayang bahkan sampai sekarang.


Emilia tidak pernah berniat atau bermimpi untuk menggantikan posisi Adrian dihatinya walaupun tidak ada harapan untuk mereka Bisa bersatu. Tapi Emilia masih saja berharap dalam Penantiannya untuk mendapatkan restu dari orang tuanya. walaupun kemungkinan itu sangat kecil.


Oma dan Zack telah ditangani oleh dokter ahli dan dokter terbaik di Rumah Sakit Swasta termahal Milik keluarga Wiguna. Zack dan Oma Estella segera dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP Rumah Sakit Medica Center. Andai saja Arya dan Delia terlambat 1 detik Saja mungkin nyawa anak-anak dan Keluarganya yang lain pasti sudah tinggal nama.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, Si kembar sudah dinyatakan boleh pulang sedangkan Oma Estella kondisinya kembali drop akibat umurnya yang sudah renta dan disebabkan beberapa hari tidak istirahat dan makan. Keluarga besar Wiguna kembali cemas dan tidak berniat untuk meninggalkan tempat perawatan dari Oma Estella. Arya Sudah diberitahu kalau Ayahnya sedang dirawat juga di rumah sakit tersebut, bahkan masih koma dan belum ada tanda-tanda akan segera sadar. Setelah mengetahui informasi itu Arya dan Delia mendatangi kamar perawatan Ayahnya. Arya tak mampu berkata-kata setelah melihat kondisi ayahnya. Arya hanya meneteskan air matanya. Sedangkan Delia pun ikut hanyut dalam kesedihan Yang dirasakan oleh suaminya. Belum ada seorang pun yang bisa membesuk Pak Wiguna secara langsung jadi Arya hanya bisa melihat wajah ayahnya dari kaca pembatas ruangan itu.


Setelah beberapa saat,Arya dan Delia berniat untuk meninggalkan tempat perawatan Ayahnya tapi tiba-tiba Eliana dan Emilia Datang ke tempat itu dan tidak sengaja berpapasan dengan Arya.


Mungkin karena Eliana adalah saudara kembarnya jadi disaat mereka berpapasan ada perasaan aneh yang Dirasakan oleh Eliana dan membuatnya menghentikan langkah kaki Arya.


"Arya" ucap Eliana.


"Kakak Elia apa kakak Sadar dengan yang Kakak ucapkan??" tanya Emilia.


"Kakak sangat sadar Emi, Kakak yakin pasti itu adalah Arya adiknya yang dinyatakan sudah meninggal.


Eliana segera berlari mengejar Arya dan Delia. untung saja mereka segera meninggalkan lokasi rumah sakit medical center. Usaha Eliana gagal, bahkan Emilia sudah menganggap Eliana gila.


"kakak sadarlah itu bukan kak Arya kak, kak Arya sudah tenang di sana" ucap Emilia


"Tapi Emi, kakak sangat yakin kalau Arya Kita masih hidup dan orang tadi adalah Arya kita EMI" terang Eliana.


"apa tindakan yang Kakak aMbil sudah baik?? menurut aku sebaiknya kita Jujur Saja kepada mereka kak" ucap Delia.


Arya hanya diam seribu bahasa tidak tahu harus berbicara dan mulai dari mana.


Arya masih sangat kecewa dengan sikap keluarganya yang menentang hubungannya dengan Delia.


"Maafkan Kakak sayang, Aku Belum siap untuk Jujur Kepada Mereka" ucap Arya.


"tapi sampai kapan kak, aku tidak sanggup berpisah lagi dengan anak-anakku, kakak tahu setiap saat hati dan pikiranku selalu memikirkan keadaan anak-anakku bahkan makan pun tidak enak tidur juga tidak nyenyak apa lagi aku mengetahui kondisi dari anak-anakku.

__ADS_1


Delia menangis karena belum bias berkumpul dengan si kembar buah hatinya. Delia sangat merindukan kehadiran Anak-anaknya. Perasaan seorang ibu dan ayah itu berbeda.


"Sabar yah sayang, Kakak Hanya cari waktu yang tepat untuk mengungkapkan semuanya kepada mereka, tolonglah untuk bersabar sedikit lagi" Tutur Arya sambil memeluk tubuh istrinya dari samping karena Arya sedang menyetir mobil.


"Tapi kak..." Delia belum menyelesaikan perkataannya tiba-tiba Arya mengbunkam mulut Delia dengan bibir seksinya.


Arya menepikan mobilnya ke tepi jalan. Arya semakin memperdalam ciumannya dan Delia membalas dengan penuh gairah. Mereka berciuman di atas mobil untuk meluapkan Rasa sedih Mereka. Arya mencium istrinya agar Delia bisa tenang dan sabar yang kembali terpisah dengan anak-anaknya.


Ciuman mereka semakin menuntut dan Tangan Arya sudah bergerilya ke arah yang Lebih sensitif di area tubuh istrinya. Sudah beberapa hari Arya menahan hasratnya dikarenakan mereka sedang mencari keberadaan keluarganya.


Delia membalas dengan penuh gairah Apa yang sedang dilakukan Suaminya di atas tubuhnya.


Tapi sebelum Arya melanjutkan Destinasinya di atas aset istrinya, tiba-tiba Handphone Arya berdering dan ternyata itu panggilan dari Adrian.


Terpaksa Destinasi Wisata Arya di tengah hutan belantara harus terhenti di karenakan gangguan dari Adrian.


Mobil Arya memang sudah dimodifikasi dengan sebaik dan secanggih Mungkin untuk mempersiapkan Jika Arya tiba-tiba ingin berwisata bersama istrinya untuk meraih puncak kenikmatan.


Arya kemudian mau tidak mau harus mengangkat telponnya.


"Iya Adrian" Dengan Suara berat yang sedang menahan hasratnya belum tersalurkan.


"Apa!! kamu tidak salah kan Adrian, itu tidak mungkin Adrian" ucap Arya.


TBC...


Kira-kira Adrian membicarakan apa yah sehingga Reaksi Arya seperti itu??🤔🤔

__ADS_1


Akhirnya destinasi wisata di hutan belantara Arya Gatot Readers 🤭🤭.


Ayo dong Kakak jangan capek atau pun bosan untuk memberikan dukungannya kepada BDP 🙏🙏


__ADS_2