Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 66. Sebuah Alasan


__ADS_3

Kondisi Zack yang tak sadarkan diri membuat Delia Panik dan langsung bertindak untuk menangani Anaknya. Delia mengambil beberapa ramuan obat herbal yang diraciknya waktu di pondok persembunyiannya. Delia membantu mengobati anaknya dan tak segan-segan meneteskan air matanya. Delia menyesal dengan ide dari suaminya.


"Zack bertahan nak, Ayah pasti bisa selamatkan kamu, Mama mohon kuatlah" Delia berucap sambil menangis tersedu-sedu melihat kondisi dari puteranya.


Mama Elisabeth juga tak henti-hentinya menangis melihat ketidakberdayaan anggota keluarganya.


"Mama tolong berikan ramuan ini kepada Oma" perintah Delia kepada Mama mertuanya.


Mama Elisabeth bergegas mengambil ramuan itu walaupun kondisinya juga sudah mengkhawatirkan.


Mama Elisabeth membantu meminumkan ramuan obat tradisional itu dan tidak lupa memberikan minuman kepada mertuanya.


Mama Elisabeth sangat menyesal telah memberikan kepercayaan kepada Arman selama ini. Bahkan Mama Elisabeth sudah menganggap Arman adalah anaknya.


"Ya Allah tolong selamatkan mama dan Cucuku,jika engkau ingin mengambil mereka maka ambillah aku jangan Mereka ya Allah" Do'a Mama Elisabeth dan tangisnya semakin menjadi Saja.


Di sisi lain,Mama Elisabeth sangat bersyukur dan Bahagia karena mengetahui kalau Putera semata wayangnya masih hidup.


Delia tidak lupa Juga memberikan beberapa ramuan obat tradisional untuk diminum oleh Mama Elisabeth. Karena kondisi Mama Elisabeth juga sangat menghawatirkan.


Adrian segera berlari ke arah ruang bawah tanah setelah berhasil menumbangkan seluruh anak buah Arman. Adrian tidak lupa untuk meminta kepada anak buahnya yang ada di kota untuk mengirimkan helikopter. Sedangkan Anak buahnya yang menunggu di Sekitar penyimpanan mobilnya pun sudah datang. Karena anak buah Arman kalah jumlah Akhirnya mereka berhasil ditangkap dan sebagian ada yang sudah terkapar.


Arya tidak henti-hentinya menghujani pukulan dan tendangan ke arah tubuh Arman. Arya semakin melancarkan serangannya ketika melihat kondisi putera dan Omanya.


"Kali ini aku tidak akan membiarkanmu selamat dan hidup lagi, Cukup sudah sampai di sini kamu bisa bernafas" ucap Arya sambil menendang bagian perut Arman yang sudah tidak berdaya melawan pukulan demi pukulan Arya.


Arya sudah seperti orang yang kesurupan tidak tahu untuk berhenti memukuli Wajah dan tubuh Arman yang sudah tidak berbentuk lagi.


"Ini pukulan untuk Anakku, ini tendangan untuk omaku, dan ini untuk semua yang telah kamu lakukan"

__ADS_1


"Aaahhh" Arman sudah tersungkur dan terkapar di lantai. Wajah dan tubuh Arman sudah penuh dengan luka.


Arya berniat untuk menembak Arman Tapi Adrian bergegas untuk mencegahnya. Adrian segera berlari dan menahan tubuh Arya untuk tidak membunuh Arman.


"Stop Arya, jangan habisi nyawanya, terlalu berharga hidup dan nyawanya biadab ini jika kamu menghabisinya sekarang" cegah Adrian.


"Lepaskan aku Adrian, aku akan memusnahkan biadab itu, lihatlah keadaan Oma dan Zack Adrian, Mereka Sudah tidak sadarkan diri akibat perbuatan Bajingan ini" ucap Arya dengan menggebu-gebu ingin segera membunuh Arman.


"Aku tahu itu,Arya tapi kematian yang terlalu mudah untuknya sangatlah tidak sebanding dengan perbuatannya itu, aku punya rencana untuk dia bahkan kematian pun tidak akan ingin mendekatinya, aku akan membuat hidupnya hancur dan bahkan dia akan mengemis untuk kematiannya sendiri" Adrian berkata demikian sambil tersenyum licik ke arah Arman yang sudah terkapar.


Adrian segera mendekati Arman. Dan ingin menanyakan perihal tentang apa alasan yang menjadi dia seperti monster yang tidak berhati.


Team penyelamat segera datang dan menuju ke ruang bawah tanah.


"Arman Arman kamu ini yah, apa kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan haaaahh?" Tanya Adrian sambil menengadahkan kepala Arman Agar Arman menatapnya.


Arman langsung meludahi wajah Adrian tapi untungnya Adrian segera mengambil tindakan untuk menghindarinya.


"Sampai matipun aku akan menghancurkan hidup kalian semua, bahkan aku di neraka pun akan menghantui kalian agar hidup kalian tidak tenang, hahaha" ucap Arman sambil tertawa terbahak-bahak.


"Aku masih heran apa yang membuatmu berani dan tega melakukan ini semua jasa!" ucap Adrian.


Arman langsung mengarahkan pandangannya ke arah Arya yang sedang membantu Delia untuk memberikan pertolongan kepada putera, Mama dan Oma Estella.


"Itu semua karena Dia, Karena perbuatannya lah Aku melakukan kejahatan ini" ucap Arman yang sudah histeris seperti orang gila.


"Maksudnya Ini semua karena ulah Arya??" tanya Adrian.


"Iya, gara-gara Arya menolak keinginan Adikku untuk menjadi pacarnya penyebab aku melakukan ini semua".

__ADS_1


Arman mulai menceritakan awal mula dan alasannya melakukan kejahatan ini.


FLASHBACK ON..


Waktu itu Acara kelulusan SMA Nusantara. Hari itu juga sekaligus hari kematian adikku. Arya adalah cowok yang disukai oleh adikku. Tapi Arya menolak adikku di depan umum hal itu membuat adikku defresi dan mengakhiri hidupnya dengan mengiris urat nadi pergelangan tangannya.


Aku mengetahui kejadian ini setelah membaca buku harian Adikku. Adikku bernama Erika. Dia adalah satu-satunya cucu dan Puteri di keluarga besar kami. Selama ini, keinginan dari adikku tidak pernah kami tidak penuhi apa pun itu walaupun permintaan itu tidak masuk akal.


Waktu itu Aku masih berada di luar negeri untuk menyelesaikan kuliahku tapi aku tidak kuasa dan hancur setelah mendengar kabar kematian adikku. Aku terpukul dan tidak bisa menerima hal itu. Aku pun pulang ke Indonesia.


Awalnya aku tidak ada niat sama sekali untuk balas dendam tapi suatu hari aku menemukan Diari adikku di dalam lemari Kamarnya. Dari situlah aku mencari keberadaan Arya dan mencari tahu siapa sosok Arya itu. Aku pun berniat untuk melakukan Aksi balas dendamku.


"Waktu itu kamu menyamar sebagai pelayan di Sebuah pesta pernikahan salah satu temannya istrimu, kamu masih ingat Arya Wiguna Albert Kim Said Aku adalah Otak pelaksana dari penggrebekan kalian di dalam kamar ganti pakaian, 8 tahun Lalu, aku lah yang melakukannya. Tapi kamu terlalu beruntung Bisa mendapatkan Istri yang cantik dan baik hati padahal awalnya aku tidak berniat untuk menjebak kamu dengan Delia tapi dengan wanita bayaran yang sudah aku siapkan.


Flashback off".


"Tapi sayangnya Arman aku sangat bahagia dan bersyukur berkat campur tanganmu aku mendapatkan istri yang sangat cantik sekaligus istri yang sempurna dan Sholeha" ucap Arya sambil menatap ke arah Delia Istrinya.


Arman kemudian berteriak kencang dan meraung meratapi kematian adiknya.


"Apa kalian tahu, Erika itu sosok cewek yang cantik,ceria dan penuh canda tawa, Aku menyayanginya melebihi adik dan seorang kakak, Karena sebenarnya Aku Hanya Kakak angkatnya yang diam-diam mencintainya tapi karena ulahmu lah Arya!! Erikaku harus meninggal dunia dengan Cara yang tragis"


Arman menangis sejadi-jadinya bahkan Arman sudah seperti orang yang kehilangan akalnya. Sudah menangis meraung meratapi kepergian adiknya yang diam-diam Dia Cinta.


"Maaf Jika gara-gara Aku tidak menjawab dan memenuhi permintaan adikmu yang membuatnya harus bunuh diri, Tapi Maaf aku ingin meluruskan kesalahpahaman ini dan Jujur aku tidak ada rasa kepada adikmu". Ucap Arya.


Arya pun menjelaskan awal dari Mala petaka ini. Arya menjelaskan kalau saat itu, Bukan tidak suka atau pun benci dengan kelakuan Erika yang selalu mendekatinya dengan berbagai cara tapi karena Arya Sudah diwanti-wanti oleh Ayahnya untuk tidak berpacaran disaat masih sekolah. Dan memang Arya tidak sekali pun menggubris perasaan cinta Erika dikarenakan memang Arya menganggap Erika hanya Saudaranya Saja tidak lebih.


TBC...

__ADS_1


Fania ingatkan untuk selalu mendukung BDP Dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5, FAVORITKAN DAN KOMENTAR di Setiap Episodenya 🙏🙏🙏.


Makasih banyak 🥰


__ADS_2