Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 158. Apa kah itu kamu??


__ADS_3

Happy Reading..


Delia berlari ke arah luar Kediaman Utama Wiguna Setelah mendengar kebenaran yang selama ini Delia tidak ketahui. Sakit itu pasti, sedih dan kecewa bercampur aduk. Delia tidak menyangka kalau yang menabrak motor Orang tuanya adalah Ayah mertua sekaligus Kakak dari ayah kandungnya sendiri.


Delia duduk di taman belakang rumah Mertuanya taman yang selalu menjadi tempat favorit Delia jika berkunjung ke rumah mertuanya. Delia menumpahkan segala gunda gulananya dan menangis tersedu-sedu.


Arya tidak sanggup melihat kesedihan yang dirasakan oleh istrinya. Arya pun ikut menangis melihat istrinya.


Arya mendekati Delia dan berusaha untuk memeluk tubuh istrinya tapi Delia malah mencegah Arya untuk mendekatinya bahkan Delia mengjauh jika Arya mencoba untuk memeluknya.


"STOP, Tolong jangan mendekat, Aku mohon pergi lah dari sini" ucap Delia yang sedikit berteriak ke arah Arya.


Arya pun menuruti perkataan Delia. Arya tidak ingin membuat Delia tertekan. Sehingga Arya mengjauh.


"Apa salahku, apa Kenapa Ayah dulu tega memisahkan kita padahal ayah lah yang bersalah yang telah menabrak orang tuaku tapi kenapa malah aku yang jadi korbannya, apa Ayah tidak sedih sedikit pun melihat calon cucunya hidup tanpa Ayah kandungnya??" ucap Delia yang mengingat kejadian dulu.


"Delia yuk kita pulang kasihan baby zi dia ingin minum ASInya" ucap Arya yang berusaha membujuk Istrinya.


"Maaf kak, tolong jaga baby zi untuk ku" ucap Delia yang langsung berlari ke arah pagar Karena Ojol yang dia pesan sudah datang.


Arya berusaha untuk mengejar Delia tapi terlambat. Delia sudah duduk di dalam mobil dan mobil Ojol itu pun sudah melaju. Arya terus mengejar mobil itu tapi usahanya tetap sia-sia.


Arya kemudian menelepon Adrian dan Dimas untuk membantunya mencari keberadaan Delia.


Adrian dan yang lainnya kaget mendengar kalau Delia kabur.


"Ini semua kesalahan Ayah, Karena itu lah Ayah tidak ingin menceritakan kenyataan ini" ucap pak Wiguna yang semakin menyesali keputusannya untuk jujur.


Sedangkan baby zi tak hentinya menangis. Baby Zi rewel karena haus dan lapar tetapi tidak ingin minum susu formula. Semua orang bergantian untuk menenangkan baby zi tapi hasilnya masih sama. Baby zi bahkan sudah menangis histeris dan melempar botol dot susunya.


"Sini sayang sama Aunty, Aunty coba gendong yah" ucap Emilia.


Baby zi terus memegang bagian dadanya Emilia. Emilia menatap Adrian meminta jawaban apa dirinya diijinkan untuk menyusui Baby zi. Baby zi sangat peka dan tahu kalau Emilia punya asi karena sebenarnya Emilia baru 5 bulan sudah melahirkan. Pernikahannya dengan Adrian sudah jalan 1 Tahun lebih tapi tidak ada seorang pun dari mereka yang tahu kalau Emilia telah melahirkan anak keduanya dari Adrian. Karena itu lah dirinya tidak hadir saat Rina dan Emre menikah karena dirinya sudah berbadan dua lagi.


Emilia pun mencoba membawa baby zi ke dalam kamarnya dan langsung menyusui Baby Zi. Dan Baby zi sangat lahap minum ASI dan tidak lama kemudian baby zi pun terlelap dan tidur nyenyak di dalam pangkuan Emilia. Hal ini tidak sengaja dilihat oleh Mama Elisabeth. Emilia kaget karena tidak menyangka mamanya masuk ke dalam kamarnya.


"Emilia akan jelaskan semuanya tapi Emilia mohon jangan tanya Ayah ma, Emilia mohon bantuan Mama" ucap Emilia yang sudah memohon kepada Mama Elisabeth.

__ADS_1


"Tapi Mama mohon jelaskan kepada Mama maksud semua ini" ucap Mama Elisabeth.


Emilia pun menjelaskan semuanya tanpa ada lagi yang ditutupi.


"Mama sangat bersyukur karena kamu sudah menikah dengan Adrian, Mama Bahagia mendengar kalian bahagia dan sudah punya anak" ucap Mama Elisabeth kemudian memeluk tubuh putrinya.


"Tapi aku sangat khawatir dengan keadaan kakak Delia, gimana kalau kak Delia nekat dan melakukan hal yang..." ucap Emilia yang tidak sanggup meneruskan kata-katanya.


Baby zi sudah tidur di dalam box bayi yang ada di dalam kamar pribadi Arya dan Delia.


"Doakan saja kakakmu Moga mereka segera menemukan istrinya dan tidak terjadi sesuatu kepada Delia" ucap Mama Elisabeth sambil mencium pipi cucunya.


"Suatu saat kami pasti berterus terang kepada ayah dan yang lainnya tapi bukan sekarang, Emilia takut jika kejujuran kami membuat keadaan semakin kacau Ma" ucap Emilia sambil duduk di kursi dekat jendela kamar Arya.


Arya, Dimas serta Adrian mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Delia. Arya pulang ke rumahnya dan mencari keberadaan Istrinya tapi hasilnya masih sama. Arya pun menghubungi nomor handphone Rina dan Dessy tapi mereka juga tidak mendapatkan kabar dari Delia. Arya tidak ingin menginformasikan kepada khalayak umum keadaan Delia yang menghilang. Arya tidak ingin ada opnum yang memanfaatkan keadaan tersebut.


Bibi dan paman Delia untuk sementara menetap di rumah Arya sampai Delia ditemukan. Emilia pun terpaksa masih menetap di Indonesia. Emilia bolak balik rumahnya dan kediaman Arya Karena Baby zi tidak ingin minum susu formula bayi atau pun asi orang lain.


Rina sudah berusaha membantu memberikan ASInya untuk Baby Zi tetapi baby zi tetap menolak dan menangis histeris. Mungkin baby zi tahu yah kalau jodohnya nanti adalah putrinya Emre dan Rina. Masih kecil sudah pinter menerawang yah.


1 bulan sudah berlalu, Arya tidak tahu harus mencari Istrinya dimana lagi, Arya tidak ingin memberitahukan kepada ke Dua anak kembarnya tentang keadaan mamanya Mereka.


Eliana sudah kembali ke Inggris setelah perkembangan kesehatan Ayahnya sudah membaik. Pak Wiguna hari ini sudah beraktivitas seperti sebelumnya, Pak Wiguna sudah menangani Perusahaan Sinopec Group yang bertahun-tahun Dia tinggalkan.


Rina dan Dessy hari ini berencana untuk mendatangi kediaman Arya. Mereka merindukan Baby zi. Rina dan Emre sudah memutuskan untuk menetap di Indonesia dalam waktu yang lama.


Baby zi gembira karena bisa bermain dengan putri pertama Rina dan Emre. Baby zi seperti orang dewasa saja yang jika baby sya didekatnya pasti baby zi akan berteriak gembira.


Rina, Dessy dan Emilia tertawa melihat tingkah lucu ke dua bayi itu.


"Rina kayaknya Baby zi suka dengan putrimu, lihat saja tingkah mereka" ucap Dessy.


"Iya kak, aku pun berfikiran seperti itu, karena setiap kali Baby sya Datang pasti baby zi bersorak gembira dan tertawa terbahak-bahak melihat kedatangan Baby sya" ucap Emilia.


"Kalian bisa saja, kalau aku tidak menjodohkan anakku biarkan mereka saja yang menentukan dengan siapa mereka akan menikah dan lagian untuk bahas itu terlalu dini yah" ucap Rina sambil tersenyum.


Hari-hari terus berlalu dan tak terasa sudah 1 Tahun Delia pergi dari kehidupan Arya dan anaknya. Arya tiada hari tanpa mencari keberadaan Delia.

__ADS_1


Emilia bersama Adrian pun sudah kembali ke Amerika karena Baby Zi sudah tidak tergantung pada ASI Emilia. Baby zi sudah tidak minum ASI lagi tetapi minum susu formula.


Baby Zi bertanya kepada Ayahnya tentang mamanya. Arya tidak tahu harus menjawab apa. Dan tiba-tiba Arya menjawab pertanyaan putranya dengan jawaban yang Arya juga tidak tahu kenapa bisa berkata seperti itu.


"Ayah kapan kita jemput Mama, Zidane kangen Sama Mama" ucap Zidane dalam pangkuannya.


"Zi akan ketemu sama Mama, tapi Kita ke panti Jompo dulu yah untuk jemput Mama karena Mama kerja di Sana" ucap Arya.


Bahkan Arya sudah putus asa karena usahanya tetap tidak membuahkan hasil apa pun. Hari ini Arya akan ke salah satu panti Jompo salah satu panti milik Oma Estella yang selama ini Delia kelola tapi Delia belum pernah datang ke panti Jompo ini karena letaknya yang ada di luar daerah.


Arya bersama Baby zi ke panti Jompo itu, awalnya Arya tidak ingin mengajak putra bungsunya tetapi baby Zi merengek meminta untuk ikut. Sehingga baby zi ikut bersama bibi Ainun ke Panti Jompo Harapan Bunda.


Arya memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang ada di bawah pohon Ketapang. Mata Arya tanpa sengaja menangkap sosok seseorng yang mirip dengan Delia. Tapi Arya Ingin mendekati cewek tersebut, tetapi Karena kedatangan ibu panti sehingga Arya mengehentikan langkahnya.


"Pak Arya silahkan masuk oak ke ruangan yang telah disediakan karena Acara Akan dimulai" ucap ibu kepala panti.


"Baik ibu" Ucap singkat Arya.


Arya, baby Zi dan bibi Ainun Masuk ke dalam Panti dan membagikan beberapa hadiah untuk Orang tua yang ada di sana. Semua penghuni panti sangat senang dengan kehadiran Arya dan keluarganya. Setiap Arya datang maupun anggota keluarga Wiguna yang lain pasti membawa berkah untuk semua penghuni panti.


TBC...


Cukup 3 bab dulu yah hari ini.. Fania mau ke Rumah orang tua paksu dulu yah..βœŒοΈπŸƒ.


Moga aja kakak Readers suka dengan part ini..


Moga saja gak ad yg bilang masalah lagi 🀭✌️.


kapan sih mereka bahagiaπŸ€”πŸ€”.


Hidup itu penuh ujian yah Readers tanpa ujian hidup ini Terasa hambar bagaikan masakan tanpa penyedap rasa gitu πŸ€­βœŒοΈπŸ™.


Makasih banyak untuk Readers yang masih setia memberikan dukungannya kepada BDP πŸ™πŸ™.


by Fania Mikaila AzZahrah.


Makassar, 8 Maret 2022.

__ADS_1


__ADS_2