Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 151. Kenangan


__ADS_3

HAPPY READING..


Dimas dan Dessy pulang dari pantai bersama, sedangkan Hyuna diantar pulang oleh Aditya. Karena Aditya ingin meminta maaf kepada Hyuna karena telah lancang menci** Hyuna tanpa permisi tadi siang di Dalam Resto di depan Dimas dan Dessy. Hyuna diam seribu bahasa dan tidak ingin membuka percakapan diantara mereka.


"Ya Allah ada apa dengan diriku yang tidak bisa menolak saat Kak Aditya menci** bibirku, seakan-akan ada yang mendorong aku untuk menuntut lebih bukan hanya sekedar ciua*** saja" ucap Hyuna dalam hatinya.


"Hyuna, Maafkan kakak yah tadi kakak tidak bisa mengontrol emosi dan nafs** Kakak". ucap Aditya.


Hyuna hanya melihat sekilas ke arah Aditya tanpa ada niat untuk menjawab perkataan dari Aditya.


"Apa Kamu marah dengan sikapku itu?? Tolong jawablah Hyuna Aku tidak suka kalau kamu diam saja" ucap Aditya.


"Aku tidak tahu harus menjawab apa Kak, kalau aku bilang aku tidak suka itu sama saja aku Munafik sedangkan kalau aku bilang suka itu tidak mungkin Kak karena kita bukanlah pasangan kekasih, jadi itu tidak boleh Kita lakukan" ucap Hyuna.


Hyuna berusaha menahan air matanya yang ingin jatuh membasahi pipinya. Sehingga Hyuna mengalihkan pandangannya ke arah luar mobil. Sedangkan Aditya tidak bisa berbuat apa-apa karena dirinya juga sangat menginginkan hal itu tapi tidak kuasa menahan kehendak dan keputusan Orang tuanya. Mobil mereka pun perlahan masuk ke area parkiran apartemen Hyuna. Mobil pun berhenti dan Hyuna segera membuka pintu mobil Aditya tapi tangan Hyuna belum menyentuh Pintu tangannya malah ditarik oleh Aditya sehingga mereka sekarang berpelu***. Hyuna kaget dengan yang dilakukan oleh Aditya. Tapi hati kecil Hyuna tidak kuasa untuk menolaknya. Hyuna pun membalas pelukan itu.


Aditya menyentuh bibir merah alami Hyuna. Wajah mereka semakin dekat dan tidak ada lagi jarak pemisah antara hidung Aditya dan hidung mancung Hyuna. Dan Aditya Akhirnya mengakhiri Perjumpaan mereka hari ini dengan sesuatu yang membuat mereka tidak bisa melupakan malam ini. Ke duanya menikmati malam ini dengan melampiaskan perasaan mereka yang selama ini terpendam. Pihak ketiga jadi pemenang diantara Aditya dan Hyuna. Semoga mereka tidak ada hubungan darah ya Readers.


Sedangkan Dessy dan Dimas sama-sama terdiam dan tidak ada yang berani untuk membuka percakapan mereka. Bahkan mobil mereka sudah ada di Parkiran Mobil Hotel yang mereka tempati tanpa ada percakapan. Mereka masing-masing sibuk menyelami dan meresapi perasaan mereka yang sedang mereka hadapi dan alami. Dessy yang masih ragu dan bimbang sedangkan Dimas takut Jika ada Pria lain yang menikungnya. Dimas Akhirnya mengambil keputusan yang entah bisikan dan hasutan dari siapa sehingga Dimas berani menci** bi**, Dessy.


Dessy awalnya menolak tapi lama-lama menikmati indahnya ciu** yang dilakukan oleh Dimas tetapi tiba-tiba akal sehatnya kembali dan Dessy sangat Marah dan langsung menghapus jejak bibir Dimas dari bibirnya dan langsung menampar wajah ganteng Dimas.


"Jangan kamu kira karena statusku sudah janda sehingga kamu ingin melakukan hal yang tidak aku suka dan ingat baik-baik selama ini aku tidak pernah marah atau menolak Jika kamu ajak Aku pergi tapi bukan berarti aku cewek mura** semua itu aku lakukan karena Aku menghormati kamu sebagai atasanku dan sepupunya Arya" ucap Dessy sambil menutup dengan kencang pintu mobil Dimas dan kemudian langsung berlari ke arah luar mobil Dimas dan terus berlari. Tangis Dessy pun pecah. Dessy terus berlari sambil menggosok bibirnya.


Dessy menangis sepanjang malam dan tidak bisa tidur. Dessy terus saja menangis. Dessy tidak ingin dicap oleh Dimas sebagai janda yang haus akan belaian dan rela melakukan apa pun.


Dua hari kemudian, Dessy tidak menemui Dimas bahkan Dessy mematikan hpnya. Sehingga Hyuna tidak tahu harus bagaimana caranya untuk menghubungi Dessy sehingga Hyuna sekarang sudah berada di depan pintu kamar Hotel Dessy. Karena hari ini mereka sudah sepakat untuk berkunjung ke rumah Oak Edward Dady Hyuna. Hyuna ingin bertanya apa kah pak Edward benar adanya adalah Dady dari Hyuna atau bukan.


Hari ini, Hyuna, Dimas dan Dessy mendatangi Kediaman Utama Edward. Mereka tidak mudah untuk masuk ke dalam rumah tersebut, dikarenakan mereka belum buat janji sebelumnya. Sehingga mereka tidak bisa masuk. Karena mereka berada pas depan pintu gerbang otomatis posisi mobil mereka menghalangi jalan masuk yang kebetulan ada mobil merah metalik yang ingin masuk. Orang yang berada di balik kemudi membunyikan klakson berulang kali. Sehingga Dimas Segera masuk ke dalam mobilnya untuk menepikan mobilnya ke arah pinggir jalan raya.


Tapi mobil itu tiba-tiba menghentikan laju mobilnya dan membuka kaca jendela mobilnya dan menatap ke arah Dessy. Pria itu menatap Dessy dari ujung hijabnya sampai ujung sepatunya. Yang membuat Dessy risih diperhatikan seperti itu oleh Pria yang tidak dikenalnya. Sedangkan Dimas sangat marah dan dua ingin mencolok mata dari pria tersebut.


Dimas segera menarik tubuh Dessy ke belakang punggungnya. Dan menghalangi pandangan pria itu. Dessy merasakan hal yang aneh lagi disaat tubuhnya bersentuhan dengan tubuh Dimas.


"Ya Allah apa sebenarnya yang terjadi kepadaku??" ucap Dessy dalam hatinya.

__ADS_1


"Maaf kalau boleh tahu Anda ini siapa dan cari siapa yah??." Tanya pria itu yang kira-kira seumuran dengan Dimas.


Hyuna segera maju ke depan dan langsung menjawab pertanyaan dari orang tersebut.


"Maaf kami ingin bertemu dengan Pak Edward kalau bisa." Jawab Hyuna.


"Maaf Dady masih di Dubai Sekitar dua bulan lagi baru Dady pulang" ucap Pria itu.


Hyuna tidak menyangka kalau susahnya untuk bertemu langsung dengan Ayah kandungnya.


"Ohh gitu yah" ucap Hyuna dengan lemah.


"Makasih banyak Pak atas informasinya" ucap Dessy.


"Gimana Hyuna apa kita balik saja atau gimana??" tanya Dimas.


"Kebetulan besok pagi kami akan balik ke Tanah air" ucap Dessy.


"Kalau gitu aku Juga ikut ke Indonesia saja kakak nanti Dua bulan lagi aku kembali ke sini" ucap Hyuna.


"Apa kamu sudah memikirkan matang-matang keputusan kamu ini??" Tanya Dimas.


Ke Esokan Harinya mereka sudah berada di dalam pesawat yang akan menuju Indonesia. Mereka kembali memilih pesawat komersial saja. Hyuna duduk di dekat Dessy sedangkan Dimas berada di belakang mereka. Hyuna menyadari jika diantara mereka telah terjadi sesuatu, tetapi Hyuna orangnya tidak kepo jadi tidak bertanya apa pun kepada mereka. Hyuna tahu kalau suatu saat nanti Kakaknya Dimas pasti akan curhat. Karena Hyuna adalah tempat curhat dari Dimas selama ini.


Perjalanan yang ditempuh oleh Dimas terasa begitu panjang dan ada yang berkurang dari dalam dirinya selama Dessy marah dan tidak mau berbicara dengan Dimas. Baru dua hari saja Dimas bagaikan mayat hidup saja gak punya semangat untuk hidup.


3 Bulan kemudian, Dimas dan Dessy hubungan mereka masih seperti biasa setelah kejadian malam itu. Bahkan Dessy berusaha menjaga jarak dari Dimas dan Dessy akan mengajak Dimas berbicara seperlunya saja dan kalau itu penting dan ada orang lain diantara mereka. Hal itu berlangsung hingga Tiga bulan sampai hari ini.


Delia datang ke Perusahaan suaminya bersama baby Zi yang setiap hari semakin besar dan semakin menggemaskan saja. Delia membawa makanan untuk makan siang Arya dan tentunya untuk Dimas dan Dessy. Mereka makan siang bersama tetapi antara Dimas dan Desyy tak ada percakapan yang tercipta dari mereka. Mereka hanya diam dan tidak banyak Bicara bahkan mereka bicara irit dan seperlunya.


Tiba-tiba Hp Dessy berdering. Dessy kemudian melap tangannya dan segera mencari hpnya yang ada di dalam tasnya.


Dessy heran dengan orang yang menelponnya karena nama yang memanggil adalah RSJ.


"Dessy kok gak diangkat telponnya??." Tanya Delia.

__ADS_1


"Aku gak tahu angkat atau tidak, ni dari RSJ tempat Rangga di Rawat" ucap Dessy.


Dimas langsung menatap Dessy dengan penuh tanda tanya.


"Mungkin itu penting coba saja angkat dulu" ucap Delia lagi.


Dessy pun akhirnya mengangkat tlpnya.


"Halo, Waalaikum salam Ibu" ucap Dessy.


"Dengan ibu Dessy??" Tanya Perawat itu.


"Iya saya Dessy Ibu, ada apa yah Bu??." tanya balik Dessy.


"Maaf Kami menelpon ibu karena kami sudah menghubungi nomor hp ibu Rina tapi nomor hp ibu Rina dari kemarin tidak aktif" ucap Perawat tersebut.


"Ibu Rina ada di Turki Bu, emangnya ada apa yah??." Tanya Dessy.


"Ini ada hubungannya dengan Rangga boleh kah Ibu datang ke RSJ sekarang juga??." tanya Perawat itu.


"Baik ibu tapi tunggu beberapa jam yah ibu. slnya aku masih d kerjaan sedikit" ucap Perawat itu.


"Ok ibu, makasih banyak" ucap perawat itu.


Setelah sambungan telpon terputus, Dessy pamit kepada mereka untuk segera ke rumah sakit Gimana pun Rangga adalah Sahabat Dessy dulu walaupun Rangga tidak jadi menikah dengan Rina. Dessy Ingin memakai mobilnya tapi apa yang dilakukan oleh Dessy langsung dicegah oleh Dimas. Dan Dimas lah yang sekarang menjadi supir Dessy.


TBC..


Ada apa Dengan Rangga yah jangan-jangan Rangga Sakit atau kabur???🤔🤔🤔.


Othor Kasihan sama Rangga dan ada Reader yang minta Rangga diberi kesempatan ke Dua untuk berubah. Tapi apa kah Rangga berhasil berubah atau malah sembuh tapi hidup dalam dunianya sendiri.


Yang penasaran dengan kisah mereka selanjutnya yuk tunggu kelanjutannya yah 🙏✌️.


Makasih banyak..

__ADS_1


By FANIA Mikaila AzZahrah.


Makassar, 6 Maret 2022.


__ADS_2