
Happy Reading...
Setelah Arya membicarakan tentang rencana kepulangannya dengan Delia. Hari ini Arya berencana untuk menyampaikan niatnya kepada Pak Sahir dan Kepala Desa T. Mereka lah yang sangat berjasa dan membantunya selama keluarganya berada di Desa dan pak Sahir lah yang menyelamatkan nyawanya dari bahaya.
Rumah pak Desa yang pertama Arya datangi, karena Pak Sahir ke Hutan mencari dedaunan obat-obatan.
"Assalamu alaikum"
Tok.. tok.. tok..
Salam Arya sambil mengetok pintu rumah pak kepala Desa.
"Waalaikum salam"
jawab salam dari dalam rumah pak Sahir yang ternyata ibu Astuti yang membukakan pintunya.
"Ibu, ada Bapak Bu?"
Tanya Arya.
"Ada kok di dalam,tapi bapak ada Tamunya" ucap ibu Astuti.
"kalau boleh tahu mereka masih lama yah Bu, soalnya ada yang ingin aku sampaikan kepada Beliau??" tanya Arya.
"Silahkan masuk Nak, aku akan sampaikan kepada bapak kalau kamu datang, gimana dengan anak dan istrimu?" tanya ibu Astuti.
"Makasih, Alhamdulillah Mereka baik-baik saja"
"Alhamdulillah kalau gitu, Oiy masakan istrimu enak-enak dan ibu pengen diajari masak makanan yang kemarin" ucap ibu Astuti.
"Alhamdulillah kalau ibu suka dan akan Saya sampaikan kepada Delia"
Ibu Astuti pun masuk ke dalam rumahnya untuk memanggil suaminya. Tak berselang lama Pak Desa dan tamunya keluar dari rumahnya.
"Assalamualaikum" salam kepala Desa.
"Waalaikum salam" jawab Arya sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan pak Rudianto beserta tamunya.
"Silahkan duduk nak, angin apa kira-kira yang membawamu hingga kamu menyambangi gubukku ini nak?" Tanya pak Rudianto Selalu kepala Desa.
"Bapak Selalu Saja merendah" jawab Arya.
__ADS_1
Mereka duduk di teras rumah pak Desa. Ibu Astuti kemudian datang dan membawa beberapa gelas minuman dan makanan ringan.
"Silahkan diminum dan dicicipi Kuenya" ucap ibu Astuti.
"Makasih ibu" ucap Arya.
"Saya minta maaf sebelumnya atas kedatanganku yang telah menganggu aktifitas bapak".
"Bagi bapak, kedatanganmu ke rumah bapak tidak pernah merasa kamu memnganggu saya bahkan saya selaku kepala Desa Sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuannya selama ini"
"Itu tidak Masalah Pak, selama Saya bisa melakukannya pasti saya akan lakukan" ucap Arya.
"Jadi apa kira-kira maksud kedatanganmu nak ?" ucap pak Rudianto.
"Makasih banyak sebelumnya telah menerima kami di sini dan mengijinkan Saya beserta anak dan istrinya untuk tinggal di Desa bapak"
"Aahh jangan sungkan dengan itu Arya, kami disini dengan tangan terbuka menerima Siapa pun yang ingin menjadi bagian dari masyarakat Desa T, selama Dia tidak menjadi benalu di desa kami, silahkan tinggal dengan sesuka hati kalian".
"Saya datang ke sini untuk menyampaikan rencana saya yang ingin pulang ke Kota Pak, dan insya Allah rencananya hari Minggu ini kami akan meninggalkan Desa T"
Raut kecewa tampak diwajah pak Desa. Pak Desa tidak menyangka kalau ternyata Arya ingin berpamitan. Pak Desa sangat bersyukur karena berkat kedatangan Arya dan keluarga kecilnya Desa T mengalami berbagai pembaharuan di segala bidang.
"Apa ada yang menganggu kenyamanan kalian Nak, atau kalian tidak senang tingga di sini lah?" Tanya pak Desa.
"Ohh seperti itu, kalau emang itu sudah jadi keputusan kalian dengan berat hati Bapak pasti tetap memberikan ijin dan kami di sini akan membantu keberangkatan kalian bahkan sampai di batas Desa dengan Kota" ucap pak kepala Desa.
"Alhamdulillah mkasih banyak pak atas bantuannya dan Saya Meminta maaf jika selama ini sudah merepotkan kalian semua".
Perbincangan mereka pun berakhir. Arya berjalan kembali menuju rumahnya tapi Ingin singgah terlebih dahulu ke rumah pak Sahir.
Berita rencana kepulangan Arya dan keluarganya langsung tersebar ke seluruh penjuru Desa T.
Banyak sekali orang-orang yang merasa kecewa dan sedih dengan rencana kepulangan Arya tapi mereka tidak bisa mencegah niat Arya bagaimana pun Arya bukan penduduk asli desa T yang setiap saat pasti akan kembali ke Kota.
Bahkan kesedihan itu dirasakan tanpa terkecuali masyarakat desa T. Mereka memutuskan untuk mengutus beberapa orang untuk membantu perjalanan mereka.
Alat transportasi dan barang-barang yang diperlukan selama perjalanan sudah mereka persiapkan. Arya pun merasa sangat Sedih untuk meninggalkan Desa yang selama ini membuatnya hidup tenang.
"Assalamualaikum pak Sahir" salam dari Arya.
"waalaikum salam" jawab pak Sahir.
__ADS_1
"Ahh kamu Arya, ayo Masuk" ucap pak Sahir.
Arya langsung membahas rencana kepulangannya dan lagi-lagi wajah sedih dan kecewa nampak di wajah pak Sahir seperti halnya kepala Desa T.
"Kami pasti akan merasakan kehilangan Arya, bagi kami di sini kamu diutus oleh Allah SWT untuk membawa perubahan di Desa T kearah yang lebih baik"
"Sebenarnya Arya juga berat sekali untuk mengambil keputusan ini pak, Tapi Arya tidak ingin melihat anak-anak Arya bersedih terus karena merasakan kerinduan kepada kakek neneknya".
"Apa boleh buat Arya Karena itu hak kalian untuk menentukan akan tinggal di sini selamanya atau balik ke tempat asal kalian di kota dan kami hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak atas sumbangsih kalian di Desa kami".
Pak Sahir meneteskan air matanya dan Arya langsung memeluk tubuh Pak Sahir yang Arya sudah anggap seperti Ayahnya sendiri. Ibu Marni pun yang ada di sana merasakan kesedihan bahkan ikut menangis dan hanyut dalam keadaan.
Hari Minggu pun datang juga, Arya dan Delia Sudah membereskan barang-barang yang akan mereka bawa selama diperjalanan. Seluruh masyarakat Desa T turut hadir dalam keberangkatan Arya dan keluarganya. Mereka masing-masing telah memberikan beberapa barang sebagai bekal dalam perjalanannya.
Karena perjalanan mereka butuh waktu yang cukup lama sekitar 1 bulan maka dari itu ada sekitar 5 kuda yang mereka persiapkan.
Andai saja ada kendaraan yang bisa mereka pakai tapi tidak ada yang cocok selain kuda karena medannya yang tidak mudah untuk dilewati oleh kendaraan Roda empat maupun roda dua.
Masyarakat Desa merasakan kesedihan yang sama tak ada satu pun orang yang berada di sana tidak meneteskan air matanya saking sedihnya dengan kepulangan Arya dan keluarganya.
Arya dan Delia tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat Desa T Karena telah menerima mereka dengan tangan terbuka bahkan memperlakukan mereka dengan sangat Baik. Tangis haru pun pecah ketika rombongan yang mengantar Arya bertolak ke Kota.
Sebelum keberangkatannya Arya menyempatkan menyampaikan beberapa patah kata.
"Makasih banyak yang sebesarnya Aku ucapkan kepada kalian dan Maafkan saya yang tidak bisa menyebut nama kalian satu persatu. Berkat jasa kalianlah saya beserta keluargaku bisa hidup sampai sekarang dan Saya Arya Wiguna Albert Kim Said mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya, jika kami selama di sini melakukan Kesalahan baik kami sengaja atau pun tidak, insya Allah jika Allah berkehendak Ki akan datang berkunjung ke Desa"
Setelah menyampaikan itu Arya dan Delia menyalami masyarakat satu persatu. Dan Rombongan yang ikut mengantar Arya kebanyakan Anak muridnya yang ikut berlatih taekwondo selama ini. Mereka diikut sertakan untuk mengjaga keamanan Mereka karena kadang di dalam perjalanan mereka selama ini ada beberapa penyamun yang sering beraksi dan meresahkan masyarakat Desa T. itu lah sebabnya Desa T terisolasi dari dunia Luar.
TBC..
Typo atau kesalahan dalam pengetikan cerita Mohon dimaklumi 🙏🙏🙏.
ALHAMDULILLAH MAKASIH BANYAK FANIA UCAPKAN KEPADA KAKAK READERS YANG TELAH SUDI MENYEMPATKAN WAKTUNYA UNTUK MEMBACA TULISAN FANIA dan Yang Telah MEMBERIKAN DUKUNGANNYA KEPADA BDP🙏🙏🙏.
Alhamdulillah berkat Vote kalian BDP Masuk Rangk 15 besar 🙏🙏😍🥰💞💖
Ayo Dong Kakak Biasakan Setelah Membaca Setiap Babnya untuk mengisi Kolom Komentar 🙏🙏🙏.
Fania Minta Maaf karena Tidak bisa Update lebih dari 1 bab perHari dikarenakan kesibukan di RL sangat butuh Extra Time 🙏🙏🙏.
Fania sedih dan tak semangat nih kakak Readers BDP sampai sekarang belum mendapatkan Tips Dari kalian 😭😭.
__ADS_1